Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 13 Desember 2021

56 Perwakilan SKPD Ikuti Kegiatan Sosialisasi Tata Hubungan Kerja


FOKUS KAB CIREBON.- Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si membuka acara Sosialisasi Tata Hubungan Kerja di Alamanis Gronggong Kecamatan Beber,  Senin (13/12/2021). 

Acara tersebut diikuti 56 perwakilan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. 

Dalam sambutannya, Sekda Rahmat mengatakan, penyelenggaraan birokrasi merupakan bagian dari proses penataan birokrasi untuk mewujudkan sistem penyelenggaraan pemerintahan agar menjadi efektif. 

"Saat ini reformasi birokrasi telah memasuki periode ketiga dan harapannya birokrasi bisa unggul di mata dunia seperti pelayanan publik yang semakin baik," katanya. 

Rahmat menjelaskan, sistem kerja  merupakan proses dari kinerja organisasi yang menggambarkan alur pelaksanaan tugas jabatan fungsional dalam suatu sistem dengan  mengedepankan kompetansi, keahlian atau keterampilan. 

Menurutnya, birokrasi di Jabar sangat berbeda dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Sehingga hasil pengadaan birokrasi dan administrasi ke jabatan fungsional itu dominannya simetris dan semua sama kota/ kabupatennya. Sedangkan di Jabar sesuai muatan lokal daerah tidak simetris. Ketika pengalihan jabatan administrasi ke jabatan lain, khususunya eselon IV ada perbedaan pastinya dengan kabupaten/kota di Jabar," katanya.

Sementara itu, Kabag Organisasi Setda Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, S.STP., M.Si mengatakan, tujuan diadakan sosialisasi ini untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan sistem kerja dan hubungan kerja dalam rangka penyederhanaan birokrasi di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Cirebon. 

"Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini bisa menyampaikan langkah- langkah antisipasi terhadap penyelenggaraan birokrasi ke depannya," katanya. (Bam)

Pemkab Dorong Kemenparekraf RI Bantu Kembangkan Sektor Ekonomi Kreatif di Kabupaten Cirebon


FOKUS KAB CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia, untuk membantu mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang ada di kabupaten tersebut.

Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan, pandemi Covid-19 yang terjadi hampir dua tahun terbukti melumpuhkan sektor tersebut. Beberapa unit usaha rakyat itu sampai menghentikan sementara aktivitasnya.

"Kabupaten Cirebon yang biasanya ramai dikunjungi pada Sabtu-Minggu atau waktu libur, banyak didatangi wisatawan. Namun pada awal-awal pandemi, sepi. Tetapi sekarang mulai membaik, hotel juga sudah ramai dan otomatis sektor ekrafnya juga ramai," kata Imron di Kabupaten Cirebon, Senin (13/12/2021).

Imron mengatakan, sektor ekonomi kreatif dihadapkan dengan berbagai permasalahan, beberapa di antaranya, peningkatan kualitas produk, kemampuan bersaing, dan akses pembiayaan.

Pemerintah pusat, lanjut Imron, harus menoleh ke Kabupaten Cirebon. Hal ini karena kabupaten tersebut merupakan salah satu awal wilayah peradaban yang ada di Jawa Barat.

"Kreativitas akan tumbuh kalau ada pembinaan. Kabupaten Cirebon sangat berpengaruh terhadap peradaban di Jawa Barat," katanya.

Pelaku ekonomi kreatif, Gunawan menyebutkan, bakat andal para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Cirebon merupakan salah satu anugerah yang diwariskan nenek moyang sejak dahulu.

Meskipun begitu, lanjut Gunawan, pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Cirebon masih dihantui permasalahan peningkatan kuantitas produk. Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor utamanya.

"Kendala kami, kalau ada permintaan dalam jumlah banyak, kami kewalahan. Contoh, beberapa waktu lalu pemda memesan batik dalam jumlah banyak, tapi begitu diberikan kesempatan lumayan, kami susah," katanya.

Pelaku industri kreatif mendorong, pemerintah pusat mengeluarkan regulasi untuk melakukan industrialisasi terhadap sektor ekonomi kreatif.

"Produk dari Cirebon ini beberapa di antaranya sudah mendunia, salah satunya rotan. Kalau nantinya sudah dilakukan pola industrialisasi, saya yakin pelaku usaha tidak bakal kewalahan," katanya. (din)

Besok, Menteri Agama RI Melaunching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Wakil Rektor II, Dr Kartimi, M.Pd saat memberikan penjelasan kepada sejumlah media, terkait persiapan launching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, besok, Selasa, (14/12/2021) di kampus IAIN IAIN Syekh Nurjati Cirebon.


FOKUS CIREBON - Menteri Agama RI, H Yaqut Cholil Qoumas, dijadwalkan Selasa, (14/12/2021), akan berkunjungan ke kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Kunjungan tersebut dalam rangka melaunching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon.  

Wakil Rektor II, Dr Kartimi M.Pd kepada media menyatakan, persiapan penyambutan Menteri Agama dan rombongan dari Kementerian Agama ke kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon sudah mencapai 100 persen. 

Menteri Agama datang dalam rangka melaunching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang akan dilaksanakan besok, Selasa (14/12/2021). 

Menteri Agama dijadwalkan berangkat dari Jakarta menuju Cirebon dengan menggunakan Kereta Api. "Petugas penjemputan sudah disiapkan, termasuk hotel tempat istirahat Pak Menteri dan Pak Dirjen dengan hotel yang berbeda," kata Kartimi, Senin (13/12/2021).

Soal persiapan di lokasi kegiatan, panitia launching Prodi Siber PAI, sudah menyiapkan ruang Penu Utama, termasuk ruang VIP, dan tempat lainnya. Kegiatan pidato Menteri Agama dilakukan secara virtual, Join Zoom Meeting.

Kartimi juga menjelaskan, persiapan juga dilakukan di semua area, termasuk pintu masuk, pintu keluar, area parkir, dan lainnya.

"Setting tempat utama serta bagi para tamu undangan, seluruhnya sudah disiapkan dengan baik dan nyaman. Kendati, Prokes besok akan dilakukan secara ketat," terang Kartimi.

Sementara kegiatan launching akan dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB, dan  dijadwalkan akan dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, di antaranya Eselon 1 dan 2, Kasubdit, Walikota Cirebon, Bupati se wilayah 3 Cirebon, Kapolresta dan para Ketua DPRD serta tamu undangan lainnya. (din)


Pemkab Terima Bantuan dari Baznas Kabupaten Cirebon untuk Disalurkan ke Masyarakat

FOKUS KAB CIREBON - Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon kembali menerima bantuan dari Baznas untuk masyarakatnya. 

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di Pendopo Bupati Jalan Kartini Kota Cirebon, Senin (13/12/2021). 

Dalam sambutannya Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, Baznas mempunyai peran penting dalam membantu pemerintah daerah. 

Menurutnya, Baznas selalu hadir dalam penyelesaian permasalahan yang ada di Kabupaten Cirebon. 

"Baznas ini lininya banyak, baik sosial, budaya, kesehatan, rutilahu dan lainnya semuanya bisa dilakukan baznas," katanya. 

Imron menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Cirebon sangat terbatas dalam hal bantuan. Sebab, setiap pengajuan bantuan membutuhkan proses yang cukup panjang. 

"Kalau lewat Pemkab Cirebon mengajukan sekarang belum tentu bulan depan dapat, karena butuh proses yang panjang. Tetapi kalau lewat Baznas kalau persyaratan sudah cukup bisa langsung disalurkan bantuannya," kata Bupati Imron. 

Imron mengungkapkan, untuk Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kabupaten Cirebon mencapai 10 ribu lebih. Bahkan, setiap tahunnya baru bisa 700 rutilahu yang terselesaikan. 

"Sekarang masih pandemi Covid-19,  sehingga anggaran semuanya terkena recofusing. Jadi penanganan bantuan untuk rutilahu jadi terkendala," katanya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Cirebon, Budiman Mahfudz mengatakan, pada tahun 2021 Baznas telah menyalurkan kurang dari Rp 14 miliar untuk warga Kabupaten Cirebon. 

Menurutnya, ini capaian yang sangat luar biasa. Sebab, lima tahun ke belakang penyaluran Baznas hanya dua miliar saja. 

"Tahun 2021 ada Rp 13.983.000.000 untuk bantuan keagamaan, sosial, budaya, kesehatan dan rutilahu," katanya. 

Budiman mengungkapkan, untuk tahun 2022, pihaknya berharap pemasukan dari sumber ASN bisa lebih meningkat. 

"Kalau semua ASN menyetorkan zakatnya ke Baznas kemungkinan anggaran kita semakin tinggi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat lebih maksimal. Misalkan anggaran tiga bulan sudah terkumpul Baznas bisa langsung menyalurkan kepada masyarakat," ucapnya. (din)

Minggu, 12 Desember 2021

KH Zamzami Amin Pimpin MUI Kabupaten Cirebon

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag

KABUPATEN CIREBON.- Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri musyawarah daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon di Hotel Apita, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Minggu (12/12/2021).

Pada acara tersebut, hadir pula Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E.

Bupati Imron mengatakan, peran ulama sangat penting untuk kemajuan negara. Beberapa pengamat menyebutkan, adanya ulama, negara Indonesia bisa menguasai wilayah lainnya.

Imron menambahkan, di Jawa Barat, Kabupaten Cirebon mampu menopang pembangunan dan peningkatan wawasan masyarakat, meskipun saat ini dihadapkan dengan berbagai permasalahan.

"Kehadiran ulama juga bisa mengatasi permasalahan kemiskinan, hingga pengangguran. Hal ini perlu kita bangkitkan kembali," kata Imron dalam sambutannya.

Wakil Gubernur Jawa Barat mengatakan, pemerintah provinsi memiliki tagline 'Jabar Juara Lahir dan Batin'. Kehadiran para ulama merupakan salah satu upaya agar Jawa Barat bisa juara batin.

"Kalau kami mengejar juara dalam bidang duniawi, kami sudah ahlinya. Tetapi kami tidak punya kemampuan untuk menjadi juara SDM. Oleh karena itu, hanya para ulama dan pimpinan ponpes jabar juara dlm bidang batin," kata Uu.

Atas nama pemerintah, kata Uu, meminta adanya sinergitas antara ulama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat ini pun, pihaknya sudah memiliki beberapa program yang berkaitan dengan keagamaan Islam.

Beberapa di antaranya, satu desa satu hafidz, program English for ulama, satu pesantren satu produk, serta program lainnya.

"Program ini sebagai daya dorong untuk suksesnya dalam bidang batin. Hal ini tidak ada apa-apanya kalau tidak ada kolaborasi dengan para ulama. Ummat butuh ulama. Fatwa ulama itu yang dijadikan dasar amaliah Jabar," katanya.

Perwakilan MUI Kabupaten Cirebon KH. Wawan Arwani mengatakan, ulama merupakan pewaris nabi yang diharapkan mampu meningkatkan peran untuk masyarakat.

Ia menambahkan, selain mengarahkan dan mengawal umat dalam melaksanakan hubungan vertikal dengan Allah Swt, MUI pun harus menjadi panutan dalam mewujudkan khoirul ummah. 

"Kalau dahulu menurut Buya Hamka, MUI itu corong masyarakat kepada pemerintah dan MUI juga corong pemerintah kepada umatnya," katanya.

Dalam musyawarah daerah tersebut, dipilih KH Zamzami Amin, pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. (din)