Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 21 Januari 2026

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Wali Kota Larang Keras Trotoar Jadi Lahan Parkir

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon serius dalam menata estetika kota dan mengembalikan fungsi ruang publik . Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sepanjang Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo pada Rabu (21/1/2026). 

Langkah ini diambil merespons keluhan warga terkait menjamurnya parkir liar yang menyerobot hak pejalan kaki.

Di lokasi, Wali Kota menyaksikan langsung pemandangan trotoar yang sesak oleh deretan kendaraan, baik motor maupun mobil. Tanpa basa-basi, Wali Kota langsung memberikan peringatan kepada pihak pengelola usaha di area tersebut.

"Trotoar adalah area khusus pejalan kaki, bukan lahan parkir tambahan. Pengelola usaha wajib menyediakan kantong parkir yang memadai di lahan mereka sendiri, sesuai dengan dokumen Amdal Lalin (Analisis Dampak Lalu Lintas) yang telah disepakati," tegasnya.

Selain teguran, Wali Kota juga menyoroti kondisi fisik trotoar yang mengalami kerusakan akibat beban kendaraan yang parkir di atasnya. Ultimatum pun dilayangkan. Wali Kota memberikan tenggat waktu selama tujuh hari harus sudah diperbaiki dan kembali berfungsi normal.

"Dalam 1×24 jam kalau masih ada kendaraan parkir di trotoar, saya akan sanksi. Saya ingin trotoar segera dibereskan. Satu minggu harus sudah dibereskan," tegasnya.

Selain persoalan di Jalan Wahidin, perhatian Wali Kota juga tertuju pada kemacetan akibat parkir liar di Jalan Cipto, tepatnya di salah satu mal. Ia mengungkapkan bahwa Pemkot saat ini tengah bernegosiasi dengan pengelola mal untuk mengevaluasi sistem pembayaran parkir.

"Kami menyarankan agar pengelola mal lebih fleksibel dalam metode pembayaran. Selain e-money, pembayaran tunai sebaiknya tetap dilayani agar arus masuk kendaraan lebih cepat. Jika akses ke dalam lancar, pengunjung tidak akan lagi memarkir kendaraannya di pinggir jalan yang memicu kemacetan," pungkasnya.

Tindakan lapangan ini menjadi pesan bagi seluruh pelaku usaha di Kota Cirebon bahwa kepatuhan terhadap regulasi adalah harga mati demi kenyamanan bersama dan keasrian tata kota. (Hafidz)



Jadikan Mall UMKM Rumah Inovasi, Pemkot Cirebon Gelar Satu Visi Coffee Festival 2026

CIREBON – Gedung Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Cirebon (DKUKMPP) Kota Cirebon mendadak riuh dengan aroma kopi yang kuat pada Rabu (21/1/2026). 

Lebih dari sekadar ajang kumpul komunitas, gelaran Satu Visi Mall UKM Coffee Festival 2026 ini dirancang sebagai pernyataan sikap bahwa Mall UMKM kini bukan sekadar tempat pajangan produk, melainkan sebuah ‘rumah’ bagi lahirnya berbagai inovasi baru bagi pelaku usaha lokal.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang hadir membuka acara, menyampaikan bahwa keberadaan ruang publik seperti Mall UMKM harus mampu menangkap fenomena menjamurnya kedai kopi sebagai kekuatan ekonomi, bukan sekadar gaya hidup. 

Ia menekankan pentingnya mengubah tren konsumsi menjadi ekosistem industri yang sehat dan mandiri. Baginya, inovasi adalah kunci agar produk lokal tidak hanya jago kandang, tapi punya standar yang diakui secara luas.

“Saya ingin Mall UMKM ini benar-benar menjadi rumah bagi inovasi. Kita lihat ada workshop V60 hingga Ciremai Coffee Talk hari ini, itu adalah langkah nyata untuk menaikkan kelas produk kita. Kita punya potensi besar, tinggal bagaimana kita mengemasnya dengan standar kualitas dan narasi pemasaran yang tepat agar wisatawan bahkan pasar internasional mau melirik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menyoroti bahwa inovasi produk harus berjalan beriringan dengan pemahaman finansial yang kuat. Menurutnya, edukasi seperti literasi keuangan yang melibatkan Bank Indonesia dan OJK merupakan bagian tak terpisahkan dari kemajuan UMKM. 

Ia berharap para pelaku usaha mulai melek terhadap pengelolaan modal yang bijak dan berani bertransformasi ke arah digital dalam setiap transaksi.

Sebagai penutup, Wali Kota berpesan agar seluruh pelaku UMKM membuang jauh-jauh ego sektoral. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus memberikan dukungan lewat kebijakan yang pro terhadap ekonomi kreatif.

"Tapi motor utamanya tetaplah kolaborasi dan semangat untuk terus belajar dari para pelaku usaha itu sendiri," tuturnya.

Senada dengan Wali Kota, Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, menyebut momentum ini sangat strategis untuk menunjukkan bahwa sinergi lintas sektoral bisa menghasilkan acara berkelas dunia. Iing pun melaporkan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa, mencakup berbagai daerah mulai dari Jawa Tengah hingga Jawa Barat.

“Pesertanya datang dari mana-mana, ada yang dari Malang, Yogyakarta, Semarang, hingga wilayah Ciayumajakuning sendiri. Ini membuktikan bahwa Cirebon punya daya tarik sebagai titik kumpul industri kopi nasional. Kami ingin membangun narasi bahwa Cirebon adalah hub pemasaran utama bagi kopi-kopi berkualitas, terutama yang dihasilkan dari lereng Gunung Ciremai,” jelas Iing Daiman.

Salah satu daya tarik utama yang mencuri perhatian dalam festival ini adalah hadirnya barisan juri kompetisi Aeropress yang memiliki reputasi internasional. Nama-nama besar seperti Jon (Juara 5 Dunia), Mendy (Juara 2 Dunia), serta Reza dan Rian yang masing-masing pernah meraih podium di Qatar dan Jerman, turut hadir memberikan standar penilaian tinggi bagi para barista muda yang berkompetisi.

Tak hanya soal kompetisi rasa, Iing menambahkan bahwa festival ini juga menyentuh aspek pendidikan dan masa depan anak muda. Selain literasi keuangan bersama pimpinan BI dan OJK, pihaknya juga memfasilitasi sosialisasi pendidikan profesi gratis ke Jerman. 

"Hal ini agar para siswa dan mahasiswa di Kota Cirebon memiliki pandangan luas mengenai peluang karier di level internasional," ucapnya.

Rangkaian acara Satu Visi Mall UKM Coffee Festival 2026 ini juga dimeriahkan dengan pembagian 600 cup kopi gratis bagi pengunjung. Selain itu, berbagai produk unggulan UMKM Kota Cirebon dipajang sepanjang acara untuk memudahkan masyarakat memberikan dukungan nyata melalui transaksi langsung di lokasi. (din)



UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Polres Cirebon Kota Teken Kerja Sama Strategis Perkuat Kamtibmas dan Moderasi Beragama

 

CIREBON, FC  — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang dikenal sebagai Cyber Islamic University, menggelar Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoU) dengan Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota pada Rabu (21/1/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai 2 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sebagai bagian dari penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan aparat penegak hukum.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Ketua Senat, para Wakil Rektor, Kepala Biro Akademik, Keuangan dan Umum (AKU), para Dekan Fakultas, Ketua LPM dan LPPM, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI), para Kepala Bagian, serta jajaran Polres Cirebon Kota yang dipimpin oleh Wakapolres Cirebon Kota beserta rombongan.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan urgensi penandatanganan kerja sama ini sebagai langkah strategis memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan masyarakat.

“Kerja sama ini menjadi bagian penting dalam penguatan peran UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University yang tidak hanya unggul dalam pengembangan akademik dan digitalisasi pendidikan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam penguatan ketertiban sosial dan moderasi beragama,” ujar Prof. Aan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Aan turut memperkenalkan profil institusi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang saat ini menaungi lima fakultas, program magister dan doktor, enam program studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), serta keberadaan Ma’had Al-Jami’ah sebagai pusat pembinaan karakter dan spiritualitas mahasiswa.

Lebih lanjut, Prof. Aan menjelaskan implementasi salah satu Program Prioritas (Protas) Kementerian Agama, yakni Moderasi Beragama, yang telah dijalankan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui berbagai program strategis.

“Moderasi beragama kami implementasikan secara nyata melalui KKN Tematik Moderasi Beragama, penguatan kurikulum, serta keberadaan UPT Moderasi Beragama sebagai pusat kajian, edukasi, dan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.IK., M.H., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakapolres Cirebon Kota Kompol Dede Kasmadi, S.IP., S.IK., M.M., menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan perguruan tinggi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“MoU ini sangat penting, khususnya dalam penguatan kamtibmas, pencegahan anarkisme, mitigasi gerakan radikalisme dan terorisme, serta penguatan sinergi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan dan pengajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Kompol Dede.

Ia juga menyampaikan harapan agar ke depan kerja sama ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret, salah satunya penempatan mahasiswa magang di Polres Cirebon Kota, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Syariah, yang dapat dilibatkan dalam unit Reserse Kriminal (Reskrim) sesuai bidang keilmuan.

Penandatanganan kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kolaborasi berkelanjutan antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Polres Cirebon Kota dalam membangun masyarakat yang aman, moderat, dan berkeadaban, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam pembangunan nasional berbasis nilai dan teknologi. (din)

Edy Chandra, S.Si, M.A : RAT KOPSYAH Harapan Sejahtera UIN Siber Cirebon tahun Buku 2025 Penting Sebagai Evaluasi dan Pertanggungjawaban

 

CIREBON FC — Koperasi Syariah (KOPSYAH) “Harapan Sejahtera” Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada Rabu (21/1/2026). Kegiatan berlangsung di Auditorium Pascasarjana Lantai 3 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, diikuti oleh pengurus, pengawas, serta anggota koperasi.

Ketua KOPSYAH “Harapan Sejahtera”, Edy Chandra, S.Si., M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa RAT merupakan agenda tahunan yang sangat penting sebagai forum evaluasi, pertanggungjawaban, serta penyerapan aspirasi anggota koperasi.

“RAT ini menjadi ruang bagi anggota untuk menyampaikan saran dan masukan demi perbaikan dan kemajuan koperasi. Kami berharap seluruh anggota dapat berpartisipasi aktif, karena kemajuan koperasi sangat ditentukan oleh keterlibatan bersama,” ujar Edy Chandra.

Ia juga berharap KOPSYAH Harapan Sejahtera dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan seluruh anggotanya, serta kegiatan RAT dapat berjalan lancar dan produktif.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Cirebon, yang diwakili oleh Dedy Fachrudin, M.Si., menyampaikan bahwa RAT tidak seharusnya menjadi ajang formalitas semata, melainkan momentum strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan koperasi kepada anggota.

“RAT harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat pelayanan dan tata kelola koperasi sesuai tujuan utamanya, yakni meningkatkan kesejahteraan anggota. Kehadiran pembina koperasi menjadi bukti adanya dukungan nyata bagi pengembangan koperasi,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa di antara koperasi yang ada di Kota Cirebon, KOPSYAH Harapan Sejahtera termasuk koperasi yang berkembang pesat dan telah memiliki gedung sendiri. Dalam forum RAT ini, ia mendorong agar anggota saling membahu dan mencurahkan ide-ide inovatif, termasuk peluang mendirikan CV koperasi agar dapat mengikuti berbagai tender dan memperluas usaha.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Dekopinda Kota Cirebon, Yudi Rudiantono, S.E. Menurutnya, terselenggaranya RAT merupakan bukti bahwa koperasi dikelola secara informatif, akuntabel, dan profesional.

“Keaktifan anggota menjadi kunci utama kemajuan koperasi. Kendala terbesar koperasi pada umumnya adalah rendahnya partisipasi anggota. Karena itu, semangat kebersamaan dalam RAT ini patut dijaga,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., memberikan arahan sekaligus tausiyah yang menyoroti isu pinjaman online (pinjol) dan praktik keuangan syariah di Indonesia.

“Kita harus berhati-hati terhadap praktik keuangan yang tidak sesuai prinsip syariah, meskipun dibungkus dengan label syariah. Sebagai khalifah di muka bumi, salah satu ikhtiar menuju keberkahan ekonomi keluarga adalah dengan memperbanyak sedekah dan bersyukur,” pesan Prof. Aan.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus serta anggota KOPSYAH Harapan Sejahtera, sembari menekankan pentingnya perbaikan tata kelola koperasi agar semakin adaptif terhadap kebutuhan anggota dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan bersama.

Rangkaian RAT kemudian dilanjutkan dengan rapat pemilihan pengurus KOPSYAH Harapan Sejahtera masa bakti 2026–2027, yang dipimpin oleh Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Susari, M.A. Agenda rapat meliputi penetapan tata tertib, laporan pertanggungjawaban pengurus oleh Ketua Koperasi, laporan pengawas, serta pemilihan pengurus baru dengan kriteria amanah dan memiliki pemahaman tentang koperasi.

Berdasarkan hasil musyawarah, Edy Chandra kembali terpilih sebagai Ketua KOPSYAH Harapan Sejahtera, dengan Ayus A. Yusuf sebagai Pengawas, serta Ilham Bustomi sebagai Pengawas Syariah.

Melalui RAT Tahun Buku 2025 ini, KOPSYAH “Harapan Sejahtera” UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan semakin solid, profesional, dan berdaya saing dalam mewujudkan koperasi syariah yang sehat dan berorientasi pada kesejahteraan anggota. (din)

Pemkab Cirebon Tutup Smart Village 2025, Dorong Desa Digital Berbasis Data

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi menutup Program Cirebon Smart Village dan Pembinaan Desa Cinta Statistik (Cantik) Tahun 2025 di Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (20/1/2026).

Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Cirebon dalam mendorong transformasi digital dan penguatan tata kelola pemerintahan desa berbasis data, serta menjadi fondasi dalam mewujudkan Smart City di Kabupaten Cirebon serta mendukung visi dan misi Bupati Cirebon.

Sepanjang 2025, program dilaksanakan melalui pendampingan dan pembinaan teknis, meliputi pemanfaatan teknologi informasi, pengelolaan website desa, literasi data statistik, serta penerapan layanan digital seperti tanda tangan elektronik.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman menyampaikan, bahwa konsep Smart Village bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan transparan.

Sementara itu, Program Desa Cantik difokuskan pada peningkatan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data dan statistik yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Data yang baik menjadi dasar penting dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan desa agar tepat sasaran,” ujar Wakil Bupati yang akrab disapa Jigus.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh desa peserta atas partisipasi aktif dan inovasi yang ditunjukkan selama pelaksanaan program.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh desa peserta program Cirebon Smart Village dan Pembinaan Desa Cantik atas partisipasi aktif, komitmen, serta berbagai inovasi yang telah ditunjukkan selama pelaksanaan kegiatan,” jelas Jigus.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, menyampaikan sambutannya, yang dibacakan oleh Sekretaris Diskominfo, Fajar Sutrisno, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dan data statistik desa secara optimal.

“Melalui Program Cirebon Smart Village dan Pembinaan Desa Cantik Tahun 2025, kami mendorong pemanfaatan teknologi dan data statistik desa secara optimal untuk mendukung pelayanan publik yang lebih efektif, transparan, dan berbasis kebutuhan masyarakat,” jelas Fajar.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Cirebon menyerahkan penghargaan kepada desa berprestasi, antara lain Desa Cisaat, Guwa Kidul, Getrakmoyan, Arjawinangun, Babakan Gebang, dan Sindangjawa, serta Desa Pamengkang, Blender, dan Kalikoa sebagai Desa Terbaik Pembinaan Desa Cantik 2025.

Sedangkan Penghargaan Desa Pendamping Smart Village Tahun 2025 juga diberikan kepada Desa Karangwangun, Desa Kalibaru, dan Desa Kalikoa sebagai bentuk apresiasi atas komitmen desa dalam mendukung transformasi digital dan tata kelola berbasis data. (Ara)