Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 13 November 2020

IAIN Cirebon Siap Action Menjawab Permintaan Pemkab Indramayu


FOKUS CIREBON, FC- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjawab permintaan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang menginginkan pihak kampus setempat melakukan action pembangunan di tanah yang berlokasi di Blok Ciputat, Desa Cikawung, Kecamatan Terisini, Kabupaten Indramayu yang diproyeksikan untuk kampus II IAIN Cirebon, Kamis (12/11/2020).

Sumanta mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sejumlah pembangunan di tanah hibah pemerintah daerah setempat tersebut. Seperti penanaman pohon, pemagaran, perbaikan jalan, dan sejumlah pembangunan lainnya.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan penanaman pohon di sana, karena kita juga kan harus menyiapkan bibitnya dulu. Kita sudah action, ini salah satu action kita,” ungkap Sumanta.

Setelah penanaman pohon tersebut, lanjut rektor, pihaknya juga akan melakukan pemagaran dan dilanjutkan dengan memperbaiki jalan. Bahkan, kata Sumanta, infrastruktur lainnya pun perlahan akan dibangun yang pada akhirnya akan dilakukan pembangunan bangunan intinya. (Nur)

Rektor IAIN Cirebon Buka Site Plant Kampus II Di Indramayu, Ketua DPRD Dukung Penuh

FOKUS CIREBON - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag melaksanakan kegiatan Presentasi terkait agenda besar yakni transformasi dari IAIN menuju UIN Syekh Nurjati Cirebon. 


Pengembangan kampus II IAIN Syekh Nurjati Cirebon bikin sejumlah pihak penasaran. Salah satunya Ketua DPRD Indramayu, H Saefudin, SH. Apa benar di kampus II di Indramayu bakal dikembangkan fakultas dan jurusan yang mendukung pengembangan dan pemanfaatan potensi yang ada di Bumi Wiralodra?

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta,M.Ag pun angkat suara. Sumanta menegaskan, saat ini pengembangan kampus II IAIN Cirebon terus dikebut. Bahkan pada 2022 bakal mulai dibangun sejumlah insfrastruktur pendukung. Seperti pemagaran areal kampus, akses jalan hingga penanaman pohon di areal Ruang Terbuka Hijau (RTH) kampus II.

Terkait fakultas dan jurusan yang dikembangkan, Sumanta berujar d kampus II bakal dibuka fakultas rumpun keilmuan umum menjurus ke teknis dan saintek. Menurut Sumanta, fakultas keagamaan hanya dikembangkan di kampus I.

“Di Cirebon fakultas agama, di Indramayu fakultas umum. Akan dikembangkan Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan dan yang umum itu di kampus II, Indramayu,” tegas Sumanta.

Dia menambahkan, pembukaan fakultas umum sesuai dengan potensi sumber daya di Indramayu. Sehingga diharapkan bakal mampu menggaet minat mahasiswa lokal untuk melanjutkan pendidikan tinggi di tanah kelahiran.

Saat ini IAIN Cirebon tengah mempersiapkan banyak hal untuk kampus II. Mulai dari pembangunan gedung, struktur birokrasi hingga tenaga pendidik dan kependidikan. Sehingga pada saat kampus II dibuka semua unsur pendukung telah siap.

“Begitu kita buka tahun ajaran, kita sudah siapkan infrastruktur baik gedung, dosen dan strukturnya tidak satu-satu. Tapi berbarengan,” tegas Sumanta.

Mendengar penjelasan Sumanta, Ketua DPRD Indramayu, H.Saefudin,SH pun mendukung dibukannya kampus II IAIN Cirebon. “Tinggal menunggu rencana penganggaran. Dan pembangunannya lancar,” tegas Saefudin. (Nur)

Pemkab Cirebon Berikan Pengobatan Gratis Untuk 5600 Orang


FOKUS CIREBON - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 56 di Kabupaten Cirebon, diperingati dengan sejumlah kegiatan serba angka 56.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan, yaitu pengobatan gratis untuk 5600 pasien, pembagian 5.600 masker dan swab massal untuk 5.600 orang.

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag mengatakan, bahwa dalam peringatan HKN ini, ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk bisa menjaga kesehatannya dengan baik. Terutama kepada tenaga medis yang langsung menangani covid 19.

Imron menyebutkan, kesehatan tenaga medis sangatlah penting, ditengah wabah pandemi covid 19 ini. Karena menurutnya, beberapa puskesmas dan pelayanan rumah sakit di Kabupaten Cirebon, sempat terhenti akibat adanya tenaga kesehatan yang terpapar covid 19.

"Hal tersebut membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu. Jadi, tenaga medis harus selalu menjaga kesehatannya," kata Imron.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menuturkan, alasan sejumlah kegiatan yang dilaksanakan pada HKN ini serba angka 56, dikarenanya menyesuaikan dengan peringatan HKN yang ke 56.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam HKN kali inipun, menyesuaikan dengan kondisi yang sedang dialami saat ini, yaitu terkait covid 19.

"Oleh karena itu, kami mengadakan swab massal untuk 5.600 orang dan pembagian 5.600 masker," kata Eni.

Pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 150 Viral Transport Medium (VTM) kepada 60 Puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon.

Selain itu, untuk memberikan semangat dan dukungan kepada tenaga kesehatan yang sedang menangani covid 19, pihakanya juga akan melakukan tepuk tangan massal selama 56 detik secara bersamaan.

"Ini merupakan bentuk dukungan kepada nakes yang tanpa lelah menangani covid 19," kata Eni. (Nur)

Pemkab Cirebon Evaluasi Penanganan Jenazah Positif Covid 19


FOKUS CIREBON - Sempat terjadinya permasalahan yang berkaitan dengan penguburan jenazah yang terkonfirmasi positif covid 19 di Kabupaten Cirebon, dijadikan bahan evaluasi oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid 19 Kabupaten Cirebon. 

Bupati Cirebon Drs H. Imron, M. Ag, meminta agar permasalahan tersebut tidak kembali terulang. Ia menilai, banyak faktor yang membuat permasalahan penanganan jenazah covid 19 di Kabupaten Cirebon sempat ada yang terkendala. 

"Diantaranya, yaitu kurangnya komunikasi dan informasi yang disampaikan," ujar Imron, Jumat 13 November 2020.

Selain itu, banyaknya informasi yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya, membuat pandangan masyarakat terkait covid 19 menjadi bertolak belakang. Bahkan, tidak sedikit juga yang masih tidak percaya adanya covid 19 ini. 

Apalagi ujar Imron, ada juga seorang ahli yang menyatakan, bahwa orang yang meninggal, maka virusnya juga ikut meninggal. 

Hal-hal seperti ini, kata Imron, yang membuat gejolak dimasyarakat, sehingga imbasnya ada penolakan terkait penguburan jenazah covid 19.

"Sehingga, kita harus terus memberikan bimbingan kepada masyarakat, terkait covid 19 ini," kata Imron. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan mengatakan, bahwa SOP pemulasaran dan penguburan jenazah covid 19 di Kabupaten Cirebon memang dievaluasi. 

Selain menggunakna standar SOP yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dalam evaluasi tersebut juga, akan dilakukan penambahan SOP pemulasaran dan penguburan jenazah dari Dinas Kesehatan. 

"SOP tersebut, mengatur tentang penanganan jenazah terkonfirmasi covid 19, yang meninggal di rumah sakit ataupun non rumah sakit," ujar Alex. 

Ia mengatakan, bahwa dalam proses pengurusan jenazah terkonfirmasi covid 19, sudah ada mekanisme dan aturan yang sudah ditetapkan. 

Untuk pemulasaran, akan dilakukan oleh rumah sakit rujukan yang sudah ditetapkan. Sedangkan untuk penguburan, akan dilakukan oleh tim relawan. 

Alex juga menngkapkan, untuk saat ini sudah terbentuk tim relawan mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Sehingga bisa dipastikan, bahwa SOP yang akan ditetapkan nanti, bisa berjalan dengan baik. 

"SDM untuk relawan dan lainnya sudah ada. Karena sudah terbentuk hingga tingkat desa," ujar Alex. (Nur)

Balitbang Kemenag RI Selenggarakan Penilaian Buku Pendidikan Agama

FOKUS CIREBON, (FC) - Badan Litbang dan Diklat (Balitbang) Kementerian Agama (Kemenag) RI menyelenggarakan penilaian buku pendidikan agama dan keagamaan pada sekolah dan madrasah, Rabu-Jumat (11-13/11/2020). 

Kegiatan siding III penilaian buku pendidikan agama dan keagamaan ini dilaksanakan di salah satu hotel di wilayah Cirebon.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, dalam kegiatan tersebut mengundang para peneliti dan reviewer yang nantinya buku tersebut akan diterbitkan Kementerian Agama. Karena, buku-buku yang akan terbit tersebut kontennya menjadi tanggungjawab Kementerian Agama.

“Misalnya salah satu contohnya jika ada buku yang bertentangan dengan ideologi Pancasila, nanti yang dituntut Balitbang,” kata Sumanta ketika ditemui di sela-sela kegiatan, Kamis (12/11/2020).

Karena kegiatan ini dilaksanakan di Cirebon, jelas Sumanta, IAIN Syekh Nurjati dilibatkan untuk menyambut para peneliti, reviewer, dan pihak Balitbang Kementerian Agama.

“Dan ada satu hal yang saya sampaikan saat itu adalah kerjasama kita dengan Balitbang. Kegiatan-kegiatan yang akan kita lakukan bersama Balitbang. Umpanya penelitian dan pengembangan naskah-naskah yang ada di Cirebon,” jelasnya.

Kemudian, ungkap Sumanta, sebagaimana yang disampaikan Kapuslitbang, Prof Dr Arskal Salim, IAIN Syekh Nurjati Cirebon pun akan dilibatkan juga dalam kegiatan kiolog kebududayaan.

“Kemudian IAIN Cirebon juga akan melakukan penerjemahan Alquran Bahasa Cirebon. Kerjasama ini Insya Allah akan dilaksanakan pada tahun 2021. Karena tahun anggaran sekarang kan sudah mau habis. Kalau tidak ada halangan atau nggak ada suatu hal, Insya Allah Balitbang Kementerian Agama menggandeng IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” tandasnya. (Nur)

Kamis, 12 November 2020

Kerjasama Balitbang Kemenag RI, IAIN Cirebon Akan Melakukan Penerjemahan Alquran Bahasa Cirebon



FOKUS CIREBON, (FC) - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, dalam kegiatan tersebut mengundang para peneliti dan reviewer yang nantinya buku tersebut akan diterbitkan Kementerian Agama. Karena, buku-buku yang akan terbit tersebut kontennya menjadi tanggungjawab Kementerian Agama.

“Misalnya salah satu contohnya jika ada buku yang bertentangan dengan ideologi Pancasila, nanti yang dituntut Balitbang,” kata Sumanta ketika ditemui di sela-sela kegiatan, Kamis (12/11/2020).

Karena kegiatan ini dilaksanakan di Cirebon, jelas Sumanta, IAIN Syekh Nurjati dilibatkan untuk menyambut para peneliti, reviewer, dan pihak Balitbang Kementerian Agama.

“Dan ada satu hal yang saya sampaikan saat itu adalah kerjasama kita dengan Balitbang. Kegiatan-kegiatan yang akan kita lakukan bersama Balitbang. Umpanya penelitian dan pengembangan naskah-naskah yang ada di Cirebon,” jelasnya.

Kemudian, ungkap Sumanta, sebagaimana yang disampaikan Kapuslitbang, Prof Dr Arskal Salim, IAIN Syekh Nurjati Cirebon pun akan dilibatkan juga dalam kegiatan kiolog kebududayaan.

“Kemudian IAIN Cirebon juga akan melakukan penerjemahan Alquran Bahasa Cirebon. Kerjasama ini Insya Allah akan dilaksanakan pada tahun 2021. Karena tahun anggaran sekarang kan sudah mau habis. Kalau tidak ada halangan atau nggak ada suatu hal, Insya Allah Balitbang Kementerian Agama menggandeng IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” tandasnya.

Hal ini, kata Sumanta, berkaitan dengan Badan Litbang dan Diklat (Balitbang) Kementerian Agama (Kemenag) RI yang menyelenggarakan penilaian buku pendidikan agama dan keagamaan pada sekolah dan madrasah, pada Rabu-Jumat (11-13/11/2020). 

Kegiatan sidang III penilaian buku pendidikan agama dan keagamaan ini dilaksanakan di salah satu hotel di wilayah Cirebon. (Nur)

Usung Kampus Hijau, Tanah Milik IAIN Di Desa Astapada Kabupaten Cirebon Ditanami 500 Pohon

TANAMI POHON : Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag saat menanam pohon secara simbolik di lahan seluas 4,2 hektar, milik IAIN Cirebon di Desa Astapada, Kabupaten Cirebon, Kamis (12/11/2020). 


FOKUS CIREBON, -  Dimulai dengan lantunan dzikir dan doa yang dibaca secara khusus dan diikuti oleh seluruh civitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, ini merupakan wujud rasa syukur atas sudah tersertifikatnya tanah seluas 4,2 hektar di Desa Astapada, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon.

Lantunan dzikir dan iringan doa tersebut, juga sekaligus membawa kepada suasana keakraban pada keluarga besar IAIN Cirebon yang hadir pada kegiatan penanaman pohon menuju kampus hijau.

Usai dzikir dan doa, Rektor IAIN Dr H Sumanta M.Ag memimpin langsung penanaman 500 pohon yang diikuti oleh Warek 1 dan Warek 2 kemudian dilanjutkan oleh Kabiro AUAK dan juga Bank Syariah Mandiri (BSM) yang ikut menyumbang pohon tersebut, Kamis (12/11/2020).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, Ini adalah bagian dari refleksi sebagai rasa syukur karena tanah ini sudah disertifikat. Kedua, ini adalah starting poin kita. 

"Ini menjadi tonggak sejarah bagi kita, maka kita usung kampus hijau dengan tujuan membangun kampus yang nyaman dalam arti yang luas," paparnya.

Sementara terkait penanaman pohon di tanah seluas 4,2 hektare ini, Sumanta menegaskan jika hal ini dalam rangka penghijauan. Yakni menuju kampus hijau, kampus yang asri dan nyaman.

Penanaman pohon ini juga berdasarkan site plan. Di mana tanah di Desa Astapada ini diproyeksikan akan dibangun Fakultas Tarbiyah dengan mengusung kampus hijau  yang ramah lingkungan, berikut dengan fasiltas pendukungnya. Seperti, gedung perkuliahan, lab school, mahad, dan sejumlah fasiltas lainnya.

Sedangkan untuk rencana pembangunannya, Rektor mengungkapkan, akan mengalami keterlambatan akibat pandemi Covid-19 yang menyebabkan sejumlah anggaran terkena refocussing.

"Insya Allah 2021 pembangunannya baru bisa dilaksanakan. Karena sebenarnya tahun 2020 ini itu pembangunannya untuk di rektorat dan perpustakaan, kemudian tahun 2021 itu di tanah Astapada ini, dan tahun 2022 itu di Cikawung Indramayu. Tapi karena ada refocussing anggaran, mungkin akan mengalami keterlambatan," paparnya.

Selain itu, Sumanta menambahkan, kegiatan ini juga bisa dikatakan sebagai family gathering. Karena melalui kegiatan ini seluruh keluarga besar Sivitas Akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon dapat berkumpul.

Bahkan, lanjut dia, melalui kegiatan ini, pihaknya juga dapat bersilaturahim dengan warga sekitar di Desa Astapada sekaligus mengenalkan dan memberitahu bahwa di lokasi ini akan dibangun gedung perkuliahan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Sementara itu, usai penanaman pohon, seluruh unsur pimpinan Rektorat bersama tamu undangan dan civitas akademika mengelilingi lahan tanah tersebut, sambil membawa pohon dan kembali melakukan penanaman pohon di sejumlah titik yang sudah ditentukan. Usai ini, acara dilanjutkan dengan ramahtamah. (din)

Peringati HKN, Pemkab Cirebon Lakukan Swab Massal 5600 Warga

FOKUS CIREBON - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 56 di Kabupaten Cirebon, diperingati dengan sejumlah kegiatan serba angka 56.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan, yaitu pengobatan gratis untuk 5600 pasien, pembagian 5.600 masker dan swab massal untuk 5.600 orang.

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag mengatakan, bahwa dalam peringatan HKN ini, ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk bisa menjaga kesehatannya dengan baik. Terutama kepada tenaga medis yang langsung menangani covid 19.

Imron menyebutkan, kesehatan tenaga medis sangatlah penting, ditengah wabah pandemi covid 19 ini. Karena menurutnya, beberapa puskesmas dan pelayanan rumah sakit di Kabupaten Cirebon, sempat terhenti akibat adanya tenaga kesehatan yang terpapar covid 19.

"Hal tersebut membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu. Jadi, tenaga medis harus selalu menjaga kesehatannya," kata Imron.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menuturkan, alasan sejumlah kegiatan yang dilaksanakan pada HKN ini serba angka 56, dikarenanya menyesuaikan dengan peringatan HKN yang ke 56.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam HKN kali inipun, menyesuaikan dengan kondisi yang sedang dialami saat ini, yaitu terkait covid 19.

"Oleh karena itu, kami mengadakan swab massal untuk 5.600 orang dan pembagian 5.600 masker," kata Eni.

Pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 150 Viral Transport Medium (VTM) kepada 60 Puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon.

Selain itu, untuk memberikan semangat dan dukungan kepada tenaga kesehatan yang sedang menangani covid 19, pihakanya juga akan melakukan tepuk tangan massal selama 56 detik secara bersamaan.

"Ini merupakan bentuk dukungan kepada nakes yang tanpa lelah menangani covid 19," kata Eni. (Indah)

Rektor IAIN SNJ Cirebon Optimis Tahun 2021 Transformasi UIN Terwujud

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg


FOKUS CIREBON, (FC)- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengaku optimis transformasi kampus yang dipimpinnya ini menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dapat terwujud pada tahun 2021 mendatang.

“Harus optimis, karena kita umat Islam kan harus tetap optimis. Kalaupun harapan kita tertunda, ya kita harus bersabar, kalau tidak tahun 2021 ya 2022. Kita tunggu saja, karena tahapan-tahapan itu kan tetap berjalan, karena melihat situasi sekarang (pandemi Covid-19) tidak seperti yang kita bayangkan,” ujarnya, Kamis (12/11/2020).

Sumanta menegaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 20 Tahun 2020, IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah dinyatakan layak menjadi UIN. Hal itu terungkap dalam presentasi yang dilakukannya di Kementerian Agama pada 8 September 2020 lalu.

“Presentasi itu diuji dan dinilai oleh para panelis. Dalam presentasi itu ada 3 panelis dan dari ketiga panelis itu kita dinyatakan sesuai dengan PMA Nomor 20 tahun 2020. Itu kan artinya kita lolos dari tahapan itu. Kita paparkan data-data kita dari A sampai Z dan itu sudah dinyatakan sesuai dan itu bahasanya sudah memenuhi kelayakan,” katanya.

Tahapan berikutnya, imbuh Sumanta, yaitu visitasi yang hasilnya akan diserahkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negera Reformasi Birokrasi (PAN RB). Dari Kementerian PAN RB ini akan disampaikan ke Presiden untuk dibuat Keputusan Presiden (Kepres).

“Visitasi itu kan harus tetap dilakukan, namun karena situasi sedang pandemi seperti ini menunggu situasi aman, baru kita visitasi. Mudah-mudahan bisa mengalami percepatan ya. Karena tahapan-tahapan itu kan bisa dibuat cepat atau lambat karena situasi ya,” tandasnya. (Nur)

Rabu, 11 November 2020

Bupati Berikan Kadedeuh untuk Kafilah Terbaik MTQ asal Kabupaten Cirebon


fokuscirebon.com - Sebanyak 11 peserta terbaik Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 36 tingkat Provinsi Jawa Barat  asal Kabupaten Cirebon, mendapatkan kadedeuh dari Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag

Selain para peserta, bupati juga memberikan bonus untuk official dan pembina dari para kafilah Kabupaten Cirebon. 

Menurut Imron, pemberian kadedeuh ini, merupakan salah satu bukti kehadiran pemerintah dalam mendukung prestasi peserta MTQ asal Kabupaten Cirebon. 

"Kehadiran pemerintah sangat penting, untuk bisa meningkatkan prestasi dalam berbagai hal," ujar Imron, Rabu 11 November 2020.

Ia mengakui, bahwa ada penurunan prestasi yang cukup signifikan dalam perlombaab MTQ yang digelar di Kabupaten Subang tersebut. 

Kabupaten Cirebon yang sebelumnya bisa masuk menjadi peringkat ke 7 pada pelaksanaan MTQ sebelumnya, namun Pada MTQ tingkat provinsi Jawa Barat kali ini, hanya mampu berada di urutan ke 17.

Walaupun begitu, Imron tetap mengapresiasi segala upaya yang sudah dilakukan oleh para kafilah dari Kabupaten Cirebon, untuk bisa mendapatkan hasil yang terbaik. 

Imron berharap, pada pelaksanaan MTQ selanjutnya, Kabupaten Cirebon bisa memperbaiki peringkat prestasinya. Karena menurut Imron, Kabupaten Cirebon sebenarnya, merupakan salah satu daerah yang paling diperhitungkan oleh daerah lain, dalam pelaksanaan MTQ. "Oleh karena itu, tahun depan harus bisa lebih baik, " ujarnya. (Indah)

Selasa, 10 November 2020

Lima Pelajar SMA Tingkat Kota Cirebon, Dikukuhkan Sebagai Duta Hukum HAM dan Lingkungan

Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH.


CIREBON - Sebanyak 5 pelajar di Kota Cirebon tingkat SMA dan sederajat dikukuhkan sebagai duta hukum HAM dan lingkungan. Mereka diminta menularkan kesadaran berhukum kepada teman-temannya.

Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., saat pelantikan mengungkapkan bahwa secara kodrati hak asasi sudah melekat pada diri manusia serta sebagai anugerah dari Allah SWT. 

“Pengingkaran terhadap hak tersebut berarti mengingkari martabat kemanusiaan,” ungkap Azis.

Visi dan misi Kota Cirebon “Sehati” atau sehat, hijau, agamis, tertib dan inovatif menurut Azis juga dimaksudkan untuk memenuhi hak asasi manusia. 

Hak untuk beribadah, hak untuk hidup sehat, hak untuk hidup dengan tentram dan mendapatkan berbagai pelayanan yang inovatif dari pemerintahnya.

Untuk bisa mencapainya, dibutuhkan ketaatan terhadap hukum. Hukum yang ada tidak boleh dilanggar. Untuk itu kepada duta-duta hukum HAM dan lingkungan hidup yang telah terpilih di Kota Cirebon, Azis berpesan untuk senantiasa berperan aktif, baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. 

“Serta aktif pula sebagai salah satu unsur pendukung dan pelaksana pada tingkat kelurahan dimana kalian tinggal,” ungkap Azis.

Sementara itu Tim Pembina Kesadaran Hukum dan HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, yang juga Kepala Bidang Hak Asasi Manusia (Kabid HAM) pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, menjelaskan bahwa daerah pantura memiliki kasus banyak tawuran remaja.

“Selama ini orang berfikir melanggar hukum dan HAM akan dipenjara. Padahal yang terpenting yaitu mencegahnya,” ungkap Hasbullah. 


Untuk itu remaja-remaja direkrut dan dijadikan duta hukum HAM dan lingkungan hidup untuk mencegah terjadinya pelanggaran terhadap hukum. Mereka diminta untuk menularkan kemampuan dan kepatuhan terhadap hukum dan kepedulian terhadap lingkungan kepada teman-teman mereka. (Indah)

Senin, 09 November 2020

Jokowi Bagikan 1 Juta Sertifikat Tanah Kepada Masyarakat

FOKUS CIREBON - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyerahkan sertifikat tanah kepada masyarakat, tetapi kali ini dalam jumlah yang besar sekaligus. Total, ada 1 juta sertifikat yang dibagikan.

"Hari ini saya akan membagikan satu juta sertifikat tanah pada masyarakat di 31 provinsi dan 201 kabupaten dan kota. Hari ini satu juta. Satu juta sertifikat adalah jumlah yang sangat besar sekali," kata Jokowi dalam acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat se-Indonesia, yang ditayangkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/11/2020).

Pembagian sertifikat tanah dilakukan secara virtual dan hanya ada beberapa perwakilan yang datang ke Istana Negara, Jakarta Pusat. Jokowi menargetkan 7 juta sertifikat tanah diberikan kepada masyarakat di tahun 2020.

Jumlah ini menurun dari target semula, yaitu 10 juta sertifikat. Target diturunkan mengingat adanya pandemi Covid-19.

"Saya tahu ini ada pandemi, ada hambatan di lapangan maupun di kantor. Saya turunkan menjadi 7 juta dan saya yakin Insya Allah akan tercapai," ujar Jokowi.

Jokowi menerangkan bahwa dirinya sudah menyerahkan sebanyak 2,4 juta sertifikat tanah dalam waktu lima tahun. Jutaan lainnya diserahkan pejabat Badan Pertanahan Nasional.

"Dalam lima tahun ini total sertifikat yang sudah saya bagikan langsung ada 2,4 juta. saya muter setiap ke daerah, entah 5 ribu, 7 ribu, 10 ribu, 12 ribu," sebutnya.

Apa alasan Jokowi turun langsung bagi-bagi sertifikat tanah. Alasannya, Jokowi masih melihat adanya konflik lahan di daerah-daerah.

"Mengapa saya sampai turun membagikan sertifikat kepada bapak ibu? Karena setiap saya ke desa, ke kampung, saya kan hampir setiap minggu ke desa, keluhan yang masuk ke saya adalah banyak tanah yang belum tersertifikat sehingga di lapangan banyak sengketa, konflik tanah," ujarnya.

Jokowi mengatakan, saat mendengar masukan warga soal mengapa tidak urus sertifikat, dia mendapatkan kabar bahwa urus sertifikat tanah itu lama dan dipersulit. Jokowi mengakui pernah mengalaminya dulu.

"Kenapa ini nggak diurus? Yang masuk ke telinga saya bilang urus sertifikat tanah susahnya minta ampun. Tapi nggak usah ngomong ke saya, saya ngalamin sendiri urus lama banget. Saya pernah ngalamin sendiri, jadi nggak usah diceritain pun saya sudah tahu," ujar Jokowi.

Jokowi berpesan kepada masyarakat penerima untuk menyimpan dengan baik sertifikat tanah. Sertifikat tanah boleh saja diagunkan, tetapi harus dikalkulasi dan uang hasil pinjaman untuk keperluan usaha.

"Jangan dipakai beli mobil, sepeda motor, belikan anak-anak HP yang mahal-mahal, itu namanya konsumtif," kata Jokowi. (Nur)

Kampus II IAIN di Indramayu Membuka Fakuktas Umum, Ketua DPRD Berikan Dukungan

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag


FOKUS CIREBON, (FC) - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag melaksanakan kegiatan Presentasi terkait agenda besar yakni transformasi dari IAIN menuju UIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Pengembangan kampus II IAIN Syekh Nurjati Cirebon bikin sejumlah pihak penasaran. Salah satunya Ketua DPRD Indramayu, H Saefudin, SH. Apa benar di kampus II di Indramayu bakal dikembangkan fakultas dan jurusan yang mendukung pengembangan dan pemanfaatan potensi yang ada di Bumi Wiralodra.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta,M.Ag pun angkat suara. Sumanta menegaskan, saat ini pengembangan kampus II IAIN Cirebon terus dikebut. Bahkan pada 2022 bakal mulai dibangun sejumlah insfrastruktur pendukung. Seperti pemagaran areal kampus, akses jalan hingga penanaman pohon di areal Ruang Terbuka Hijau (RTH) kampus II.

Terkait fakultas dan jurusan yang dikembangkan, Sumanta berujar d kampus II bakal dibuka fakultas rumpun keilmuan umum menjurus ke teknis dan saintek. Menurut Sumanta, fakultas keagamaan hanya dikembangkan di kampus I.

“Di Cirebon fakultas agama, di Indramayu fakultas umum. Akan dikembangkan Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan dan yang umum itu di kampus II, Indramayu,” tegas Sumanta.

Dia menambahkan, pembukaan fakultas umum sesuai dengan potensi sumber daya di Indramayu. Sehingga diharapkan bakal mampu menggaet minat mahasiswa lokal untuk melanjutkan pendidikan tinggi di tanah kelahiran.

Saat ini IAIN Cirebon tengah mempersiapkan banyak hal untuk kampus II. Mulai dari pembangunan gedung, struktur birokrasi hingga tenaga pendidik dan kependidikan. Sehingga pada saat kampus II dibuka semua unsur pendukung telah siap.

“Begitu kita buka tahun ajaran, kita sudah siapkan infrastruktur baik gedung, dosen dan strukturnya tidak satu-satu. Tapi berbarengan,” tegas Sumanta.

Mendengar penjelasan Sumanta, Ketua DPRD Indramayu, H.Saefudin,SH pun mendukung dibukannya kampus II IAIN Cirebon. 

“Tinggal menunggu rencana penganggaran. Dan pembangunannya lancar,” tegas Saefudin. (Nur)

Sabtu, 07 November 2020

HMJ IQTAF IAIN SNJ Cirebon Gelar Webinar Nasional Tentang Khazanah Tafsir Al-Qur’an di Pesantren

CIREBON, (fokuscirebon.com) - Memperingati Hari Santri Nasional (HSN), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar Webinar Nasional.

Acara yang berlangsung Via Zoom Meeting itu mengangkat tema “Optimalisasi Khazanah Tafsir Al-Qur’an di Pesantren sebagai Motor Moderasi Islam di Indonesia” Sabtu, (7/11/2020).

Ketua HMJ IQTAF, Fasfah Sofhal Jamil mengaku bahwa memang kegiatan ini sebagai upaya memperingati Hari Santri Nasional

“Meskipun pelaksanaannya tanggal 7 November, namun masih dalam suasana dan spirit santri yang sama,” katanya.

Dr. Hajam, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah mengapresiasi kegiatan ini yang telah menghadirkan tokoh sekaliber Nasional

“Kita kenal Zuhairi Misrawi ini cendekiawan muslim muda, juga Prof. Syafiq dikenal peneliti dan salah satu tokoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah,”. Kata Hajam

Menurutnya, Menghadirkan dua tokoh dari NU dan Muhammadiyah ini merupakan sinergi kekuatan bangsa, karena ada di ormas ini selalu mengusung moderasi Islam yang sekarang menjadi distingsi kemanag

“Tema yang diangkatpun bagus, karena telah menjadi kebutuhan, menjadi keniscayaan, bahwa di era milenial ini kita harus mendekati moderasi dan menjauhi sikap ekstrimisme,” ujarnya. 

Prof. Syafiq A. Mughni, MA, Ph.D, selaku narasumber pertama menyampaikan, tema ini guna mengkaji persoalan yang penting, dalam rangka membangun kehidupan keagamaan yang sesuai dengan karakter ajaran Islam, atau yang kita sebut moderasi

“Ada banyak model penafsiran kontemporer, bukan hanya beda dari pendekatan, sudut lain semakin beragam. Ada model full tafsir secara keseluruhan dan ada juga parsial,” kata Syafiq.

Lebih lanjut, kata Syafiq, Kita banyak mengenal bagaimana tafsir itu telah dikaji disiplin ilmu, salah satu diantaranya Tafsir mushafi, atau menurut urutan pada umumnya. Dan ada pula nuzuli atau menurut urutan turunnya

“Ada juga beberapa pendekatan tertentu, seperti Tafsir Ahkam. Selain itu Ada juga tulisan Dawam Raharjo dengan judul Ensiklopedi Al-Qur’an, yakni tafsir sosial berdasarkan konsep-konsep kunci, ia banyak menggunakan ilmu sosial untuk menafsirkan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, banyak ulama dari Indonesia yang telah berkarya di bidang tafsir, salah satunya Al-Ibriz, Al-Furqon dari Persis Bangil, Tafsir Attanwir dari Muhammadiyah, ada juga tafsir hubungan antar Agama.

“Wasatiyah merupakan model mencerminkan ajaran Islam yang original. Islam itu agama wasyatiyah, karena itu pula kita akrab dengan istilah ini. Meskipun memang di dalam Al- Qur’an tidak disebutkan nama pemahaman atau pemikiran tetapi karakter dalam umat Islam.

Sementara itu, narasumber kedua, Gus Zuhairi Misrawi mengatakan, Studi Al-Qur’an dan moderasi menjadi studi yang sangat penting karena kita hidup dalam suasana kebatinan. Karena saat ini ada pembajakan terhadap islam. Islam dibajak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab

“Memang kita hidup seperti yang dikatakan oleh Nasr Hamid Abu Zayd bahwa kita hidup dalam peradaban Al-Qur’an,” kata Gus Mis. 

Ia mengaku bahwa Ruh moderasi itu ada pada Tafsir, terutama pada tafsir Surah Al-Fatihah

“Yang harus memegang Islam di Indonesia itu orang-orang dari jurusan Tafsir Hadis. Ustad-ustad yang tampil akan diisi oleh teman-teman sekalian,” katanya.

Mengapa orang-orang muslim terbelakang dan yang lain telah maju? Lanjut dia,  Alasannya karena umat Islam jauh dari peradabannya, yaitu jauh dari peradaban Al-Qur’an.

Narasumber terakhir, Muhamad Sofi Mubarok mengungkapkan, Hizbut Tahrir mulai menyeruak kembali,  ini menjadi salah satu fenomena umat Islam di Indonesia secara khusus. 

“Hizbut Tahrir merupakan fenomena kesejarahan sirkular umat Islam yang mengkritik hegemoni Barat lantaran menancapkan pengaruh sekularisme agama di satu sisi, serta respons atas kejatuhan Turki ‘Utsmani, Palestina dan pecahnya beberapa negara Timur Tengah di sisi lain,” kata Sofi.

Menurutnya, Terlihat betul HT sebagai organisasi yang cukup membahayakan segmentasi pemikiran umat Islam Indonesia yang menghargai tradisi dan cinta NKRI. (Jam)