Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 07 Agustus 2025

Billiard Kian Diminati Kaum Millineal, POBSI Siap Cetak Atlit Berbakat

CIREBON — Olahraga biliar kini semakin populer di kalangan generasi milenial, termasuk di Cirebon. Tren positif ini menjadi angin segar bagi perkembangan dunia olahraga biliar, sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon.

Minat yang tinggi dari kalangan muda ini tidak hanya terlihat dari antusiasme mereka di berbagai arena latihan, tetapi juga dari konsistensi mereka dalam mengikuti pembinaan yang rutin dilakukan oleh POBSI. Setiap hari, sejumlah atlet muda tampak intens berlatih, baik dalam hal teknik pukulan, strategi permainan, hingga pengaturan setelan bola.

“Ini momentum yang sangat baik. Minat anak-anak muda terhadap biliar makin meningkat. Kami dari POBSI Kota Cirebon tentu sangat bangga dan terus mendorong mereka untuk berkembang,” ujar Rudi, Ketua POBSI Kota Cirebon.

Menurutnya, pembinaan dilakukan secara berkelanjutan, dengan tujuan mempersiapkan bibit-bibit atlet potensial untuk menghadapi berbagai kejuaraan, baik di tingkat lokal seperti POP Kota maupun tingkat provinsi seperti Porda. Selain peningkatan teknik, mental tanding dan kedisiplinan juga menjadi fokus dalam setiap sesi latihan.

Sekretaris Persatuan Olahraga Billiard Seluruh Indonesia (POBSI) Cirebon, Doni, mengungkapkan, bahwa popularitas olahraga billiard di Cirebon terus menanjak, terutama di kalangan generasi milenial. Hal ini dinilai sebagai peluang besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah.

Tren positif, kata Doni, seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah. Menurutnya, antusiasme anak muda terhadap billiard perlu diarahkan melalui jalur pembinaan yang tepat.

“Potensi ini sangat sayang jika tidak dimanfaatkan. Pemerintah daerah harus mendukung pembinaan melalui wadah-wadah atlet junior, baik lewat POBSI maupun komunitas lainnya. Intinya POBSI siap untuk menangani masalah ini," ujar Doni.

Artinya tambah Doni, pembinaan yang terstruktur dapat memberikan warna tersendiri bagi dunia olahraga di Cirebon, khususnya dalam cabang olahraga bola sodok. Langkah ini juga akan membantu mengarahkan minat generasi muda ke kegiatan positif dan berprestasi.

Doni menegaskan, POBSI siap menjadi mitra strategis dalam membina bakat-bakat muda tersebut. Pihaknya memiliki komitmen untuk terus melakukan pembinaan rutin, meningkatkan teknik dan mental bertanding atlet, agar mereka siap menghadapi kejuaraan di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional.

Yundi, Ketua POBSI Kabupaten Cirebon juga manambahkan, bahwa biliar bukan sekadar permainan, tapi butuh konsentrasi, teknik, dan ketepatan tinggi. Kami ingin mereka tidak hanya sekadar hobi, tapi juga siap berlaga dan membawa nama baik Cirebon.

Dia menegaskan, dengan adanya pembinaan yang intensif serta dukungan penuh dari POBSI, diharapkan olahraga biliar di Cirebon bisa semakin berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di kancah regional maupun nasional. (din)

Bupati Imron Lantik Iyan Ediyana sebagai Pj Sekda Kabupaten Cirebon

 

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron resmi melantik Iyan Ediyana sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon di Aula Korpri Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kamis (7/8/2025).

Imron menyampaikan, bahwa pelantikan ini merupakan bagian penting dari upaya penguatan roda pemerintahan daerah, mengingat posisi Sekda merupakan jantung koordinasi kebijakan publik.

“Pada hari ini kami melantik, yang sebelumnya Plt, sekarang menjadi Pj Sekda Kabupaten Cirebon. Kami berharap setelah dilantik, bisa bekerja dengan baik dan melayani masyarakat secara optimal,” ujar Imron.

Ia menegaskan, jabatan Sekda merupakan dapur utama pemerintahan yang memiliki peran strategis dalam memastikan jalannya program-program pembangunan. Karena itu, pejabat yang menjabat di posisi ini dituntut memiliki integritas dan inovasi.

“Kalau para pejabat tidak inovatif, maka akan sulit mendorong kemajuan. Kita harus berlomba-lomba dalam hal kebaikan dan pelayanan,” katanya.

Pelantikan tersebut, lanjutnya, telah sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penunjukan Penjabat Sekretaris Daerah. Pengangkatan ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Gubernur Jawa Barat.

Imron berharap, dengan ditunjuknya Iyan Ediyana sebagai Pj Sekda, koordinasi antarperangkat daerah dapat semakin solid dan percepatan pembangunan bisa terwujud.

“Kami ingin Kabupaten Cirebon lebih maju dan mampu mengikuti perkembangan di tingkat nasional,” tegasnya.

Ia mengingatkan kepada seluruh pejabat, agar senantiasa memudahkan pelayanan bagi masyarakat.

“Jangan mempersulit urusan masyarakat. Sekarang ini persaingan antardaerah terbuka dan ketat, dan pelayanan publik adalah kunci,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Iyan Ediyana menyampaikan kesiapannya untuk menjalankan amanah sebagai Pj Sekda Kabupaten Cirebon, termasuk dengan melakukan evaluasi terhadap struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Saya akan coba mengkaji ulang, terutama dari sisi komposisi dan struktur APBD. Nanti saya akan banyak berdiskusi dengan Bappelitbangda dan BKAD untuk memperdalam hal ini,” ujar Iyan.

Ia juga menyinggung komitmennya dalam membenahi pelayanan publik. Menurutnya, aspek perizinan dan pelayanan kemasyarakatan perlu ditelaah agar lebih efektif.

“Kita akan pelajari dulu kendala-kendalanya ada di mana,” ucapnya.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk bekerja sama dalam menjalankan visi dan misi pembangunan Kabupaten Cirebon.

“Semua harus satu arah dan mendukung kebijakan Pak Bupati demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (din)

PCO: Presiden Ingin Ilmuwan Indonesia Berkolaborasi dengan Saintis Dunia

 

JAKARTA – Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan/Presidential Communication Office (PCO) Noudhy Valdryno menekankan pesan Presiden Prabowo Subianto terkait kiprah ilmuwan di Indonesia. Presiden Prabowo ingin ilmuwan Indonesia banyak berkolaborasi dengan saintis dunia.

“Kolaborasi dengan saintis dunia akan semakin menegaskan jalan terang Indonesia Maju,” kata Ryno di Jakarta, Kamis (7/8).

Ryno juga mengatakan Presiden Prabowo ingin para saintis ini banyak tampil di ruang publik. Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam lima tahun ke depan. Peran saintis diperlukan terutama melalui strategi industrialisasi nasional yang bertumpu pada hilirisasi, penguasaan teknologi, dan penguatan sumber daya manusia (SDM).

“Visi ini sejalan dengan Asta Cita ke-4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, serta penyandang disabilitas,” ujar Ryno.

Terkait perhatian Prabowo terhadap perkembangan ilmuwan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025. Acara diselenggarakan pada 7-9 Agustus 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), ITB, Bandung, Jawa Barat.

PCO mengapresiasi penyelenggaraan KSTI 2025. Konvensi ini bisa menjadi wadah untuk mengumpulkan para saintis.

“Konvensi ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo untuk mempertemukan dan mengumpulkan para peneliti serta guru besar, khususnya bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik atau Engineering, dan Matematika) untuk menyatukan visi berkontribusi memajukan bangsa dan negara,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, saat membuka KSTI 2025.

Mengusung tema “Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi”, KSTI 2025 menjadi wadah kolaboratif antara dunia akademik, industri, pemerintah, media, dan masyarakat untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menjadi industri bernilai tambah tinggi.

KSTI 2025 mendatangkan lebih dari 2 ribu saintis. Brian mengatakan KSTI merupakan ruang strategis untuk mempertemukan kekuatan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, daya cipta industri, dan juga ketegasan arah kebijakan negara.

“Sebagai wujud tekad kita bersama menjadikan sains dan teknologi sebagai salah satu senjata perjuangan bangsa,” kata dia.

Brian juga mengatakan konvensi ini menjadi spesial. “Pak Rektor melaporkan kepada kami bahwa Prabowo Subianto adalah Presiden aktif menjabat kedua mengunjungi ITB setelah Presiden Soekarno,” kata Brian.

Konvensi akan merumuskan peta jalan riset dan inovasi di delapan sektor strategis yang menjadi fokus utama. Meliputi energi; pertahanan; digitalisasi (kecerdasan buatan dan semikonduktor); hilirisasi dan industrialisasi; kesehatan; pangan; maritim; material dan manufaktur maju.

Pemilihan delapan sektor industri prioritas tersebut didasarkan pada kebutuhan strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan, berkualitas, dan berdaya saing tinggi.

“Melalui pengembangan sektor-sektor ini, Indonesia tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga untuk mengambil posisi sebagai pemimpin industri di tingkat global,” kata Brian. (din)

Rabu, 06 Agustus 2025

Pemkab Cirebon Inisiasi Join Program Dengan Mitra Global

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menyalurkan santunan kepada warga terdampak bencana longsor di kawasan Gunung Kuda, yang terjadi pada akhir Mei 2025. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Pendopo Bupati Cirebon, Rabu (6/8/2025).

Bupati Cirebon Imron mengatakan, santunan diberikan kepada keluarga korban meninggal dunia, korban luka, serta warga yang kehilangan pekerjaan akibat bencana tersebut.

“Masih ada empat orang yang belum ditemukan. Keluarganya juga menerima santunan,” kata Imron.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Bank BJB, yang ikut menyalurkan bantuan senilai total Rp70 juta untuk para korban.

Menurut Imron, aktivitas di kawasan terdampak longsor masih belum dibuka hingga saat ini, karena berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Di wilayah Gunung Kuda tidak ada aktivitas, karena belum dibuka kembali,” ujarnya.

Bagi warga yang kehilangan mata pencaharian, Imron mengatakan, bahwa pihaknya akan menyiapkan program bantuan melalui Dinas Sosial.

“Kita akan bantu lewat program UMKM atau solusi ekonomi lainnya,” ucapnya menambahkan.

Tidak hanya membantu korban, ia pun mendorong evaluasi aktivitas pertambangan di wilayah rawan.

Ia berharap, ke depan, keselamatan kerja di sektor tambang bisa lebih diperhatikan agar kejadian serupa tidak terulang.

Pemkab Cirebon juga terus membuka jalur komunikasi dengan para keluarga korban untuk pendataan bantuan lanjutan.

“Kami ingin masyarakat yang terdampak, tetap kuat dan tidak merasa sendiri. Pemerintah hadir bersama mereka,” tegasnya.

Selain penyaluran bantuan, pemerintah daerah sedang mengevaluasi program pembangunan dan anggaran untuk tahun berjalan dan tahun 2026.

Imron menegaskan, Pemkab Cirebon akan memprioritaskan program yang berdampak langsung pada masyarakat, seperti perbaikan jalan, pengembangan UMKM, dan perbaikan infrastruktur desa.

“Program prioritas tetap yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Itu yang akan kita dahulukan,” pungkasnya. (din)

Selasa, 05 Agustus 2025

Pemkab Cirebon Tertibkan Pengemis di Kawasan Wisata Religi Sunan Gunung Jati

KABUPATEN CIREBON — Kawasan wisata religi Sunan Gunung Jati di Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, kini menjadi fokus penataan serius oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Forkopimda dan Polres Cirebon Kota (Ciko). Rabu (5/8/2025).

Tim gabungan dari Pemkab Cirebon, TNI, Polri, Satpol PP, serta unsur kecamatan melakukan penertiban terhadap aktivitas pengemis dan pengamen liar yang kerap meresahkan para peziarah di kawasan tersebut.

Langkah ini bukan sekadar reaksi sesaat, tetapi menjadi bagian dari strategi penataan kawasan wisata religi yang sudah lama dikeluhkan masyarakat.

Bahkan, Bupati Cirebon Imron, turun langsung ke lokasi bersama pihak terkait untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan berdialog dengan para pedagang.

“Kami kunjungi Gunung Jati ini, karena banyak masukan, bahwa di sini kondisinya kurang kondusif bagi para peziarah. Ada pemaksaan untuk memberikan sedekah,” ujar Imron.

“Kami ingin kawasan ini rapi, agar peziarah merasa nyaman dan tenang. Efeknya nanti juga baik untuk ekonomi para pedagang,” sambung Imron.

Menurutnya, kenyamanan para peziarah merupakan tanggung jawab bersama. Banyak wisatawan, baik wisatawan domestik maupun dari luar Cirebon, yang merasa terganggu dengan adanya pengemis yang sering memaksa serta pengamen liar yang tidak terkendali.

Imron juga mengungkapkan, bahwa langkah penertiban ini bukan sekadar penindakan, tetapi juga diiringi pembinaan dan edukasi kepada masyarakat sekitar.

Koordinasi pun dilakukan dengan pihak Kesultanan Kanoman sebagai pengelola kawasan Sunan Gunung Jati.

“Kami terus lakukan pembinaan dan koordinasi dengan para sultan serta masyarakat. Saat ini sudah terlihat lebih tertib dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Kami akan terus lanjutkan bersama Forkopimda,” tegasnya.

Ketika ditanya asal para pengemis, Imron menyebut sebagian besar berasal dari luar daerah, bahkan diduga ada yang sengaja datang ke kawasan ini setiap momen tertentu.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menegaskan bahwa kegiatan penertiban ini adalah hasil dari koordinasi matang Forkopimda, bukan tindakan spontan.

“Kita sudah beberapa kali rapat koordinasi. Bahkan sudah berkomunikasi dengan pihak Kesultanan Kanoman. Mereka sangat mendukung langkah Forkopimda ini,” ujar Eko.

Langkah jangka pendek yang dilakukan saat ini berupa penjagaan rutin setiap hari. TNI, Polri, dan Satpol PP diturunkan untuk menertibkan para pengemis, pengamen, dan oknum penjaga kotak amal yang sempat viral karena meresahkan.

Tidak hanya penindakan, Forkopimda juga menyiapkan program jangka panjang seperti pembinaan profesi dan etika kepada masyarakat sekitar, terutama mereka yang beraktivitas di area wisata religi tersebut.

Namun, Eko juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan hukum jika ditemukan unsur pidana, khususnya pada pengemis yang melibatkan anak di bawah umur atau yang terindikasi bagian dari sindikat.

Dari hasil pendataan sementara, diperkirakan ada sekitar 300 pengemis di kawasan tersebut. Namun jumlah itu bersifat dinamis, karena banyak pengemis datang dan pergi secara acak, bahkan dari luar daerah.

Untuk memastikan kenyamanan berkelanjutan, setiap hari diturunkan 41 personel gabungan, yakni 6 dari Polri, 5 dari TNI, dan 30 dari Satpol PP. Jumlah ini bisa disesuaikan melihat eskalasi di lapangan.

Eko menutup dengan menekankan bahwa upaya ini murni untuk kebaikan semua pihak.

“Ini warisan leluhur, makam karuhun yang harus kita jaga bersama. Dukungan masyarakat luar biasa, para pedagang mendukung, pihak Kesultanan juga mendukung. Kami yakin, kalau konsisten, kawasan ini akan tertib dan jadi destinasi religi yang membanggakan Cirebon,” pungkasnya. (Nur)