Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 16 November 2020

FKMTHI Wilayah Jawa Barat Resmi Dilantik

FOKUS CIREBON -  Pengurus Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis se-Indonesia (FKMTHI) Wilayah Jawa Barat resmi dilantik.

Pelantikan  yang berlangsung di ruang Auditorium Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon itu mengusung tema “Merajut Loyalitas, Menuju Organisasi yang Berintegritas”. Senin, (16/11/2020)

Ketua Pelaksana, Ida Safitri mengatakan, berterima kasih sebesar-besarnya bagi yang telah menyempatkan waktu  untuk bisa hadir dalam acara ini. 

“Saya juga memohon maaf apabila dalam penyambutan maupun pelayanan dari kami selaku tuan rumah kurang berkenan,” katanya.

Ia berharap, semoga FKMTHI khususnya wilayah Jawa Barat ini mampu menjadi organisasi yang memiliki integritas dan loyalitas tinggi dan menjadi wadah bagi Himpunan Mahasiswa Jurusan Tafsir Hadis se-Jaawa Barat untuk menjadi lebih baik lagi.

Muhammad Maimun, Selaku pembina FKMTHI Jawa Barat menyampaikan, FKMTHI Jawa Barat ini merupakan organisasi yang menjadi pelayan dan berkhidmat untuk melayani.

“Baik FKMTHI Jabar maupun Nasional semoga semakin jaya dan menjadi tauladan bagi seluruh mahasiswa Tafsir Hadis,” kata Maimun. 

Dalam kesempatan yang sama, M. Panji Romdoni selaku Koordinator FKMTHI Jawa Barat periode sebelumnya mengatakan, Setiap setiap pelantikan maka diminta pertanggung jawabannya,  setelah itu ada proses yang harus dilewati.

“Dalam organisasi, apabila memiliki banyak kesamaan maka tentu akan bersatu, namun  apabila memeiliki banyak perbedaan maka akan berpisah” ujarnya.

Ia menegaskan, walaupun banyak perbedaan tetapi harus mencari persamaan,  persamaanya yakni sama-sama mahasiswa yang menempuh jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir dan Ilmu Hadis.

Sementara itu, Koordinator Wilayah FKMTHI Jawa Barat terpilih, M. Ulyuddin mengucapkan terima kasih kepada panitia gabungan yang berkenan meluangkan waktu dan meluangkan  kesibukan untuk kesukseskan acara ini.

“Dalam kepemimpinan saya kedepan mempunyai satu visi dalam kepengurusan, yakni  kerja sama dan sama-sama kerja,” kata Ulyu.

Menurutnya, Latar belakang yang berbeda apabila kita berproses dengan membawa nama FKMTHI Jawa Barat maka kita satu. (Fas)

Jumat, 13 November 2020

IAIN Cirebon Siap Action Menjawab Permintaan Pemkab Indramayu


FOKUS CIREBON, FC- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjawab permintaan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang menginginkan pihak kampus setempat melakukan action pembangunan di tanah yang berlokasi di Blok Ciputat, Desa Cikawung, Kecamatan Terisini, Kabupaten Indramayu yang diproyeksikan untuk kampus II IAIN Cirebon, Kamis (12/11/2020).

Sumanta mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sejumlah pembangunan di tanah hibah pemerintah daerah setempat tersebut. Seperti penanaman pohon, pemagaran, perbaikan jalan, dan sejumlah pembangunan lainnya.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan penanaman pohon di sana, karena kita juga kan harus menyiapkan bibitnya dulu. Kita sudah action, ini salah satu action kita,” ungkap Sumanta.

Setelah penanaman pohon tersebut, lanjut rektor, pihaknya juga akan melakukan pemagaran dan dilanjutkan dengan memperbaiki jalan. Bahkan, kata Sumanta, infrastruktur lainnya pun perlahan akan dibangun yang pada akhirnya akan dilakukan pembangunan bangunan intinya. (Nur)

Rektor IAIN Cirebon Buka Site Plant Kampus II Di Indramayu, Ketua DPRD Dukung Penuh

FOKUS CIREBON - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag melaksanakan kegiatan Presentasi terkait agenda besar yakni transformasi dari IAIN menuju UIN Syekh Nurjati Cirebon. 


Pengembangan kampus II IAIN Syekh Nurjati Cirebon bikin sejumlah pihak penasaran. Salah satunya Ketua DPRD Indramayu, H Saefudin, SH. Apa benar di kampus II di Indramayu bakal dikembangkan fakultas dan jurusan yang mendukung pengembangan dan pemanfaatan potensi yang ada di Bumi Wiralodra?

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta,M.Ag pun angkat suara. Sumanta menegaskan, saat ini pengembangan kampus II IAIN Cirebon terus dikebut. Bahkan pada 2022 bakal mulai dibangun sejumlah insfrastruktur pendukung. Seperti pemagaran areal kampus, akses jalan hingga penanaman pohon di areal Ruang Terbuka Hijau (RTH) kampus II.

Terkait fakultas dan jurusan yang dikembangkan, Sumanta berujar d kampus II bakal dibuka fakultas rumpun keilmuan umum menjurus ke teknis dan saintek. Menurut Sumanta, fakultas keagamaan hanya dikembangkan di kampus I.

“Di Cirebon fakultas agama, di Indramayu fakultas umum. Akan dikembangkan Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan dan yang umum itu di kampus II, Indramayu,” tegas Sumanta.

Dia menambahkan, pembukaan fakultas umum sesuai dengan potensi sumber daya di Indramayu. Sehingga diharapkan bakal mampu menggaet minat mahasiswa lokal untuk melanjutkan pendidikan tinggi di tanah kelahiran.

Saat ini IAIN Cirebon tengah mempersiapkan banyak hal untuk kampus II. Mulai dari pembangunan gedung, struktur birokrasi hingga tenaga pendidik dan kependidikan. Sehingga pada saat kampus II dibuka semua unsur pendukung telah siap.

“Begitu kita buka tahun ajaran, kita sudah siapkan infrastruktur baik gedung, dosen dan strukturnya tidak satu-satu. Tapi berbarengan,” tegas Sumanta.

Mendengar penjelasan Sumanta, Ketua DPRD Indramayu, H.Saefudin,SH pun mendukung dibukannya kampus II IAIN Cirebon. “Tinggal menunggu rencana penganggaran. Dan pembangunannya lancar,” tegas Saefudin. (Nur)

Pemkab Cirebon Berikan Pengobatan Gratis Untuk 5600 Orang


FOKUS CIREBON - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 56 di Kabupaten Cirebon, diperingati dengan sejumlah kegiatan serba angka 56.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan, yaitu pengobatan gratis untuk 5600 pasien, pembagian 5.600 masker dan swab massal untuk 5.600 orang.

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag mengatakan, bahwa dalam peringatan HKN ini, ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk bisa menjaga kesehatannya dengan baik. Terutama kepada tenaga medis yang langsung menangani covid 19.

Imron menyebutkan, kesehatan tenaga medis sangatlah penting, ditengah wabah pandemi covid 19 ini. Karena menurutnya, beberapa puskesmas dan pelayanan rumah sakit di Kabupaten Cirebon, sempat terhenti akibat adanya tenaga kesehatan yang terpapar covid 19.

"Hal tersebut membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu. Jadi, tenaga medis harus selalu menjaga kesehatannya," kata Imron.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menuturkan, alasan sejumlah kegiatan yang dilaksanakan pada HKN ini serba angka 56, dikarenanya menyesuaikan dengan peringatan HKN yang ke 56.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam HKN kali inipun, menyesuaikan dengan kondisi yang sedang dialami saat ini, yaitu terkait covid 19.

"Oleh karena itu, kami mengadakan swab massal untuk 5.600 orang dan pembagian 5.600 masker," kata Eni.

Pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 150 Viral Transport Medium (VTM) kepada 60 Puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon.

Selain itu, untuk memberikan semangat dan dukungan kepada tenaga kesehatan yang sedang menangani covid 19, pihakanya juga akan melakukan tepuk tangan massal selama 56 detik secara bersamaan.

"Ini merupakan bentuk dukungan kepada nakes yang tanpa lelah menangani covid 19," kata Eni. (Nur)

Pemkab Cirebon Evaluasi Penanganan Jenazah Positif Covid 19


FOKUS CIREBON - Sempat terjadinya permasalahan yang berkaitan dengan penguburan jenazah yang terkonfirmasi positif covid 19 di Kabupaten Cirebon, dijadikan bahan evaluasi oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid 19 Kabupaten Cirebon. 

Bupati Cirebon Drs H. Imron, M. Ag, meminta agar permasalahan tersebut tidak kembali terulang. Ia menilai, banyak faktor yang membuat permasalahan penanganan jenazah covid 19 di Kabupaten Cirebon sempat ada yang terkendala. 

"Diantaranya, yaitu kurangnya komunikasi dan informasi yang disampaikan," ujar Imron, Jumat 13 November 2020.

Selain itu, banyaknya informasi yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya, membuat pandangan masyarakat terkait covid 19 menjadi bertolak belakang. Bahkan, tidak sedikit juga yang masih tidak percaya adanya covid 19 ini. 

Apalagi ujar Imron, ada juga seorang ahli yang menyatakan, bahwa orang yang meninggal, maka virusnya juga ikut meninggal. 

Hal-hal seperti ini, kata Imron, yang membuat gejolak dimasyarakat, sehingga imbasnya ada penolakan terkait penguburan jenazah covid 19.

"Sehingga, kita harus terus memberikan bimbingan kepada masyarakat, terkait covid 19 ini," kata Imron. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan mengatakan, bahwa SOP pemulasaran dan penguburan jenazah covid 19 di Kabupaten Cirebon memang dievaluasi. 

Selain menggunakna standar SOP yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dalam evaluasi tersebut juga, akan dilakukan penambahan SOP pemulasaran dan penguburan jenazah dari Dinas Kesehatan. 

"SOP tersebut, mengatur tentang penanganan jenazah terkonfirmasi covid 19, yang meninggal di rumah sakit ataupun non rumah sakit," ujar Alex. 

Ia mengatakan, bahwa dalam proses pengurusan jenazah terkonfirmasi covid 19, sudah ada mekanisme dan aturan yang sudah ditetapkan. 

Untuk pemulasaran, akan dilakukan oleh rumah sakit rujukan yang sudah ditetapkan. Sedangkan untuk penguburan, akan dilakukan oleh tim relawan. 

Alex juga menngkapkan, untuk saat ini sudah terbentuk tim relawan mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Sehingga bisa dipastikan, bahwa SOP yang akan ditetapkan nanti, bisa berjalan dengan baik. 

"SDM untuk relawan dan lainnya sudah ada. Karena sudah terbentuk hingga tingkat desa," ujar Alex. (Nur)