Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 09 Maret 2021

Menuju UISSI, Tim Asesor Visitasi Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Tim Asesor Visitasi Transformasi Kelembagaan Kemenag RI bersama Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan para Warek serta Pimpinan PT IAIN Cirebon lainnya, dalam acara Pembukaan kegiatan visitasi, Selasa (9/3/2021), di Ruang Rektorat, kampus setempat. (din)


FOKUS CIREBON, (FC) -
Proses transformasi kelembagaan dari  IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam berbasis siber mulai berjalan. Hal itu ditandai dengan dimulainya visitasi yang dilakukan tim asesor yang berkunjung ke kampus IAIN Cirebon, Selasa, (9/3/2021).

Tim Asesor Visitasi Transformasi Kelembagaan, Prof Dr H Dede Rosada MA dan Dr H Nur Arifin M.Pd disambut para pimpinan, mulai dari Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag,  para Wakil Rektor, Kabiro AUAK, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya di Ruang Rektorat IAIN SNJ Cirebon, Lantai 2, kampus setempat.

Tim Asesor Visitasi Transformasi Kelembagaan Kemenag RI, Prof Dr H Dede Rosada MA kepada fokuscirebon.com mengatakan, bahwa kunjungan tim asesor ini untuk melihat dan mengakses tentang kesiapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk menjadi UIN.


Dalam kunjungan ini, tentu ada sejumlah agenda yang akan kita akses dan lihat penyesuaiannya, termasuk cek   lapangan, intinya semua aspek tentang universitas.

"Ya, seperti kesiapan infrastruktur, ketersediaan lahan, SDM, manajemen, akses mahasiswa, dan trend pendaftar mahasiswa setiap tahun perkembangannya seperti apa, intinya semua aspek tentang universitas," terangnya.

Prof Dr H Dede Rosada MA juga menegaskan bahwa kedepan semua ini prosesnya akan lebih berkembang  setelah menjadi UIN. Sehingga diharapkan nanti ada kemajuan yang lebih pesat, dan dengan adanya visitasi ini, lanjutnya, menjadi daya dorong dalam percepatan transformasi kelembagaan tersebut.

"Ya, dengan kedatangan tim asesor ini, pihak IAIN Cirebon sudah menunjukkan data statistik yang benar, tinggal nanti kita lihat lapangannya seperti apa," katanya, yang akan berada di IAIN Cirebon untuk kegiatan visitasi selama tiga hari kedepan.

Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Hj Kartimi M.Pd, mengucapkan rasa syukurnya bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dari tanggal 9 hingga 11 Maret 2021 itu dilakukan visitasi transformasi kelembagaan dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN.

Menurut Kartimi, tim asesor sudah ada di Cirebon dan agendanya adalah dari jam 10.00 sampai dengan jam 12.00 WIB adalah acara pembukaan, kemudian pasca duhur dilakukan pengecekan fisik di lapangan, lalu pada tanggal 10 Maret 2021 melakukan review dokumen dan pada hari terakhir nanti penyusun dokumen hasil-hasilnya laporannya. Pihaknya jyga sudah menyiapkan seluruh visitasi ini, baik dari pimpinan maupun civitas akademika.

Dijelaskan, agenda penting visitasi ini adalah memverifikasi laporan dengan keadaan yang sesungguhnya. Jadi apakah yang diusulkan dalam proposal itu sesuai tidak dengan kondisi yang sesungguhnya.

"Alhamdulillah, IAIN Cirebon sudah mempersiapkan semuanya, karena secara penilaian itu sudah lolos menjadi UIN, karena kita baik dari jumlah Profesor, jumlah mahasiswa, kemudian sarana prasana, baik tanah dan faslitas lainnya sudah sangat memenuhi," jelasnya.

Sementara untuk penilaian pertama akan dilakukan di kampus satu, yakni di jalan Perjuangan, di sini akan dilihat pertama adalah PTIPD nya karena kita akan menuju kampus islam berbasis siber, kemudian laboratoriumnya, terus gedung SBSN, ada FITK, ada FUAD, kemudian ada Mahad, terus Pasca Sarjana dan juga ada gedung lab terpadu. Kemudian akan mengecek juga kampus II dan lainnya.

"Harapan dari visitasi ini adalah terwujudnya perubahan IAIN Cirebon menjadi Universitas dan turunnya SK perubahan kelembagaan tersebut, yakni menjadi Universitas, dan hasil rapat kemarin nama yang diusung adalah Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia," paparnya.

Demikian juga dinyatakan Wakil Rektor 1, Bidang Akademik, Dr H Saefudin Zuhri M.Ag bahwa sejak presentasi proposoal perubahan kelembagaan itu, dan setelah dinyatakan bahwa kita sudah memenuhi persyaratan administrasi akademik san kelengkapan yang lainnya di Jakarta tahun 2020, maka sejak itu langkah selanjutnya adalah visitasi.

Menurutnya, bahwa ini merupakan visitasi yang pertama oleh Assesor dan kemudian disusul visitasi kedia dari PAN-RB dan visitasi ketiga nanti dari Setneg RI. Karena nanti perubahan lembaga itu ujungnya adalah dalam bentuk Peraturan Presiden, perubahan dari IAIN menjadi Universitas.

"Saat ini kita sudah siapkan semuanya, karena visitasi ini kan mengecek kesesuaian dokumen dengan di lapangan. Contohnya jumlah guru besar, kemudian jumlah Prodi A, jumlah Prodi, jumlah mahasiswa, jumlah luas tanah, jumlah Doktor, jumlah Lektor, kemudian kelengkapan dan fasilitas lainnya," jelasnya.


Wakil Rektor 1 ini juga menjelaskan bahwa transformasinya langsung tidak menjadi UIN tapi menjadi Univeritas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia, satu-satunya di Indonesia.

"Jadi kita punya dua mandat, satu Universitas dan yang kedua adalah melaksanakan sistem akademik, sistem  kuliah perguruan tinggi berbasis siber. Maka harapan pasca kedatangan tim asesor ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kami untuk senantiasa meningkatkan dan mengembangkan mutu akademik dan kelembagaan agar kemudian bisa sesuai dengan nama besar yang diusung lembaga ini, yakni Syekh Nurjati Cirebon," pungkasnya. (Nurudin)

Ajak Siswa Cintai Lingkungan, Wakil Walikota Canangkan Gerakan Sekolah Indah di Taman Sehati

Wakil Walikota Cirebon, Kadisdik Kota Cirebon dan Kepala Sekolah SMPN 7 betsama unsur pendidikan.


FOKUS CIREBON, FC - Canangkan gerakan Sekolah Indah di Taman Sehati, Wakil Wali Kota Cirebon ajak sekolah dan siswa untuk bersama-sama mencintai lingkungan.

“Ini sekolah luar biasa,” ungkap Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj Eti Herawati saat meninjau SMP Negeri 7 Kota Cirebon sekaligus menandatangani prasasti sekolah Indah di Taman Sehati. Bahan-bahan tak terpakai disulap menjadi indah dan dijadikan media tanam. 

Beragam tanaman, termasuk tanaman hidroponik, jamur merang hingga hutan sekolah membuat SMP Negeri 7 Kota Cirebon menjadi lebih hijau. 

Ditambah bunyi gemericik air dari kolam ikan membuat suasana sekolah menjadi lebih nyaman. Keberadaan tempat duduk di tengah-tengah taman yang terbuat dari ban tak terpakai membuat siapa pun betah untuk duduk berlama-lama di tempat tersebut.

“Saya tidak bisa berkata-kata. The best SMP 7,” ungkap Eti.

Di masa pandemi Covid-19 ini Eti meminta agar sekolah maupun siswa tetap bersemangat menjaga lingkungan. 

“Target kita sebenarnya agar anak-anak mencintai lingkungan serta senantiasa menjaga kebersihan,” ungkap Eti. 

Kalaupun setelah itu penghargaan berhasil diraih, maka itu merupakan bonus yang membanggakan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Drs. Irawan Wahyono, S.Pd., M.Pd., menjelaskan pencanangan Sekolah Indah di Taman Sehati memiliki sejumlah dimensi. Yaitu sekolah ramah lingkungan, sekolah berbudaya lingkungan, sekolah ramah anak, sekolah yang menyenangkan, sekolah yang aktif, kreatif dan inovatif. 

“Itu yang merupakan dimensi-dimensi sekolah indah di taman sehati,” ungkap Irawan.

Pencanangan tersebut dilakukan di SMP Negeri 7 Kota Cirebon yang sudah mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jabar. 

Pihaknya, lanjut Irawan, akan terus mendorong agar sekolah-sekolah di Kota Cirebon bisa menerapkan Sekolah Indah di Taman Sehati. Sehingga nantinya akan ada pemerataan baik secara kualitas maupun kuantitas. 

“Nantinya anak bisa mendaftar ke sekolah di mana pun. Tidak ada istilah difavoritkan,” ungkap Irawan.

Sementara itu Kepala SMP Negeri 7 Kota Cirebon, Dra. Euis Sulastri, M.Pd., menjelaskan bahwa sekolah yang bersih, indah dan tertata rapi merupakan suatu keharusan. 

“Arahnya untuk memberi pelayanan kepada anak didik agar mereka nyaman dan betah di sekolah,” ungkap Euis. Tidak hanya itu, sekolah juga menjadi nyaman dan indah.

SMP Negeri 7 Kota Cirebon juga telah mendapatkan penghargaan sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jabar. 

"Sekarang kami mendapatkan lagi kehormatan sebagai sekolah indah di taman sehati. Ini hal luar biasa,” ungkap Euis. 

Selanjutnya Euis berharap SMP Negeri 7 Kota Cirebon bisa menjadi sekolah Adiwiyata tingkat nasional membawa nama Kota Cirebon dan Provinsi Jawa Barat.

Selain mencanangkan Sekolah Indah di Taman Sehati, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati juga mencoba video conference yang baru diberikan di SD Negeri Pegajahan 1. 

Wakil Wali Kota sempat juga berdialog dengan anak-anak melalui video conference. Video conference merupakan smart class room yang digunakan untuk pembelajaran jarak jauh. Sehingga di masa pandemi Covid-19 ini anak-anak dan guru bisa berinteraksi dan berkomunikasi secara virtual. (din)

Belum UISSI, IAIN SNJ Cirebon Sudah Smart Campus


F
OKUS CIREBON, FC- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon semakin dekat bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Bahkan, terkait transformasi tersebut, kampus keagamaan Islam negeri satu-satunya di wilayah III Cirebon ini pun tengah menjalani proses visitasi, yaitu Selasa-Kamis (9-11/3/2021).

Menariknya, salah satu asesor visitasi tersebut, Prof Dr H Dede Rosyada MAg mengungkapkan, transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN ini unik. Pasalnya, kata dia, transformasi tersebut tidaknya hanya UIN, tapi juga berbasis siber.

“Memang ada beberapa penilaian terkait kesiapan untuk menjadi UIN, seperti SDM yang kita awasi betul, sistem managemen keuangan, mutu yang khas, dan beberapa aspek lainnya,” kata Prof Dede.

Untuk diketahui, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dipercaya oleh Kementerian Agama untuk menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI). Sehingga, proses transformasi di kampus ini tidak saja terkait UIN tetapi juga kampus yang berbasis siber.

Bahkan, sebelum ditunjuknya IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UISSI, tepatnya sejak tahun 2015 lalu, kampus ini telah menerapkan Smart Campus. Sehingga, berbagai kegiatan yang dilaksanakan di kampus ini, baik pembelajaran maupun aktivitas administrasi lainnya telah menggunakan teknologi informasi.

Pasalnya, sejak saat itu, kampus ini memang telah menyadari penggunaan teknologi di masa yang akan datang akan terus berkembang. Sehingga, IAIN Syekh Nurjati Cirebon pun melakukan inovasi yang memanfaatkan teknologi komunikasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kampus setempat.

Hal itu pun tentu diikuti dengan perubahan lainnya, seperti aspek manajemen, fasilitas belajar, mutu akademik, peningkatan akreditasi, dan perubahan-perubahan lainnya yang berkelanjutan ke arah yang lebih baik.

Salah satu terobosan yang menarik dari Smart Campus IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini yaitu lahirnya aplikasi e-Learning Managemen System (LMS). Aplikasi ini dikembangkan secara khusus untuk mengelola kelas online, mendistribusikan materi pelajaran dan memungkinkan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen. LMS IAIN Syekh Nurjati Cirebon berbasis platform Moodle yang dapat memudahkan proses pembelajaran.

Namun, secara kebetulan pada tahun 2020 terjadi pandemi Covid-19 yang mengharuskan kegiatan perkuliahan secara daring. Sehingga, aplikasi LMS ini lahir di saat yang tepat dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah memiliki perangkat untuk menerapkan perkuliahan di masa pandemi secara virtual.

Bahkan, Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Hajam MAg memaparkan, LSM ini pun telah digunakan oleh Prodi Bahasa dan Sastra Arab di fakultas setempat. Hal itu dilakukan dengan melalui sejumlah tahapan yang dibangun untuk peningkatan mutu yang berkelanjutan.

Terkait ini, lanjut Hajam, diawali dengan visitasi ISO. Saat itu, Tim Asesor ISO merekomendasikan adanya suatu aplikasi yang dapat menunjang kegiatan perkuliahan. 

Untuk itu, rekomendasi tersebut kemudian segera dijawab oleh kampus dengan meluncurkan LMS yang dikoordinasikan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD). Hal itu seperti gayung bersambut, LMS pun berjalan dengan dinahkodai oleh Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Arab (BSA).

“LMS sudah berjalan baik di BSA, baik itu untuk perkuliahan maupun info-info lainnya. LMS juga sangat mendukung dengan bertepatannya IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia dan ini pertama di Indonesia. Apalagi SDM yang kami miliki, baik tenaga IT maupun SDM sudah sangat mumpuni, sehingga program Smart Campus sudah sangat siap termasuk menjadi kampus islam siber,” terang Hajam.

Kendati demikian, Hajam menjelaskan, masih ada sejumlah kendala yang membutuhkan dukungan untuk peningkatan pelayanan. Seperti terkendalanya server yang masih satu pintu. Pasalnya, ungkap dia, idealnya setiap fakultas harus suah memiliki server masing-masing, sehingga program LMS dapat berjalan dengan lebih baik.

“Saat ini server yang ada di PTIPD merupakan sarana lama yang pengadaannya dilakukan pada tahun 2011 sehingga perlu dilakukan peremajaan. Bisa kita bayangkan, server pengadaan tahun 2011 harus digunakan secara berkelanjutan untuk menopang semua kebutuhan lembaga, ditambah dengan perubahan status kelembagaan IAIN Cirebon menjadi kampus islam siber, tentu ini bisa menjadi pekerjaan rumah tersendiri,” paparnya.

Hajam menegaskan, persoalan ini penting untuk segera dicarikan jalan keluar oleh lembaga. Pasalnya, jika melihat SDM dan tenaga IT yang dimiliki IAIN Syekh Nurjati tidak ada persoalan, semuanya sudah sangat baik dan mumpuni. Bahkan, yang dapat menerapkan LMS ini pun adalah prodi yang harus terakreditasi A.

Selanjutnya, papar dia, kendala lainnya adalah perlu adanya sosialisasi dan pelatihan serta pembinaan kepada mahasiswa. Bahkan, kata Hajam, juga kepada tenaga pengelola di masing-masing jurusan. (Nur)

Jumat, 05 Maret 2021

Memasuki Masa Pensiun, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Melepas 4 Pegawainya

FOKUS CIREBON, FC- IAIN Syekh Nurjati Cirebon melepas 4 pegawai dari tenaga pendidik dan kependidikan, Jumat (5/3/2021), di Ruang Auditorium Lantai 3, Rektorat kampus setempat.

Keempat pegawai tersebut masing-masing, Dr Hj Latifah MA, Dr H D Suryatman MSi, Hj Herry Puji Siswati SAg, dan Hendrawan Iskandar SPd MSi. Keempat pegawai tersebut telah memasuki masa pensiun. 

Pelepasan sendiri langsung dilakukan oleh Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg.

"Saya ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada bapak ibu yang sudah berkhidmah dengan mengabdikan diri untuk bangsa dan negara dengan mencerdaskan anak bangsa,” ujar Rektor Sumanta saat memberikan sambutan.

Curahan keilmuan yang telah diberikan kepada mahasiswa, kata dia, merupakan pengorbanan dan pengabdian yang tidak dapat terlepas dari proses pembelajaran. Hal ini tentu telah memberikan manfaat bagi anak bangsa.

“Ini semua merupakan pengorbanan yang sangat luar bisa. Begitu telatennya melayani dengan baik dan prima. Ini kontribusi yang luar biasa kepada IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” ucapnya.

Rektor Sumanta juga memaparkan, kampus keagamaan Islam negeri satu-satunya di wilayah III Cirebon ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal itu dapat dilihat dari berbagai prestasi yang telah diraih kampus ini.

"Alhamdulillah saat ini dari hardware dan software telah mengalami peningkatan yang sangat luar biasa. Seperti dapat kita lihat catatatan barang milik negara atau infrastruktur yang menunjang proses pembelajaran terus meningkat,” paparnya.

Bahkan, lanjut dia, IAIN Syekh Nurjati Cirebon pun sudah memiliki 3 gedung yang representatif untuk proses peekuliahan yang diperuntukan bagi Fakultas Ilmu Tarniyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD), serta Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam kampus setempat.

“Serta indikator lain yang menunjukan ada progres peningkatan pendidikan, yaitu dari sisi substansi program proses pembelajaran kita sudah masuk dalam urutan kedua secara nasional. Begitu juga dari mutu kita sudah ada 8 prodi yang terakreditasi A dan Insya Allah akan menyusul prodi-prodi yang lain untuk berubah dari B ke A,” tandasnya. (din)

Kamis, 04 Maret 2021

Tangani 10 Ribu Lebih Rutilahu, Bupati Cirebon Ajak Warga Bantu Pemda dengan Menitipkan Zakatnya di Baznas

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag meresmikan rumah tidak layak huni di Desa Lungbenda, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag bersama Baznas Cirebon meninjau sekaligus meresmikan rumah tidak layak huni di Desa Lungbenda, Kecamatan Palimanan, Kamis (4/3/2021).

Rumah tidak layak huni tersebut milik Asmadi yang dibangun Baznas Kabupaten Cirebon.

“Pada bulan ini Baznas Kabupaten Cirebon membangun lima unit rumah dari awal sampai jadi. Salah satunya rumah milik Asmadi warga  Desa Lungbenda Kecamatan Palimanan,” kata Imron.

Di Kabupaten Cirebon jumlah rumah tidak layak huni mencapai 10 ribu lebih. Menurutnya, dengan angka tersebut semuanya tidak bisa tertangani Pemkab Cirebon.

“Kami mengajak kepada masyarakat Kabupaten Cirebon yang kaya untuk membantu pemerintah daerah dengan cara menitipkan zakatnya di Baznas. Nanti zakat tersebut dikelola Baznas, salah satunya untuk perbaikan rutilahu,” ajaknya.

Ia mengungkapkan, Pemda Kabupaten Cirebon bersama Baznas sudah mendata rutilahu dan memang harus segera diberikan bantuan.

“Baru ada 500 lebih rutilahu yang namanya sudah terdata untuk mendapatkan bantuan. Ini merupakan keterbatasan Pemda Kabupaten Cirebon karena dibandingkan 10 ribu lebihnya kita masih kekurangan dana,” terang Imron.

Namun demikian, kata Imron, selain bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, bantuan untuk Rutilahu sendiri bisa didapat dari pemerintah desa.

“Bantuan rutilahu bisa dari pemdes dengan menggunakan Dana Desa. Akan tetapi pemerintah desa harus melakukan koordinasi atau musyawarah desa bahwa anggaran desa dipakai untuk membangun rumah yang tidak layak huni,” ungkap Imron.

Imron mengatakan, ada dua desa di Kecamatan Pasaleman dan Ciledug yang mengajukan untuk rehab masjid.

“Untuk rehab masjid, Pemkab Cirebon  menyetujui untuk memberikan bantuan. Saya berharap dana tersebut harus dipakai untuk kepentingan masyarakat tetapi dengan cara musyawarah desa dan lapor ke pak camat terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, kepala Desa Lungbenda Kecamatan Palimanan, Saleh mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon dan Baznas yang telah membantu membangun rumah milik warganya.

“Terimakasih Pak Bupati Imron dan Kepala Baznas yang sudah meresmikan rumah tidak layak huni milik warga kami. Rumah ini dibangun dari mulai awal sampai jadi oleh Pemda Kabupaten Cirebon dan Baznas,” katanya. (Nur)