Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 01 Agustus 2025

Sapa Warga Jadi Ruang Dialog, Komitmen Pemkot Cirebon Hadir Menyerap Aspirasi dan Menghadirkan Solusi



CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon melalui program unggulan Sapa Warga kembali digelar, Jumat (1/8/2025). Kali ini pelaksanaan Sapa Warga diadakan di RW 15, Kampung Gambir Baru, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk. Warga berbondong-bondong menyambut kehadiran layanan terpadu yang ada.

Program ini menghadirkan berbagai layanan publik secara gratis dan langsung di lingkungan warga. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, pelayanan administrasi kependudukan, pengurusan BPJS, konsultasi keluarga, hingga kehadiran SIM  dan Samsat Keliling. Warga pun merasa terbantu, karena berbagai urusan administratif bisa dituntaskan tanpa harus jauh-jauh datang ke kantor pelayanan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, Sekretaris Daerah, Agus Mulyadi, para Asisten, Staf Ahli, para kepala perangkat daerah, perwakilan DPRD Kota Cirebon dan kepala BUMD. 

Wali Kota dalam kesempatan tersebut mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan untuk mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat. 

"Lewat Sapa Warga ini, kami tidak hanya hadir membawa layanan, tapi juga mendengar langsung dan berdiskusi dengan warga. Aspirasi warga tentang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan menjadi semangat kami untuk terus bekerja lebih baik," ujar Wali Kota.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat. Ia menyebut kegiatan rutin bersih-bersih yang dilakukan warga setiap akhir pekan sebagai contoh baik yang patut dipertahankan. 

"Kebersihan adalah bagian dari iman dan budaya. Semangat warga di RW 15 luar biasa. Ini perlu dijaga dan diwariskan," ungkapnya.

Namun, Wali Kota juga menyoroti satu hal yang masih menjadi perhatian serius, yakni kebiasaan membuang sampah ke sungai. Dengan nada tegas namun hangat, ia mengingatkan warga untuk tidak lagi mencemari aliran sungai yang merupakan bagian penting dari sistem kehidupan kota. 

"Saya minta dengan sangat, jangan lagi buang sampah ke sungai. Sungai itu bukan tempat sampah. Ia adalah nadi kehidupan kita. Jika kita kotori, kita sendiri yang akan menuai dampaknya," tegasnya.

Ia kemudian mengajak seluruh warga untuk berperan aktif menjaga lingkungan. Menurutnya, tidak cukup hanya pemerintah yang bergerak. 

"Kami butuh tangan-tangan warga untuk menjaga sungai, jalan, dan ruang-ruang publik. Kita jaga kota ini bersama-sama," ajak Wali Kota.

Di tahun 2025 ini, Pemerintah Kota Cirebon melalui DPRKP telah mencatat sejumlah langkah konkret. Terdapat 14 rumah tidak layak huni (utilahu) di Kelurahan Pegambiran yang akan diperbaiki. 

Selain itu, dilanjutkan pula pembangunan PAUD, revitalisasi baperkam, serta perbaikan jalan lingkungan dan saluran air. Semua pekerjaan ini dilaksanakan secara bertahap demi pemerataan pembangunan yang adil.

Wali Kota menegaskan pentingnya peran serta warga dalam mengawal setiap proses pembangunan. "Kami membuka ruang selebar-lebarnya bagi warga untuk memberi masukan dan memantau jalannya program. Kerja besar ini tidak bisa ditanggung sendiri oleh pemerintah. Ini kerja kita bersama," tuturnya.

Kegiatan Sapa Warga kali ini menjadi lebih dari sekadar kunjungan pelayanan. Ia menjadi wujud nyata dari pemerintahan yang hadir, mendengar, dan bertindak. Di tengah hiruk pikuk kehidupan kota, pertemuan semacam ini menjadi oase yang menghidupkan kembali hubungan antara pemimpin dan rakyat.

Dalam suasana penuh keakraban itu, harapan tumbuh. Harapan akan kota  Kota Cirebon yang Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman, dan Berkelanjutan (Setara Berkelanjutan). Sebab di balik setiap keluhan dan aspirasi yang ditampung, ada mimpi yang perlahan-lahan sedang diwujudkan, bersama. (din)



Tiga Mahasiswi UIN Siber Cirebon Raih Penghargaan Nasional Berkat Ide Tisu Ramah Lingkungan

UIN Siber Cirebon – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Tiga mahasiswa Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) berhasil meraih Favorit 2 Nasional dalam Kompetisi Ilmiah PTKIN/S 2025 kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh Forum Dekan Saintek PTKIN.

Tim yang terdiri dari Sabrina Ferilli (Ketua), Erika Nur Meylawati, dan Etris Fatikhah Sari ini sukses memikat dewan juri dengan karya ilmiah berjudul:

“Pemanfaatan Limbah Bulu Ayam dalam Pembuatan Tisu Ramah Lingkungan untuk Mewujudkan Kehidupan Berkelanjutan Berlandaskan Nilai Keislaman.”

Ajang kompetisi ini digelar secara daring melalui Zoom pada Selasa, 22 Juli 2025, pukul 09.00–12.00 WIB. Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem keilmuan yang kolaboratif dan mempererat silaturahmi akademik antar-PTKIN di seluruh Indonesia.

Inovasi dari Limbah Jadi Solusi Berkelanjutan

Dalam presentasinya, Sabrina Ferilli menjelaskan bahwa karya ini dilatarbelakangi oleh masalah limbah bulu ayam yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kami mencoba menawarkan solusi yang bermanfaat, yakni mengolah limbah bulu ayam menjadi tisu ramah lingkungan. Inovasi ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga berpeluang menjadi produk baru yang mendukung konsep keberlanjutan berbasis nilai keislaman,” ungkap Sabrina.

Ia menambahkan, keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan mampu bersaing dalam kompetisi sains dan teknologi, yang selama ini identik dengan mahasiswa Saintek.

Apresiasi dan Dukungan Penuh

Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan para dosen, yakni Mujib Ubaidillah, M.Pd., Dr. Evi Roviati, S.Si., M.Pd., dan Dr. Yuyun Maryuningsih, M.Pd.

“Terima kasih atas dukungan dan arahan dosen pembimbing. Prestasi ini menjadi bukti bahwa Tarbiyah tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga bisa berkontribusi dalam pengembangan inovasi berbasis sains,” tutur Erika.

Etris Fatikhah Sari menambahkan motivasi untuk generasi muda:

“Akan ada rintangan pada setiap tantangan. Namun, ketika kita berani mencoba, kita mampu memberikan kontribusi yang berarti.”

Inspirasi dari Tarbiyah untuk Indonesia

Menjadi Favorit 2 Nasional dalam ajang LKTIN PTKIN 2025 adalah bukti bahwa mahasiswa Tarbiyah mampu menembus batas dan bersaing di kancah ilmiah nasional. Inovasi yang diusung ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat dan industri untuk mengolah limbah menjadi produk bermanfaat, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs). (din)

Tim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih Predikat Favorit 3 Nasional dalam Kompetisi Ilmiah PTKIN 2025

 


UIN Siber Cirebon – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) dalam ajang Kompetisi Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Tahun 2025. Dalam cabang lomba Mini Hackathon “Tech for Ummah”, tim Bioinformatic Area UIN SSC berhasil meraih Predikat Favorit 3 Nasional melalui inovasi “Kalkulator BMI dengan Fitur Rekomendasi Makanan dan Olahraga untuk Meningkatkan Kesadaran Status Gizi Siswa Madrasah”.

Kompetisi ini berlangsung secara daring melalui Zoom, dengan tahap penyisihan pada 16–21 Juli 2025 dan babak final pada 22 Juli 2025 pukul 09.00–12.00 WIB. Lomba Mini Hackathon menantang mahasiswa untuk merancang aplikasi atau situs web inovatif sebagai solusi praktis terhadap permasalahan umat, dengan tema besar “Tech for Ummah”.

Inovasi Unggulan: Solusi Digital untuk Gizi dan Kesehatan Islami

Tim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang diketuai Lokajaya (Jurusan Tadris Biologi) bersama anggota Muh. Arya Pangestu (Jurusan Informatika) merancang aplikasi kalkulator BMI yang dilengkapi fitur rekomendasi makanan halal dan olahraga sesuai nilai-nilai Islam. Aplikasi ini mengedepankan personalisasi berdasarkan hasil BMI, usia, jenis kelamin, serta mempertimbangkan budaya lokal dan ketersediaan bahan makanan setempat.

Keunggulan aplikasi ini antara lain:

✅ Sistem rekomendasi Islami – Hanya menyarankan makanan halalan thayyiban dan menekankan prinsip kesehatan Islami.

✅ Fitur offline – Data dapat diakses tanpa koneksi internet, mendukung kemandirian siswa madrasah.

✅ Integrasi edukasi spiritual – Mengingatkan doa sebelum/sesudah makan dan menjaga amanah tubuh sebagai ibadah.

“Aplikasi ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk meningkatkan kesadaran gizi siswa madrasah, sekaligus mendukung pola hidup sehat sesuai syariat,” ujar Lokajaya, Ketua Tim.

Dampak Nyata untuk Generasi Madrasah

Inovasi ini dinilai strategis dalam menjawab tantangan gizi dan obesitas di kalangan pelajar, dengan potensi menjadi media pendamping guru dan orang tua. Aplikasi ini juga dapat diterapkan di madrasah lain sebagai model edukasi gizi Islami berbasis teknologi.

Ketua Panitia Kompetisi Ilmiah PTKIN/S 2025, Dr. Ir. Ledis Heru Saryono Putro, M.Si., mengapresiasi seluruh peserta:

“Semoga semangat ilmiah ini terus tumbuh, menginspirasi langkah nyata dalam mewujudkan peradaban Islam yang unggul dan berkelanjutan,” ujarnya.

Tim UIN SSC juga mengucapkan terima kasih atas bimbingan dosen pembimbing: Mujib Ubaidillah, M.Pd., Dr. Evi Roviati, S.Si., M.Pd., dan Dr. Yuyun Maryuningsih, M.Pd.

Dengan capaian ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan inovasi digital dan nilai-nilai keislaman untuk solusi yang bermanfaat luas bagi masyarakat. (din)

Delegasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih Predikat Presenter Terbaik di ICEMT 2025 Jepang

UIN Siber Cirebon (Osaka, Jepang) – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC), yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU). 

Tiga dosen UIN SSC berhasil mengukir prestasi internasional dengan meraih penghargaan Best Oral Presenter dalam ajang bergengsi The 9th International Conference on Education and Multimedia Technology (ICEMT 2025) yang digelar di Osaka, Jepang, pada 29 Juli–1 Agustus 2025.

ICEMT 2025: Ajang Bergengsi Dunia Pendidikan dan Teknologi

ICEMT 2025 mengusung tema “Innovative Technologies in Education: Redefining the Learning Experience”. Konferensi internasional bergengsi ini menghadirkan delegasi dari lebih dari 40 negara, di antaranya: Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Australia, Prancis, Belanda, Rusia, Jerman, Malaysia, India, Arab Saudi, hingga Afrika Selatan. Dari kawasan Asia Tenggara, Indonesia tampil percaya diri melalui karya inovatif UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, bersanding dengan perguruan tinggi kelas dunia.

Ketiga dosen tersebut adalah:

✅ Dr. Tamsik Udin, M.Pd. (Prodi PGMI, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan)

✅ Nur Atikoh, M.Pd. (Prodi PGMI, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan)

✅ Ana Humardhiana, M.Hum. (Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam).

Mereka mempresentasikan riset berjudul “Nusantara Folklore Reimagined: AR as a Tool for Bilingual Communication Development in Generation Alpha”, yang merupakan bagian dari proyek riset Mora the Airfund.

Teknologi AR untuk Pelestarian Budaya Nusantara

Penelitian ini mengangkat inovasi pembelajaran bilingual berbasis cerita rakyat Nusantara dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR). Pendekatan ini mendapat apresiasi tinggi karena mampu menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi modern untuk menjawab tantangan pendidikan generasi Alpha.

“Kami bangga dapat menghadirkan kekayaan budaya Nusantara melalui teknologi modern dalam forum internasional ini. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan berbasis kearifan lokal mampu bersaing di level global,” ujar Dr. Tamsik Udin, ketua delegasi.

Konferensi ini menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran ide terbaru tentang integrasi teknologi dalam dunia pendidikan. Pada hari pertama, sesi keynote speech menampilkan profesor ternama dari Amerika, China, Jepang, Taiwan, dan Filipina yang membahas inovasi multimedia dalam pembelajaran.

Membuka Peluang Kerja Sama Global

Keberhasilan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam forum internasional ini tidak hanya mengharumkan nama kampus, tetapi juga membuka peluang kerjasama riset dan pengembangan teknologi pendidikan dengan berbagai perguruan tinggi dunia.

Prestasi ini sejalan dengan visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menjadi pusat unggulan pendidikan, penelitian, dan inovasi digital yang berdaya saing global. 

Partisipasi aktif dosen dalam ajang internasional seperti ICEMT 2025 diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus melahirkan karya inovatif yang berdampak global. (din)

FGD Peningkatan Tata Kelola PTKIN se-Jawa Tengah, Ponorogo & Cirebon: Sinergi Menuju Daya Saing Global

SARANGAN - Dalam rangka memperkuat tata kelola dan meningkatkan daya saing Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), sejumlah pimpinan dan pengelola PTKIN dari wilayah Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon berkumpul dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Sinergi dan Kolaborasi PTKIN Se-Jawa Tengah, Ponorogo dan Cirebon untuk Meningkatkan Daya Saing Global".

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Sarangan ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan ide, gagasan, serta praktik terbaik dalam tata kelola kelembagaan, manajemen akademik, layanan mahasiswa, hingga penguatan sistem digitalisasi dan inovasi pendidikan.

Pranata Muda Humas UIN Siber Cirebon, H.M.Arifin, M.PdI dalam keterangannya menjelaskan, FGD ini menjadi momentum penting untuk mempererat jejaring kelembagaan antarpihak, dengan semangat kolaborasi yang berlandaskan prinsip FASYA SEHATI (Smart, Empathy, Humanist, Active, Transparent, and Impressive).

"Tantangan global menuntut PTKIN untuk bertransformasi, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pengelolaan sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, serta integritas layanan publik. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Era sekarang adalah era kolaborasi. Dengan sinergi yang kuat, PTKIN dari berbagai daerah bisa membangun daya saing yang kokoh di tingkat nasional maupun global," ujarnya.

Dijelaskan, peserta FGD terdiri dari para Wakil Rektor, Dekan, Kepala Biro, dan jajaran strategis lainnya. Mereka terlibat aktif dalam berbagai sesi diskusi tematik yang membahas isu-isu strategis, seperti transformasi digital, akreditasi internasional, penguatan moderasi beragama, hingga reformasi birokrasi.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyusunan rekomendasi bersama sebagai langkah konkret tindak lanjut untuk penguatan tata kelola di masing-masing PTKIN. (Nur)