Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 04 Agustus 2025

Lewat DBH CHT, Nelayan Cirebon Dapat Jaminan Ketenagakerjaan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan terhadap nelayan.

Bupati Cirebon, Imron, mengapresiasi PKS tersebut karena menyangkut hak kebutuhan dasar masyarakat, utamanya nelayan.

Hal tersebut disampaikan Imron pada saat penandatanganan PKS yang berlangsung di ruang rapat Bupati Cirebon, Senin (4/8/2025).

Pelaksanaan program jaminan ketenagakerjaan bagi nelayan di Kabupaten Cirebon ini didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT).

Hal ini sesuai dengan Peraturan Bupati Cirebon Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Peraturan Bupati Cirebon Nomor 18 Tahun 2025 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Jumlah nelayan yang terkaver jaminan ketenagakerjaan pada 2025 dari DBHCT sebanyak 2.358 orang.

“Hari ini kami mengadakan Perjanjian Kerja Sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Karena, fungsi negara atau pemerintah itu adalah melayani masyarakat dalam kebutuhan dasarnya, seperti masalah kesehatan dan pendidikan,” kata Imron.

Imron mengaku, saat ini Pemkab Cirebon terus berupaya mengurai permasalahan yang menjerat warga kurang mampu atau prasejahtera.

Pemkab Cirebon terus menggali inovasi agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kelompok rentan bisa terpenuhi.

“Kami berterima kasih, karena sudah terjalin PKS. Program ini untuk nelayan. Ke depan setelah ini, kita bisa menyasar untuk pekerja rentan lainnya. Supaya masyarakat itu tidak khawatir soal jaminan ketenagakerjaan dan kesehatannya,” tuturnya. (din)


Selama ini, Pemkab Cirebon menanggung jaminan kesehatan warga yang tercatat sebagai penerima bantuan. Sementara itu, perusahaan juga memiliki tanggung jawab untuk mengkaver jaminan ketenagakerjaannya.


“Jangan sampai orang yang bekerja di perusahaan kemudian sakit, ternyata jaminan ketenagakerjaannya tidak ditanggung perusahaan. Sehingga jadi korban,” ucap Imron. 

Sabtu, 02 Agustus 2025

 

CIREBON – Program Ketahanan Pangan di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, sukses digelar dengan pembagian beras kepada ribuan warga penerima manfaat. Sedikitnya 1.300 lebih warga tercatat menerima bantuan beras tersebut, dan seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala.

Kuwu Desa Sampiran, Sujito, mengungkapkan bahwa pembagian beras dilakukan berdasarkan data penerima yang telah diverifikasi sebelumnya. “Semua penerima sesuai data, dan prosesnya berjalan dengan baik. Kami pastikan bantuan ini sampai tepat sasaran,” ujar Sujito, Senin (…).

Menurutnya, program ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan Desa Sampiran terhadap kebijakan pemerintah, baik dari tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat. Ia menegaskan, tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Kami ingin terus membangun desa ini melalui berbagai program yang digulirkan. Apa pun bentuknya, jika program tersebut baik untuk masyarakat, akan kami dukung penuh,” kata Sujito.

Warga yang menerima bantuan beras pun menyambut program ini dengan antusias. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan rasa syukur karena bantuan ini membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari, khususnya di tengah harga pangan yang fluktuatif.

Dengan suksesnya pelaksanaan program ini, Pemerintah Desa Sampiran berharap dapat terus melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi warga, sekaligus menjadi mitra aktif pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Jumat, 01 Agustus 2025

Sapa Warga Jadi Ruang Dialog, Komitmen Pemkot Cirebon Hadir Menyerap Aspirasi dan Menghadirkan Solusi



CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon melalui program unggulan Sapa Warga kembali digelar, Jumat (1/8/2025). Kali ini pelaksanaan Sapa Warga diadakan di RW 15, Kampung Gambir Baru, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk. Warga berbondong-bondong menyambut kehadiran layanan terpadu yang ada.

Program ini menghadirkan berbagai layanan publik secara gratis dan langsung di lingkungan warga. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, pelayanan administrasi kependudukan, pengurusan BPJS, konsultasi keluarga, hingga kehadiran SIM  dan Samsat Keliling. Warga pun merasa terbantu, karena berbagai urusan administratif bisa dituntaskan tanpa harus jauh-jauh datang ke kantor pelayanan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, Sekretaris Daerah, Agus Mulyadi, para Asisten, Staf Ahli, para kepala perangkat daerah, perwakilan DPRD Kota Cirebon dan kepala BUMD. 

Wali Kota dalam kesempatan tersebut mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan untuk mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat. 

"Lewat Sapa Warga ini, kami tidak hanya hadir membawa layanan, tapi juga mendengar langsung dan berdiskusi dengan warga. Aspirasi warga tentang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan menjadi semangat kami untuk terus bekerja lebih baik," ujar Wali Kota.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat. Ia menyebut kegiatan rutin bersih-bersih yang dilakukan warga setiap akhir pekan sebagai contoh baik yang patut dipertahankan. 

"Kebersihan adalah bagian dari iman dan budaya. Semangat warga di RW 15 luar biasa. Ini perlu dijaga dan diwariskan," ungkapnya.

Namun, Wali Kota juga menyoroti satu hal yang masih menjadi perhatian serius, yakni kebiasaan membuang sampah ke sungai. Dengan nada tegas namun hangat, ia mengingatkan warga untuk tidak lagi mencemari aliran sungai yang merupakan bagian penting dari sistem kehidupan kota. 

"Saya minta dengan sangat, jangan lagi buang sampah ke sungai. Sungai itu bukan tempat sampah. Ia adalah nadi kehidupan kita. Jika kita kotori, kita sendiri yang akan menuai dampaknya," tegasnya.

Ia kemudian mengajak seluruh warga untuk berperan aktif menjaga lingkungan. Menurutnya, tidak cukup hanya pemerintah yang bergerak. 

"Kami butuh tangan-tangan warga untuk menjaga sungai, jalan, dan ruang-ruang publik. Kita jaga kota ini bersama-sama," ajak Wali Kota.

Di tahun 2025 ini, Pemerintah Kota Cirebon melalui DPRKP telah mencatat sejumlah langkah konkret. Terdapat 14 rumah tidak layak huni (utilahu) di Kelurahan Pegambiran yang akan diperbaiki. 

Selain itu, dilanjutkan pula pembangunan PAUD, revitalisasi baperkam, serta perbaikan jalan lingkungan dan saluran air. Semua pekerjaan ini dilaksanakan secara bertahap demi pemerataan pembangunan yang adil.

Wali Kota menegaskan pentingnya peran serta warga dalam mengawal setiap proses pembangunan. "Kami membuka ruang selebar-lebarnya bagi warga untuk memberi masukan dan memantau jalannya program. Kerja besar ini tidak bisa ditanggung sendiri oleh pemerintah. Ini kerja kita bersama," tuturnya.

Kegiatan Sapa Warga kali ini menjadi lebih dari sekadar kunjungan pelayanan. Ia menjadi wujud nyata dari pemerintahan yang hadir, mendengar, dan bertindak. Di tengah hiruk pikuk kehidupan kota, pertemuan semacam ini menjadi oase yang menghidupkan kembali hubungan antara pemimpin dan rakyat.

Dalam suasana penuh keakraban itu, harapan tumbuh. Harapan akan kota  Kota Cirebon yang Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman, dan Berkelanjutan (Setara Berkelanjutan). Sebab di balik setiap keluhan dan aspirasi yang ditampung, ada mimpi yang perlahan-lahan sedang diwujudkan, bersama. (din)



Tiga Mahasiswi UIN Siber Cirebon Raih Penghargaan Nasional Berkat Ide Tisu Ramah Lingkungan

UIN Siber Cirebon – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Tiga mahasiswa Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) berhasil meraih Favorit 2 Nasional dalam Kompetisi Ilmiah PTKIN/S 2025 kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh Forum Dekan Saintek PTKIN.

Tim yang terdiri dari Sabrina Ferilli (Ketua), Erika Nur Meylawati, dan Etris Fatikhah Sari ini sukses memikat dewan juri dengan karya ilmiah berjudul:

“Pemanfaatan Limbah Bulu Ayam dalam Pembuatan Tisu Ramah Lingkungan untuk Mewujudkan Kehidupan Berkelanjutan Berlandaskan Nilai Keislaman.”

Ajang kompetisi ini digelar secara daring melalui Zoom pada Selasa, 22 Juli 2025, pukul 09.00–12.00 WIB. Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem keilmuan yang kolaboratif dan mempererat silaturahmi akademik antar-PTKIN di seluruh Indonesia.

Inovasi dari Limbah Jadi Solusi Berkelanjutan

Dalam presentasinya, Sabrina Ferilli menjelaskan bahwa karya ini dilatarbelakangi oleh masalah limbah bulu ayam yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kami mencoba menawarkan solusi yang bermanfaat, yakni mengolah limbah bulu ayam menjadi tisu ramah lingkungan. Inovasi ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga berpeluang menjadi produk baru yang mendukung konsep keberlanjutan berbasis nilai keislaman,” ungkap Sabrina.

Ia menambahkan, keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan mampu bersaing dalam kompetisi sains dan teknologi, yang selama ini identik dengan mahasiswa Saintek.

Apresiasi dan Dukungan Penuh

Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan para dosen, yakni Mujib Ubaidillah, M.Pd., Dr. Evi Roviati, S.Si., M.Pd., dan Dr. Yuyun Maryuningsih, M.Pd.

“Terima kasih atas dukungan dan arahan dosen pembimbing. Prestasi ini menjadi bukti bahwa Tarbiyah tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga bisa berkontribusi dalam pengembangan inovasi berbasis sains,” tutur Erika.

Etris Fatikhah Sari menambahkan motivasi untuk generasi muda:

“Akan ada rintangan pada setiap tantangan. Namun, ketika kita berani mencoba, kita mampu memberikan kontribusi yang berarti.”

Inspirasi dari Tarbiyah untuk Indonesia

Menjadi Favorit 2 Nasional dalam ajang LKTIN PTKIN 2025 adalah bukti bahwa mahasiswa Tarbiyah mampu menembus batas dan bersaing di kancah ilmiah nasional. Inovasi yang diusung ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat dan industri untuk mengolah limbah menjadi produk bermanfaat, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs). (din)

Tim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih Predikat Favorit 3 Nasional dalam Kompetisi Ilmiah PTKIN 2025

 


UIN Siber Cirebon – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) dalam ajang Kompetisi Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Tahun 2025. Dalam cabang lomba Mini Hackathon “Tech for Ummah”, tim Bioinformatic Area UIN SSC berhasil meraih Predikat Favorit 3 Nasional melalui inovasi “Kalkulator BMI dengan Fitur Rekomendasi Makanan dan Olahraga untuk Meningkatkan Kesadaran Status Gizi Siswa Madrasah”.

Kompetisi ini berlangsung secara daring melalui Zoom, dengan tahap penyisihan pada 16–21 Juli 2025 dan babak final pada 22 Juli 2025 pukul 09.00–12.00 WIB. Lomba Mini Hackathon menantang mahasiswa untuk merancang aplikasi atau situs web inovatif sebagai solusi praktis terhadap permasalahan umat, dengan tema besar “Tech for Ummah”.

Inovasi Unggulan: Solusi Digital untuk Gizi dan Kesehatan Islami

Tim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang diketuai Lokajaya (Jurusan Tadris Biologi) bersama anggota Muh. Arya Pangestu (Jurusan Informatika) merancang aplikasi kalkulator BMI yang dilengkapi fitur rekomendasi makanan halal dan olahraga sesuai nilai-nilai Islam. Aplikasi ini mengedepankan personalisasi berdasarkan hasil BMI, usia, jenis kelamin, serta mempertimbangkan budaya lokal dan ketersediaan bahan makanan setempat.

Keunggulan aplikasi ini antara lain:

✅ Sistem rekomendasi Islami – Hanya menyarankan makanan halalan thayyiban dan menekankan prinsip kesehatan Islami.

✅ Fitur offline – Data dapat diakses tanpa koneksi internet, mendukung kemandirian siswa madrasah.

✅ Integrasi edukasi spiritual – Mengingatkan doa sebelum/sesudah makan dan menjaga amanah tubuh sebagai ibadah.

“Aplikasi ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk meningkatkan kesadaran gizi siswa madrasah, sekaligus mendukung pola hidup sehat sesuai syariat,” ujar Lokajaya, Ketua Tim.

Dampak Nyata untuk Generasi Madrasah

Inovasi ini dinilai strategis dalam menjawab tantangan gizi dan obesitas di kalangan pelajar, dengan potensi menjadi media pendamping guru dan orang tua. Aplikasi ini juga dapat diterapkan di madrasah lain sebagai model edukasi gizi Islami berbasis teknologi.

Ketua Panitia Kompetisi Ilmiah PTKIN/S 2025, Dr. Ir. Ledis Heru Saryono Putro, M.Si., mengapresiasi seluruh peserta:

“Semoga semangat ilmiah ini terus tumbuh, menginspirasi langkah nyata dalam mewujudkan peradaban Islam yang unggul dan berkelanjutan,” ujarnya.

Tim UIN SSC juga mengucapkan terima kasih atas bimbingan dosen pembimbing: Mujib Ubaidillah, M.Pd., Dr. Evi Roviati, S.Si., M.Pd., dan Dr. Yuyun Maryuningsih, M.Pd.

Dengan capaian ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan inovasi digital dan nilai-nilai keislaman untuk solusi yang bermanfaat luas bagi masyarakat. (din)