Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 24 Agustus 2025

Bupati Imron Buka Festival Band Bupati Cup 2025 di Kawasan Batik Trusmi

KABUPATEN CIREBON – Bupati Cirebon Imron bersama Wakil Bupati Agus Kurniawan Budiman secara resmi membuka Festival Band Bupati Cup 2025 yang digelar di Kawasan Batik Trusmi, Kecamatan Weru, Jumat (22/8/2025) malam.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025, sekaligus sebagai ajang penggalian potensi seni dan budaya masyarakat Kabupaten Cirebon, khususnya di kalangan generasi muda.

Dalam sambutannya, Bupati Imron menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini.

Ia menilai, Festival Band menjadi bentuk inovasi pemanfaatan ruang publik di Trusmi yang kini makin menarik perhatian masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menginovasikan tempat ini menjadi daya tarik bagi masyarakat Kabupaten Cirebon,” ujar Imron.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki kekayaan seni dan budaya yang perlu terus digali dan dilestarikan. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga identitas budaya di tengah kemajuan teknologi dan zaman.

“Generasi muda kita harus bisa melihat dan mempertahankan budaya. Maka dari itu, seluruh perangkat daerah mari bersama-sama menjaga seni dan budaya yang kita miliki,” tegasnya.

Imron juga menekankan bahwa seni dan budaya bukan hanya menjadi pelengkap, melainkan unsur utama dalam pembangunan daerah.

Sementara sektor ekonomi berfungsi sebagai penunjang yang memperkuat keberlangsungan budaya tersebut.

“Ekonomi itu penunjang, tetapi seni dan budaya adalah utamanya,” katanya.

Ia berharap, kolaborasi antara masyarakat dan birokrasi mampu menciptakan sinergi yang mendorong kesejahteraan.

Imron mencontohkan geliat ekonomi yang tumbuh di Kawasan Kuliner Trusmi berkat peran UMKM lokal.

“Ketika masyarakat dan birokrasi bersatu, maka ekonomi akan tumbuh. Di Trusmi ini banyak UMKM, dan ekonomi kita juga ikut bergerak,” ucapnya.

Festival Band Bupati Cup, menurutnya, tak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengasah bakat dan meningkatkan kemampuan.

“Ajang ini menjadi sarana belajar dan motivasi bagi anak-anak kita. Penampilannya pun tidak kalah dengan artis,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus tumbuh di berbagai wilayah Kabupaten Cirebon, agar potensi lokal semakin tergali dan budaya daerah tetap hidup.

“Mudah-mudahan akan muncul Trusmi-Trusmi lain yang bisa menjadi ruang hiburan dan pengembangan potensi,” tutupnya. (din)









Jumat, 22 Agustus 2025

Bupati Imron: Manajemen Talenta Jadi Jalan Wujudkan ASN Berintegritas

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menegaskan peluncuran manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) dapat menciptakan pejabat yang berkompeten, berintegritas, dan menjunjung tinggi moralitas dalam memberikan pelayanan publik.

Menurut Imron, sistem baru tersebut menjadi langkah penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dalam mewujudkan reformasi birokrasi berbasis meritokrasi.

Ia menegaskan, seluruh proses pengisian jabatan nantinya berbasis data, sehingga lebih tepat sasaran.

“Harapannya, ASN kita semakin unggul, jujur, dan berintegritas. Dengan begitu, masyarakat tidak akan kecewa terhadap pelayanan publik,” kata Imron pada saat peluncuran di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat (22/8/2025).

Ia menambahkan, penerapan manajemen talenta memudahkan proses mutasi, rotasi, hingga promosi jabatan.

Semua proses tersebut tidak lagi memerlukan izin atau seleksi terbuka, melainkan langsung berdasarkan pemetaan kompetensi yang sudah ada.

Sekretaris BKPSDM Kabupaten Cirebon, Ade Nugroho menjelaskan, pelaksanaan manajemen talenta di lingkungan Pemkab Cirebon mendapat rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) setelah melalui tujuh kali pendampingan teknis.

“Prosesnya sangat detail, mulai dari pengisian kertas kerja hingga asesmen. Dengan hasil ini, Cirebon resmi menerapkan manajemen talenta untuk pengelolaan ASN,” kata Ade.

Ia menilai sistem tersebut penting untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kepastian pengembangan karier ASN.

Dengan penilaian berbasis kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan disiplin, peluang terbuka bagi seluruh pegawai.

“Budaya kerja yang kompetitif diharapkan tumbuh, sehingga setiap ASN bisa berkarier sesuai prestasi dan kompetensinya,” ujarnya.

Sekretaris Utama BKN RI, Imas Sukmariah, menegaskan bahwa manajemen talenta merupakan jantung dari sistem merit.

Melalui mekanisme ini, pengisian jabatan dapat dilakukan lebih cepat, efisien, dan bebas dari praktik kolusi maupun nepotisme.

“ASN dipetakan melalui asesmen potensi dan kompetensi, kemudian dimasukkan dalam sembilan kotak klasifikasi. Dari situ dapat diketahui siapa yang siap duduk di jabatan strategis,” katanya.

Ia menambahkan, BKN menggunakan metode Computer Assisted Competency Test (CACT) untuk memetakan potensi ASN. Di Kabupaten Cirebon, sekitar 4.300 dari total 8.000 lebih PNS sudah mengikuti asesmen tersebut.

Menurutnya, implementasi manajemen talenta tidak hanya bermanfaat di daerah, tetapi juga dapat mendukung mobilitas talenta ASN antarwilayah sesuai kebutuhan nasional.

“Sampai saat ini, hampir 80 instansi pemerintah sudah menerapkan manajemen talenta. Kami berharap semua pemerintah daerah segera menyusul,” tutur Imas. (Nur)

Kamis, 21 Agustus 2025

Penanganan Stunting Jadi Prioritas, Pemkot Cirebon Perkuat Program Gizi Anak Lewat Sosialisasi dan Bantuan PMT

CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon,  Siti Farida Rosmawati, menghadiri kegiatan Sosialisasi Tumbuh Kembang Anak dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Balita Kurang Gizi yang diselenggarakan di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pada Kamis (21/8/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Cirebon, khususnya di wilayah Kelurahan Kalijaga. 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS dan Bank BJB atas kontribusi dan dukungan mereka dalam penyaluran PMT serta bantuan sembako kepada balita dan keluarga yang terdampak stunting.

“Ini merupakan bentuk nyata gotong royong semua pihak dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka stunting,” ujarnya.

Sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kota Cirebon, ia menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh unsur masyarakat dan pemangku kebijakan dalam menangani permasalahan gizi, pola asuh, dan kebersihan lingkungan.

“Program ini tidak hanya sebatas pada pemberian bantuan, tetapi juga menyasar peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi, pola pengasuhan yang tepat, serta sanitasi. Semoga dengan berbagai program dan kerja sama lintas sektor, target TP3S dapat tercapai, yaitu menjadikan Kota Cirebon bebas stunting. Kita ingin menciptakan generasi yang sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045. Insyaallah, dengan semangat kebersamaan, kita bisa membawa Kota Cirebon menuju kota yang setara dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Kalijaga, Entis Sutisna, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 200 anak di wilayahnya yang masuk dalam kategori stunting. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan masalah ini.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, baik dari pemerintah maupun mitra pendukung, yang telah bersama-sama membantu mengatasi permasalahan ini,” tutur Entis.

Kegiatan ini menjadi bukti konkret komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan terpadu dan partisipatif. Pemerintah berharap, dengan sinergi berbagai pihak, permasalahan stunting di Kota Cirebon dapat segera tertangani secara menyeluruh dan berkelanjutan. (Nur)



Rabu, 20 Agustus 2025

Munir Raih Dukungan Mayoritas PWI Provinsi, Bertekad Perkuat Konsolidasi Organisasi

 

JAKARTA - Peta dukungan menjelang Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang akan digelar 29-30 Agustus 2025 di BPPTIK, Komdigi, Cikarang, Bekasi, semakin mengerucut.

Bakal calon Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, berhasil mengantongi dukungan mayoritas dengan sedikitnya 20 PWI Daerah Provinsi. Dukungan ini diyakini akan terus bertambah dari beberapa provinsi lain hingga hari pelaksanaan kongres.

Besarnya dukungan ini tampak dalam acara rapat  konsolidasi dg para ketua dan pengurus harian PWI Provinsi di Jakarta, Rabu malam (20/8)

Soliditas dukungan bagi Munir semakin kuat setelah sejumlah tokoh yang sempat digadang maju memutuskan mundur dan memberikan dukungan penuh. 

Zulmansyah Sekedang, mantan Ketua PWI Riau sekaligus Ketua Umum PWI Pusat versi KLB 2024, secara tegas menyatakan tidak akan maju. Sikap serupa ditunjukkan Atal S. Depari, Ketua Umum PWI periode 2018-2023, juga memilih memberi dukungan kepada Munir. 

Hal senada juga datang dari Johnny Hardjojo, mantan Ketua Departemen Pertahanan PWI Pusat, yang juga sebelumnya akan maju.

Konsolidasi besar ini membuat Munir kian dipandang sebagai figur pemersatu sekaligus kandidat terkuat dalam suksesi kepemimpinan PWI di Cikarang.

Munir, yang kini menjabat Direktur Utama LKBN Antara, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PWI Pusat periode 2025-2030.

"Bismillah, saya maju untuk membawa PWI bersatu kembali, melakukan rekonsiliasi, sekaligus melakukan konsolidasi organisasi, terutama penguatan PWI di daerah seluruh Indonesia," kata Munir yang akrab disapa Cak Munir, Rabu malam (21/8).

Sebagai mantan Ketua PWI Jawa Timur dua periode dan pernah menjabat Ketua Bidang Daerah PWI Pusat, Munir mengaku sangat memahami denyut organisasi di tingkat daerah. Ia menegaskan, wartawan di daerah adalah ujung tombak kehidupan pers nasional.

"Darah saya PWI. Sejak mulai jadi wartawan tahun 1991, saya hidup bersama PWI, terutama di daerah. Karena itu saya ingin mengembalikan marwah PWI sekaligus memastikan daerah mendapat perhatian lebih besar," tegasnya.

Munir juga menyiapkan sejumlah program  yang menitik beratkan kepentingan PWI daerah antara lain Konsolidasi organisasi secara menyeluruh dan tuntas pasca terjadinya dualisme, membangun ekosistem  media/pers nasional, meningkatkan kapasitas wartawan di daerah dengan memperbanyak Uji Kompetensi Wartawan, pelatihan berjenjang, workshop digital, dan penguatan media lokal, digitalisasi kelembagaan PWI, literasi dan pendalaman jurnalisme dan AI.

Dengan dukungan mayoritas PWI Provinsi dan program yang berpihak kepada kepentingan daerah, Munir diyakini menjadi figur yang mampu mengembalikan marwah dan martabat PWI sebagai rumah besar wartawan Indonesia. (din)

Pemkot Cirebon Tandatangani MoU SCLSC, Wujudkan Industrialisasi Pertanian untuk Kurangi Kemiskinan

 PRESS RELEASE

CIREBON - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Sekretaris Daerah, Agus Mulyadi menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Proyek Implementasi Skema Semi Closed-Loop Supply Chain (SCLSC) untuk Industrialisasi Pertanian dan Material Baru sebagai bagian dari Program Aglomerasi Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Hotel Grand Mansion, Rabu (20/8/2025). 

Kegiatan dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah daerah, sektor swasta, dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).

Wali Kota menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal penting dalam membangun ekosistem yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Ia menyebut kemiskinan sebagai persoalan struktural yang membutuhkan pendekatan sistemik dan kolaboratif.

"Tugas kita bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi membangun sistem yang memberi kesempatan bagi masyarakat miskin untuk berdaya. Skema SCLSC kami pandang sebagai alternatif solusi konkret untuk memperkuat rantai nilai pertanian hingga ke pasar,” ujarnya.

Menurutnya, posisi geografis Kota Cirebon yang strategis, sebagai simpul antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, membuka peluang besar untuk menjadikan Cirebon sebagai pusat pengolahan, distribusi, dan perdagangan hasil pertanian dari wilayah sekitar seperti Brebes, Indramayu, dan Kuningan. Hal ini sejalan dengan semangat menciptakan nilai tambah dari sektor hulu hingga hilir.

Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa nota kesepahaman ini diharapkan membawa tiga manfaat utama, yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin melalui koperasi, peningkatan efisiensi serta nilai tambah produk pertanian, dan pembangunan berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. 

Program ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketimpangan sosial.

Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk menyalakan semangat pembangunan dari wilayah pinggiran, seraya mengutip pesan Bung Hatta "Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tetapi akan bercahaya karena lilin-lilin di desa."

"Mari kita nyalakan lilin itu, dari Brebes hingga Cirebon, agar sinar pembangunan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan tonggak penting dalam menghadirkan solusi terintegrasi untuk pengentasan kemiskinan struktural. Ia menyoroti peran koperasi sebagai tulang punggung model ekonomi rakyat yang mampu menghubungkan petani dengan sektor produksi, distribusi, hingga pasar.

"Penandatanganan MoU ini adalah langkah konkret menuju pengentasan kemiskinan struktural melalui pemberdayaan ekonomi lokal. Kami percaya koperasi dapat menjadi katalisator transformasi pertanian yang berkelanjutan,” tutur Budiman.

Ia menambahkan bahwa program ini melibatkan empat pemerintah daerah, Kota dan Kabupaten Cirebon, Brebes, Indramayu, dan Kuningan serta lima mitra swasta, termasuk PT Garam (Persero) dan perusahaan pengolahan limbah dari Belanda, Harvest Waste. Sinergi multipihak ini dinilai penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur, teknologi, dan sumber daya lokal.

BP Taskin juga menyebutkan sembilan sektor prioritas dalam kolaborasi ini, antara lain pangan, energi baru terbarukan, industri kreatif, digital, pendidikan, kesehatan, transportasi, perumahan, dan hilirisasi produk. Pendekatan lintas sektor ini bertujuan mempercepat transformasi sosial-ekonomi dan menciptakan pembangunan yang inklusif.

Model SCLSC yang diadopsi dalam program ini merupakan sistem rantai pasok semi tertutup yang mengintegrasikan sektor produksi, pengolahan, distribusi, serta pemanfaatan limbah secara efisien dan berkelanjutan. Skema ini berbasis koperasi dan UMKM sebagai aktor utama, sehingga masyarakat miskin dapat terlibat secara langsung dalam aktivitas ekonomi produktif.