Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 06 November 2025

Tawarkan Gagasan Visioner, Dua Dosen Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Torehkan Prestasi di Kancah Internasional

SURAKARTA— Dua dosen dari Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yakni Dr. H. Edy Setyawan, Lc., M.A. (Dekan Fakultas Syariah) dan Achmad Otong Busthomi, Lc., M.Ag., kembali menorehkan prestasi membanggakan di level internasional.

 Keduanya menjadi pemateri dalam ajang bergengsi The 5th International Collaboration Conference on Law, Sharia and Society (ICCoLaSS 2025) — sebuah forum ilmiah yang mempertemukan para pakar hukum, akademisi, dan peneliti dari berbagai negara. (27/10).

Konferensi tahun ini mengusung tema “Law, Society and Sustainability: Navigating Challenges in the Digital, Environmental, and Socio-Religious Landscape.”

Dalam forum tersebut, Dr. Edy Setyawan dan Achmad Otong Busthomi mempresentasikan makalah bertajuk “The Integration of Law, Technology, and Social Justice in the Perspective of Maqāṣid al-Syarī‘ah.”

Karya ilmiah ini menawarkan gagasan visioner tentang Maqāṣidic Impact Assessment (MIA) — sebuah model evaluasi kebijakan berbasis teknologi yang menilai sejauh mana sistem digital seperti Artificial Intelligence (AI), blockchain, dan peradilan elektronik (e-justice) selaras dengan prinsip-prinsip maqāṣid al-syarī‘ah.

“Maqāṣid bukan hanya konsep normatif, tetapi harus menjadi instrumen praktis dalam kebijakan publik digital. Kita perlu memastikan teknologi tidak hanya efisien, tapi juga adil, manusiawi, dan berorientasi pada kemaslahatan,” ujar Dr. Edy Setyawan dalam paparannya.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin antara fuqahā’ (ahli hukum Islam), pakar teknologi, dan perancang kebijakan publik dalam membangun ekosistem hukum digital yang berkeadilan sosial. Paradigma maqāṣid, lanjutnya, harus menjadi jantung dari Islamic Digital Transformation Policy yang menyeimbangkan nilai transendental (ilahiyah) dan tujuan kemanusiaan (insaniyah).

Sementara itu, Achmad Otong Busthomi menyoroti urgensi ijtihad teknologi, yaitu upaya reinterpretasi hukum Islam terhadap dinamika hukum berbasis data dan algoritma.

Menurutnya, “Hukum Islam memiliki kelenturan metodologis untuk beradaptasi dengan realitas digital tanpa kehilangan substansi etik dan spiritualnya.”

Paparan keduanya mendapat apresiasi luas dari para akademisi internasional. Mereka menilai bahwa pendekatan maqāṣid terhadap teknologi modern membuka cakrawala baru bagi pengembangan hukum Islam yang futuristik, etis, dan berkeadilan sosial.

Dalam sesi penutupan konferensi, salah satu moderator internasional menegaskan pesan mendalam dari forum tersebut:

“The ultimate aim of law, technology, and justice is not efficiency or automation, but human dignity under divine wisdom.”

(Tujuan akhir dari hukum, teknologi, dan keadilan bukanlah efisiensi atau otomatisasi, melainkan martabat manusia di bawah hikmah ilahi.)

Partisipasi dua dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini mendapat apresiasi langsung dari Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., yang menilai kiprah keduanya sebagai representasi nyata dari semangat internasionalisasi keilmuan kampus berbasis digital.

“Kita patut berbangga, karena dosen-dosen UIN Siber telah menunjukkan bahwa nilai-nilai keilmuan Islam dapat berkontribusi secara global melalui pendekatan yang inovatif dan kontekstual. Konferensi ini menjadi bukti bahwa Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu tampil di panggung dunia dengan gagasan yang relevan bagi masa depan hukum dan kemanusiaan,” ungkap Rektor Prof. Aan Jaelani.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen untuk terus memperkuat jejaring akademik internasional dan pengembangan keilmuan Islam berbasis teknologi digital, sejalan dengan visi universitas sebagai Cyber Islamic University yang berdaya saing global.

Dengan partisipasi aktif ini, Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon meneguhkan perannya sebagai pusat kajian hukum Islam digital yang progresif, berjejaring global, dan berkomitmen menghadirkan keilmuan yang berorientasi pada keadilan sosial serta keberlanjutan peradaban.(Nur)

Rabu, 05 November 2025

Siaga dari Hulu hingga Hilir, Pemkot Cirebon Kurangi Risiko Bencana Musim Hujan

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk siap siaga menghadapi potensi bencana di musim penghujan. Hal ini ditegaskan Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sutikno saat memimpin rapat koordinasi Forum Pengurangan Risiko Bencana di kantor BPBD Kota Cirebon, Rabu (5/11/2025). 

Rapat ini melibatkan seluruh unsur terkait, mulai dari TNI-Polri, dinas terkait, instansi vertikal, organisasi kemanusiaan, hingga masyarakat.

“Dalam rangka pengurangan risiko bencana di Kota Cirebon, kita harus memastikan kesiapsiagaan menyeluruh. Semua elemen harus berkolaborasi, terutama menghadapi musim penghujan yang diprediksi berlangsung dari November hingga Januari dengan curah hujan tinggi,” ujar Sumanto. 

Sumanto menekankan bahwa antisipasi sejak dini menjadi kunci untuk mengurangi dampak bencana, termasuk banjir, angin kencang, dan pohon tumbang. Ia menambahkan, beberapa titik rawan banjir dan genangan air sudah dilakukan perbaikan akses jalan agar mobilitas warga tetap lancar. 

"Mitigasi bencana juga terus kita dilakukan, terutama untuk mengurangi risiko genangan di titik-titik kritis," ujarnya.

Lebih lanjut, Sumanto mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan meminimalkan risiko bencana. Tak hanya itu, Sumanto menyampaikan bahwa pemerintah kota telah mengeluarkan Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 236 Tahun 2025 yang menetapkan status siaga darurat bencana untuk banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, dan tanah longsor. 

Status siaga darurat ini berlaku mulai 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026, sebagai langkah antisipatif menghadapi musim hujan.

Kesiapsiagaan ini kemudian diperkuat oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo, yang menjelaskan langkah-langkah teknis penanganan bencana.  Andi menjelaskan bahwa kesiapsiagaan bencana mencakup seluruh fase yakni pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. 

Pra bencana meliputi pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan. Saat bencana terjadi, kita menerapkan siaga darurat, tanggap darurat, serta transisi darurat ke pemulihan. Pasca bencana, fokus kita adalah rehabilitasi dan rekonstruksi.

"BPBD Kota Cirebon telah menyiapkan sarana dan prasarana kebencanaan secara matang. Alhamdulillah, berbagai instansi, TNI, Polri, OPD, dan organisasi kemanusiaan bisa kita kolaborasikan. Misalnya, BPBD memiliki delapan perahu yang siap digunakan untuk evakuasi pemukiman warga jika terjadi banjir. Selain itu, ada enam tenda pengungsi yang sudah disiapkan di titik strategis,” tambah Andi.

Untuk personel, BPBD menyiagakan 43 anggota yang siap dikerahkan kapan saja. Selain itu, tingkat kelurahan juga telah membentuk Kelurahan Tangguh Bencana di 12 lokasi, antara lain Argasunya, Kalijaga, Pekiringan, Sukapura, Lemahwungkuk, Pegambiran, Larangan, Drajat, Kecapi, Kasepuhan, Jagasatru, dan Panjunan. Lima kecamatan pun sudah mendeklarasikan diri sebagai Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana).

Setiap kelurahan dan kecamatan juga telah mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung, termasuk 27 titik Rencana Tempat Evakuasi Sementara dan Akhir, yang siap digunakan saat bencana terjadi.  Simulasi dan sosialisasi mengenai prosedur evakuasi dan mitigasi akan terus dilakukan agar warga memahami langkah-langkah penanganan bencana. 

“Dengan langkah-langkah yang matang, kita bisa mengurangi risiko dan dampak bencana sehingga Kota Cirebon lebih tangguh menghadapi musim hujan," harapnya. (din)



Raih Juara Favorit Berkat Inovasi, Dosen UIN Siber Cirebon Mendapat Apresiasi dari Bupati Cirebon

CIREBON, FC - Dr. Saluky, S.Si., M.Kom., dosen Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, berhasil meraih Juara Favorit berkat inovasinya dan mendapat apresiasi langsung dari Bupati Cirebon.

Prestasi ini diraih dari lomba Inovasi Daerah Tahun 2025, yang digelar Pemerintah Kabupaten Cirebon, telah menjadi wadah bagi 70 inovator terbaik dari berbagai kalangan untuk menunjukkan karya dan solusi unggulan mereka.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya inovasi dalam pembangunan daerah. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., menekankan bahwa inovasi adalah kunci bagi kemajuan daerah. "Kita membutuhkan ekosistem riset dan inovasi yang kuat agar Kabupaten Cirebon mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat," ujarnya.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah SiCIBRAK (Sistem Informasi Cirebon Bereskan Jalan Rusak), sebuah aplikasi yang memungkinkan masyarakat melaporkan kondisi jalan rusak secara cepat, akurat, dan transparan. Dr. Saluky, S.Si., M.Kom., dosen Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, berhasil meraih Juara Favorit berkat inovasinya ini.

Pemerintah Kabupaten Cirebon memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, khususnya para akademisi, atas kontribusi mereka dalam membangun daerah melalui riset dan gagasan inovatif. Bupati Imron menekankan bahwa setiap ide memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya inovasi seperti SiCIBRAK, Kabupaten Cirebon melangkah mantap menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik berbasis digital. Semoga semangat inovasi ini terus berkobar dan membawa kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Cirebon. (Nur)

Pemkot Cirebon Tegaskan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadapi potensi bencana melalui apel kesiapsiagaan tanggap darurat bencana 2025 yang digelar di Mako Polres Cirebon Kota, Rabu (5/11/2025). 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, serta sejumlah jajaran forkopimda dan dinas terkait.

Pj Sekda Sumanto menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan juga melibatkan seluruh masyarakat. Dengan kesiapsiagaan yang matang, pemetaan titik rawan, serta kerja sama lintas instansi, Kota Cirebon menegaskan bahwa setiap potensi bencana akan ditangani dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi, mulai dari pra-bencana hingga pasca-bencana.

“Selanjutnya kita langsung melaksanakan rapat koordinasi agar seluruh jajaran dan masyarakat memahami peran masing-masing, siapa yang bertindak lebih awal, serta langkah-langkah yang harus diambil,” ujar Sumanto.

Pemerintah Daerah Kota Cirebon juga sudah menetapkan masa tanggap darurat bencana mulai 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026 mendatang. Beberapa titik rawan tetap menjadi perhatian, antara lain daerah Jalan Kalijaga, Ciptomangunkusumo, dan Larangan.

“Insya Allah dengan normalisasi sungai di Cikenis, Cikalong, dan Sukalila, bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung , risiko banjir dapat diminimalisir,” tambahnya.

Selain banjir, Sumanto juga menekankan antisipasi terhadap bencana lain, termasuk longsor di wilayah selatan kota dan angin puting beliung yang berpotensi pohon tumbang sehingga mengganggu aktivitas warga. “Kita harus siap, bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga sejak awal agar potensi kerugian dapat diminimalkan,” katanya.

Apel kesiapsiagaan ini sekaligus menjadi momentum bagi Pemkot Cirebon untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mitigasi bencana. Sumanto menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama.

"Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci agar Kota Cirebon tetap aman menghadapi segala potensi bencana," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menjelaskan bahwa seluruh anggota Polri akan dilibatkan aktif dalam antisipasi bencana.

“Seluruh anggota Polri bersinergi dengan pemerintah kota, TNI, serta instansi terkait seperti BPBD, PMI, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial. Kami membagi langkah-langkah kesiapsiagaan dalam tahapan pra-bencana, saat bencana, dan pasca-bencana,” ujar AKBP Eko.

Ia menambahkan bahwa pemetaan wilayah rawan bencana menjadi prioritas agar setiap langkah yang diambil lebih tepat sasaran.

“Kita tidak mengharapkan terjadinya bencana, tapi kita harus siap dengan segala kemungkinan. Pos-pos darurat akan didirikan agar koordinasi lebih cepat, serta layanan kesehatan, sosial, dan keamanan tetap berjalan lancar. Pada tahap pasca-bencana, kegiatan seperti trauma healing, pendataan kerusakan, dan rekonstruksi juga akan dilaksanakan secara terpadu,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Kota Cirebon, forkopimda, dan seluruh masyarakat Kota Cirebon diharapkan dapat memastikan tanggap darurat berjalan efektif.

"Sehingga ketika bencana terjadi, semua pihak sudah memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas," harapnya. (din)



Dosen FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih Prestasi di Lomba Inovasi Daerah 2025: Aplikasi SiCIBRAK Jadi Juara Favorit

 

CIREBON, FC-  Semangat inovasi membara di Kabupaten Cirebon. Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon sukses besar dengan menghadirkan 70 inovator terbaik dari berbagai penjuru daerah. Acara yang berlangsung di Hotel Apita, Cirebon, ini menjadi ajang unjuk kreativitas dan solusi cerdas bagi kemajuan daerah. (05/11).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi Inovasi Daerah dan Penganugerahan Lomba Inovasi Tahun 2025, sekaligus peluncuran dua inisiatif penting: Sistem Informasi Data Riset (SIP) dan Pedoman Teknis Pengelolaan Pagu Inovasi.

Dua kategori utama yang dilombakan—teknologi dan non-teknologi—menjadi wadah bagi para peserta untuk menunjukkan gagasan inovatif mereka dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan penghargaan oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag. Dalam sambutannya, Bupati Imron menegaskan pentingnya inovasi dan riset dalam mendorong daya saing serta percepatan pembangunan daerah.

“Kita membutuhkan ekosistem riset dan inovasi yang kuat agar Kabupaten Cirebon mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Bupati Imron.

Salah satu momen paling membanggakan hadir ketika Dr. Saluky, S.Si., M.Kom., dosen Program Studi Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dinobatkan sebagai Juara Favorit berkat inovasinya yang mengesankan di bidang layanan publik digital.

Inovasi tersebut adalah SiCIBRAK (Sistem Informasi Cirebon Bereskan Jalan Rusak) — aplikasi cerdas yang dapat diakses melalui laman https://sicibrak.etunas.com/. SiCIBRAK dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan jalan rusak secara cepat, tepat, dan transparan. 

Melalui aplikasi ini, warga dapat mengunggah foto serta titik lokasi jalan yang rusak, dan memantau perkembangan perbaikannya secara langsung, mulai dari status “dilaporkan” hingga “selesai diperbaiki.”

“SiCIBRAK kami rancang sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah agar proses penanganan infrastruktur menjadi lebih efisien dan akuntabel,” ungkap Dr. Saluky seusai menerima penghargaan.

Kemenangan Dr. Saluky bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang terus mendorong sivitas akademikanya untuk menghasilkan karya nyata berbasis riset dan teknologi.

Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap, keberhasilan para inovator tahun ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus berkreasi dan memberikan solusi bagi kemajuan daerah.

Pemerintah Kabupaten Cirebon mengapresiasi kontribusi para inovator, termasuk dari kalangan akademisi, dalam mendukung pembangunan daerah berbasis riset dan teknologi. Harapannya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan seperti UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon akan terus melahirkan ide-ide baru yang memperkuat pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin menjadikan ajang ini sebagai motor penggerak inovasi daerah. Setiap ide memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Bupati Imron menutup acara.

Dengan hadirnya inovasi seperti SiCIBRAK, Kabupaten Cirebon menegaskan langkahnya menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik berbasis digital.