Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 10 Desember 2025

Bupati Imron Optimistis Desa Belawa Raih Prestasi di Ajang Galeri Pelangi Jabar

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menyatakan optimismenya terhadap peluang Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, meraih juara dalam Lomba Galeri Pelangi PKK tingkat Provinsi Jawa Barat 2025.

Pernyataan itu disampaikan saat ia meninjau langsung kegiatan re-checking monitoring dan evaluasi oleh tim PKK Provinsi Jawa Barat di TP PKK Desa Belawa, Selasa (9/12/2025).

Belawa, kata Imron, menjadi satu-satunya desa dari Kabupaten Cirebon yang berhasil masuk enam besar ajang Galeri Pelangi tahun ini.

Imron mengatakan, pencapaian tersebut menunjukkan Belawa memiliki kesiapan yang lebih kuat dibanding desa lainnya, terutama dalam inovasi dan pengelolaan program PKK.

Menurutnya, berbagai unsur penilaian seperti kebersihan lingkungan, kreativitas warga, dan penguatan UMKM telah dipenuhi dengan baik oleh Desa Belawa.

Ia menegaskan keunggulan Belawa tidak bersifat parsial, melainkan mencakup beragam sektor yang saling mendukung.

“Belawa ini punya banyak keunggulan yang bisa menjadi nilai tambah di tingkat provinsi,” ujarnya.

Salah satu unsur yang menjadi sorotan adalah keberadaan “Kuya” Belawa, satwa endemik yang menjadi identitas desa dan masuk kategori potensi wisata edukatif.

Imron menyebut kekhasan tersebut memberikan dimensi tambahan dalam penilaian, terutama pada aspek lingkungan dan konservasi.

Selain itu, ia menilai aktivitas literasi yang berjalan aktif memberi bobot tambahan bagi Belawa dalam kategori pendidikan masyarakat.

“Kami mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah desa dan kader PKK yang dinilai konsisten menjalankan program sejak penilaian tingkat kabupaten,” tuturnya.

Belawa sebelumnya menjadi juara tingkat Kabupaten Cirebon, setelah mengungguli desa lain pada kategori inovasi dan kreativitas.

“Saya optimistis Belawa bisa menjadi juara Jawa Barat,” pungkasnya. (din)

Selasa, 09 Desember 2025

Bantuan Rumpon Berlanjut, Pemkot Cirebon Optimalkan Budidaya Kerang Hijau

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat dukungan bagi para nelayan pesisir, khususnya yang mengembangkan budidaya kerang hijau. Bentuk dukungan itu terlihat saat Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, meninjau langsung aktivitas para nelayan yang tengah merawat rumpon bagan di tengah laut, Selasa (9/12/2025). 

Kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi untuk memastikan program bantuan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan hasil produksi.

Wakil Wali Kota menyaksikan langsung perkembangan kerang hijau yang ditanam sekitar setengah jam perjalanan dari daratan. Ia mengungkapkan bahwa hasil uji petik ternyata lebih cepat dari perkiraan. 

“Alhamdulillah bisa berada di tengah-tengah para pejuang kita yaitu nelayan pesisir. Tadi rencananya panen sepuluh hari lagi, tanggal 25 Desember, tapi tadi kita lihat sudah besar-besar. Sepuluh hari lagi insyaallah sudah siap panen dan hasilnya akan lebih maksimal,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan harapan agar kelompok budidaya kerang hijau di Kota Cirebon semakin berkembang. Saat ini, baru dua kelompok dari total delapan kelompok nelayan yang mulai menjalankan budidaya dengan rumpon bagan.

“Semoga semuanya bisa ikut berkembang. Pemkot Cirebon melalui DKP3 siap memberikan stimulan dan bantuan rumpon bagan untuk mendukung budidaya kerang hijau,” tambahnya. 

Rumpon-rumpon yang disalurkan diharapkan menjadi solusi penguatan produksi, baik untuk tangkapan ikan maupun untuk budidaya kerang hijau yang dinilai aman, cepat tumbuh, dan memiliki nilai jual tinggi. Bantuan ini diproyeksikan dapat menjadi salah satu pilar peningkatan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat sektor perikanan lokal.

Selama peninjauan, Wakil Wali Kota bersama tim teknis mengevaluasi metode pengembangan, kualitas biota laut, serta potensi peningkatan hasil panen. Evaluasi ini bagian dari upaya Pemkot Cirebon memastikan bahwa budidaya berjalan efisien, terukur, dan mampu mendukung ketahanan pangan daerah.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan teknis, pembinaan kelompok nelayan, hingga penguatan akses pemasaran. “Kami ingin budidaya kerang hijau ini tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh menjadi sumber kesejahteraan yang semakin kuat bagi masyarakat pesisir,” tuturnya.

Dengan terus diperluasnya program rumpon bagan dan pendampingan yang berkelanjutan, Pemkot Cirebon berharap kegiatan budidaya kerang hijau dapat menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan nelayan dalam memajukan sektor perikanan lokal.

Salah satu nelayan dari Pesisir Panjunan, Amin, merasakan langsung manfaat bantuan yang diterima. “Saya sudah lima tahun budidaya kerang hijau. Hasilnya lumayan, ini bisa panen sampai empat ton. Terima kasih kepada Kementerian Perikanan dan Pemerintah Kota Cirebon atas bantuannya. Ini sangat membantu meningkatkan kesejahteraan kami,” ujarnya.(sin)

UIN Siber Cirebon Tuntaskan Booklet Link and Match Ketenagakerjaan, Siap Dongkrak Maturity Rating BLU

 

CIREBON, FC — UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat daya saing lulusan melalui finalisasi Booklet Link and Match Ketenagakerjaan. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Karir / Career Development Center (CDC) secara resmi menuntaskan dokumen strategis tersebut pada Selasa, 9 Desember 2025, bertempat di Gedung CDC.

Proses finalisasi ini merupakan tindak lanjut dari Workshop Penyusunan Dokumen Booklet Link and Match Ketenagakerjaan yang telah diselenggarakan pada November lalu. Penyelesaian booklet ini menjadi tonggak penting dalam rangkaian upaya peningkatan Maturity Rating Badan Layanan Umum (BLU) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, karena memuat peta keterkaitan antara kurikulum, kompetensi lulusan, dan kebutuhan riil dunia kerja.

Kepala UPT Pengembangan Karir, Wahyono, M.Pd.I., menjelaskan bahwa dokumen tersebut disusun melalui proses pemetaan yang komprehensif dan partisipatif.

“Booklet ini bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi wujud nyata komitmen UIN Siber Cirebon sebagai universitas berbasis digital untuk menghadirkan lulusan yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan industri. Seluruh hasil pemetaan kebutuhan pasar kerja kini terangkum secara sistematis,” ujarnya.

Penyusunan booklet ini melibatkan kontribusi aktif perwakilan fakultas, pengelola pusat karir, dan tim pelaksana tracer study, serta mendapatkan masukan dari praktisi ketenagakerjaan dan pakar link and match industri.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., 

menyampaikan apresiasi atas tuntasnya dokumen tersebut.“Dokumen ini merupakan refleksi konkret atas kemampuan kita menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan. Kehadirannya akan memperkuat tata kelola BLU berbasis kinerja serta menjadi bukti keseriusan kita dalam menindaklanjuti hasil tracer study,” tegasnya.

Dengan rampungnya Booklet Link and Match Ketenagakerjaan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin mantap melangkah dalam transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada kinerja, relevansi, dan kualitas layanan publik. Dokumen tersebut kini siap diimplementasikan sebagai panduan strategis jangka panjang untuk meningkatkan daya saing lulusan, baik di tingkat nasional maupun global. (Nur)

Senin, 08 Desember 2025

Tips Lengkap Mitigasi Banjir Dari BPBD Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Memasuki musim hujan, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui BPBD Kabupaten Cirebon kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin, menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting untuk menekan risiko bencana banjir.

“Masyarakat perlu memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah banjir. Upaya sederhana bisa menyelamatkan nyawa,” ujar Ikin.

Sebelum Musim Hujan: Persiapan yang Tidak Boleh Diabaikan

BPBD mengimbau warga untuk melakukan langkah pencegahan sejak dini. Beberapa tindakan penting antara lain:

Menguras dan menutup sarang nyamuk untuk menghindari penyakit DBD.

Membuat sumur resapan sebagai upaya menahan limpasan air hujan.

Menyediakan karung pasir untuk penghambat air saat intensitas hujan meningkat.

Meninggikan rumah atau membuat tanggul sederhana bagi warga di wilayah rawan.

Membersihkan sampah di selokan dan sungai agar aliran air tidak tersumbat.

Mengamankan peralatan elektronik dari kemungkinan terendam air.

Menyediakan bak penyimpanan air bersih.

Menyiapkan jas hujan dan payung untuk aktivitas luar ruangan.

Menurut Ikin, tindakan-tindakan tersebut mampu mengurangi potensi kerugian saat puncak hujan datang. “Pencegahan adalah langkah paling murah dan paling mudah,” tegasnya.

Saat Banjir Mengancam: Warga Diminta Tetap Tenang dan Patuh Instruksi Petugas

Ketika air mulai naik, warga diminta fokus pada keselamatan:

Matikan seluruh peralatan listrik untuk menghindari korsleting.

Amankan barang elektronik dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Menampung air bersih sebelum aliran air terganggu.

Memeriksa kebocoran rumah agar tidak menjadi jalur masuk air.

Memastikan sumur resapan berfungsi dengan baik.

Mengikuti seluruh instruksi dari petugas BPBD atau aparat desa.

Ikin menekankan bahwa kepatuhan warga dapat mempercepat proses evakuasi jika dibutuhkan. “Petugas di lapangan bekerja sesuai prosedur. Ikuti arahan demi keselamatan bersama,” katanya.

Setelah Banjir Surut: Pastikan Lingkungan Aman dan Sehat

Usai banjir, masalah tidak berhenti begitu saja. Penyakit pascabanjir seperti leptospirosis, gatal-gatal, dan diare kerap muncul jika kebersihan tidak diperhatikan.

BPBD mengarahkan masyarakat untuk:

Memberantas sarang nyamuk agar tidak terjadi peningkatan kasus DBD.

Menggunakan kaporit jika sumur terkontaminasi air banjir.

Mengonsumsi air minum dalam kemasan atau merebus air hingga benar-benar mendidih.

Memeriksa kembali instalasi listrik dan gas sebelum dipasang.

Menggunakan sepatu karet dan sarung tangan saat membersihkan rumah.

Mewaspadai tanda-tanda penyakit pascabanjir.

Kondisi Gawat Darurat? Hubungi 112

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat agar menghubungi 112 (bebas pulsa) untuk mendapatkan penanganan cepat ketika menghadapi keadaan darurat.

“Jangan ragu menghubungi 112. Layanan ini tersedia 24 jam untuk membantu masyarakat,” pungkasnya. (din)

Walikota: Kota Maju Dibangun dari Warga yang Melek Literasi dan Berpikir Kritis

 

CIREBON, FC – Sebuah kota yang maju tidak hanya ditandai oleh megahnya bangunan ataupun lengkapnya infrastruktur. Lebih dari itu, sebuah kota disebut maju ketika masyarakatnya memiliki daya nalar, kemampuan berpikir kritis, dan kecintaan terhadap pengetahuan. 

Pesan itulah yang disampaikan Walikota Cirebon, Effendi Edo, saat membuka Festival Literasi 2025 di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon, Senin (8/12/2025).

Dalam suasana yang penuh semangat, Effendi Edo menegaskan bahwa literasi adalah fondasi utama untuk membangun masyarakat yang cerdas dan tahan terhadap berbagai arus informasi. 

“Festival ini bukan sekadar kegiatan, tetapi deklarasi bersama bahwa Cirebon adalah kota yang menghargai buku dan menghormati pengetahuan,” ujarnya.

Walikota juga mengingatkan bahwa konsep literasi telah berkembang jauh dari sekadar kemampuan membaca dan menulis. 

Di tengah derasnya arus digital, masyarakat kini menghadapi tantangan baru berupa misinformasi, disinformasi, hingga hoaks yang mudah menyebar.

Tantangan itu, menurutnya, menuntut masyarakat terutama generasi muda untuk lebih bijak dan kritis dalam mencerna setiap informasi yang datang.

“Literasi digital bukan hanya tentang cara menggunakan gawai, tetapi bagaimana kita bersikap. Bagaimana kita memverifikasi informasi dan tidak mudah terprovokasi,” katanya. 

Ia juga menyoroti pentingnya literasi budaya agar masyarakat, khususnya anak muda, tidak tercerabut dari akar identitasnya di tengah gempuran budaya global.

Effendi Edo kemudian mendorong Dispusip Kota Cirebon untuk terus bertransformasi menjadi ruang yang hidup dan inklusif. 

Ia berharap perpustakaan tidak hanya dipandang sebagai tempat meminjam buku, tetapi tumbuh menjadi pusat aktivitas masyarakat, ruang kreatif, ruang belajar, dan ruang kolaborasi.

Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi peran komunitas literasi, pegiat TBM, serta para relawan yang selama ini konsisten memperkuat gerakan literasi di Cirebon. Namun, ia juga mengingatkan bahwa fondasi literasi yang paling kuat justru berasal dari keluarga. 

“Orang tua adalah guru pertama. Rumah harus menjadi perpustakaan mini tempat karakter dan rasa ingin tahu anak tumbuh,” tegasnya.

Ia mengajak orang tua meluangkan waktu untuk membaca bersama anak, berdiskusi tentang buku, dan mengurangi ketergantungan pada gawai. “Ini investasi jangka panjang untuk masa depan Cirebon. Mari wujudkan kota yang cerdas, berbudaya, dan melek informasi,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dispusip Kota Cirebon, Gunawan, menjelaskan bahwa Festival Literasi 2025 bertujuan menumbuhkan budaya baca, meningkatkan kreativitas masyarakat, serta memperkuat ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia berharap festival ini menjadi ruang bersama untuk belajar, berbagi, dan saling menginspirasi.

Festival Literasi 2025 yang berlangsung 8–12 Desember ini dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Walikota. Sejumlah kegiatan digelar selama festival, mulai dari gelar wicara, bedah naskah kuno, lomba membaca nyaring, parade band, diskusi buku, donor darah, senam bersama, hingga pameran buku.

Acara ini juga menghadirkan narasumber yang telah dikenal luas dalam dunia literasi dan pendidikan, di antaranya Maman Suherman, Kak Iyoes, Dini Lestari, Citra Sabrina, dan pendongeng Nur Amalia Farhana. Mereka hadir untuk memberikan inspirasi bagi masyarakat agar semakin dekat dengan literasi dalam kehidupan sehari-hari.