Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 15 November 2023

PGMI FITK IAIN Cirebon Gelar Kolaborasi Kegiatan Dengan PGMI IAIN Ponorogo

CIREBON, FC - Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara “Guest Lecture Collaboration” secara daring melalui platform Zoom Meeting. 

Acara ini merupakan hasil dari kerjasama antara Jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan PGMI IAIN Ponorogo di bidang Pendidikan dan Pengajaran. Rabu (15/11/2023).

Dengan tema yang menarik, “Strategi Pembelajaran Inovatif di Era Society 5.0”, acara ini dihadiri oleh dua narasumber ahli, yaitu Restu Yulia Hidayatul Ummah, M.Pd. dari IAIN Ponorogo, dan Dadan Setiawan, M.Pd. dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Ketua Jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ahmad Arifuddin, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi seperti ini. 

“Kegiatan Guest Lecture Collaboration ini merupakan langkah awal dari kerjasama antara kedua institusi dalam bidang Pendidikan dan Pengajaran. Kami berharap, ke depan, akan ada lebih banyak kegiatan kolaboratif di bidang Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Pak Arif, panggilan akrab Ahmad Arifuddin, juga menekankan harapannya agar kegiatan ini menjadi wadah yang produktif bagi para dosen PGMI dan mahasiswa di kedua institusi. 

“Semoga acara ini menjadi tempat diskusi yang bermanfaat serta berbagi pengetahuan bagi para dosen dan mahasiswa PGMI di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan IAIN Ponorogo. Tujuannya agar mahasiswa semakin terbuka dan mendapatkan peningkatan wawasan serta pengetahuan,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal dari kerjasama yang lebih erat antara IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan IAIN Ponorogo, membuka peluang bagi pertukaran ilmu, pengalaman, dan ide-ide inovatif dalam dunia Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. (din)

Warga Kabupaten Cirebon Terkena Cacar Monyet, Dikes Ajak Masyarakat Hidup Sehat

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan kasus pertama “Monkeypox” atau cacar monyet yang menimpa warganya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah menyampaikan himbauan peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit menular Monkeypox atau cacar monyet kepada seluruh masyarakat sejak penemuan kasus pertama pada tanggal 13 Oktober 2023 di Jakarta.

“Perkembangan kasus Monkeypox atau cacar monyet di Indonesia saat ini total sebanyak 44 kasus yang tersebar di Jakarta, Banten, Kepulauan Riau dan Jawa Barat,” kata Kadinkes Kabupaten Cirebon, dr. Hj. Neneng Hasanah.

Neneng menjelaskan, Monkeypox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Monkeypox. Pada asalnya, penyakit ini adalah penyakit zoonosis, yang berarti ditularkan dari hewan ke manusia.

“Penyakit ini juga dapat menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak erat dengan cairan tubuh atau lesi kulit orang yang terinfeksi, kontak tidak langsung pada benda yang terkontaminasi, atau droplet (dan potensi penularan aerosol dalam jarak dekat pada kontak erat dalam waktu yang lama), dan termasuk kontak seksual,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, orang yang terkena cacar monyet memiliki gejala demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening (di leher, ketiak atau selangkangan) dan ruam atau lesi kulit.

“Ruam biasanya dimulai dalam satu sampai tiga hari sejak demam. Ruam atau lesi pada kulit ini, berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras atau keropeng lalu rontok,” ungkapnya.

Selain itu, kata Neneng, ruam cenderung terkonsentrasi pada wajah, telapak tangan dan telapak kaki. Bahkan ruam juga dapat ditemukan di mulut, alat kelamin, dan mata.

Sedangkan penemuan kasus Monkeypox pertama di Kabupaten Cirebon, terdeteksi berkat kegiatan surveilans aktif rumah sakit dan komunitas (Puskesmas).

“Untuk itu, kami mengapresiasi respon cepat dari tim kesehatan kami, sehingga dapat menemukan kasus ini secara dini dan cepat merespon upaya penanggulangannya,” kata Neneng.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, saat ini pasien Monkeypox sedang dalam pemantauan medis intensif dan telah diisolasi (isolasi mandiri) untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

“Kami sedang telusuri asal penularan dan pemantuan terhadap kontak eratnya pasien dengan orang terdekat,” ujarnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap tenang dan mengikuti informasi serta anjuran tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.

Pihaknya juga menyarankan, agar masyarakat bisa meningkatkan perilaku bersih dan sehat; menjaga kebersihan tangan dan etika batuk; menghindari kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi dan bisa menjadi vektor penyakit, seperti tikus dan primata; menghindari kontak dekat dengan individu yang menunjukkan gejala mirip cacar.

“Bagi yang mengalami tanda dan gejala Monkeypox atau cacar monyet, segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut, serta lakukan isolasi untuk mencegah penularan,” himbaunya. (din)

Selasa, 14 November 2023

Anugrah Lomba Inovasi Daerah, Pemkab Cirebon Berikan Penghargaan kepada Belasan Inovator

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) memberikan penghargaan kepada 12 inovator yang menjuarai Lomba Inovasi Daerah 2023.

Dalam lomba tersebut, 12 inovator tersebut menyabet tiga kategori, yakni inovasi teknologi, inovasi non teknologi, dan inovasi favorit. 

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengapresiasi kepada seluruh warga maupun perangkat daerah di Kabupaten Cirebon, yang sudah menciptakan berbagai inovasi. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya memajukan Kabupaten Cirebon.

“Kabupaten Cirebon memiliki banyak potensi. Siapapun yang mau menggali dan melahirkan inovasi, maka daerah ini pasti maju,” kata Imron, saat memberikan penghargaan kepada juara lomba inovasi daerah 2023 di Hotel Apita Cirebon, Selasa (14/11/2023).

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi, S.Si, M.Sc., MT mengatakan, sampai saat ini jumlah inovasi daerah Kabupaten Cirebon yang masuk ke dalam Sistem Informasi Innovative Government Award (IGA) sebanyak 46.

Menurut Dangi, target pencapaian indeks inovasi daerah Kabupaten Cirebon pada 2023 ini sebesar 57,21. Sementara tahun lalu, indeks tersebut masih bertengger di angka 55,27.

“Kabupaten Cirebon berada di urutan ke-82 kabupaten se-Indonesia dan urutan ke-5 di Jawa Barat,” ujar Dangi.

Meskipun begitu, pencapaian tersebut dirasa belum optimal dan perlu pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cirebon. 

Disebutkan Dangi, tujuan dari inovasi daerah adalah untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan berpedoman pada prinsip peningkatan efisiensi. 

“Semestinya, pembangunan di daerah, pemberdayaan maupun dalam tata kelola pemerintahan atau pelayanan publik itu harus ada inovasi,” lanjut Dangi.

“Kita semua harus keluar dari zona nyaman, kita harus melakukan inovasi yang kreatif supaya ada perubahan,” sambungnya.

Melalui lomba tersebut, diharapkan menjadi satu momen pemicu semangat untuk terus berkarya dan berinovasi menyelesaikan segala macam hambatan yang dihadapi Kabupaten Cirebon. (din)

Senin, 13 November 2023

Peringati HKN ke-59, Wabup Ayu: Enam Pilar Tansformasi Sistem Kesehatan Indonesia Harus Kita Bangun Bersama

 

CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 tingkat Kabupaten Cirebon di halaman Kantor Bupati Cirebon, Senin (13/11/2023).

Menurut amanat Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, yang dibacakan Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., MSi menyampaikan, Indonesia tengah mengalami periode bonus demografi yang hanya terjadi satu kali dalam peradaban sebuah negara. 

"Kita, bangsa Indonesia, harus bekerja keras memanfaatkan peluang ini sebagai momentum Indonesia lolos dari "middle-income trap," menjadi negara berpendapatan tinggi, serta mencapai visi Indonesia Emas 2045," kata Ayu--sapaan akrabnya.

Manusia Indonesia yang sehat dan cerdas adalah kunci mencapai masa keemasan itu. Karenanya, tema Hari Kesehatan Nasional ke-59 tahun 2023, yaitu "Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju" mutlak dilaksanakan.

Setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak, sebagaimana amanat UUD 1945. 

"Berdasar mandat itulah, enam pilar transformasi kesehatan penopang sistem kesehatan Indonesia, harus kita bangun bersama dengan serius dan terus menerus," ujar Ayu, mengutip sambutan Menkes.

Pilar pertama, kata Ayu, transformasi layanan primer. Dari fokus mengobati, menjadi mencegah. 

Pilar kedua, transformasi layanan rujukan. Dari akses layanan kesehatan yang susah, menjadi mudah. Penguatan pelayanan kesehatan rujukan dilakukan melalui pemenuhan infrastruktur, SDM, sarana prasarana, pemanfaatan telemedisin, pengembangan jejaring pengampuan layanan prioritas, dan pelayanan unggulan berstandar internasional.

Pilar ketiga, transformasi sistem ketahanan kesehatan. Dari industri kesehatan yang bergantung ke luar negeri, menjadi mandiri di dalam negeri. Penguatan ketahanan kefarmasian dan alat kesehatan harus dilakukan mulai dari rantai pasok di hulu hingga ke hilir. 

Pilar keempat, transformasi pembiayaan kesehatan, dari pembiayaan yang tidak efisien, menjadi transparan dan efektif.

"Dengan disahkannya UU No. 17 tahun 2023 tentang Kesehatan, Pemerintah akan menerapkan penganggaran berbasis kinerja, dengan mengacu pada Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK)," tambahnya.

Pilar kelima, lanjut Ayu, transformasi SDM Kesehatan. Secara khusus, pemerintah tengah mengakselerasi produksi dan pemerataan jumlah dokter spesialis, melalui penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis berbasis kolegium dan rumah sakit.

Dan pilar keenam, transformasi teknologi kesehatan. Dari sistem informasi yang terfragmentasi, menjadi terintegrasi. Dari teknologi kesehatan yang tertinggal, menjadi terdepan. 

"Sediakan perangkat jaringan dan SDM yang memadai, agar digitalisasi data kesehatan dapat terlaksana," sambungnya.

Di akhir sambutannya, Ayu turut mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan membangun kesehatan, dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

"Mari kita bangun bersama tubuh dan jiwa yang sehat dan kuat, demi Indonesia Emas 2045. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi ikhtiar kita dan memberkati kita semua dengan kesehatan dan kesuksesan," pungkasnya. (din)

Minggu, 12 November 2023

Dr. Didi Junaedi, M. A., Lolos Seleksi Call For Paper Dalam Konferensi Mufasir Muhammadiyah

FOKUS CIREBON, FC - Dosen Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Didi Junaedi, M. A., meraih prestasi membanggakan dengan lolos seleksi Call for Paper dalam Konferensi Mufasir Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). 

Agenda selanjutnya dari Konferensi ini adalah menyelesaikan penulisan Tafsir At-Tanwir 30 Juz, yang akan diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Konferensi ini berlangsung dari Jumat hingga Ahad, 10 hingga 12 November 2023.

Dr. Didi Junaedi berhasil mengikuti konferensi ini melalui jalur seleksi Call for Paper, di mana beliau mengirimkan abstrak dan outline penelitiannya. Keberhasilan Dr. Didi Junaedi dalam melewati seleksi ini menjadi bukti kompetensinya dalam bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir.

Dr. Didi Junaedi, yang merupakan salah satu pakar di bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir, turut ambil bagian dalam konferensi tersebut yang dihadiri oleh sejumlah ulama, akademisi, dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. 

Konferensi Mufasir Muhammadiyah ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman terhadap Al-Quran serta membahas berbagai isu terkini yang berkaitan dengan tafsir Al-Quran.

Dalam konferensi tersebut, Dr. Didi Junaedi menyampaikan makalahnya yang mendalam dan berbobot, mengangkat topik penting dalam ilmu tafsir Al-Quran. Beliau berhasil memperoleh apresiasi tinggi dari para hadirin dan sesama peserta konferensi.

Dr. Didi Junaedi sendiri menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan ini dan berharap bahwa kontribusinya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Anwar Sanusi, M,Ag mengapresiasi pencapaian gemilang Dr. Didi Junaedi dalam konferensi tersebut. 

"Prestasi Dr. Didi Junaedi dalam Konferensi Mufasir Muhammadiyah adalah cerminan dari komitmen dan dedikasinya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Kami bangga memiliki dosen yang mampu berprestasi di tingkat nasional,” ujar Dekan.

Diharapkan, prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan memberikan kontribusi positif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam konteks Al-Quran dan Tafsir.

Selamat dan sukses untuk Dr. Didi Junaedi, M.A., atas pencapaian luar biasa dalam Konferensi Mufasir Muhammadiyah. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tanah air. (din)