Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 21 September 2022

118 Pranata Humas Ikuti Rakornas, Stafsus Menag Harap KMA Tata Kelola Kehumasan Selesai Tahun ini

BOGOR - Untuk pertama kalinya, Biro Humas Data dan Informasi Sekretariat Jenderal menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakornas) Kehumasan Kementerian Agama.

Rakor ini diikuti 118 Pranata Humas (Prahum) yang berasal dari Unit Eselon I, Kanwil Kemenag Provinsi, serta Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

Hadir sebagai pembicara, Staf khusus Menteri Agama Bidang Bidang Image Building dan IT, Wibowo Prasetyo, Staf Ahli Menag Bidang Hukum dan HAM Abu Rokhmad, serta Direktur Tata Kelola Kemitraan dan Informasi Publik Kementerian Kominfo Hasyim Gautama. Mengsung tema 'Penguatan Kehumasan di Era Digital.

Wibowo Prasetyo mengapresiasi gelaran rakor ini. Dia berpesan agar draft Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Tata Kelola Kehumasan bisa segera diselesaikan.

"KMA Tata Kelola Kehumasan ini menjadi kebutuhan dan kunci. Harus segera selesai pada tahun ini," kata Wibowo Prasetyo di Bogor, Selasa (20/9/2022).

"Selain itu, Humas Kemenag juga perlu meningkatkan kolaborasi dan sinergitas kepada seluruh Satuan Kerja (Satker)," sambung Wibowo, sapaan akrabnya.

Wibowo menjelaskan bahwa tugas Humas itu menjernihkan, meluruskan, dan mencerahkan setiap isu persoalan yang berkembang. Untuk itu, diperlukan kolaborasi dan komunikasi dengan Kementerian/Lembaga lain dan juga media. Selain itu, lanjut Wibowo, Humas juga harus memperkuat dan terus meningkatkan kompetensi, SDM para Pranata Humas.

Kepala Biro HDI, Akhmad Fauzin menegaskan bahwa Rakor ini sangat penting untuk peran kehumasan yang lebih baik ke depan. Oleh karena itu, harus diikuti serius oleh seluruh peserta.

"Sesuai harapan Bapak Stafsus, Rakor ini bisa selesaikan draft KMA Tata Kelola Kehumasan. Strategi komunikasi dan sosialisasi e-Dupak. Ini semua sangat penting, mari kita ikuti Rakor ini dengan seksama," tandas Akhmad Fauzin.

Pranata Humas IAIN Cirebon Ikuti Kegiatan Rakornas Kehumasan

Pranata Humas IAIN Cirebon, M.Arifin, saat mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kehumasan bersama 118 Pranata Humas secara nasional di Bogor, Jawa Barat.


FOKUS CIREBON, FC -Pranata Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang diwakili oleh Mohamad Arifin tergabung dalam 118 pranata humas di bawah naungan Kementerian Agama mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kehumasan, bertempat di The Rizen Hotel Bogor, selama tiga hari Senin-Rabu (20-22/9/2022).

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi (HDI) Kemenag RI, Akhmad Fauzin, saat pembukaan menjelaskan, kegiatan ini salah satunya membahas Keputusan Menteri Agama tentang Tata Kelola Kehumasan dan sosialisasi aplikasi Daftar Usulan Penetapan Angkra Kredit (DUPAK).   

“Jadi nanti temen-temen pranata humas ketika melakukan kegiatan sudah langsung menggunakan aplikasi melalui perangkat android,” katanya.

Akhmad Fauzin juga menerangkan, rekaman kegiatan yang dilaksanakan dapat langsung diunggah. Bahkan, poin dari kegiatan tersebut dan total yang sudah terkumpul bisa langsung muncul.

"Aplikasi tersebut adalah bagian dari program strategis di Kementerian Agama tentang transformasi digital. Sehingga, pranata humas di bawah Kementerian Agama tidak usah datang ke Jakarta atau ke HDI lagi untuk sekadar mencetak usulan penilaian angka kredit," tandasnya. (din)

Pemda Kota Cirebon Permudah Proses Prizinan Berusaha

CIREBON – Pemerintah memberikan kepercayaan dengan mempermudah proses perizinan berusaha. Namun pengawasan tetap dilakukan.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., saat membuka kegiatan sosialisasi implementasi pengawasan perizinan berbasis risiko Kota Cirebon di salah satu hotel, Selasa (20/9/2022).

“Sebagaimana kita ketahui Undang-Undang Cipta Kerja yang diimplementasikan saat ini menggunakan pendekatan berbasis risiko (risk based approach),” tutur Agus.

Prinsip dasar pendekatan berbasis risiko yaitu adanya trust but verify. Ini berarti pemerintah memberikan kepercayaan kepada pelaku usaha dengan mempermudah proses perizinan berusaha.

Pelaku usaha wajib untuk menyampaikan data industri yang akurat, lengkap dan tepat melalui system OSS RBA (online single submission risk-based approach).

Selanjutnya untuk usaha yang memiliki risiko rendah cukup melakukan pendaftaran dan selanjutnya akan mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

“UMKM juga dibebaskan biaya perizinan dan diberikan keringanan. Begitu pula kemudahan pengurusan sertifikasi halal. Sekalipun diberikan kemudahan, namun tetap diikuti pengawasan oleh pemerintah,” tutur Agus.

UU Cipta Kerja, lanjut Agus, menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada pelaku UMK sebagai penggerak sekaligus tulang punggung perekonomian Indonesia.

“UMK terbukti merupakan usaha yang memiliki daya tahan paling tinggi terutama saat menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan sulitnya perekonomian nasional saat pandemi,” kata Agus.

Melalui kegiatan sosialisasi kepada pelaku usaha yang digelar hari ini  dapat meningkatkan kualitas pelayanan DPMPTSP Kota Cirebon. Khususnya dalam memfasilitasi peraturan dan kebijakan pelaksanaan penanaman modal.

“Juga diharapkan mampu meningkatkan realisasi investasi daerah dan kepatuhan pelaku usaha melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang disampaikan secara berkala,” harap Agus.

Sementara itu, Sekretaris DPMPTSP Kota Cirebon, Dra. Setia Herawati, M.Si., menjelaskan kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 16 perangkat daerah dan 110 pelaku usaha mikro, kecil, menengah dan besar.

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan realisasi penanaman modal dan meningkatkan kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal,” ungkap Setia.

Seperti diketahui, untuk pelaku usaha kecil wajib menyampaikan LKPM setiap enam bulan sekali dan usaha menengah dan besar diminta menyampaikan LKPM setiap tiga bulan sekali. (Hafid)

Mahasiswa Gelar Aksi Fandalisme Spanduk, Tuntut Perbaikan Sarana Prasarana Fasilitas Kampus


FOKUS CIREBON, FC - Resah dan gelisah kian menggangu kenyamanan mahasiswa saat akan memulai belajar di dalam kelas. Mereka, para mahasiswa yang sebelumnya membayangkan bisa bertemu teman-teman sekelas dengan suasana belajar yang nyaman, namun harus kandas karena banyak fasilitas ruang kelas yang rusak dan membuat mereka tidak nyaman.

Cerita miris ini disampaikan langsung oleh para mahasiswa, setelah belajar tatap muka dibuka, salah satunya adalah Imelda Triadhari. 

Imelda kepada media online menyampaikan kondisi buruk ruang kelas belajar setelah mereka merasakan ketidaknyamanan berada di dalam ruangan. 

AC yang terpasang gagah di dalam ruangan ternyata juga hanya seonggok barang yang tidak berfungsi (alias rusak/mati), sehingga tidak memberikan rasa dingin dalam ruangan.

Demikian juga dengan engsel pintu saat dibuka banyak yang rusak, termasuk jendela kaca yang tidak bertirai, sehingga cahaya sinar panas dari matahari langsung tembus ke badan para mahasiswa. Alhasil, para mahasiswa di dalam ruangan kepanasan bahkan salah satunya ada yang pingsan.

"Fasilitas kelas banyak yang rusak mas, kami merasa tidak nyaman belajar di ruangan, bahkan ada teman yang pingsan akibat berdesakan, pengap, dan kepanasan," terang Imelda, Rabu (21/9/2022).

Kondisi ini, katanya, membuat tatap muka yang dinanti para mahasiswa, yang baru saja dibuka setelah sekian tahun harus belajar online akibat pandemi covid 19, ternyata di luar dugaan, karena harus belajar dengan kondisi kelas yang tidak nyaman.

"Bagaimana jadinya apabila kampus kekurangan ruangan dan rusaknya fasilitas kampus hingga menyebabkan mahasiswanya pingsan? Kampus yang seharusnya menjadi tempat ternyaman untuk menuntut ilmu," ungkapnya lagi.

Ironisnya lagi, berdasarkan hasil penelusuran terdapat banyak sekali mahasiswa yang tidak kebagian kelas hingga harus belajar di mushola, masjid, taman, lahan parkir dan lorong gedung.

Semua kini beralih fungsi menjadi kelas yang penuh sesak diisi oleh mahasiswa, bahkan tak jarang fasilitas di ruangan kelas pun banyak yang tidak memenuhi kelayakan seperti AC yang mati, pintu yang jebol, kursi yang rusak, sedikitnya jumlah proyektor serta stop kontak, dan hampir di semua ruangan fakultas hingga gagang pintunya tidak ada. Lalu dimana peran lembaga saat ini?.

Menurut Imelda dengan kondisi ini, kampus IAIN syekh Nurjati Cirebon sepertinya belum siap untuk melaksanakan sistem pembelajaran tatap muka, bahkan ada salah satu mahasiswa baru di jurusan BKI yang pingsan karena mendapatkan kelas yang AC nya tidak nyala dan ruangannya yang cukup padat oleh banyaknya mahasiswa yang hadir saat itu.

"Ditambah lagi dengan tidak adanya tirai di ruangan tersebut sehingga sinar matahari langsung masuk kedalam ruangan 402 FDKI lantai 4," ucapnya.

Seperti RA, mahasiswa baru BKI yang pingsan mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui, namun saat masuk kelas udaranya sudah berbau gak enak, terus gerah karena AC nya mati, ditambah banyak orang. "Jadi saya ngerasa pusing, mual dan akhirnya pingsan kak," terang Imelda,  menirukan ucapan yang disampaikan RA.

Sementara itu, mahasiswa FDKI dan FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar aksi fandalisme (corat-coret di atas spanduk, menuntut saranan prasarana kampus. Aksi tersebut digelar di depan gedung FDKI dan FUA pada Selasa (20/9).

Dari beberapa mahasiswa yang sempat dihubungi di tempat aksi, kata Omar, mereka berharap adanya peningkatan kualitas dari fasilitas dan sarana prasarana kampus karena hampir setiap tahun masalah yang dihadapi adalah perihal sarana prasarana kampus. 

Sementara itu, Dekan FDKI, Dr Hajam, M.Ag kepada fokus cirebon menyatakan, bahwa pihaknya sudah mengkomunikasikan kondisi tersebut ke Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

"Ya, kita sabar dulu, Fakultas sudah mengkomunikasikan ke rektorat dan saat ini sedang proses perbaikan, dan sedang mendata AC-AC yang rusak dari seluruh Fakultas akan diganti," tandasnya. (rls/din)

Diprediksi Ramai Penonton, Alun-Alun Nyi Mas Ayu Danawati Bakal Menjadi Panggung AKSARAKA Besutan Karang Taruna Anggarunti Kali Tengah

FOKUS CIREBON, FC - Dalam rangka memperingati HUT Karang Taruna ke 62 dan penutupan SPEKTAKULA (Semarak Pesta Kalitengah Luar Biasa). Karang Taruna Anggarunti Desa Kalitengah bakal menggelar kegiatan AKSARAKA pada hari Sabtu mendatang, di Alun-alun Nyi Mas Ayu Danawati, Desa Kalitengah, Tengahtani, Cirebon. 

AKSARAKA adalah Ajang Kumpul Silaturahmi Masyarakat Kalitengah, dimana kegiatan ini memiliki konsep lomba sendra tasik dan hiburan. 

Adapun lomba yang akan digelar adalah seni drama, tari, dan musik yang bertemakan "Nusantara". Peserta lomba berasal dari masing-masing RW yang ada di Desa Kalitengah, yang sekaligus menjadi ajang Kumpul Masyakat Kalitengah. 

Tak hanya itu, masyarakat bakal disuguhkan  juga dengan hiburan penampilan band yakni :

 -V.O.P (Vacum Of Power) Reborn, 

-Kopi Sawah, 

-Landax Vandemi atau Charly KW & 

- Dian Imut

Rencananya kegiatan ini akan diselenggarakan pada Hari Sabtu, 24 September 2022 pukul 19:00 WIB di Alun-alun Nyi Mas Ayu Danawati, Desa Kalitengah, Tengahtani, Cirebon. (Red/Az)