Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 02 September 2023

Lima Kandidat Balon Kuwu Desa Cirebon Girang Bakal Berebut Suara Masyarakat

 

CIREBON, FC - Semakin dekatnya jadwal pemilihan Kuwu di Desa Cirebon Girang, lima Bakal Calon (Balon) siapkan program kemenangan untuk berebut hati masyarakat. 

Konsep kemenangan akan digulirkan bersamaan dengan potensi yang dimiliki Desa Cirebon Girang, salah satunya terdapat banyak situs dan makam Kramat yang kerap dikunjungi wisatawan, belum lagi pergerakan ekonominya, seperti potensi kulinernya, sehingga Desa Cirebon Girang menjadi salah satu desa strategis yang ikut mendongkrak potensi-potensi di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Maka sangat wajar jika lima kandidat ini berebut kursi nomor satu di Desa Cirebon Girang, dan dipastikan kelima kandidat ini memiliki visi dan program untuk sebuah perubahan dan kemajuan di Cirebon Girang.

Namun semua tentu saja, dari lima kandidat Balon Kuwu, tergantung bagaimana cara dan strateginya dalam membangun kepercayaan para pemilih. "Ya kita lihat saja nanti bagaimana visi dan programnya, sebab masyarakat hanya ingin perubahan dan kemajuan," kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, Desa Cirebon Girang sangat membutuhkan figur yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, selain penataan lingkungan, juga bagaimana potensi desa ini bisa digali sebagai desa yang maju.

"Siapapun harus bisa membangun kemajuan desa ini, apalagi bakal calon yang akan memimpin desa ke depan, tentu harus memiliki program yang jelas dan terukur untuk perubahan dan kemajuan desa, agar masyarakat semakin sejahtera, baik di bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang pemerintahan, bidang lingkungan, dan bidang lainnya," tandasnya.

Sementara itu, agar masyarakat Cirebon mengetahui dan lebih dekat dengan para calon, baik untuk melihat visi dan program, serta perubahan apa yang akan dibawa, inilah lima kandidat tersebut, di antaranya : 

  • 1.Yudi Rasudi 
  • 2.Deni Mulyadi
  • 3.Solehudin
  • 4.Jaelani
  • 5.Muhammad Oto Hafid. 

Reporter  : Bambang

Raka Ramandita Sukses Ukir Pretasi di Akademik

CIREBON, FC - Raka Ramandita Mahasiswa Semester lima Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Ushuluddin dan Adab Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon kembali meraih prestasi di dunia akademik. 

Ia berhasil meraih juara 2  dalam Lomba Esai Kebudayaan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon serta Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Putra pada Youth Festival Education yang diselenggarakan oleh HMP PAI UNIDA Gontor Tahun 2023.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Anwar Sanusi, M.Ag, menyatakan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam terhadap pencapaian gemilang para mahasiswa BSA ini. Beliau mengatakan.

“Prestasi ini adalah bukti bahwa mahasiswa BSA memiliki potensi yang luar biasa dalam mengembangkan pemikiran dan pengetahuan mereka. Kami sangat mendukung upaya mereka dalam berkompetisi di tingkat lokal, nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Maman Dzul’iman, S.Ag., MA, juga turut memberikan selamat kepada Raka Ramandita. 

“Kami bangga dengan pencapaian mahasiswa BSA ini. Semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam dunia akademik,” paparnya.

Pencapaian gemilang mahasiswa BSA ini semakin menegaskan bahwa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab di IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan berprestasi di berbagai bidang. 

"Semoga prestasi ini akan terus memotivasi dan menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik," tandasnya. (Ara)

Jumat, 01 September 2023

Rektor IAIN Cirebon, Resmi Membuka Program Ma’had Al Jamiah Gelombang 1 Tahun 2023

FOKUS CIREBON, FC - Ma’had al Jami’ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan kegiatan Pembukaan Program Mahasantri Mukim Gelombang 1 Tahun Akademik 2023/2024. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa (29/08/2023) di Aula Ma’had Qodim.

Kegiatan ini dihadiri oleh Jajaran Pimpinan Rektorat, Dekanat, dan Pascasarjana serta dihadiri juga oleh Kabiro AUAK. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Bapak Warek III, Prof. Dr. Hajam, M.Ag, dilanjut dengan simbolik penyerahan Mushaf Al Quran kepada santri oleh Bapak Rektor, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag didampingi oleh seluruh jajaran pimpinan Kampus.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Simtudduror yang diiringi oleh Group Hadlroh Mahasantri, kemudian acara dibuka pembawa acara dengan tiga bahasa oleh mahasantri, dan dilanjut dengan Pembacaan ayat-ayat suci Al Quran oleh salah satu Musyrif Ma’had.


Sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Ismail, selaku Wakil Direktur bidang Kesantrian dan Kerjasama. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan yang berkenan hadir. “ Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Rektor, Warek III, Ibu Kabiro, Para Bapak Ibu Dekan yang berkenan hadir dalam acara ini. Ini menjadi tanda bahwa beliau-beliau sangat mendukung segala program yang dicanangkan Ma’had Al Jamiah ini”, pungkasnya. Dalam sambutannya beliau juga menyampaikan bahwa mahasantri mukim yang akan mengikuti program ini berjumlah sekitar 400 santri, dan ada kemungkinan bertambah karena masih kita buka pendaftaran.


Selanjutnya, Dr. Muhsin Riyadi, MA. Selaku  Direktur Ma’had al Jami’ah memberikan sambutan yang sangat antusias. Beliau mengawali sambutan dengan mengenalkan Pa Rektor dan Bu Kabiro serta menyampaikan ucapan terima kasih atas segala dukungan yang diberikan oleh para pimpinan kampus, “Kami sampaikan terima kasih Pa Rektor, Bapak Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, Bu Kabiro Ibu Hj. Ir. Sunarini, M.Sc atas segala support dan dukungan untuk kita semua civitas Ma’had Al Jami’ah, saya yakin jika hal ini terus berlanjut, insyaAllah Ma’had ini akan menjadi meningkat dan lebih baik lagi”.

Selanjutnya Muhsin juga mengatakan “Kami juga didukung oleh para santri yang hebat, musyrif/ah dan mudabbir/oh yang kuat yang sangat luar biasa. Ma’had al Jami’ah juga hebat bukan karena Mudir atau Direkturnya yang hebat, semuanya karena ada Wakil Direktur dan Staf yang sangat hebat pula” Tuturnya.


Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Warek III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof. Dr. H. Hajam, M.Ag. Beliau berharap Kegiatan Pembukaan ini menjadi pembuka rangkaian program Mahad yang akan dilaksanakan berjalan lancar, sukses dan bermanfaat, serta menjadi awal untuk meraih cita-cita. 

“Dengan mengucapakan Bismillahirrohmanirroahim, Program Santri Mukim Mahad Al Jamiah Tahun Akademik 2023/2024 resmi kami buka” ujar beliau menutup sambutan.

Acara dilanjut dengan Tausiyah dan pembekalan untuk seluruh mahasantri baru oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Aan Jaelani, M.Ag. Mengawali sambutan, beliau mengucapkan selamat datang kepada para santri yang sudah bisa menempati Ma’had al Jami’ah sebagai tempat tinggal untuk mencari ilmu. 

“Dunia ini adalah mimpinya orang yang hidup, mimpi itu tidak bisa di design. Segala sesuatu yang kita anggap baik itu sesungguhnya tidak ada yang baik. Harapan kita, angan-angan kita, cita-cita kita. Harus kita bangun disini di Ma’had al Jami’ah”, pungkas beliau memberikan semangat.

Dosen IAIN Cirebon Zahratus Saidah, MA.Pd Menjadi Pembicara di IAIN Pontianak

FOKUS CIREBON, FC - Di era post-truth yang serba digital sebagaimana saat ini, media baru (new media) seolah menjadi satu paket dalam kehidupan umat manusia, tak terkecuali umat muslim di Indonesia. 

Namun demikian, sebagai konsumen dari media-media baru ini, umat muslim di Indonesia tidak hanya mendapatkan keuntungan dari kemudahan-kemudahan dari kemajuannya, tetapi juga rentan menerima pengaruh-pengaruh buruk darinya.

Untuk mengantisipasi pengaruh-pengaruh buruk dari pemanfaatan media-media baru, umat muslim di Indonesia perlu memiliki kecerdasan literasi digital. Kenyataan ini mesti disadari betul oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia, sehingga media-media baru bisa dimanfaatkan untuk sesuatu hal yang produktif, dalam mencetak generasi-generasi muslim yang memiliki kecerdasan literasi digital, melalui proses pendidikan Islam di lembaga-lembaga pendidikan tersebut. 

Dalam konteks negara-bangsa (nation-state) ini juga penting, sebab tanpa kecerdasan literasi digital yang cukup, bangsa kita yang besar ini dengan mayoritas penduduknya yang beragama Islam, akan mudah tersulut oleh api konflik. Maka, pendidikan Islam selayaknya bisa beririsan dengan pencerdasan literasi digital dan upaya membangun komitmen kebangsaan.

Tantangan inilah, yang menurut Wakil Dekan III, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Dr. Sahrani, M.Pd masih menjadi pekerjaan rumah yang belum optimal diselesaikan dalam ranah pendidikan Islam di Indonesia. 

Hal ini disampaikannya pada kata sambutan, dalam momen kegiatan Guest Lecture Prodi Pendidikan Agama Islam dan Tadris Matematika bertema “Pendidikan Islam, Literasi Digital, dan Komitmen Kebangsaan”, 29 Agustus 2023, yang menghadirkan Zahratus Saidah, MA.Pd, dosen di IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai narasumber. 

Kecuali Zahratus Saidah ini, juga ada dua narasumber lain yang turut menjadi narasumber internal yaitu Bapak Hafizul, M.Pd, dan Ibu Putri Handayani Lubis, M.Si, dengan Moderator Ibu Hidayu Sulisti, M.Pd. Guest Lecture ini terselenggara sebagai bentuk realisasi dari Moa dan PKS yang pernah ditandatangani oleh pimpinan dekanat dan prodi sebelumnya.

Dalam Guest Lecture ini, Zahratus Saidah, MA.Pd memulai dengan pertanyaan, sudahkah media-media baru dimanfaatkan oleh kita untuk berkomunikasi, berbagi informasi, dan mencari informasi ke arah yang produktif? Sudahkah, kecanggihan media-media baru bisa dioptimalkan kita untuk membuat karya-karya digital yang bermanfaat. 

Pertanyaan ini menurutnya penting dijawab oleh pengelola prodi yang ada di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Sebab, seringnya kecanggihan media-media baru malah menjebak kita pada apa yang disebut dengan dehumanisasi.

Dosen dan mahasiswa di lingkungan fakultas ini mau tidak mau, suka tidak suka harus sadar dengan tren ini. Tren yang menggiring mereka, untuk bisa memahami: satu, etika digital (digital ethics), budaya digital (digital culture), keamanan digital (digital safety), dan keterampilan digital (digital skills).

Hafizul, M.Pd yang merupakan dosen Tadris Matematika di IAIN Pontianak dan juga pengurus Generasi Digital Indonesia (GRADASI) Kota Pontianak, mengatakan bahwa tantangan dari media-media baru ini mesti diikuti pencerdasan literasi digital.

Dengan kecerdasan ini, baik dosen atau mahasiswa di ranah pendidikan tinggi Islam memiliki kemampuan adaptasi yang baik dalam mendayagunakan teknologi digital atau media-media baru, dan memperoleh manfaat sebesar-besarnya darinya. Kecuali itu, kecerdasan literasi digital ini juga penting untuk membentengi diri dari pengaruh-pengaruh buruk dari teknologi digital atau media-media baru.

Hal ini disetujui oleh Putri Handayani Lubis, M.Si, dosen di Prodi PAI IAIN Pontianak, dan alumni Lemhanas RI. Menurutnya, kecerdasan literasi digital dibutuhkan untuk mengoptimalkan berbagai manfaat dari media-media baru, dan juga membentengi diri dari dampak negatif dari media-media baru tersebut. 

Dalam konteks ketahanan nasional, media-media baru bisa jadi ancaman ketika ia dimanfaatkan secara kontraproduktif untuk memecah belah. Salah satunya adalah menyebar berita hoax melalui media-media sosial. 

Hal ini mungkin saja, sebab di era post-truth, kebenaran objektif atau fakta menjadi tidak begitu penting, dalam pembentukan opini publik, dibandingkan dengan emosi, keyakinan pribadi dan opini yang terbentuk. Sebab itu, kesadaran untuk “saring” sebelum “sharing” ini penting dibangun, tak terkecuali di lembaga pendidikan Islam.

Kegiatan Guest Lecture yang diadakan di aula senat lantai 4 gedung rektorat ini berlangsung sukses dengan peserta yang melibatkan dosen dan mahasiswa di lingkungan FTIK IAIN Pontianak. 

Pada kegiatan ini, Wadek III, FTIK IAIN Pontianak Dr. Sahrani mewakili Dekan memberikan sambutan, dan turut hadir jajaran pimpinan di FTIK IAIN Pontianak, di antaranya Helva Zurayah, M.Ag (Wadek II) dan Tommy Hardiansyah, MM (Kabag TU).

Kaprodi Pendidikan Agama Islam, Dr. Syamsul Kurniawan, S.Th,I, M.S.I menyambut baik kegiatan Guest Lecture ini,  bahwa Prodi Pendidikan Agama Islam berkomitmen untuk menjalin kerjasama antarperguruan tinggi, terutama pada penguatan atmosfer akademis, dan guest lecture ini salah satunya. 

"Pemilihan tajuk “Pendidikan Agama Islam, Literasi Digital, dan Komitmen Kebangsaan” ini hematnya sangat aktual, mengingat tren yang berkembang saat ini," tuturnya.

Kaitannya dengan ini menurutnya, agar tidak terjebak pada dehumanisasi akibat dari perkembangan media-media baru, maka pencerdasan digital adalah tantangannya.

"Pencerdasan digital ini relevan dengan kerja-kerja yang tersirat dari adagium Rene Descartes, cogito ergo sum (aku berpikir maka aku ada). Hanya saja tidak boleh kita berhenti di adagium ini saja, melainkan sampai pada adagium “lectio ergo sum” (aku membaca maka aku ada)," demikian ungkapnya.

Kegiatan Guest Lecture ditutup dengan pembaruan perjanjian Kerjasama antar Prodi Pendidikan Agama Islam IAIN Pontianak dengan Jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan bertukar cenderamata. (Ara)

Kamis, 31 Agustus 2023

Kolaborasi Pemprov dan PWI Jabar Sukses Selenggarakan UKW di 8 Daerah

JABAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jabar mencatat rekor dalam penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dengan peserta terbanyak di Indonesia dalam kurun waktu 8 bulan. 

Program yang digagas oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil ini berhasil menjaring sebanyak 648 peserta dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Dari 648 peserta UKW itu yang kompeten sebanyak 483 orang. Sedangkan sisanya belum kompeten.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dsikominfo) Jabar, DR. IKa Mardiah dalam keterangan pers, Kamis (31/8) menyebut program UKW merupakan bagian dari upaya Pemprov Jawa Barat mewujudkan Jawa Barat Juara di sektor sumber daya manusia (SDM).

"Pemprov Jabar ingin berkontribusi meningkatan kualitas wartawan  lewat penyelenggaraan UKW bagi wartawan," kata Ika.

Atas pencapaian ini, Pemprov Jabar mendapat penghargaan dari PWI Pusat pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Medan beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Ketua PWI Jabar, Hilman Hidayat mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan Diskominfo atas kolaborasi yang telah tercipta selama ini. Ini menunjukan kerja sama pentahelix memang sangat dibutuhkan untuk membangun Jawa Barat.

"Terima kasih Gubernur Jabar dan Diskominfo. Kolaborasi ini juga telah menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia," ujar Hilman. 

Hilman berharap, kolaborasi ini bisa terus berlanjut sehingga pembangunan sumber daya manusia di Jabar akan semakin juara.

Sedangkan Penanggung Jawab UKW PWI Jabar, Ahmad Syukri mengungkapkan, tingkat kelulusan dari pelaksanaan road show UKW mencapai 87 persen.

Ia merinci, dari titik pertama hingga ke delapan tercatat sebanyak 648 orang pendaftar.  Namun yang mengikuti ujian hanya 550 orang, karena 98 orang peserta mengundurkan diri. Para peserta yang mengikuti UKW terdiri dari jenjang muda, madya dan utama.

" Jika dihitung, tingkat kelulusan mencapai 87 persen," katanya.

Ia berharap, dengan bertambahnya ratusan wartawan yang kompeten di Jabar  dapat berimbas kepada meningkatnya profesionalisme wartawan.

Sehingga, kata dia, akan berimbas pula terhadap meningkatkan kualitas jurnalistik yang dihasilkan wartawan.

"Jika wartawan semakin profesional, maka bisa membantu menangkal berita-berita hoaks di masyarakat," bebernya.

Ke depan, sambungnya, program ini terus akan berlanjut setiap tahunnya, sebagaimana komitmen Pemprov Jabar dalam meningkatkan kompetensi wartawan. 

"Tahun depan mudah-mudahan dapat kita akan gelar lagi. Mengingat animo dari peserta masih tinggi," tutupnya. (din)