Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 07 Januari 2026

Pemkab Cirebon Tanam Pohon untuk Mitigasi Banjir dan Lestarikan Lingkungan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melaksanakan kegiatan penanaman pohon di lahan milik pemerintah daerah seluas 4.500 meter persegi atau kawasan City Land sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus mitigasi risiko banjir.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan alam, terutama di tengah masih tingginya intensitas curah hujan pada tahun ini.

“Penanaman pohon ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan alam dan mengurangi risiko banjir di Kabupaten Cirebon,” kata pria yang akrab disapa Jigus ini, Rabu (7/1/2025).

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembang perumahan, masyarakat, serta seluruh perangkat daerah agar turut melakukan penanaman pohon di wilayah masing-masing.

“Ke depan, penanaman pohon tidak hanya dilakukan di lokasi ini, tetapi juga di area lain, terutama di lahan terbuka hijau dan kawasan perumahan,” ujarnya.

Jigus menyebutkan, pemerintah daerah akan memprioritaskan penanaman pohon di wilayah dengan kontur tanah berbukit dan daerah yang rawan terjadi limpasan air saat hujan deras.

Ia mengungkapkan, banjir yang terjadi sebelumnya di Kabupaten Cirebon dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya penyatuan aliran sungai dari sejumlah sumber air.

“Banjir kemarin cukup besar, salah satu penyebabnya karena beberapa sumber air menyatu menjadi satu aliran, selain adanya sedimentasi sungai,” katanya.

Selain itu, Jigus menegaskan penanganan banjir memerlukan kolaborasi dengan seluruh pihak, termasuk peran aktif masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.

Ia menambahkan pemerintah daerah terus berupaya melakukan penanganan banjir agar dampaknya dapat dikurangi, mengingat berdasarkan informasi BMKG intensitas hujan diperkirakan masih berlangsung hingga April.

Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Durahman Jaya Supena mengatakan, penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Ia menyebutkan jenis tanaman yang ditanam adalah pohon trembesi, karena memiliki akar yang kuat dan mampu meningkatkan daya resap tanah, sekaligus memberikan manfaat ekologis dan agronomis.

“Kami berharap kegiatan penanaman pohon dapat dilakukan secara berkelanjutan di berbagai lokasi marginal, sehingga Kabupaten Cirebon semakin hijau dan memiliki lingkungan yang lebih lestari,” pungkasnya. (Ara)








Perkuat Ekonomi Digital, Pemkot Cirebon Tekankan Etika Komunikasi bagi Wirausahawan Muda

CIREBON – Memegang gawai paling mutakhir tidak akan berarti banyak jika pemiliknya tidak memiliki kecakapan dalam meramu pesan. Hal tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat membuka Pelatihan Kewirausahaan Digital di Majelis Bani Asy Syafiiyah, Rabu (7/1/2026). 

Ia menekankan bahwa di era digital, keterampilan berkomunikasi adalah "senjata" utama yang menentukan apakah seseorang akan sukses menjadi pelaku usaha atau sekadar menjadi penonton di media sosial.

Wakil Wali Kota melihat fenomena di mana teknologi seringkali berkembang lebih cepat daripada kemampuan penggunanya dalam membangun narasi yang positif. 

Menurutnya, kemandirian ekonomi Kota Cirebon harus dimulai dari individu-individu yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan arus utama yang menuntut masyarakat untuk adaptif agar tidak tergilas oleh perubahan zaman yang dinamis.

"Saya ingin kita semua memahami bahwa kecanggihan gadget di tangan kita harus diimbangi dengan kecakapan menyampaikan pesan. Di dunia maya, cara kita bertutur, cara mempresentasikan produk, dan cara membangun kepercayaan dengan orang yang tidak pernah kita temui secara fisik adalah kunci keberhasilan. Jadilah wirausahawan yang santun, jujur, dan inovatif," ujar Wakil Wali Kota dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa isu kesenjangan digital dan tantangan ekonomi pasca-pandemi mengharuskan warga untuk berani mengambil peran sebagai pelaku utama, bukan hanya konsumen. Baginya, komunikasi efektif adalah fondasi dari segala bentuk usaha. Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, produk yang hebat sekalipun akan sulit menjangkau pasar yang lebih luas di ekosistem digital.

Pemerintah Kota Cirebon pun memberikan apresiasi tinggi kepada PKBM Surapandan yang telah menginisiasi kolaborasi ini. Wakil Wali Kota berharap pelatihan ini tidak berhenti pada seremoni belaka, melainkan menjadi momentum bagi peserta untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus etika berkomunikasi dalam berbisnis. 

Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan non-formal seperti PKBM, Kota Cirebon optimis dapat mencetak generasi emas yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga piawai dalam membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

"Ayo generasi muda terus bergerak maju dan tidak pernah berhenti belajar di tengah pusaran teknologi," ajaknya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana Kegiatan, Tuti Alawiyah, mengajak para peserta untuk mengubah pola pikir dalam menggunakan perangkat digital. 

Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang sering terjebak dalam aktivitas pasif di media sosial tanpa menghasilkan nilai tambah secara ekonomi. Padahal, potensi "cuan" atau keuntungan materiil sangat terbuka lebar jika gawai dikelola dengan orientasi kewirausahaan.

"Digital itu sangat positif kalau kita gunakan untuk hal yang bermanfaat. Bagaimana kita menciptakan ruang digital kita untuk bisa menghasilkan cuan. Ini kesempatan emas bagi generasi kita dan anak-anak kita. Di sini nanti peserta akan mempraktikkan langsung bagaimana mengimplementasikan penggunaan digital dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.

Tuti juga mengingatkan agar para peserta PKBM tidak hanya menjadi pengikut tren yang sekadar menghabiskan waktu di dunia maya. "Jangan hanya scroll, scroll, scroll saja tanpa hasil. Lewat pelatihan ini, kita dorong agar setiap aktivitas digital bisa berdampak pada kemandirian ekonomi. Kita ingin mereka bisa belajar sekaligus menghasilkan melalui platform yang ada," tambahnya. (Anin)



Balutan Adat dan Doa, Rasidi Aldo Gelar Acara Tujuh Bulanan Anak

 

CIREBON, FC — Upaya melestarikan tradisi budaya warisan leluhur, Rasidi Aldo menggelar acara Tujuh Bulanan kehamilan anaknya di Kampung Purwasari, Gang Anggur, Kelurahan Kesambi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Rabu (7/1).

Acara adat tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Meski cuaca diguyur hujan, antusiasme keluarga, kerabat, serta warga sekitar tetap tinggi untuk menghadiri dan mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Tradisi tujuh bulanan merupakan salah satu budaya yang masih dijaga oleh masyarakat sebagai bentuk doa dan harapan agar ibu serta calon bayi diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran hingga proses kelahiran.

“Ini bukan sekadar acara keluarga, tetapi juga bentuk syukur sekaligus usaha kami untuk tetap menjaga tradisi budaya agar tidak hilang,” ujar  Rasidi Aldo di sela kegiatan. (Ara)


Warga sekitar menyambut baik kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya nilai gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga di lingkungan Kampung Purwasari.


Dengan digelarnya acara ini, diharapkan nilai-nilai budaya lokal tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, khususnya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Musrenbang Kelompok Rentan Tekankan Perhatian Serius Bagi Perempuan, Anak, Lansia, Dan Disabilitas

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, khususnya perempuan, anak, lansia (lanjut usia) dan penyandang disabilitas, melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelompok Rentan, Selasa (6/1/2026).

Bupati Cirebon, Imron menyampaikan, Musrenbang ini menjadi ruang penting untuk memastikan pembangunan daerah berjalan inklusif dan berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Dengan adanya Musrenbang yang membahas persoalan perempuan, anak, lansia, dan disabilitas, kami berharap di Kabupaten Cirebon ke depan akan lahir anak-anak yang kreatif, perempuan yang memahami hak dan kewajibannya, lansia yang mandiri dan berdaya, serta penyandang disabilitas yang mendapat perhatian dan dukungan penuh,” ujar Imron.

Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Cirebon yang memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan publik.

Oleh karena itu, baik pemerintah maupun masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk hadir dan membantu mereka agar dapat berdaya dan bermanfaat.

“Kita tidak lagi membedakan. Semua adalah bagian dari masyarakat Kabupaten Cirebon yang harus kita dukung dan kita layani sesuai dengan kebutuhannya,” tegasnya.

Imron juga menyoroti pentingnya peningkatan layanan ramah disabilitas di berbagai fasilitas publik, termasuk di tingkat kecamatan.

Ia berharap ke depan, setiap kecamatan mampu menyediakan pelayanan yang memudahkan penyandang disabilitas dalam mengurus berbagai keperluan tanpa hambatan.

“Kami ingin ada pelayanan khusus disabilitas, supaya mereka tidak mengalami kesulitan saat memiliki keperluan, misalnya di kecamatan atau tempat pelayanan lainnya,” tambahnya.

Melalui Musrenbang Kelompok Rentan ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan kebijakan dan program pembangunan yang inklusif, adil, serta mampu menjawab kebutuhan perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas secara berkelanjutan. (Nur)








Pemkab Cirebon Carikan Solusi Penanganan Banjir Di Kecamatan Mundu

 

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon bergerak cepat menindaklanjuti kejadian banjir yang melanda Kecamatan Mundu.

Sejumlah langkah koordinatif dilakukan guna mencari solusi penanganan banjir agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan dan peninjauan lapangan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dinas tingkat provinsi, perangkat daerah terkait, hingga para kuwu di wilayah Kecamatan Mundu.

Pertemuan ini difokuskan pada evaluasi penyebab banjir serta perumusan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang.

Berdasarkan hasil pendataan awal, banjir berdampak pada sedikitnya enam desa di Kecamatan Mundu.

Genangan air yang terjadi menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi banjir susulan, terutama jika curah hujan kembali meningkat.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman yang akrab disapa Jigus mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berupaya maksimal dalam menangani persoalan banjir di wilayah tersebut.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar banjir di Kecamatan Mundu tidak kembali terjadi,” ujar Jigus, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, penanganan banjir memerlukan kerja sama lintas sektor, karena permasalahan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan saling berkaitan dari wilayah hulu hingga hilir.

Faktor kerusakan lingkungan, pendangkalan sungai akibat sedimentasi, serta penyumbatan aliran air oleh sampah menjadi penyebab utama terjadinya banjir.

Selain langkah teknis, pemerintah daerah juga mendorong peran aktif pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Melalui para kuwu, masyarakat diimbau untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong, khususnya dalam membersihkan saluran air dan drainase di lingkungan masing-masing.

Dalam penanganan jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Cirebon memprioritaskan sejumlah titik rawan banjir, salah satunya kawasan Grand Pamengkang.

Di lokasi tersebut, pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan pihak pengembang serta instansi terkait untuk memastikan adanya tanggung jawab dalam penanganan infrastruktur pengendali banjir.

“Kami akan melakukan penanganan secara kolaboratif dengan pemerintah provinsi, BBWS, dan pihak terkait lainnya,” kata Jigus.

Ke depan, Pemkab Cirebon akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sekaligus menyusun langkah-langkah penanganan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Dengan sinergi semua pihak, pemerintah daerah berharap permasalahan banjir di Kecamatan Mundu dapat ditangani secara efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. (din)