Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 18 Juli 2024

Pemkab Cirebon Raih Penganugerahan detikJabar Award 2024

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon berhasil meraih penganugerahan detikJabar Awards 2024 kategori Inovasi Responsif Melayani Masyarakat. Sebagai upaya Pemkab Cirebon mempercepat segala macam permasalahan yang ada di wilayah utara Jawa Barat itu.

Penganugerahan detikJabar Awards 2024 ini berlangsung di Ballroom The Trans Luxury Hotel Bandung, Rabu (17/7/2024) malam.

Dalam kesempatan ini, penganugerahan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama detikcom, Abdul Aziz kepada Pj Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi.

Dalam penganugerahan ini, Abdul Aziz mengatakan, detikJabar memberi tempat suatu penghargaan kepada instansi pemerintah yang melakukan terobosan berarti sebagai lompatan positif dan berdampak pada kualitas hidup masyarakat.

Pada penerimaan anugerah ini, ada tujuh kategori perhargaan, dimana salah satunya Kabupaten Cirebon yang telah berkomitmen untuk terus responsif.

“Menghadirkan inovasi pembangunan terpuji dengan kategori inovasi pembangunan responsif kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon,” ujar Aziz.

Usai menerima penganugerahan, Pj Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto SH MH, menghaturkan terima kasih kepada detikJabar yang telah memantau perkembangan di Kabupaten Cirebon.

Sehingga bisa mendapatkan anugerah, karena dinilai baik dalam menanggapi sejumlah aspek keluhan masyarakat.

“Tentunya, kinerja yang telah kami lakukan bukan berarti untuk mendapatkan penghargaan, tapi tujuan kami ingin Pemkab Cirebon bisa lebih responsif untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” bebernya.

Hal yang melatarbelakangi Pemkab Cirebon menerima penganugerahan detikJabar Award 2024 ini, karena responsibilitas pemerintah setempat yang sigap menjawab keluhan masyarakat.

Sejumlah langkah responsif sudah dilakukan oleh Pemkab Cirebon, seperti penanganan sampah yang selama ini menjadi masalah.

Terutama sampah-sampah yang menumpuk di bantaran sungai, maupun sampah yang menyumbat aliran sungai yang melintas di Kabupaten Cirebon.

Penganugerahan dengan kategori Inovasi Responsif Melayani Masyarakat ini diberikan setelah Pemkab Cirebon dinilai berhasil menunjukan responsibilitas dari keluhan masyarakat.

Selain itu, langkah cepat lainnya yang dilakukan oleh Pemkab Cirebon, diantaranya penanganan inflasi maupun percepatan pembangunan dan capaian target di berbagai sektor.

Responsivitas pemerintah daerah ini juga sebagai upaya menghadapi perubahan kondisi sosial dan ekonomi yang dinamis. Kini menjadi konsentrasi Pemkab Cirebon, agar layanan publik bisa dirasakan oleh masyarakat.

Tidak hanya itu, bahkan di setiap pekannya, Pemkab Cirebon juga selalu menggelar rapat pimpinan (rapim) sebagai upaya menjawab keluhan yang selama ini dirasakan oleh masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Cirebon kini tancap gas dalam merespons laporan masyarakat, hingga pertumbuhan ekonomi melalui iklim investasi.

Begitu pun dengan laporan masyarakat, yang langsung direspons dan ditangani hingga tuntas. Pemkab Cirebon juga tanggap dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan di daerah aliran sungai. (din)

Selasa, 16 Juli 2024

Bupati Kuningan : KKN Moderasi Beragama IV Se-Indonesia 2024, Kolaborasi Untuk Kuningan Lebih Baik

KUNINGAN, FC – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama IV Se-Indonesia tahun 2024 resmi dibuka oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Acara pembukaan berlangsung meriah di Pendopo dan Kuningan Islamic Center (KIC), Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. 

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah kabupaten Kuningan dan 63 Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) se-Indonesia, termasuk Plh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hajam, M.Ag.

Pj Bupati Kabupaten Kuningan, H. Raden Iip Hidajat, menyampaikan ucapan selamat datang dan arahan kepada para peserta KKN. 

Iip Hidajat menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah untuk membangun Kuningan yang lebih baik. 

"Selama satu tahun ke depan, sebagai Penjabat Bupati, saya memetakan program kerja melalui Trimatra yang mewarnai arah pembangunan Kuningan. Hal itu tergambar dalam falsafah hidup orang Sunda, yaitu silih asah, silih asuh, dan silih asih," ujar Iip.

Dalam arahannya, Iip menekankan empat hal utama yang perlu mendapat perhatian khusus, yaitu kemiskinan, pengangguran, stunting, dan menjaga inflasi daerah. 

"Saya berpesan agar mahasiswa dapat responsif terhadap hal-hal yang terjadi di masyarakat sehingga menjadi masukan membangun ke depan," tambahnya. 

Iip juga mengajak mahasiswa untuk turut serta menjaga lingkungan dengan memerhatikan masalah sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., dalam laporannya mengungkapkan pentingnya program KKN Moderasi Beragama IV ini.

"Pembukaan KKN Moderasi Beragama IV Se-Indonesia tahun 2024 yang dilaksanakan pada hari ini di Pendopo dan Kuningan Islamic Center merupakan langkah nyata untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang lebih baik," ujar Prof. Rosihon.

Direktur Diktis Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., yang akrab disapa Prof. Inung, dalam sambutannya menegaskan bahwa peserta KKN harus meninggalkan dampak positif bagi masyarakat. 

"Peserta KKN jangan meninggalkan api masalah, tetapi tinggalkan api semangat kepada masyarakat," ujar Prof. Inung dalam sambutan acara pembukaan.

Plh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., juga mengungkapkan urgensi dari KKN Moderasi Beragama IV yang dilaksanakan di Kabupaten Kuningan.

"Program ini bukan hanya sekedar kegiatan akademik, tetapi juga sebagai wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam belajar menggali potensi yang ada di masyarakat, khususnya di wilayah Kuningan," kata Prof. Hajam.

Inayatulloh Najari, mahasiswa semester 6 jurusan Tadris Bahasa Inggris dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, hadir sebagai perwakilan mahasiswa dalam kegiatan ini. Inayatulloh menyatakan antusiasmenya untuk berpartisipasi dalam KKN Moderasi Beragama IV dan berkontribusi dalam mengatasi berbagai permasalahan di masyarakat Kuningan.

Acara pembukaan KKN Moderasi Beragama IV Se-Indonesia tahun 2024 ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi para mahasiswa untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah dan berkontribusi positif dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah, diharapkan Kuningan dapat menjadi daerah yang lebih sejahtera dan berdaya saing. (din)

Jadi Tuan Rumah, Pemkab Cirebon Siap Sukseskan Harganas 2024 Tingkat Jawa Barat

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar rapat persiapan pelaksanaan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2024 tingkat Provinsi Jawa Barat di ruang Paseban Setda Kabupaten Cirebon, Senin (15/7/2024).

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi memimpin langsung rapat tersebut.

Sekadar diketahui, Kabupaten Cirebon menjadi tuan rumah peringatan Harganas 2024 tingkat Provinsi Jawa Barat. Harganas 2024 tingkat Provinsi Jawa Barat bakal digelar dari tanggal 18 hingga 20 Juli 2024. Pemkab Cirebon pun bersiap untuk menyukseskan dengan menggelar berbagai kegiatan.

Wahyu mengatakan, pelaksanaan Harganas 2024 tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan digelar di Kabupaten Cirebon, diharapkan agar bisa berjalan dengan maksimal. Pihaknya siap menyambut dengan meriah para tamu, baik dari pusat maupun provinsi.

Ia juga menyampaikan, masing-masing perangkat daerah telah mendapatkan tugas untuk menyukseskan Harganas 2024 tingkat Provinsi Jabar. Untuk meramaikan Harganas 2024 nanti,Pemkab Cirebon menyosialisasikannya hingga ke desa-desa.

“Pelaksanaan Harganas diharapkan dapat dimaksimalkan. Karena, akan kedatangan tamu dari pusat hingga provinsi,” ucapnya.

Wahyu juga menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon untuk menyiapkan skema kantong parkir bagi tamu. Rencananya, kantong parkir akan memanfaatkan area sekitar kompleks perkantoran Pemkab Cirebon.

Kegiatan Harganas 2024 tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar di Kabupaten Cirebon nanti, bakal menggelar berbagai kegiatan.

Salah satunya kegiatan yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon yang bertajuk ‘Festival Keluarga’.

Kegiatan Festival Keluarga digelar dari tanggal 18 hingga 20 Juli 2024. Beberapa kegiatannya, yaitu pelayanan keluarga berencana (KB), bakti sosial, donor darah, Generasi Berencana (Genre), produk PPKB, Forum Satgas Stunting, gelar karya, malam anugerah tanggap bencana. Rencananya digelar di Stadion Ranggajati Sumber.

Sementara itu, kegiatan lainnya dalam Harganas 2024 tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Cirebon juga digelar di beberapa tempat lainnya, dari tanggal 18 hingga 20 Juli.

Seperti roadshow mobil penerangan, bazar produk UMKM, seminar kependudukan di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), pembangunan sumber daya air bersih di desa-desa, dan lainnya. (din)

Pj Bupati Cirebon Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi bersama Mentan dan Mendagri

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi menghadiri rapat koordinasi (rakor) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pertanian (Kementan), dan Pemprov Jabar, Senin (15/7/2024).

Bertempat di Command Center Setda Kabupaten Cirebon, rakor yang digelar secara virtual itu membahas tentang kerja-kerja konkret pengendalian inflasi tahun 2024.

Mentan RI Andi Amran Sulaiman menyinggung soal ketersediaan pupuk di daerah, agar tak menghambat masa tanam dan panen. Sebab, menurut Amran, ketersediaan beras dalam negeri menjadi salah satu penyumbang inflasi di Indonesia.

Sementara itu, Mendagri RI Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian, menyampaikan soal pengendalian inflasi juga berhubungan dengan pengadaan barang dan jasa.

Namun, lanjut dia, yang paling utama adalah pengendalian inflasi di sektor pangan, karena berhubungan langsung dengan masyarakat.

Tito mengaku, mayoritas daerah mampu mengendalikan inflasi pada pekan pertama Juli 2024. Namun, ia tak menampik di beberapa daerah harga beras mulai merangkak naik.

“Nah ini perlu kita sikapi, Bapak Mentan sengaja datang ke sini dan rombongan untuk menyampaikan langkah-langkah beliau. Memang strategi besar kita untuk masalah inflasi utamanya adalah, kita berusaha untuk swasembada dengan meningkatkan produksi dalam negeri,” kata Tito.

Pemerintah bakal menggenjot produksi beras dalam negeri untuk pengendalian inflasi. Opsi untuk membuka keran ekspor juga tengah dipikirkan.

“Lahan sawah yang sudah ada jangan sampai dikonversi ke pengguna lainnya, seperti untuk komersial, permukiman dan lain-lain. Ini akan membuat produksi menurun,” katanya. (din)

Senin, 15 Juli 2024

Dr. Naeila-Psikolog UIN Siber Cirebon: Revolusi Pendidikan dan Kurikulum Merdeka Siap Cetak Generasi Unggul

CIREBON, FC - Dalam upaya mendukung revolusi pendidikan di Indonesia, Dr. Naeila, MPdI, MPsi, dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sekaligus Ketua Jurusan Tasawuf Psikoterapi, didaulat sebagai keynote speaker dalam workshop penguatan Kurikulum Merdeka. 

Acara yang diinisiasi oleh Sekolah Peradaban Global Qur’an ini berlangsung di Hotel Grand Tryas, Minggu 14 Juli 2024, dan dihadiri oleh para guru serta kepala sekolah dari berbagai lembaga pendidikan.

Workshop ini juga menghadirkan narasumber Setiyo Ismoyo yang membahas tentang tim penyusunan Kurikulum Merdeka Kemendikbudristek. Diskusi seputar penguatan kurikulum tersebut diharapkan mampu memberikan wawasan dan strategi baru bagi para pendidik dalam menciptakan generasi unggul.

Dr. Naeila, dalam pemaparannya, menekankan filosofi Kurikulum Merdeka yang bertumpu pada dua faktor utama dalam perkembangan anak: pembawaan dan lingkungan. “Anak lahir dengan bakat baik dan buruk. Perkembangan selanjutnya dipengaruhi oleh lingkungan. Jadi, pembawaan dan lingkungan sama-sama berperan penting,” ujar Dr. Naeila.

Ia menekankan pentingnya pendidik dalam menciptakan lingkungan yang tepat dan beragam untuk mendukung perkembangan bakat anak. “Pendidik harus memiliki kompetensi mencari jalan untuk mengetahui pembawaan seseorang dan kemudian mengusahakan lingkungan atau pendidikan yang baik dan sesuai,” tambahnya.

Dr. Naeila, yang juga dikenal dengan penemuan alat psikotes tingkat fokus pada anak, memberikan pandangan bahwa pendidikan optimal tergantung pada kombinasi antara bakat bawaan dan dukungan lingkungan yang sesuai. “Anak dengan bakat baik yang didukung lingkungan pendidikan yang baik akan berkembang menjadi individu yang lebih baik. Sebaliknya, lingkungan yang baik tidak dapat menghasilkan perkembangan optimal tanpa dukungan bakat bawaan anak.”

Melalui workshop ini, para peserta diharapkan dapat memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dengan lebih efektif. Dengan demikian, generasi unggul yang memiliki kemampuan adaptif dan kreatif dapat tercipta, seiring dengan perkembangan zaman yang semakin dinamis.

Acara ini juga menjadi ajang penting untuk berbagi pengalaman dan strategi antarpendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan modern. “Pendidikan tidak hanya soal pembawaan dan lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana kita, sebagai pendidik, mampu mengembangkan dan memanfaatkan keduanya untuk menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing,” tutup Dr. Naeila.

Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dr. Naeila atas kepercayaan yang diberikan padanya sebagai keynote speaker. “Kami sangat bangga dengan pencapaian Dr. Naeila yang telah membawa nama baik UIN SSC di kancah nasional. Ini membuktikan kualitas dan dedikasi beliau dalam dunia pendidikan,” ungkap Dr. Anwar.

Partisipasi aktif dalam workshop semacam ini menunjukkan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung penguatan sistem pendidikan nasional melalui inovasi dan kolaborasi. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal menuju pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif, sejalan dengan visi Kurikulum Merdeka. (din)