Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 28 September 2021

Batalyon Arhanud 14/PWY Cirebon Miliki Rudal Starstreak


FOKUS CIREBON - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cirebon, Drs. H. Mochamad Syafrudin menghadiri acara penyambutan senjata baru rudal starstreak di Batalyon Arhanud 14/PWY Cirebon, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (28/9/2021).

Rudal starstreak yang diterima oleh Batalyon Arhanud 14/PWY Cirebon ini yakni, satu unit kendaraan commander, satu unit kendaraan pengangkut misil, satu unit kendaraan maintenance logistik, satu unit radar syikra CM 200, 4 unit kendaraan MMS, dan delapan unit LML-NG.

Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kodam) III/Siliwangi Brigadir Jenderal TNI Darmono Susastro menyebutkan, Alat Utama Sistem Senjata (alutsista) ini sengaja diberikan karena Kodam III/Siliwangi memiliki wilayah penyangga ibu kota.

Menurutnya, batalyon ini harus memiliki alat tempur yang canggih. "Posisi di sini strategis di mana Cirebon menjadi daerah penyangga ibukota negara. Diharapkan mampu menangkal kemungkinan adanya ancaman," kata Darmono.

Kemudian, alutsista tersebut pun digunakan untuk menghalau ancaman, karena di wilayah Cirebon Raya ada beberapa kawasan objek vital nasional. Secara posisi sangat strategis kalau disimpan di Batalyon Arhanud 14/PWY Cirebon.

"Alat ini mampu menembakkan efektif sejauh 7 KM dan memiliki radar sepanjang 250 kilometer. Ini artinya, jangkauannya sampai wilayah Jakarta," ujarnya.

Selain menyerahkan alustsista, Kodam III/Siliwangi membantu pemerintah daerah dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, yakni dengan cara menggelar vaksinasi massal untuk masyarakat.

Selain itu, dalam upaya pemulihan ekonomi, pihaknya juga memfasilitasi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Cirebon/Kota Cirebon untuk memamerkan produknya. (din)

Berprestasi di Poros Jati 2021, Jurusan Hukum Keluarga FSEI IAIN Dinobatkan Juara Umum

Piala Juara Umum Poros Jati 2021 diraih kontingen Jurusan Hukum Keluarga (HK) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa (28/9/2021).


FOKUS CIREBON - Rasa senang dan bangga terlihat di raut wajah para sang juara termasuk Ketua Jurusan Hukum Keluarga (HK), H Nursyamsudin MA dan Ketua Umum HMJ HK, Dewi Safitri. Betapa tidak, kontingen dari Jurusan HK ini mampu merebut piala kemenangan dan di nobatkan sebagai juara umum pada ajang Poros Jati 2021, Selasa (28/9/2021).

Ketua Umum Himpunan Jurusan Hukum Keluarga, Dewi Safitri, menjelaskan bahwa juara umum diraih Jurusan HK ini karena 4 lomba berhasil direbut HK dan menjadi juara 1 pada ajang Poros Jati. 

Empat lomba tersebut masing-masing, lomba Hadroh, Bulutangkis ganda putra, Puitisasi Alquran, Musabaqoh Qiro'atul Kutub. Sedang untuk kategori juara 2 diraih Sarah Kamila El Islamy melalui lomba karya tulis ilmiah sosial, dan Indah Nur Azizah pada cabang Catur klasik putri.

"Sebenarnya masih ada sejumlah cabang lain yang diikuti Jurusan HK, namun 4 cabang itulah HK berhasil dinobatkan sebagai juara umum, karena ke empat cabang olah raga tersebut mampu merebut juara satu," katanya.

Dengan perolehan medali atau piala ini, pihaknya mengucapkan terimakasih atas perjuangan dan kontribusinya para peserta hingga mampu mengharumkan jurusan HK.

Dewi bercerita, sebelum dinobatkan sebagai juara umum, peserta lomba dari Jurusan HK masih tertinggal jauh dengan jurusan-jurusan lain di lomba tersebut. Namun di akhir perlombaan, peserta dari jurusan HK seperti mendapat energi kuat untuk mengejar ketertinggalan dari peserta lain, dan berhasil sukses menjadi juara satu serta juara umum.

"Ini motivasi yang luar biasa, walau tertinggal namun terakhir hasilnya menggembirakan, bisa menjadi juara satu sekaligus dinobatkan juara umum," terangnya.

Dewi menambahkan, inilah nama-nama para kontingen yang memenangkan di ajang Poros Jati Diesnatalis IAIN Syekh Nurjati Cirebon ke-56, di antaranya Sahrul Hanafi dan Rizal Ramadhan pada cabang Badminton ganda putra sebagai juara 1 kemudian Azmy Mubarok cabang Puitisasi Al-qur'an juga sebagai juara 1.

Kemudian juara 1 lainnya di cabang Lomba hadroh yakni Agia Iffa Ghufraini, M Kahirul Umam, Miftah Fauji, Nadzeef Makinun Amien, Sanjaya, Muhamad Putra Wildanul Mubarok, Indra Suhendra dan Farkhan. Sedangkan juara 1 di cabang lainnya diraih oleh Fajar Alfi Fauzi, cabang Musabaqoh Qira'atul Kutub.

Untuk peraih juara 1, kata Indah, diraih oleh Sarah Kamila El Islamy pada cabang Karya Tulis Ilmiah dan Indah Nur Azizah pada cabang Catur Klasik Putri.

Dewi berharap, dengan prestasi gemilang ini, peserta lomba (kontingen) bisa terus Istiqomah dalam meraih juara umum ini, dan mendatang bisa meningkatkan diri dari ajang tingkat institut ke luar, baik Jabar, nasional bahkan internasional. 

Sementara itu, Ketua Jurusan Hukum Keluarga, H Nursyamsudin MA, juga menyatakan rasa bangganya. Pihaknya sangat bangga dengan hasil yang diraih para peserta lomba dari Jurusan HK. Bahkan pihaknya akan terus memberikan bimbingan dan motivasi untuk meraih juara pada ajang-ajang lainnya.

"Ya, kami akan terus suport mereka, bahkan akan berkoordinasi dengan Warek III di tingkat institut untuk membicarakan kelanjutan bagi para sang juara dalam aspek pembinaan dan lainnya," tandasnya. (din)

Senin, 27 September 2021

Kabupaten Cirebon Kini Miliki Tim Akselerasi Pembangunan Daerah


KABUPATEN CIREBON.- Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyebutkan, Kabupaten Cirebon kini memiliki Tim Akselerasi Pembangunan Daerah (TAPD). Tim itu nantinya bergerak untuk merancang pembangunan, sehingga nantinya bersaing mampu dengan daerah lainnya.

Imron mengatakan, pascaorde baru, seluruh wilayah di Indonesia diperbolehkan untuk melakukan upaya memajukan daerah, sesuai dengan masing-masing potensi di wilayahnya.

"Tim ini nanti memberikan pemikiran dan konsep pembangunan di Kabupaten Cirebon agar lebih maju. Pada era pandemi, sangat berdampak kepada perekonomian," kata Imron saat menghadiri rapat TAPD di Gedung Setda Kabupaten Cirebon, Senin (27/9/2021).

Menurut Imron, Kabupaten cirebon ini merupakan salah satu kabupaten yang masuk ke dalam daerah dengan jumlah pengangguran terbanyak. Sumber daya manusia (SDM) pun masih kalah unggul.

Berharap, lanjut Imron, Kabupaten Cirebon bisa mengejar ketertinggalan dari daerah lainnya. "Saya lihat beberapa daerah lain, salah satunya Bandung selalu menolak bantuan dari pusat, karena PAD-nya tinggi. Sudah saat Kabupaten Cirebon lebih maju," kata Imron.

Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih menyebutkan, sejumlah investor yang akan ekspansi ke Kabupaten Cirebon kerap mengeluhkan sulitnya mengakses perizinan. Menurutnya, harus ada supaya teknis perizinan bisa lebih mudah.

Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Cirebon bakal memiliki mal pelayanan publik (MPP). Nantinya, seluruh penerbitan izin bisa dilakukan di satu tempat.

"Pelaksanaan belum bisa berjalan. Perizinan ini masih rumit, harus ada percepatan. Era pandemi, pemilihan ekonomi harus berjalan," kata wakil bupati.

Sementara, Guru Besar Ilmu Hukum Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Prof Dr H Sugianto SH, MH mengatakan, jangan sampai tim hanya dibentuk saja, namun tidak dipertegas dengan legalitas.

"Jangan sebatas seremonial, yang pertama harus ada legalitas berupa SK. Organisasi apapun harus ada koordinator. Jangan hanya dibentuk, struktur harus jelas," kata Sugianto. (din)

Sukses di Poros Jati, Ketua Jurusan KPI Berikan Piagam Penghargaan Kepada Mahasiswa KPI Berprestasi

Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Aan Mohamad Burhanudin tengah memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan kepada mahasiswa KPI Berprestasi di ajang Poros Jati, (27/9/2021).


FOKUS CIREBON - Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Aan Mohamad Burhanudin memberikan apresiasi dalam bentuk piagam penghargaan kepada sejumlah mahasiswa KPI yang berprestasi pada ajang Poros Jati, Senin (27/9/2021).

Aan menjelaskan, pemberian penghargaan tersebut bertujuan untuk memotivasi dan memberikan dukungan secara mental agar mahasiswa KPI IAIN Cirebon mampu terus meningkatkan prestasinya di masa depan, baik dalam kompetisi lokal, nasional bahkan internasional.


"Tujuan pemberian penghargaan ini,  untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi mahasiswa, terutama meningkatkan prestasinya terutama di ajang kompetisi-kompetisi lainnya," terang Ketua Jurusan KPI.

Aan menambahkan, ada 11 mahasiswa Jurusan KPI yang meraih prestasi pada ajang Poros Jati 2021, di antaranya Saaiqurrizqi (Juara 3 - Badminton), Mita Sri wahyuni (Duta kampus Wakil I), Mukhamad Adnil Faisal (Juara 1 Master Of Ceremony), Sinta Bella Flora Berliana (juara 3-KTI ilsos), Af Rizal Rohman A (juara 1 - pop solo islami), Mukhamad Adnil Faisal, Royhan Aldhifa Rafly, Khansa Salsabila Putri (ketiganya merupakan juara 2 - Karya Inovatif), Lestari Setia Budi (Juara 3 - Master of Ceremony), Abdul Jamil (Juara 3 - Tenis Meja), Firda Aulia Hidayah (Juara 2 - Musabaqoh Qira'atul Kutub).


"Tentu capaian prestasi ini sangat membanggakan dan kita patut berbangga pada mahasiswa yang terus mengukir prestasi. Kita juga akan terus memberikan dukungan, bimbingan dan motivasi juara, agar mereka bisa  bersanding dan bersaing tidak hanya dikancah lokal tapi juga nasional dan international," kata Aan. (din)

Kuatkan Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi, Puslitbang Kemenag RI Bersama IAIN Cirebon Gelar Dialog Budaya Keagamaan

Kepala Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi, Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Prof M Arskal Salim GP bersama Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada kegiatan Dialog Budaya Keagamaan di salah satu Hotel di Cirebon. 


FOKUS CIREBON - Pendidikan moderasi beragama di perguruan tinggi diperlukan untuk membangun kembali komitmen kebangsaan dan menyukuri dengan apa yang dicapai dalam konsensus berbangsa ini. Sehingga moderasi beragama menjadi tema besar Kementerian agama di dalam mempersatukan umat di Indonesia. 

Maka khazanah keagamaan ini, di pandang memberikan kontribusi bagi penguatan nilai-nilai moderasi beragama, dalam penguatan tersebut Puslitbang Kemenag RI bersama IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menggelar kegiatan Dialog Budaya Keagamaan selama tiga hari, Sabtu hingga Senin (25-27/9/2021) dan dibuka langsung oleh Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, Sabtu (25/9/2021), di salah satu hotel di Cirebon.

Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas


Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan, Moderasi beragama adalah proses memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, agar terhindar dari perilaku ekstrem atau berlebih-lebihan saat mengimplementasikannya.

Sehingga penguatan kehidupan beragama yang moderat dapat mewujudkan moderasi beragama sebagai jalan tengah dari dua kutub ekstrem kanan dan kiri.

Untuk itu, imbuh dia, perlu dicarikan formula yang tepat untuk dua kutub tersebut. Pasalnya, menurut Yaqut, perbedaan agama dan keyakinan jika tidak dikelola dengan baik, maka dapat berpotensi menimbulkan masalah sosial.

“Seperti penutupan paksa tempat ibadah, penyerangan rumah warga, karena mayoritas dan minoritas, dan lain sebagainya,” terang dia.

Oleh karena itu, jelas Yaqut, diperlukan upaya-upaya dari semua pihak melalui pendekatan kultural yang tepat. Sehingga, moderasi beragama pun bisa dijalankan dengan baik.

“Salah satu pendekatan budaya dalam pelaksanaan moderasi beragama adalah memberikan ruang dan peran di Kesultanan Nusantara,” ujar dia.

Kepala Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi, Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Prof M Arskal Salim GP.


Kepala Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi, Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Prof M Arskal Salim GP menegaskan, perguruan tinggi keagamaan saat ini begitu aktif menyuarakan moderasi.

“Peran perguruan tinggi sangat aktif, selain membuat rumah moderasi beragama, juga mengembangkan materi ajar untuk memperkuat rasa toleransi, rasa kerukunan, cinta damai, dan juga yang paling penting menolak kekerasan. Saya rasa itu peran penting dari perguruan tinggi kita hari ini,” terangnya.

Selain itu, Arskal juga menegaskan, bahwa beberapa upaya penguatan moderasi beragama sudah dilakukan Kementerian Agama melalui berbagai macam kajian dan riset tangan dan penerbitan serta disosialisasikan di berbagai daerah di Indonesia. 

Arskal menambahkan, melalui kegiatan dialog ini, pihaknya mencoba melihat hubungan yang harmonis antara budaya di nusantara dengan agama-agama di Indonesia. Bahkan, kata Arskal, sesungguhnya agama yang dimaksud tersebut bukan hanya Islam, tetapi juga agama-agama lainnya yang ada di Indonesia.

“Maka dengan kegiatan ini kami mencoba mensinergikan kekuatan di masyarakat terutama para kesultanan yang juga menjadi stakeholder dalam penguatan moderasi beragama. Nah, dengan acara ini kita mencoba melihat ruang-ruang mana saja yang bisa kita kontribusi bersama untuk melakukan terobosan moderasi beragama,” tandasnya. 

Kepala Balitbang Kemenag RI, Prof Achmad Gunaryo

Sementara menurut Kepala Balitbang Kemenag RI, Prof Achmad Gunaryo, melalui Dialog Budaya Keagamaan bertema “Kesultanan Nusantara dan Moderasi Beragama” yang dilaksanakan atas kerja sama Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi, Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini, pihaknya ingin mengingatkan kembali warisan budaya di masa lalu.

Achmad Gunaryo menjelaskan, hubungan ulama dan umara yang terjalin dengan indah yang sudah menjadi budaya. Bahkan, dari hal tersebut telah menghantarkan Indonesia menjadi bangsa yang terkenal dengan keramahtamahan dan sopan santunnya.

“Kita semua tentu sadar bahwa kita bagian dari bangsa yang memiliki sejarah yang begitu eksotik, semuanya serba moderat. Sehingga sejarah itu tidak boleh hilang, itu harus dimunculkan kembali. Dan kegiatan ini adalah sebuah upaya untuk memunculkan kembali kesadaran itu,” paparnya.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta, M.Ag, dalam sambutannya menegaskan transformasi kelembagaan kampus IAIN menjadi universitas berbasis siber mengarusutamakan konsep moderasi.

Sumanta juga menyampaikan bahwa seluruh jurusan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati menerapkan mata kuliah yang mengusung kearifan lokal dalam merealisasikan nilai-nilai moderasi beragama. Mata kuliah tersebut diberi nama Cirebonology.

"Di IAIN Syekh Nurjati, setiap jurusan mengajarkan matakuliah Cirebonology. Ilmu tentang ke-Cirebon-an,” terangnya.

Terkait ini, Sumanta menjelaskan, bahwa Cirebon merupakan kota dengan mata rantai historis yang menarik, terutama dari sisi sosiokultural keagamaan. Selain itu, Cirebon juga menjadi bagian penting dari proses panjang sejarah Islam di Indonesia. Hal tersebut pada gilirannya menjadikan Cirebon sebagai salah satu pusat penyebaran Islam sekaligus Pusat budaya di Jawa Barat. 

Demikian juga IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai lembaga perguruan tinggi negeri yang ada di Cirebon berupaya maksimal untuk dapat menginternalisasi nilai-nilai Luhur tari budaya Cirebon ke dalam lembaga perguruan tinggi. Selain itu, dalam transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi universitas berbasis, juga mengarusutamakan konsep moderasi.

Didin Nururosidin MA PHd, Panitia Penyelenggara Dialog Budaya Keagamaan, juga Wakil Direktur Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyatakan, dialog budaya keagamaan ini dilatarbelakangi fakta bahwa kita itu masyarakat yang heterogen dan budaya multikultur, dengan kekayaan budaya yang sangat luar biasa, sehingga kita perlu mengangkat hal-hal yang demikian.

"Kita dihadapkan dengan fakta bahwa masih banyak persoalan-persoalan yang keterkaitan dengan budaya, keterkaitan dengan agama, hubungan agama dan budaya, kemudian masih banyak kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama untuk tindakan-tindakan yang sebenarnya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip agama," ujar Didin.

Untuk itu, kita mencoba flashback ke belakang bagaimana agama dikembangkan di tanah air kita dan salah satu yang memiliki peran yang disebut moderasi beragama adalah para kesultanan-kesultanan. 

"Jadi dialog ini mencoba menggali itu, menggali peran kontribusi kesultanan-kesultanan yang sudah berada berabad-abad di Indonesia itu terangkan sikap-sikap moderasi beragama. Jadi apa yang kita nikmati saat ini dengan masyarakat yang multikultur, masyarakat yang toleran, masyarakat yang bisa menghormati satu sama lain, itu tidak bisa lepas dari peran kesultanan di masa lalu, apalagi Cirebon," katanya.

Didin juga menjelaskan, kegiatan ini melibatkan para budayawan budayawan, karena mereka yang mengetahui secara persis terkait budaya budaya yang berkembang. Kemudian tokoh agama yang diwakili FKUB , kemudian Kementerian Agama juga para akademisi. 

Sementara itu, kegiatan dialog budaya keagamaan ini diikuti sekitar 500 lebih peserta online serta 62 peserta offline. Dalam kegiatan ini juga menggandeng Bank Indonesia Cirebon serta menampilkan sejumlah karya produk UKM yang sudah menggunakan aplikasi GRIS. (Nurudin)