Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 12 Juli 2025

Tim DPRD Kota Cirebon Raih Juara Satu Kategori Tournament Bergengsi

 

CIREBON.- Melalui perjuangan keras dan ketat, tim DPRD meraih juara 1 Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Kategori Instansi pada Turnamen bergengsi Cirebon Open Esport Tournament 2025 di Aula Gedung Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Sabtu-Minggu (12-13 Juli 2025).

Tim DPRD Kota Cirebon berhasil mengalahkan tim Sekretariat Dewan (Sekwan) yang juga maju ke partai final dalam kelas bergengsi yang melibatkan 34 tim Tingkat Nasional.

Kedua tim bermain saling menyerang dan mematahkan pertahanan musuhnya untuk memenangkan pertandingan partai puncak tersebut. Masing-masing tim mendapat dukungan dari supporter yang sengaja datang agar timnya keluar menjadi juara.

Tampak kehadiran Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE secara langsung membuat timnya unggul pada partai final. Andrie menjadi Ketua Tim DPRD Kota Cirebon pada ajang tersebut sehingga memberikan keunggulan bagi timnya.

Sementara juara 3 MLBB Kategori instansi dari Bea cukai yang juga tampil bagus pada event tersebut.

Pada event tersebut juga menempatkan juara 1 MLBB Kategori Umum dari Tangerang, juara 2 asal Depok dan juara ketiga dari Sukabumi.

Sedangkan juara 1 Efootball kategori Umum diraih Jepara (Jawa Tengah), peringkat kedua tim Jateng dan juara ketiga Kabupaten Cirebon.

Turnamen bergengsi Cirebon Open Esport Tournament 2025 secara resmi dibuka dan langsung disambut antusias oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh ESI Kota Cirebon ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Cirebon ke-598, dan menjadi ajang penting bagi para atlet e-sport untuk unjuk gigi di panggung kompetitif.

Ketua Panitia, Egi Syaiful Rochmat menyampaikan, turnamen ini diikuti oleh peserta dari kalangan umum, instansi pemerintahan, swasta, hingga komunitas e-sport.

Pada hari pertama, sebanyak 34 tim kategori umum yang masing-masing berisi lima pemain turut ambil bagian dalam pertandingan game Mobile Legends.

“Mereka berasal dari berbagai wilayah seperti Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Sukabumi, DKI Jakarta, serta perwakilan dari wilayah Cirebon dan sekitarnya,” ucapnya.

Egi menambahkan, kompetisi berlanjut di hari Minggu (13/7), dengan pertandingan Mobile legends kategori instansi dan e-Football yang diikuti oleh 118 peserta dari wilayah yang lebih luas, termasuk Kendal, Semarang, dan Jakarta.

Jadi hari minggu itu ada Mobile legends juga tapi yang kategori Instansi, hampir semua instansi di Kota Cirebon ikuti turnamen ini, kemudian e-football juga ada di hari minggu yang diikuti oleh 118 peserta,” tambahnya.

Untuk hadiahnya sendiri, kata Egi, sebesar 15 Juta dengan rincian turnamen Mobile Legend kategori umum sebesar 7 Juta dan kategori Instansi sebesar 5 Juta. Sementara E-Football dengan kategori umum sebesar 3 juta.

“Kami secara khusus mengucapkan terima kasih kepada SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Kota Cirebon yang ikut serta dalam mendukung suksesnya kegiatan ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua ESI Kota Cirebon, Kukuh Yudha Prasetyo mengungkapkan, penyelenggaraan Cirebon Open Esport Tournament 2025 juga dimaksudkan sebagai ajang pemanasan menuju Seleksi Daerah (Selekda) dan Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BKPORPROV), dua tahapan penting dalam kancah esport nasional.

“Cirebon Open ini memang ditujukan minimal untuk lingkup Jawa Barat karena sebentar lagi akan ada ajang bergengsi seperti Selekda dan BK PORPROV, tapi kami juga membuka ruang bagi peserta dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Dari sisi teknis turnamen Mobile Legend, kata Kukuh, kompetisi menggunakan sistem pertandingan Best of One (BO1) sejak babak 32 besar hingga 8 besar untuk kategori umum, dan beralih ke sistem Best of Three (BO3) dari perempat final hingga partai puncak. Untuk e-Football, seluruh pertandingan berlangsung dengan sistem gugur.

“Teknisnya sendiri Mobile Legend per tim akan bermain 2 babak, sementara E-Football itu sistem gugur, yang kalah langsung gugur,” katanya.

Menanggapi antusiasme peserta, Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengapresiasi terselenggaranya turnamen ini. 

Kepala Dispora, Irawan Wahyono menyebut ajang ini sebagai salah satu turnamen bergengsi yang mendorong minat generasi muda terhadap olahraga e-sport di Kota Cirebon.

“Ini luar biasa, sebuah turnamen bergengsi yang diikuti banyak generasi muda. E-sport saat ini sudah menjadi olahraga yang tidak hanya prestisius, tetapi juga menjadi bagian dari dunia olahraga pelajar,” ujarnya.

Dengan penyelenggaraan yang sukses dan antusiasme yang tinggi, Irawan berharap Cirebon Open Esport Tournament 2025 menjadi agenda tahunan yang memperkuat ekosistem e-sport di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat.

“Semoga setiap tahun akan ada turnamen bergengsi seperti ini yang akan diselenggarakan oleh ESI Kota Cirebon,” pungkasnya. (din)

UIN Siber Cirebon dan Asia e University Malaysia Perkuat Sinergi Internasional

 

JAKARTA, FC — Komitmen Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) dalam membangun jejaring internasional dan transformasi digital pendidikan tinggi terus diperkuat. 

Hal ini ditunjukkan melalui pertemuan strategis antara UINSSC dan Asia e University (AeU) Malaysia, yang digelar di Hotel Pullman Jakarta sebagai bagian dari agenda “Study in Malaysia” oleh Education Malaysia Global Services (EMGS). (12/07).

Dalam pertemuan tersebut, UINSSC diwakili oleh Wakil Rektor III, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., sementara AeU hadir melalui Vice Chancellor Prof. Dr. Noor Raihan Ab Hamid dan Dean of School of Science & Technology, Professor Ts. Dr. Aedah Abd Rahman.

Pertemuan ini menjadi momen penting dalam membahas tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani sebelumnya, khususnya dalam penguatan ekosistem digital kampus dan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Sebagai satu-satunya kampus PTKIN berbasis siber di Indonesia, UINSSC memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong digitalisasi pendidikan tinggi Islam. Kolaborasi dengan AeU yang sudah berpengalaman dalam pembelajaran daring dan riset teknologi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas akademik dan kelembagaan kami,” ujar Prof. Dr. Hajam.

Visi Sejalan untuk Pendidikan Digital Global

Sementara itu, Prof. Dr. Noor Raihan Ab Hamid mengungkapkan bahwa pihaknya melihat UINSSC sebagai mitra prioritas dalam upaya memperluas jangkauan kerja sama pendidikan digital di kawasan Asia Tenggara. 

Ia menyatakan bahwa UIN Siber adalah institusi pertama yang dijajaki saat kunjungannya ke Indonesia, sebagai simbol kesamaan visi dan komitmen dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berbasis teknologi.

“Kerja sama ini bukan hanya administratif, tapi kami memandangnya sebagai kemitraan strategis yang memiliki potensi dampak nyata di bidang pendidikan digital — khususnya untuk membangun jembatan pengetahuan antarnegara serumpun,” jelasnya.

Kolaborasi Riset, Pertukaran Akademik, dan Kurikulum Digital

Dalam kesempatan yang sama, Professor Ts. Dr. Aedah Abd Rahman menyampaikan bahwa AeU sangat antusias menjajaki kolaborasi jangka panjang, termasuk dalam pengembangan kurikulum digital bersama, program pertukaran dosen dan mahasiswa, serta riset kolaboratif berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon merupakan mitra potensial yang progresif. Kami melihat keseriusan mereka dalam mentransformasikan budaya akademik menuju arah digital. Ini adalah kemitraan berbasis kesetaraan dan inovasi,” ujarnya.

Menuju Realisasi Program Nyata

Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan awal untuk menyusun roadmap implementasi kerja sama, yang meliputi penguatan Learning Management System (LMS), pengembangan modul daring lintas negara, pelatihan pengembangan SDM digital, serta kolaborasi dalam konferensi internasional bertema pendidikan siber.

Langkah ini menegaskan peran UINSSC sebagai pionir kampus keagamaan berbasis siber yang terus melebarkan pengaruhnya di tingkat regional dan global, serta memperkuat ekosistem digital yang inklusif, adaptif, dan kolaboratif.

Dengan sinergi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Asia e University Malaysia, harapan terhadap pendidikan tinggi Islam yang unggul, digital, dan berdaya saing global kini semakin dekat dengan kenyataan. (din)


Teken MoU, UIN Siber Cirebon dan Komdigi, Prof Hajam : Kerjasama ini Sesuai Dengan Visi Besar UINSSC Sebagai Kampus Siber

CIREBON, FC - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon atau Cyber Islamic University (CIU) kembali menunjukkan langkah progresifnya sebagai pionir transformasi digital di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). 

Melalui audiensi resmi yang digelar di Jakarta, UINSSC menjajaki kerja sama strategis dengan Kominfo Digital (Komdigi), khususnya Badan Pengembangan SDM Kominfo Digital. (11/07).

Pertemuan berlangsung penuh semangat kolaboratif antara delegasi UINSSC yang dipimpin oleh Wakil Rektor III Prof. Dr. Hajam, M.Ag., bersama Basiran, M.Ag. (Kepala Admisi dan Promosi), serta Indra Gunawan, M.Pd. (Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi). Mereka diterima langsung oleh Dr. Ir. Bonifasius Wahyu Pudjianto, M.Eng., Kepala Badan Pengembangan SDM Komdigi.

Dalam sambutannya, Dr. Bonifasius menyampaikan apresiasi luar biasa terhadap UIN Siber yang disebutnya sebagai “satu-satunya kampus siber di lingkungan PTKIN.” Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dengan UINSSC untuk memperkuat ekosistem budaya digital di kalangan sivitas akademika.

“Pengembangan budaya digital di lingkungan pendidikan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Kami melihat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai mitra strategis dalam membentuk SDM unggul yang mampu menjawab tantangan era transformasi digital nasional,” ujarnya.

UIN Siber Siap Menjadi Model Kampus Digital Masa Depan

Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Hajam, M.Ag. menyampaikan bahwa kerja sama dengan Komdigi sejalan dengan visi besar UINSSC sebagai kampus transformasional yang mengintegrasikan teknologi, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai keislaman.

“Budaya digital bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang cara berpikir, cara bekerja, dan cara berinteraksi dalam seluruh sistem kampus. Mulai dari pembelajaran, kurikulum, hingga layanan administrasi akademik — semuanya harus terdigitalisasi,” tegasnya.

Prof. Hajam menambahkan bahwa kolaborasi dengan Komdigi akan membuka ruang bagi pelatihan kompetensi digital, penyusunan modul literasi digital, serta riset bersama untuk pengembangan inovasi pendidikan berbasis teknologi.

Literasi Digital untuk Mahasiswa yang Kompetitif

Basiran, M.Ag., selaku Kepala Admisi dan Promosi, turut menekankan pentingnya literasi digital sebagai modal utama bagi mahasiswa untuk berkompetisi di era 5.0. Ia melihat pelatihan digital sebagai bagian dari strategi branding kampus siber yang sesungguhnya.

“Mahasiswa kita harus disiapkan tidak hanya untuk lulus, tetapi juga untuk unggul. Pelatihan siber adalah bagian dari transformasi karakter dan kompetensi yang harus terus kita perkuat,” ujarnya.

Sementara itu, Indra Gunawan, M.Pd., menyampaikan bahwa LSP UIN Siber siap menjadi mitra strategis Komdigi dalam penyusunan dan pelaksanaan skema sertifikasi digital yang diakui BNSP.

“Kami ingin membekali lulusan UIN Siber tidak hanya dengan ijazah, tetapi juga sertifikasi kompetensi digital yang terstandardisasi dan dibutuhkan dunia kerja,” jelasnya.

Komitmen Bersama Kembangkan SDM Digital Unggul

Dalam sesi presentasi, Fahrizal Lukman Budiono, S.Kom., M.M., Ph.D., selaku Senior Human Resources Analyst di Komdigi, menjelaskan peran krusial lembaganya dalam mendukung pengembangan kapasitas digital masyarakat Indonesia, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarsektor untuk mempercepat peningkatan SDM digital nasional.

“Kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti UIN Siber akan memperkuat fondasi literasi digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” paparnya.

Menuju Penandatanganan MoU Resmi

Pertemuan strategis ini menjadi pondasi penting menuju penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Komdigi. 

MoU tersebut akan menjadi payung kerja sama penguatan budaya digital di lingkungan PTKIN, pengembangan modul dan pelatihan literasi digital, serta sertifikasi kompetensi digital nasional.

Dengan penjajakan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya sebagai pelopor kampus keagamaan berbasis teknologi yang siap bersinergi dengan pemerintah untuk mencetak generasi unggul dan adaptif menghadapi tantangan zaman. (din)

Jumat, 11 Juli 2025

Rumah Sakit Berbasis Masyarakat Hadir di 10 Puskesmas Kota Cirebon

CIREBON -  Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui program Rumah Sakit Berbasis Masyarakat (RSBM). 

Program ini kembali diintensifkan dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk 32 dokter spesialis dari sejumlah rumah sakit di Kota Cirebon, Jumat (11/7/2025). 

RSBM merupakan layanan kesehatan yang dirancang untuk menjangkau masyarakat langsung di luar gedung rumah sakit. Layanan ini mengintegrasikan upaya promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif dengan melibatkan dokter spesialis yang turun langsung ke fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas.

"RSBM ini sudah digagas sejak 2006 hingga 2024 oleh para dokter spesialis, dan alhamdulillah tahun ini kita mulai lagi dengan semangat baru," ujar Wali Kota.

RSBM mencakup di beberapa puskesmas Kota Cirebon. Diantaranya, Puskesmas Kejaksan, Puskesmas Gunung Sari, Puskesmas Majasem, Puskesmas  Jagastru, Puskesmas Pegambiran, Puskesmas Cangkol,Puskesmas  Kalitanjung, Puskesmas  Sitopeng, dan Puskesmas  Kalijaga.

Layanan yang ada berupa spesialis di bidang kebidanan, kesehatan anak, dan jantung. Keberadaan dokter spesialis di puskesmas ini tak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga berperan dalam transfer pengetahuan bagi tenaga kesehatan setempat serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Upaya ini juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan tingkat pertama. Dengan adanya layanan spesialis di puskesmas, masyarakat dapat memperoleh layanan berkualitas tanpa harus merujuk ke rumah sakit yang lebih besar.

"Mudah-mudahan niat baik kita semua dalam membantu masyarakat ini diberi kelancaran dan keberkahan. Semoga program RSBM bisa terus maju dan berjalan dengan baik," pungkas Wali Kota.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr Siti Maria, program RSBM memiliki peran penting dalam mendekatkan layanan spesialis kepada masyarakat. 

"Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kota Cirebon, sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan," jelasnya.

Siti Maria menyatakan, rakor ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk membangun sinergi antara rumah sakit, puskesmas, tenaga kesehatan, serta masyarakat. 

Dalam diskusi yang berlangsung, juga dibahas model koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan RSBM berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan aktif para dokter spesialis yang bersedia turun langsung ke lapangan. Ini bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan tak selalu harus menunggu pasien datang ke rumah sakit,” tambahnya.

Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, fasilitas layanan kesehatan, dan masyarakat, Pemerintah Kota Cirebon optimistis program RSBM mampu menjadi model pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat lokal. (din)



Wakil Wali Kota Dukung Wirausaha Muda: Menanam Semangat dan Menuai Kemandirian


CIREBON – Dalam upaya memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan ekonomi daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cirebon menyelenggarakan pelatihan bertema “Pengembangan Manajemen Kewirausahaan untuk Ekonomi yang Berkelanjutan” di Kedai Terserah, Jumat (11/7/2025) . 

Kegiatan ini mendapat perhatian dan apresiasi langsung dari Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang hadir dan memberikan sambutan serta motivasi kepada para peserta.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menekankan pentingnya keberadaan wirausahawan muda sebagai elemen vital dalam pembangunan ekonomi lokal. Ia menyampaikan bahwa tidak selamanya pembangunan harus bertumpu pada proyek-proyek besar atau investasi korporasi. 

Menurutnya, justru inisiatif dan kreativitas anak-anak muda lah yang akan menjadi pembeda dalam membentuk masa depan perekonomian daerah.

“Kita tidak bisa hanya bertumpu pada investasi besar atau proyek-proyek pemerintah. Harus ada ruang yang luas bagi tumbuhnya inisiatif dari pemuda. Karena mereka inilah kelak yang akan menciptakan lapangan kerja, memunculkan inovasi, dan memperkuat daya saing Kota Cirebon,” ujarnya.

Wakil Wali Kota juga menyebut bahwa tema pelatihan kali ini sangat relevan dengan kondisi zaman. Di era perubahan teknologi yang cepat, disrupsi pasar, dan dinamika sosial yang kompleks, pendekatan kewirausahaan yang adaptif dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pilihan.

“Membekali pemuda dengan manajemen kewirausahaan berkelanjutan itu penting, bahkan mendesak. Kita tidak ingin hanya mencetak pedagang musiman, tapi entrepreneur sejati yang tahan banting, punya visi, dan siap beradaptasi dengan tantangan zaman,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cirebon memiliki komitmen serius dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya kewirausahaan muda. 

“Mulai dari pelatihan, inkubasi usaha, penyederhanaan izin usaha, hingga sinergi dengan komunitas dan pelaku dunia usaha, semuanya adalah bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan Kota Cirebon yang Setara Berkelanjutan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Wakil Wali Kota berpesan agar peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi benar-benar menyerap pengetahuan dan menjadikan pelatihan ini sebagai langkah awal. 

“Jangan tunggu sempurna. Bisnis hebat lahir dari keberanian untuk belajar sambil berjalan. Dan ingat, menjadi wirausahawan bukan hanya soal laba, tapi soal manfaat yang bisa kita hadirkan bagi masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Cirebon, Irawan Wahyono, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membentuk pemuda yang mandiri dan berdaya saing. 

Ia menyebut ada tiga fokus utama yang dijalankan Dispora yakni penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan pemuda.

“Kegiatan ini strategis. Kami berharap peserta benar-benar bisa menyerap ilmu yang disampaikan, dan menerapkannya agar usaha mereka bisa berkelanjutan dan mandiri. Kita ingin pemuda Kota Cirebon tidak hanya siap kerja, tapi juga siap menciptakan pekerjaan,” ujar Irawan.

Kegiatan pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan teori, tetapi juga praktik langsung serta berbagi pengalaman dari pelaku usaha yang telah sukses. 

Diharapkan, dari kegiatan ini akan muncul generasi baru wirausahawan muda yang bukan hanya kuat secara bisnis, tetapi juga membawa dampak sosial positif bagi lingkungan sekitar.

"Dengan semangat kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, Kota Cirebon menatap masa depan yang lebih berdaya saing dengan pemuda sebagai ujung tombaknya," harapnya. (Nur)