Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 05 Mei 2025

Upaya Entaskan Pengangguran-Kemiskinan, Pemkab Cirebon Gelar Kelas Latihan Bahasa Jepang

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Imron, membuka kelas online atau dalam jaringan (daring) program pelatihan budaya dan bahasa Jepang bagi masyarakat yang tidak mampu dan berprestasi, Senin (5/5/2025).

Pelatihan budaya dan bahasa Jepang ini diikuti 595 orang, baik yang berprestasi maupun yang tidak mampu. Imron berharap, pelatihan budaya dan bahasa Jepang bisa mengikis tingkat kemiskinan, serta mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Kabupaten Cirebon pada 2024 mencapai 11,20% atau 249,18 ribu orang.

Sementara itu, tingkat pengangguran di Kabupaten Cirebon sejatinya mengalami penurunan pada 2024 dibandingkan tahun 2023. Namun, menurut Imron, masih terbilang tinggi.

Menurut BPS, tingkat pengangguran di Kabupaten Cirebon pada tahun 2024 adalah 6,74%. Walaupun mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, yakni 7,65%, jumlah pengangguran masih relatif tinggi. Pada tahun 2024, terdapat sekitar 84.99 ribu orang yang masih menganggur

“Berbagai upaya kita lakukan. Melalui program latihan budaya dan bahasa Jepang bagi masyarakat yang tidak mampu, dan berprestasi. Program ini punya beberapa alasan, pertama, peluang kerja di Jepang terbuka luas. Tentunya sesuai dengan informasi lowongan kerja di Jepang kurang lebih 300 ribu loker,” ungkap Imron.

Lebih lanjut, Imron menjelaskan alasan lainnya tentang tujuan pelaksanaan pelatihan budaya dan bahasa Jepang. Ia mengatakan, Jepang memberikan gaji yang besar dan perlindungan yang baik bagi tenaga kerja asing.

“Kabupaten Cirebon ini salah satu kantong Pekerja Migran Indonesia (PMI) sesuai dengan data 2023, yakni 10.550 orang. Kemudian, pada tahun 2024, ada 11.420 orang. Kemudian, peningkatan kompetensi dan keterampilan ini sesuai dengan kebutuhan permintaan kerja di Jepang,” ucap Imron.

Imron menegaskan, pelatihan budaya dan bahasa Jepang merupakan upaya dalam mengentaskan pengangguran terbuka. Utamanya bagi lulusan SMA/SMK yang tidak mampu. Ia berharap, peserta pelatihan bisa ditempatkan kerja di Jepang.

“Daerah memiliki tugas sebagai penyelenggara pendidikan bagi PMI dan bekerja sama dengan lembaga pendidikan, serta pihak lainnya. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Dinas Ketenagakerjaan, dinas terkait lainnya yang berkontribusi mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (Ara)

Antisipasi Banjir, Pemkot Cirebon dan BBWS Normalisasi Sungai Cikalong

CIREBON - Upaya mengantisipasi potensi banjir saat musim hujan, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama jajaran perangkat daerah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, meninjau langsung pengerukan Sungai Cikalong pada Senin (5/5/2025). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah cepat penanggulangan masalah sedimentasi dan penyempitan sungai.

Dalam tinjauannya, Wali Kota mengapresiasi kerja cepat dan kolaboratif dari BBWS Cimanuk Cisanggarung. Ia menyebut, sinergi antara pemerintah daerah dan BBWS sangat penting untuk menjawab persoalan klasik banjir yang setiap tahun menghantui sejumlah wilayah di Kota Cirebon.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BBWS Cimanuk Cisanggarung yang tanggap dalam merespons kebutuhan di lapangan. Ini bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah kota dan pemerintah pusat demi keselamatan masyarakat," ujarnya.

Wali Kota menekankan bahwa langkah antisipatif ini bukan hanya untuk merespons bencana, tetapi juga sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga infrastruktur lingkungan secara berkelanjutan. Ia berharap masyarakat turut menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan di sungai.

"Yang paling penting adalah kesadaran kita bersama. Sungai bukan tempat sampah. Kalau kita rawat bersama, kita bisa hindari bencana banjir di masa mendatang," tambahnya.

Pengerukan Sungai Cikalong merupakan tindak lanjut dari kunjungan Pemkot Cirebon ke kantor BBWS beberapa waktu lalu. Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, menyampaikan bahwa pengerjaan sudah dimulai dari muara sungai dan kini dilanjutkan ke bagian dalam sungai untuk memastikan aliran air tetap lancar.

"Kami menindaklanjuti hasil koordinasi dengan Pak Wali Kota. Kami mulai normalisasi dari muara sungai sejak pertengahan April, dan sekarang kita masuk ke tubuh sungainya. Ini merupakan lokus yang sedang kami tangani," ujarnya.

BBWS juga menyusun peta penanganan jangka panjang berdasarkan kondisi lapangan. Menurut Dwi, sedimentasi yang terjadi saat ini mencapai 1 hingga 2 meter, ditambah pertumbuhan vegetasi liar seperti rumput yang menghambat aliran sungai.

"Idealnya normalisasi sungai dilakukan lima tahun sekali agar tetap berfungsi maksimal," jelasnya.

Pengerukan sungai ini dijadwalkan berlanjut ke Sungai Kedung Pane, yang juga mengalami kondisi serupa. Selain pengerukan, langkah pemetaan dan identifikasi titik-titik kritis akan dilakukan untuk menentukan strategi penanganan jangka panjang.

Dengan peninjauan ini, Pemerintah Kota Cirebon menunjukkan keseriusannya dalam menjaga keamanan warganya dari ancaman banjir, sekaligus memperkuat kerja sama lintas instansi untuk pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh dan berkelanjutan.



Dorong Mutu dan Akses Pendidikan, Pemkab Cirebon Luncurkan Sekolah Unggulan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong keberlanjutan sekolah di kalangan pelajar.

Salah satu langkah strategis yang kini tengah digalakkan adalah peluncuran program sekolah unggulan di berbagai wilayah, sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional bahkan global.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi sekolah di daerahnya tergolong tinggi, baik dari jenjang SD ke SMP, maupun dari SMP ke SMA/SMK.

Data terbaru mencatat, dari total 36.000 siswa SD pada tahun 2024, hanya lima siswa yang tidak melanjutkan ke SMP.

“Begitu pula dari tingkat SMP, hanya 47 siswa yang tidak melanjutkan ke SMA/SMK. Sebagian besar dari mereka berasal dari luar daerah dan kembali ke kampung halaman setelah lulus dari pesantren,” ujar Ronianto, Senin (5/5/2025).

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah mempersiapkan peluncuran sembilan sekolah unggulan sebagai bentuk penguatan sistem pendidikan.

Terdiri dari enam SD dan tiga SMP, sekolah-sekolah ini dipilih secara selektif berdasarkan kesiapan infrastruktur, tenaga pendidik, dan potensi pengembangan karakter siswa.

“Sekolah unggulan ini akan menjadi model dalam peningkatan mutu pendidikan. Guru-gurunya akan dibekali pelatihan khusus, dan fasilitas sekolah akan ditingkatkan agar mampu mendukung pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan menyenangkan,” jelasnya.

Adapun tiga SMP unggulan tersebut adalah SMPN 1 Lemahabang, SMPN 1 Sumber, dan SMPN 1 Dukupuntang.

Sedangkan enam SD unggulan tersebar di berbagai kecamatan, yakni SDN Tersana Baru (Babakan), SDN 2 Lemahabang, SDN 1 Kalikoa, SDN 4 Kenangan, SDN 2 Sindangmekar, dan SDN 2 Bojongwetan.

Bupati Cirebon, Imron, memberikan dukungan penuh atas inisiatif ini. Ia menilai, pembentukan sekolah unggulan merupakan wujud nyata dari perhatian pemerintah daerah terhadap masa depan pendidikan.

“Pendidikan adalah pondasi pembangunan. Kami ingin setiap anak di Kabupaten Cirebon memiliki akses ke pendidikan berkualitas,” ujar Imron. (din)


“Dengan sekolah unggulan, kami berharap lahir siswa-siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun perguruan tinggi,” ucapnya.


Ia menambahkan, program ini akan dikembangkan secara bertahap dan disertai dengan monitoring serta evaluasi rutin, guna memastikan implementasinya berjalan optimal dan berdampak langsung bagi peningkatan mutu pendidikan daerah. 

Polresta Cirebon Tanamkan Nilai Ketahanan Moral dan Digital pada Santri Lewat Program "Police Goes To School"

CIREBON — Komitmen Polresta Cirebon dalam membina generasi muda kembali ditunjukkan melalui program Police Goes To School. Kali ini, kegiatan menyasar para santri dan santriwati dari dua pondok pesantren ternama di Kabupaten Cirebon: Ponpes Gedongan dan Ponpes Al Khiyaroh Buntet, Jumat (9/5/2025).

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini bertujuan memberikan pembinaan, penyuluhan, dan motivasi kepada para santri agar tumbuh menjadi generasi religius yang juga tangguh dalam menghadapi tantangan zaman, baik di masa kini maupun mendatang.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H, hadir langsung untuk memberikan pembekalan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran santri dalam menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.

"Saya datang jauh-jauh ke sini karena percaya bahwa santri adalah fondasi masa depan bangsa. Tantangan ke depan sangat berat—bukan hanya di tingkat lokal, tapi juga regional dan global," ujar Kombes Sumarni.

Ia menjelaskan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi ketidakpastian global: konflik di berbagai belahan dunia, krisis pangan, perubahan iklim, hingga tekanan ekonomi. Semua ini berdampak langsung pada Indonesia.

"Anak-anakku, kalian hidup di masa bonus demografi, saat jumlah penduduk usia produktif sangat tinggi. Ini bisa menjadi kekuatan besar jika dimanfaatkan dengan tepat. Tapi jika tidak disiapkan, justru bisa menjadi beban," lanjutnya.

Kombes Sumarni juga mengingatkan bahaya di balik kemajuan teknologi. Meski membawa banyak kemudahan, teknologi informasi juga membuka ruang bagi penyebaran konten negatif seperti pornografi, radikalisme digital, hoaks, dan kejahatan siber.

"Di era keterbukaan ini, konten baik dan buruk bisa viral dalam hitungan detik. Santri harus punya filter yang kuat. Gunakan teknologi untuk belajar, berdakwah, dan berinovasi. Jangan sampai kalian justru menjadi korban dari kemajuan itu sendiri," tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti maraknya kejahatan lintas negara seperti narkotika, perdagangan orang, dan penyelundupan. Ia menekankan pentingnya keteguhan iman untuk menjauhi narkoba dan segala bentuk penyimpangan moral.

"Jangan pernah mendekati narkoba. Sekali terjerumus, masa depan bisa hancur. Negara kita sedang dalam kondisi darurat narkoba. Kita butuh generasi yang bersih dan kuat secara moral," katanya.

Tak hanya isu global, Kapolresta juga menyoroti persoalan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang masih belum optimal. Ia mengajak para santri untuk turut ambil peran dalam pengelolaan SDA secara adil dan berkelanjutan di masa depan.

Di akhir penyampaiannya, ia menegaskan bahwa korupsi adalah musuh bersama yang harus diberantas karena tidak hanya merugikan negara, tapi juga merusak nilai-nilai moral bangsa. (Ara)

Mengulas Relasi di Seminar Internasional, FUA Soroti Bahasa dan Budaya dalam Rantai Ilmu Islam

CIREBON, FC – Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan seminar internasional bertajuk “Bahasa dan Budaya dalam Rantai Ilmu Islam: Warisan, Transformasi, dan Tantangan Kontemporer” di lantai 3 Gedung Rektorat UINSSC. 

Wakil Dekan Bidang Akademik FUA, Wakhid Nashruddin, PhD, membuka kegiatan dengan apresiasinya terhadap penyelenggaraan seminar internasional ini. 

Ia menyebut bahwa FUA menjadi percontohan dalam pelaksanaan Tridarma perguruan tinggi dilingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, khususnya dalam membangun jejaring akademik internasional. (5/5).

Seminar internasional ini menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri. Prof. Dr. Moqbel Al-Huzali, MA, Guru Besar Ilmu Linguistik di Umm Al-Qura University, Mekkah Al-Mukarramah, Kingdom of Saudi Arabia. 

Prof Moqbel membahas paradigma pembelajaran bahasa asing dan politik bahasa. Sedangkan Prof. Didin Nurul Rosyidin, PhD, Guru Besar Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengulas relasi antara bahasa, budaya, dan konstruksi peradaban manusia.

H. Abdul Jabbar, Lc., MSI, sebagai Direktur Pusat Riset Timur Tengah dan Islam/IMERC) Universitas Indonesia memaparkan peluang riset kolaboratif bidang keislaman, budaya, dan bahasa antara PTKIN dan mitra internasional. 

Sementara itu, H. Rijal Mahdi, Lc., MA, dosen Bahasa dan sastra arab (BSA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan kajian tentang sastra Arab diaspora dengan tema potret nusantara dalam catatan sastrawan Arab periode1927–2024.

Seminar internasional ini dihadiri ratusan peserta dari enam program studi di Fakultas Ushuluddin dan Adab, mencakup mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. 

Antusiasme tinggi dari berbagai elemen akademik mencerminkan dukungan kuat terhadap penguatan kajian bahasa dan budaya Islam, sekaligus menunjukkan semangat kolaboratif dalam mendorong internasionalisasi keilmuan di lingkungan FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam berbagai kesempatan, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan akademik berskala internasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi menjadi fakultas berkelas dunia. 

“Melalui seminar, kolaborasi riset, dan jejaring global, FUA membuka ruang pertukaran keilmuan lintas negara yang berbasis pada nilai-nilai keislaman, bahasa, dan budaya” ungkapnya. 

Komitmen ini sejalan dengan transformasi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap dinamika global, serta memperkuat posisi Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) sebagai pusat pengembangan ilmu yang progresif, inklusif, dan relevan di tingkat regional maupun internasional. (din)