Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 04 Mei 2025

Pemkab Cirebon Luncurkan Sembilan Sekolah Unggulan Sebagai Startegi Peningkatan mutu Pendidikan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon akan meluncurkan sembilan sekolah unggulan sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan.

Program ini dijadwalkan resmi dimulai pada 6 Mei 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menyampaikan sekolah unggulan ini akan menjadi percontohan dalam pengembangan kualitas pembelajaran di daerah.

Dukungan akan difokuskan pada peningkatan sarana, pelatihan guru, serta pencapaian prestasi akademik dan non-akademik.

“Sekolah unggulan ini merupakan langkah konkret mewujudkan tema Hardiknas 2025, yakni Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu bagi Semua,” ujar Ronianto.

“Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan kompetitif,” ucapnya usai upacara peringatan Hardiknas di GOR Ranggajati Sumber, Jumat (2/5/2025).

Di samping peluncuran sekolah unggulan, Dinas Pendidikan juga menargetkan capaian zero dropout atau nol putus sekolah untuk jenjang SD dan SMP.

“Tahun lalu hanya lima siswa SD dari 36 ribu yang tidak melanjutkan ke SMP. Tahun ini kami upayakan tidak ada lagi yang putus sekolah,” tegas Ronianto.

Untuk mendukung iklim belajar yang lebih baik, penggunaan telepon genggam oleh siswa di sekolah kini dilarang.

Selain itu, sebanyak 1.750 siswa penghafal juz 30 hasil kerja sama dengan PCNU Kabupaten Cirebon akan diwisuda dalam waktu dekat.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran guru dalam membentuk masa depan generasi muda.

Ia juga mendukung pendekatan pembinaan karakter siswa bermasalah melalui pola barak militer, namun menegaskan bahwa program tersebut masih menunggu regulasi dari TNI.

“Didiklah anak-anak dengan sebaik-baiknya. Masa depan Kabupaten Cirebon dan bangsa ini ada di tangan para guru. Kalau anak-anak pintar dan berkarakter, bangsa ini akan maju,” ujar Imron. (din)

Hari Kedua Konsolidasi UM-PTKIN 2025 : Perkuat Kolaborasi dan Strategi Visual Promosi Digital PTKIN

JAKARTA — Konsolidasi Strategis Publikasi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2025 memasuki hari kedua pada Sabtu, 3 Mei 2025, dengan antusiasme yang semakin tinggi dari para Penanggung Jawab (PJ) Humas PTKIN se-Indonesia, bertempat di Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas kampus untuk menyusun strategi komunikasi yang masif dan berdampak, baik secara daring maupun luring.

Dalam sambutan pembuka, Widi Cahya Adi dari UIN Walisongo Semarang, selaku Ketua Pokja PJ Humas UM-PTKIN 2025, menyampaikan keputusan penting mengenai format pelaksanaan kegiatan.

“Atas banyak pertimbangan, khususnya efisiensi anggaran PTKIN dan hasil survei hari ini, maka kegiatan 2–4 Mei dilaksanakan secara hybrid, mengikuti pola saat sidang kelulusan SPAN-PTKIN,” ujarnya.

Widi menekankan bahwa substansi kegiatan tidak akan berkurang meskipun sebagian peserta mengikuti secara daring. Ia mengajak seluruh peserta untuk tetap menjaga semangat publikasi dan membangun narasi besar PTKIN secara kolektif.

“Esensi strategi dan substansi tetap bisa berjalan optimal. Kami berharap semangat promosi PTKIN tidak padam demi meningkatkan jumlah pendaftar UM-PTKIN 2025,” tegasnya.

Peserta luring kegiatan ini berasal dari Zona Jawara, sementara PJ Humas dari Sumatera, Kalimantan, dan Indonesia Timur mengikuti secara daring. Kehadiran lintas zona ini membuktikan semangat kolaborasi nasional yang terjaga meskipun dengan format campuran.

Sesi utama pada hari kedua menghadirkan pemateri dari Pokja Humas UM-PTKIN 2025, Zidni (UIN Salatiga), yang mengupas strategi visual komunikasi dan optimalisasi platform publikasi. Ia memandu peserta melalui diskusi aktif mengenai redesign logo, kesalahan umum dalam desain promosi, prinsip desain visual, serta studi kasus komunikasi visual antar PTKIN.

“Visual bukan sekadar estetika, tapi bagian penting dari narasi kita. Bagaimana sebuah desain bisa membentuk persepsi dan kepercayaan publik terhadap kualitas PTKIN,” ujar Zidni.

Sesi diskusi makin hidup ketika Zidni mengajak peserta berbagi praktik terbaik dalam pemanfaatan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube, serta membandingkan pendekatan antar PTKIN dalam menjangkau generasi muda.

Sementara itu, Mohamad Arifin, Penanggung Jawab Humas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menyampaikan bahwa Konsolidasi Strategis Publikasi UM-PTKIN 2025 bukan sekadar agenda koordinatif, melainkan langkah kunci dalam membangun positioning strategis PTKIN di ranah publik nasional.

“Konsolidasi ini menjadi fondasi penting dalam menyatukan arah dan gaya komunikasi seluruh PTKIN di Indonesia. Di tengah arus informasi yang begitu cepat, narasi PTKIN harus mampu tampil kuat, meyakinkan, dan mudah diterima oleh generasi muda. Kami di UIN Siber meyakini bahwa sinergi dan kreativitas kolektif inilah yang akan mendorong lonjakan pendaftar UM-PTKIN 2025,” ungkap Arifin.

Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap media sosial dan kanal digital yang kini menjadi ruang utama komunikasi publik.

“Strategi komunikasi hari ini harus mengandalkan pendekatan digital-first, karena calon mahasiswa kita hidup di dalam ekosistem digital. Maka kita perlu hadir di sana, dengan bahasa mereka, dan dengan kualitas visual serta pesan yang kuat,” tambahnya. (din)

Dengan semangat kolaboratif yang terbangun di forum ini, Arifin optimistis bahwa PTKIN akan mampu menjangkau lebih banyak generasi muda dan tampil sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang unggul, inklusif, dan berdaya saing.

Hari kedua konsolidasi ditutup dengan kesepakatan untuk memperkuat distribusi konten digital terintegrasi lintas PTKIN dan pembentukan tim kreatif bersama yang siap memproduksi materi promosi berbasis data, narasi emosional, dan pendekatan visual yang menarik.

Sabtu, 03 Mei 2025

PJ Humas UIN Siber Cirebon Hadiri Konsolidasi Strategis UM-PTKIN 2025

JAKARTA – Penanggung Jawab (PJ) Humas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Mohamad Arifin, turut hadir secara langsung memenuhi undangan Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB-PTKIN) dalam kegiatan Konsolidasi Strategis Publikasi UM-PTKIN 2025. 

Acara berskala nasional ini digelar selama tiga hari, 2–4 Mei 2025, bertempat di Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, Jakarta Barat.

Kegiatan ini merupakan ajang strategis tahunan yang secara khusus menghadirkan para PJ Humas PTKIN dari seluruh Indonesia, untuk menyusun langkah-langkah konkret promosi UM-PTKIN 2025 secara masif dan terkoordinasi.

Dipandu oleh Vaurina dari UIN Palembang, agenda dibuka secara resmi dengan pengarahan dari Widi Cahya Adi, Ketua Pokja PJ Humas UM-PTKIN yang juga berasal dari UIN Walisongo Semarang. 

Dalam sambutannya, Widi mengumumkan keputusan penting terkait teknis pelaksanaan kegiatan.

“Atas banyak pertimbangan, khususnya efisiensi anggaran dan hasil survei hari ini, maka kegiatan 2–4 Mei akan dilaksanakan secara hybrid, mengikuti pola saat sidang kelulusan SPAN-PTKIN,” jelas Widi. 

Ia menegaskan bahwa meskipun tidak semua peserta hadir secara fisik, semangat kolaborasi dan produktivitas tidak akan surut.

Widi juga menyampaikan bahwa undangan luring (offline) hanya diperuntukkan bagi PJ Humas dari Zona Jawara, sementara peserta dari Sumatera, Kalimantan, dan Poros Indonesia Timur mengikuti secara daring (online).

Sebagai perwakilan dari Zona Jawara, Mohamad Arifin dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan bahwa konsolidasi ini sangat penting dalam menjaga kesinambungan strategi promosi nasional yang adaptif dan menyentuh generasi muda.

“Ini adalah momentum menyatukan kekuatan publikasi PTKIN se-Indonesia. Meski format hybrid, semangat dan tanggung jawab dalam menyosialisasikan UM-PTKIN 2025 tetap tinggi. 

Kita harus menjadi pionir narasi positif PTKIN di ruang publik digital,” ujar Arifin dengan penuh antusias.

Konsolidasi ini diharapkan menjadi batu loncatan baru untuk memperkuat positioning PTKIN di tengah ekosistem pendidikan tinggi nasional. 

Di era digital seperti sekarang, sinergi komunikasi publik antar-PTKIN menjadi kunci utama menjangkau calon mahasiswa secara lebih efektif dan menyeluruh. (din)

SMSI Gaungkan Suara Media Daerah pada World Press Freedom Day 2025

JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan peringatan World Press Freedom Day 2025 yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komite Tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB) bekerjasama dengan Institute of Journalism (IIJ).

Mengusung tema global “Media Sustainability: Strengthening Democracy & Public Trust”, acara ini bertujuan memperkuat peran media dalam menjaga demokrasi dan membangun kepercayaan publik di era digital.

SMSI hadir dengan menghadirkan booth pameran yang menampilkan visi, misi, serta kiprah organisasi sebagai suara media siber daerah untuk dunia. 

Dalam pameran tersebut, SMSI menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi kebebasan pers dan etika jurnalistik melalui empat misi utama yakni Mewadahi dan memperkuat media siber lokal agar profesional dan berdaya saing, Menjadi mitra strategis dalam pengembangan literasi digital dan kebijakan pers nasional, Mendorong anggota memproduksi konten berkualitas, berimbang, dan bertanggung jawab dan Menjaga solidaritas antar media dan memperluas jejaring kolaborasi lintas daerah.

Dalam poster pameran bertajuk “Suara Media Siber dari Daerah untuk Dunia”, SMSI menggarisbawahi peran penting media daerah dalam menyuarakan kebenaran dan membangun masyarakat melek informasi di tengah derasnya arus digitalisasi.

Stand SMSI ini pun di sponsori oleh berbagai institusi media dan perhotelan ternama, termasuk Siber Indonesia Network (din.co.id), Pusaran.co, siberindo.co, IKEI, Novotel Kota  Tangerang, Mercure Hotel Batam, Pakons Prime Hotel Kota Tangerang, Claro Hotel  Makassar, Horison Ultima Ratu Kota Serang, Golden Tulip Esseential Kota Tangerang, Aston Hotel Kota Serang, Hotel Episode Gading Serpong Kab Tangerang, Swiss Belhotel, Hotel Asoka Tanjung Lesung Kab. Pandeglang. Novotel Tangerang, Mercure hotels, Pakons Prime Hotel, Claro Makassar, Horison ratu - serang, Golden Tulip, Aston Serang, Hotel Episode Gading Serpong, Swiss belhotel dan lainnya sebagai mitra pendukung.

Partisipasi SMSI dalam ajang ini menunjukkan peran strategis organisasi dalam memperkuat eksistensi media siber sebagai elemen penting dalam ekosistem pers nasional.

Sebagai organisasi media siber terbesar di Indonesia, SMSI ada di seluruh Provinsi hingga kota dan kabipaten di Indonesia, menjadi solusi dalam menyangga keberlangsungan media yang berkualitas.

Ketua umum SMSI Pusat Firdaus mengatakan Hari Kebebasan Pers Sedunia bukan sekadar seremoni, tapi momentum reflektif untuk meneguhkan kembali komitmen pers sebagai penyangga demokrasi. 

“Di tengah tantangan era digital, media siber daerah harus menjadi jangkar informasi yang akurat, berimbang, dan beretika,”ujarnya.

Dijelaskannya nya lagi, SMSI hadir bukan hanya untuk menyatukan suara media daerah, tapi juga untuk mengangkat martabat jurnalisme yang cerdas, independen, dan berpihak pada kepentingan publik. Media yang berkelanjutan adalah media yang dipercaya dan kepercayaan itu hanya lahir dari integritas yang tinggi.

"Kebebasan pers adalah napas dari demokrasi, dan jurnalisme yang merdeka adalah cahaya bagi masyarakat. Di tengah arus deras informasi digital, pers harus menjadi kompas moral dalam menunjukkan arah yang benar, bukan sekadar cepat,” ungkapnya.

SMSI berdiri untuk memastikan bahwa suara dari daerah, dari pelosok negeri, tidak hanya terdengar tapi juga dihargai. 

Di era globalisasi digital ini, SMSI percaya bahwa kekuatan jurnalisme tidak hanya lahir dari pusat-pusat informasi dunia, tetapi juga dari desa-desa, dari kabupaten, dari media lokal yang bekerja dengan hati dan nurani

“Pers yang bebas bukan hanya tentang hak berbicara, tapi tentang tanggung jawab menyuarakan kebenaran untuk dunia, dari Indonesia,” tutupnya penuh semangat.

Dalam momen ini, Ketua Umum SMSI Firdaus juga sempat berbincang dengan beberapa aktivis pers diantaranya, Ketua KTP2JB Suprapto Sastro Atmojo selalu penyelenggara, Guntur Saragih, Alex Suban, Sasmito, dan Frans Surdiasis. Momen inipun diabadikan dengan sebuah foto bersama.

Pada kesempatan tersebut, Ketua KTP2JB Suprapto Sastro Atmojo mengatakan, kedepan pihaknya berencana menjalin  sinergi dengan SMSI selaku organisasi media siber terbesar di tanah air bahkan dunia.(din).

KDM Tetap Konsisten Keberpihakan kepada Pers

KOTA BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons turunnya nilai anggaran untuk media massa. 

Menurutnya, keberpihakan kepada pers tidak bisa dilihat dari besar kecilnya anggaran yang diberikan. 

"Apakah berpihak kepada pers itu harus kontrak kerja sama media atau dilhat dari besarnya biaya kontrak dengan media, kan tidak," ucapnya di Kota  Bandung, Jumat (2/5/2025). 

Gubernur yang akrab disapa KDM ini menjelaskan, keberpihakan kepada pers ditunjukkan dengan memberikan pernyataan yang terbuka kepada media untuk mencerdaskan masyarakat. 

Oleh sebab itu, walaupun anggaran media menurun, ia akan tetap memberikan yang terbaik untuk media. 

"Keberpihakan kepada pers adalah ketika gubernurnya memberikan pernyataan-pernyataan yang terbuka kepada media, menjadi konsumsi media, mencerdaskan rakyat," ujarnya. 

Pemda Provinsi Jabar menurunkan anggaran untuk media massa dari Rp50 miliar menjadi Rp3 miliar. 

Menurutnya, pengurangan anggaran tersebut tidak akan membuat media kehilangan sumber berita. 

"Dari (kurang lebih) Rp50 miliar menjadi Rp3 miliar ini apakah media di Jabar kehilangan sumber berita dan apakah beritanya tidak dibaca orang. Menurut saya hari ini malah banyak yang dibaca orang," ucap KDM. (Ara)