Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 05 Desember 2024

UIN Siber Cirebon dan Radio Elshinta Bangun Kolaborasi Mengasah Kompetensi Era Digital

CIREBON, FC – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU),  memperkuat kerja sama strategis dengan Radio Elshinta melalui kunjungan resmi yang dilakukan oleh Wakil Dekan Naila Farah, Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Arief Rachman, serta Sekretaris Jurusan Abdu Zikrillah.

 Kunjungan ini menjadi langkah konkret untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen di era digital. Kamis, (05/12/2024).

Kegiatan diawali dengan tur singkat ke ruang produksi Radio Elshinta, termasuk studio siaran, ruang podcast, tim media sosial, hingga ruang editing dan rekaman. Selain itu, pihak Elshinta memperkenalkan sejarah perjalanan mereka sebagai radio berita terkemuka di Indonesia, beserta sederet pencapaiannya.

Kunjungan ini dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas kelanjutan program magang mahasiswa serta pelatihan dosen. Remon Fauzi, Sekretaris Redaksi Elshinta, menyambut positif kerja sama ini dengan membuka kuota magang bagi 4-8 mahasiswa setiap periode. 

Ia menekankan bahwa pengalaman magang di Elshinta memberikan nilai tambah karena karya mahasiswa akan dipublikasikan di berbagai platform resmi Elshinta, seperti situs web dan media sosial, disertai sertifikat resmi sebagai pengakuan profesional.

Lebih dari itu, Radio Elshinta juga menawarkan pelatihan bagi dosen dan mahasiswa, meliputi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi berita, teknik menulis berita yang efektif, hingga pelatihan voice over.

Melalui kolaborasi ini, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam berharap dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa, baik dari segi pengalaman praktis maupun kompetensi profesional. Kerja sama ini menjadi langkah signifikan dalam mendukung visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai universitas unggul yang mendunia. (din)

Gus Nadir dan Lala Bumela Sosok Inspirasi Dunia

CIREBON, FC – Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), bekerja sama dengan Yayasan Gos Nadir Hosen (GNH), sukses menggelar Seminar Internasional bertema "AI, Social Media and Islam in a Globalized World: Challenges and Opportunities". 

Acara berlangsung di Auditorium Pascasarjana B lantai 3 dan menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, LL.M., MA (Hons), Ph.D. dari Monash University, Australia, serta Lala Bumela Sudimantara, Ph.D.,Direktur International Office & Partnership UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kamis, (05/12/2024).

Dalam Seminar Internasional bertema "AI, Social Media and Islam in a Globalized World: Challenges and Opportunities", Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, LL.M., MA (Hons), Ph.D., yang akrab disapa Gus Nadir, menyampaikan pandangan mendalam mengenai pengaruh teknologi kecerdasan buatan (AI) dan media sosial terhadap kehidupan umat Islam.

"Media sosial dan AI adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, keduanya menawarkan peluang dakwah yang luas, namun di sisi lain, juga berpotensi menjadi alat disinformasi dan penyebaran kebencian," ungkapnya.

Dalam pemaparannya, Gus Nadir menekankan pentingnya bijak menggunakan teknologi untuk mendukung syiar Islam tanpa melanggar nilai-nilai etika. Menurutnya, tantangan umat Islam saat ini bukan hanya memahami teknologi, tetapi juga memastikan penggunaan yang selaras dengan ajaran dan prinsip Islam.

"Umat Islam harus mampu memanfaatkan teknologi ini untuk menciptakan narasi positif, memperluas jaringan dakwah, serta memperkuat ukhuwah. Namun, semua itu harus dilakukan dengan tetap menjaga akhlak dan etika yang Islami," tambahnya.

Lala Bumela Sudimantara, Ph.D., Direktur International Office & Partnership UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menekankan pentingnya literasi digital bagi umat Islam di tengah arus globalisasi.

"Umat Islam tidak hanya dituntut untuk memahami teknologi, tetapi juga bagaimana mengintegrasikan etika Islam dalam interaksi di dunia maya. Literasi digital yang baik adalah kunci untuk menghadapi tantangan ini," tegas Lala.

Dalam paparannya, Lala menjelaskan bahwa literasi digital tidak hanya sekadar memahami cara menggunakan teknologi, tetapi juga menyangkut pemahaman mendalam tentang etika berkomunikasi, validasi informasi, dan upaya membangun konten positif di media sosial.

"Media sosial adalah wadah yang luar biasa untuk berdakwah dan menyampaikan pesan kebaikan. Namun, jika tidak digunakan dengan bijak, justru bisa menciptakan polarisasi dan memperburuk hubungan antarumat beragama. Oleh karena itu, membangun narasi positif adalah tugas kita semua," tambahnya.

Lala Bumela juga mendorong peserta untuk menciptakan konten yang berdampak luas bagi masyarakat, mengedukasi, sekaligus mempromosikan nilai-nilai Islam yang inklusif dan penuh kedamaian.

Seminar yang digelar di Auditorium Pascasarjana B lantai 3 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini, selain menghadirkan Lala Bumela Sudimantara,Ph.D, juga menampilkan Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, LL.M., MA (Hons), Ph.D, sebagai narasumber utama, memberikan perspektif yang holistik tentang tantangan dan peluang di era teknologi digital bagi umat Islam.

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum yang antusias mengikuti diskusi terkait isu-isu kontemporer dalam Islam. Kolaborasi antara Fakultas Syariah UIN Siber dan Yayasan GNH ini mencerminkan komitmen kedua pihak untuk menjawab tantangan global melalui pendekatan Islam yang modern dan inklusif.

Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Kolaborasi Dengan Yayasan Khazanah GNH Gelar Seminar Internasional

CIREBON, FC – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), melalui fakultas syariah bekerja sama dengan Yayasan Gos Nadir Hosen (GNH), menggelar Seminar Internasional bertema "AI, Social Media and Islam in a Globalized World : Challenges and Opportunities". 

Acara ini berlangsung di Auditorium Pascasarjana B lantai 3 dan menghadirkan narasumber ternama, yaitu Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, LL.M., MA (Hons), Ph.D. dari Monash University, Australia, serta Dr. Lala Bumela Sudimantara, Dosen sekaligus Direktur Intenasional Office & Patnership UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kamis, (05/12/2024).

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Perencanaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag., yang menekankan pentingnya seminar ini dalam memperkuat kajian keislaman di tengah tantangan era digital.

"Kehadiran Gus Nadir semakin memperkokoh kajian Islam di kampus kami, yang merupakan satu-satunya PTKIN di wilayah Ciayumajakuning. Momentum ini juga menjadi bagian dari perjalanan transformasi kami dari IAIN menjadi UIN Siber," ujarnya.

Prof. Ilman menambahkan, UIN Siber sedang menghadapi tantangan luar biasa. Yakni menjadi PTKIN namun harus tetap terbuka pada kajian-kajian keilmuan umum. "Kampus ini sedang menghadapi tantangan luar biasa. Mau tidak mau sebagai perguruan tinggi Islam tidak bisa lepas dari kajian Islam," tambah dia. 

Menurut Ilman, datangnya Nadir juga diharapkan membuka peluang kerja sama antara UIN Siber dan Melbourne University.  Tujuannya memperluas jejaring internasional sesama perguruan tinggi. 

"Saya berharap kehadiran Gus Nadir ke depan menjadi jembatan untuk mahasiswa apakah student exchange atau beasiswa S2 di Australia, termasuk dosen-dosennya apakah riset dan lain sebagainya," pungkas Ilman.

Prof. Ilman menambahkan bahwa kehadiran Gus Nadir membuka peluang kerja sama antara UIN Siber dan universitas internasional, termasuk Melbourne University. "Kami berharap ini menjadi jembatan untuk pertukaran mahasiswa, beasiswa S2, hingga kolaborasi riset bagi dosen dan mahasiswa," ungkapnya.

Wakil Dekan Fakultas Syariah, Ahmad Rofi’i, LL.M., MA., Ph.D., dalam sambutannya, menggarisbawahi urgensi tema seminar ini. "AI dan media sosial adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Sebagai institusi pendidikan Islam, kami memiliki tanggung jawab untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana Islam dapat menjawab tantangan ini," katanya.

Ketua Yayasan Khazanah GNH, Tajwini Jahari dalam sambutannya pada Seminar Internasional bertema "AI, Social Media and Islam in a Globalized World : Challenges and Opportunities", menegaskan pentingnya pembahasan isu-isu kontemporer seperti kecerdasan buatan dan media sosial dalam perspektif Islam.

"Seminar ini adalah langkah strategis untuk menjembatani pemahaman antara teknologi modern dan nilai-nilai keislaman. AI dan media sosial telah mengubah wajah dunia, termasuk cara umat Islam berkomunikasi, belajar, dan berdakwah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang bijak agar teknologi ini bisa menjadi alat yang bermanfaat dan tidak justru merugikan," ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Yayasan GNH dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan diskusi yang relevan dengan tantangan global. 

"Kami berharap seminar ini tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga menjadi pemicu inovasi dan solusi nyata bagi komunitas Muslim di era digital," tambahnya.

Sambutan ini menegaskan komitmen Yayasan Khazanah GNH untuk terus mendukung kajian Islam yang relevan dengan dinamika global, termasuk melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi seperti UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Seminar ini menjadi salah satu upaya UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menghadapi tantangan transformasi sebagai PTKIN berbasis digital pertama di Indonesia. Dengan semangat kolaborasi, acara ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menjawab isu-isu global melalui pendekatan Islam yang inklusif dan inovatif. (Nur)

UIN Siber Cirebon Gelar Program Pemberdayaan Nelayan di Citemu, Olah Cangkang Rajungan Jadi Produk Bernilai Ekonomis

 

CIREBON, FC – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui program Litapdimas Pusat: Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2024 menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat nelayan bertema “Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Melalui Pengolahan Cangkang Rajungan sebagai Program Pelestarian Lingkungan Pesisir Kabupaten Cirebon.” 

Acara yang berlangsung di Balai Desa Citemu ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat melalui inovasi berbasis limbah.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Program Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. H. Mustopa, M.Ag., yang menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan masyarakat. 

“Dosen seringkali terhalang tembok ruang kelas, tapi lewat kegiatan ini, kita bisa langsung melihat kondisi di lapangan dan belajar bersama. Kita akan mengolah limbah cangkang rajungan menjadi produk bernilai ekonomis yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Kepala Desa Citemu, Heritianto, turut mengapresiasi inisiatif UIN Siber Syekh Nurjati. “Kami sangat bersyukur desa kami dipilih untuk program pembinaan ini. Kehadiran para dosen dan mahasiswa di sini sangat berarti bagi masyarakat kami,” katanya.

Kegiatan pemberdayaan ini terdiri dari dua sesi. Sesi pertama berupa edukasi tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir, disampaikan oleh Eko Putra. 

Dalam paparannya, ia menjelaskan dampak negatif limbah yang tidak dikelola dengan baik terhadap lingkungan, serta pentingnya pengelolaan limbah berbasis masyarakat.

Pada sesi kedua, peserta diajak langsung mempraktikkan cara mengolah limbah cangkang rajungan menjadi produk bernilai jual, seperti pupuk organik dan tepung. 

Dipandu oleh mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati, Faiz Naufal, sesi ini berhasil menarik antusiasme peserta. “Kami berharap keterampilan yang diajarkan dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Faiz.

Program ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dapat menciptakan solusi terhadap tantangan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi. 

“Harapan kami, program ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk ikut serta menjaga kelestarian lingkungan sambil meningkatkan perekonomian lokal,” tutup Dr. Mustopa.

Acara ditutup dengan pemberian cenderamata kepada peserta yang aktif, simbol semangat kerja sama antara UIN Siber Syekh Nurjati, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU) bersama masyarakat Desa Citemu dalam menciptakan masa depan pesisir yang lebih berkelanjutan. (Nur)

Selasa, 03 Desember 2024

Rektor UIN Siber Cirebon Ikut Serta Dalam Pembukaan PMB PTKIN 2025 di Palembang

CIREBON – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., turut serta dalam pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) Tahun 2025 yang dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, di Kampus Jakabaring UIN Raden Fatah Palembang pada Selasa (03/12/2024). Acara ini dilaksanakan secara hybrid dengan tema inspiratif “Change the World.”

Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan pentingnya PMB PTKIN sebagai momentum transformasi psikologi, kesadaran, dan tingkat kematangan anak muda.

“Jadikan PMB ini sebagai alat untuk mengukur sejauh mana pengaruh lembaga pendidikan ini terhadap transformasi psikologi anak-anak muda,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia juga menambahkan bahwa tema "Change the World" mengandung makna perubahan diri sebagai langkah awal untuk mengubah dunia.

“Jika institusi ini ingin mengubah dunia, mulailah dari diri sendiri. Harus berani berpikir berbeda, memberikan inovasi, dan melakukan evaluasi,” tambahnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Abu Rokhmad, menekankan bahwa PMB PTKIN menjadi langkah strategis dalam membentuk sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global.

“Kami harus bergerak cepat untuk meresmikan PMB PTKIN tahun 2025 ini, mengingat persaingan antar kampus semakin ketat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia PMB PTKIN sekaligus Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Nyayu Khodijah, mengungkapkan bahwa proses seleksi nasional tahun ini dilakukan melalui Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN).

“Sebanyak 58 PTKIN dan satu PTN di Indonesia akan melaksanakan seleksi dengan total kuota penerimaan 165.894 mahasiswa melalui jalur SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN. Selain itu, terdapat jalur PMB Mandiri yang memberikan kesempatan tambahan,” jelas Nyayu.

Pendaftaran jalur SPAN-PTKIN akan dimulai pada 6 Januari 2025 hingga 25 Januari 2025, sementara jalur UM-PTKIN dibuka pada 22 April 2025 hingga 28 Mei 2025. Informasi lengkap dapat diakses melalui situs resmi www.ptkin.ac.id.

Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan rasa optimisnya terkait penerimaan mahasiswa baru UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang kini resmi menggunakan nama baru sesuai dengan Perpres Nomor 60 Tahun 2024.

“Tahun ini adalah momen istimewa bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dengan status baru ini, saya yakin akan semakin banyak mahasiswa yang antusias memilih UIN Siber sebagai tempat mereka menimba ilmu,” ungkap Prof. Aan.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi berbasis digital dengan pendekatan inovatif dan kompetitif, sejalan dengan tema besar PMB PTKIN 2025. (Nur)