Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 12 Desember 2024

Dinkes Kabupaten Cirebon Gelar Rapat Persiapan Penyelenggaraan Kabupaten Cirebon Sehat

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Rapat Persiapan Verifikasi Kabupaten Sehat Kegiatan Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2024, Rabu (11/12/2024).

Kegiatan yang digelar di Hotel Apita Cirebon ini bertujuan mempersiapkan segala hal penting untuk meraih penghargaan Swasti Saba Wistara.

Dalam sambutan Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs H Mochamad Syafrudin, menyampaikan bahwa kabupaten sehat merupakan proses menciptakan lingkungan fisik, sosial, dan budaya yang sehat.

Menurutnya, kabupaten sehat harus dimulai dari keluarga yang sehat dan memahami perilaku hidup bersih. Peran masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk menciptakan kabupaten sehat.

“Kesadaran dan tanggung jawab masyarakat sangat penting dalam menciptakan kabupaten sehat,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, dr H Neneng Hasanah MM, menjelaskan bahwa KKS memiliki sembilan tatanan, meliputi kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, perumahan dan fasilitas umum, pasar sehat, satuan pendidikan, pariwisata, transportasi dan tertib lalu lintas jalan, perkantoran dan perindustrian, perlindungan sosial, serta penanggulangan bencana.

Neneng menegaskan, bahwa penyelesaian KKS lebih mengutamakan proses daripada target. Penyelesaian dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kegiatan yang strategis.

“Kabupaten Cirebon telah meraih penghargaan Swasti Saba Wistara tiga kali berturut-turut (2013, 2015, 2017). Tahun ini, Kabupaten Cirebon menargetkan meraih kembali penghargaan tersebut dengan capaian ODF (Open Defecation Free) sebesar 97,64 persen,” tuturnya.

Capaian ODF tersebut mencakup 407 desa yang telah mendeklarasikan gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan. Namun, masih ada 10 desa di enam kecamatan yang belum melaksanakannya.

Kabupaten Cirebon, lanjut Neneng, optimis meraih penghargaan Swasti Saba Wistara tahun 2025 dengan dukungan dari semua pihak.

Dalam rapat tersebut, ia juga menyampaikan syarat verifikasi KKS untuk tahun 2025, terdiri dari kategori Padapa (80 persen desa/kelurahan ODF dengan capaian indikator pokok dan setiap tatanan 71-80 persen).

Kemudian, kategori Wiwerda (90 persen desa/kelurahan ODF dengan capaian indikator pokok dan setiap tatanan 81-90 persen), dan kategori Wistara (100% desa/kelurahan ODF dengan capaian indikator pokok dan setiap tatanan minimal 91 persen).

“Dengan capaian yang telah diraih, Kabupaten Cirebon siap untuk mewujudkan visi Cirebon Berprestasi melalui kabupaten sehat,” tutupnya. (din)

Perkuat Kerukunan Beragama, Lakpesdam NU Kota Cirebon Gelorakan Gebyar Toleransi melalui Festival Seni dan Budaya

FOKUS CIREBON, FC - Lakpesdam NU Kota Cirebon menggelar kegiatan Gebyar Toleransi dan Bhineka Tunggal Ika dalam Kerukunan Beragama yang bertempat di Aula Pascasarjana Lt. 3 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Kegiatan ini didukung penuh oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag RI kerjasama RMB Sejati dan berkolaborasi dengan HMJ IQTAF UIN SSC, Lesbumi NU Kota Cirebon, Lazisnu Kota Cirebon, dan IPPNU Kota Cirebon. Kegiatan gebyar toleransi dibuka dengan doa bersama lintas iman oleh para tokoh pemuka agama, seperti Js. Suryana Erawan (Konghucu), PMd. Toto Sutanto

(Budha), Made Supartini, S.Ag. (Hindu), Pdt. Heru Kusumo (Kristen), Romo Antonius Haryanto. Pr. (Katolik), Kiai Miftah Faqih (Islam). (11/12) 

Gelaran ini juga dihadiri sekitar 150 orang penonton dan dimeriahkan oleh berbagai pementas seni dan budaya se-Wilayah Ciayumajakuning dengan jumlah 11 penampil, di antaranya Tari Medley Wonderful Indonesia (Mahasiswa PIAUD), Tari Buyung (Paseban Cigugur Kuningan), Wushu (Majelis Agama Konghuchu Indonesia), Tari Jauk Manis dari Bali (Polresta Cirebon), Musik Tradisional Kontemporer (Gardu Musik), Puisi monolog (Mahasiswa IAT), Arabic Song (Mahasiswa IAT), Solo Vocal (Siswa SD Santa Maria), PSM Kidung Kinasih (Mahasiswa UIN SSC), Seni Beladiri Tangan Kosong (IPPNU Kota Cirebon), dan Tari Topeng (UKM Theater Awal).

Ketua Lakpesdam NU Kota Cirebon, Mohamad Yahya, menekankan pentingnya menjaga indeks toleransi di wilayah Ciayumajakuning dan mengajak para audiens untuk mengawal kebhinekaan serta nilai-nilai toleransi di setiap lini kehidupan.

“Kegiatan ini menjadi penting dalam konteks kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Indeks toleransi di Ciayumakuning perlu kita kawal terlebih lagi terdapat kasus terbaru yang akan mempengaruhi indeks toleransi menjadi menurun. Hal ini harus menjadi perhatian Bersama kita dalam mengawal semangat kebhinekaan dan nilai-nilai toleransi,” ujar Yahya. 

Sejalan dengan itu, Kiai Mustofa Rajid, Ketua PCNU Kota Cirebon, menyampaikan ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan gebyar toleransi dan eksistensi NU Kota Cirebon harus dijaga dalam menjaga kerukunan umat beragama sebagaimana telah terjalin dengan semua agama.

"Kota Cirebon menjadi incaran pemahaman dari luar karena posisinya sebagai kota metropolis di wilayah Ciayumajakuning. Oleh karenanya, melalui kegiatan ini rasa syukur dipanjatkan karena sebagai pengikat kebersatuan di dalam membangun umat di Kota Cirebon ini," tegas Mustofa.

Seraya membuka acara, Wakil Rektor II UIN SSC, Ilman Nafi'a, menceritakan betapa besarnya perjuangan PMII Kota Cirebon mengadakan pertemuan dialog agama pertama kali sekitar 1993-1994 dan berharap pertemuan saat ini dapat memperkuat frekuensi Bhineka Tunggal Ika. 

"Perjuangan pertama pertemuan dialog agama dilakukan oleh teman-teman PMII di PCNU Kota Cirebon saat dikepung oleh tentara dan polisi karena dianggap membahayakan negara.  Seiring berjalannya waktu, ikatan pemuda lintas iman akhirnya bersama hingga saat ini," ungkap Ilman.

Diakhir sesi talkshow, Romo Toto Sutanto, Pemuka Agama Budha, berharap hal-hal yang berkaitan dengan agama agar lebih waspada dan perlu penanaman moderasi beragama agar menjadi umat yang moderat.

"Hal-hal yang bersifat agama, kita harus lebih berhati-hati. Pelajari wawasan seputar moderasi beragama versi Kemenag agar kita bisa mengetahui perkembangan agama," ujar Romo Toto.

Bersamaan dengan itu, Satori, Densus 88 Kota Cirebon, memberikan apresiasi terhadap para penyelenggara yang terlibat dan besar harapan agar pemahaman agama masyarakat menjadi moderat.

"Saya mengapresiasi terhadap Lakpesdam NU Kota Cirebon dan instansi terkait. Pesan saya kepada mahasiswa dan seluruh masyarakat Ciayumajakuning selaku aparatur agar menyelesaikan perselisihan melalui jalan musyawarah," pungkas Satori. [Hamid]

Rabu, 11 Desember 2024

UIN Siber Cirebon Dorong Pencapaian SDGs Melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan di Kawasan Sunan Gunung Jati

FOKUS CIREBON, FC  – Dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 1: No Poverty, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon meluncurkan gerakan sosial inovatif bertajuk Gerak Jati (Gerakan Nurani Gunung Jati). 

Gerakan ini berfokus pada pemberdayaan sosial-ekonomi pengemis di kawasan wisata religi Sunan Gunung Jati melalui pendekatan berbasis data dan partisipasi lintas sektor. Rabu, (11/12/2024).

Tim PkM yang digawangi oleh Turasih, M.Si., Varidlo Fuad, M.Pd., dan Muhammad Ikhsan Ghofur, M.A., bersama mahasiswa, telah mengembangkan empat peta digital berbasis citra satelit. Peta ini memetakan 61 titik lokasi pengemis, yang terdiri atas:

25 titik pengemis lansia,

23 titik pengemis usia produktif,

13 titik pengemis anak-anak.

Pemetaan ini memberikan gambaran akurat tentang konsentrasi dan pola aktivitas pengemis yang bervariasi berdasarkan periode waktu, seperti hari biasa, hari besar keagamaan, atau periode khusus seperti Kliwonan, ketika jumlah pengunjung meningkat.

Pendekatan Data dan Partisipasi Lintas Sektor

Sebagai langkah pendukung, tim juga akan melakukan asesmen pengalaman wisatawan untuk memahami dampak keberadaan pengemis terhadap kualitas pengalaman wisata. "Gerak Jati tidak hanya melihat pengemis sebagai tantangan sosial, tetapi juga sebagai peluang untuk mendorong pemberdayaan yang berkelanjutan," ujar Turasih, M.Si., Koordinator Tim PKM.

Ia menambahkan, “Pemetaan digital dan asesmen ini akan menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan yang berbasis data dan partisipasi masyarakat.”

Menuju Rencana Aksi Partisipatif

Hasil pemetaan dan asesmen tersebut akan dipresentasikan dalam Focus Group Discussion (FGD) lintas sektor yang direncanakan pada Januari 2025. FGD ini akan melibatkan:

Pemerintah daerah,

Pengelola wisata,

Organisasi masyarakat sipil,

Akademisi,

Perwakilan masyarakat setempat.

Diskusi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan menyusun rencana aksi bersama yang partisipatif dan berkelanjutan.

Harapan Masa Depan

Melalui langkah-langkah strategis ini, Gerak Jati diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemberdayaan sosial-ekonomi yang inklusif dan berbasis potensi lokal. Gerakan ini menjadi contoh nyata bagaimana institusi pendidikan tinggi dapat berperan aktif dalam mendorong perubahan sosial yang berdampak luas.

Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimis Gerak Jati akan menjadi model pemberdayaan berkelanjutan yang mampu memberdayakan masyarakat marginal sekaligus meningkatkan kualitas wisata di kawasan Sunan Gunung Jati. (Nur)

UIN Siber Cirebon Lakukan Re-Sertifikasi ISO 9001:2015, Wujudkan Budaya Mutu

FOKUS CIREBON, FC  – Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU), kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan mutu dengan sukses melaksanakan Expo Hasil Kegiatan Re-Sertifikasi Audit ISO 9001:2015. 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa (9-10 Desember 2024), dihadiri oleh berbagai stakeholder penting di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Selasa, (10/12/2024).

Melalui Lembaga Penjamin Mutu (LPM), re-audit ini mencakup sejumlah unit kerja strategis, antara lain :

Bagian Akademik & Kemahasiswaan

Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)

Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI)

Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD)

Pusat Inovasi Pembelajaran Digital (PIPD)

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Internasional Office & Patnership (IOP)

Pusat Pengembangan Bahasa (PPB)

Bagian SDM Aparatur (Kepegawaian)

Bagian Umum (TUPRT)

Pusat Perpustakaan

Pascasarjana

Bagian Perencanaan & Keuangan

Bagian Humas

Hasil Audit : Memenuhi Standar ISO dengan Catatan Perbaikan Minor

Penyampaian hasil audit dilakukan oleh dua auditor independen, Agustian Bustami dan Abdul Wahid, yang memberikan evaluasi mendalam terhadap data dan dokumen setiap unit kerja.

“Secara umum, unit kerja yang di-re-audit telah memenuhi standar ISO 9001:2015. Namun, ada beberapa catatan kecil yang perlu diperbaiki untuk melengkapi dokumen,” ujar Abdul Wahid, Ketua Auditor ISO 9001:2015.

Dari hasil audit, disimpulkan :

3 praktek baik yang patut diapresiasi.

9 rekomendasi perbaikan untuk peningkatan ke depan.

1 minor finding yang perlu segera dilengkapi.

Namun demikian, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dinyatakan layak memegang sertifikat ISO 9001:2015 dengan kategori “Baik”.

Partisipasi Luas dan Dukungan Pimpinan

Acara ini dihadiri oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., yang didampingi oleh para dekan fakultas, Ketua LPM dan LP2M, kepala pusat, kepala bagian, hingga tenaga fungsional perencanaan, dan humas.

Dalam sambutannya saat menutup acara, Prof. Aan menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini.

“Alhamdulillah, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah berhasil memenuhi standar internasional ISO 9001:2015. Terima kasih kepada para auditor atas masukan berharga mereka. Ke depan, kami akan melengkapi dan memperbaiki dokumen untuk mempertahankan standar ini,” ujarnya.

Mendorong Budaya Mutu di Lingkungan Kampus

Expo ini menjadi bukti nyata komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam meningkatkan tata kelola berbasis mutu dan standar internasional. 

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi institusi, tetapi juga memberikan motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus menjaga budaya mutu dalam seluruh aspek kegiatan akademik dan non-akademik.

Selamat kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon atas keberhasilan resertifikasi ISO 9001:2015 dengan hasil “Baik”. Pencapaian ini menjadi langkah penting menuju visi universitas sebagai institusi unggul dan mendunia. (Nur)

Diskominfo Kabupaten Cirebon Gelar Rapat Evaluasi E-Monev Tahun 2024

KABUPATEN CIREBON — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon menggelar Rapat Evaluasi E-Monev Tahun 2024 dan Penguatan Implementasi Keterbukaan Informasi Publik di Ruang Rapat Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Rabu (11/12/2024).

Acara ini bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik dan transparansi pemerintahan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr H Hilmy Riva’I MPd menyampaikan, bahwa dalam tiga tahun terakhir, Kabupaten Cirebon telah berupaya mewujudkan keterbukaan informasi publik melalui E-Monev.

“Kita patut bersyukur atas capaian yang telah kita raih, terutama dalam tiga tahun terakhir,” ujarnya.

Beberapa capaian tersebut, meliputi perbaikan tata kelola informasi berkala melalui situs web resmi pada 2022.

Kemudian, peningkatan kontribusi perangkat daerah hingga 85 persen dengan inovasi aplikasi Superapps pada 2023, serta peningkatan kontribusi hingga 90 persen dan pengembangan inovasi aplikasi Cikadigi pada 2024.

Hilmy memyebutkan, Kabupaten Cirebon telah meraih predikat informatif selama tiga tahun berturut-turut. Namun, beberapa tantangan masih perlu diatasi, seperti keterlambatan penyerahan dokumen dan ketidakhadiran PIC dalam rapat koordinasi.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto SH MH melalui Sekretaris Diskominfo Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno SSi menyatakan bahwa kegiatan monev ini sangat strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik.

“Kita harus meningkatkan komitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, disampaikan beberapa rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik, seperti meningkatkan peran dan kontribusi PPID perangkat daerah, pengelolaan website sebagai pusat informasi publik secara lebih baik, serta menyusun draft Surat Keputusan Daftar Informasi yang Dipublikasikan (SK DIP) dan Daftar Informasi yang Dikecualikan (DIK).

Pemkab Cirebon, lanjutnya, berkomitmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas melalui implementasi E-Monev dan keterbukaan informasi publik.

Fajar mengatakan, Rapat Evaluasi E-Monev 2024 ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan komitmen semua pihak dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Kabupaten Cirebon siap melangkah lebih baik ke depan dengan meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik dan transparansi pemerintahan,” tuturnya.

Diskominfo Kabupaten Cirebon pun mengajak semua pihak untuk berkomitmen, berkolaborasi dan bersinergi bersama, dalam upaya mendukung dan mewujudkan kabupaten yang lebih baik.

Dengan demikian, diharapkan Kabupaten Cirebon dapat menjadi contoh baik dalam implementasi keterbukaan informasi publik dan transparansi pemerintahan.

Perlu diketahui, rapat ini dihadiri oleh para narasumber, seperti Ketua Komisi Informasi Daerah Kabupaten Cirebon, Muhammad Idrus MAg, Inspektur Pembantu II Inspektorat Kabupaten Cirebon, Dra Hj Eni Seniwati MSi, dan Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Cirebon, Agung Hariaji SH MPA. (din)

FGD Tim Abdimas UIN Siber Cirebon Kembangkan Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Munjul


MUNJUL, FC -  Sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Tim Abdimas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU),  menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Pengembangan Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Bersama Karang Taruna di Desa Munjul, Kecamatan Astanajapura, Cirebon". 

Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan persoalan sampah yang ada di kawasan tersebut, serta mencari solusi bersama guna menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan pada hari selasa (10/12) ini di Aula Balai Desa Munjul, dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, Ketua RT/RW, pegiat sosial, serta undangan dari kalangan masyarakat setempat. Sebanyak 50 peserta turut aktif dalam diskusi yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini. 

Ketua Pengabdian kepada Masyarakat, H. Amin Iskandar, Lc., MA, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa masalah sampah merupakan isu yang krusial dan memerlukan peran serta seluruh lapisan masyarakat, khususnya di tingkat desa. 

Menurutnya, dengan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat, pengelolaan sampah yang berkelanjutan akan dapat diwujudkan. 

"Melalui FGD ini, kita berharap dapat memetakan berbagai persoalan yang ada di lapangan terkait sampah. Tentunya, pengelolaan sampah yang baik membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk Karang Taruna yang memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak di tingkat desa," ujar Amin dalam sambutannya.

Moderator acara, Nanin Sumiarni, M.Ag, memandu jalannya diskusi yang menghadirkan Penyuluh Swadaya, Agus Budi Siswoyo sebagai narasumber. Agus, yang memiliki pengalaman dalam bidang lingkungan dan pengelolaan sampah, memberikan wawasan tentang pentingnya pengelolaan sampah yang tidak hanya berfokus pada aspek kebersihan, tetapi juga melibatkan aspek ekonomi dan sosial. 

Ia menjelaskan berbagai konsep pengelolaan sampah yang berkelanjutan, seperti pengurangan sampah di sumbernya, pemilahan sampah, serta daur ulang sampah yang dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. 

"Karang Taruna memiliki peran yang sangat strategis dalam kegiatan sosial, termasuk dalam program pengelolaan sampah. Diharapkan mereka dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya mengedukasi masyarakat, tetapi juga terlibat langsung dalam pengelolaan sampah," kata Agus.

Kuwu Choiruddin, yang diwakili oleh Ahmad Hidayat selaku Kasi Pemerintahan, menyambut positif agenda ini dan berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan. 

Ia mengharapkan agar diskusi ini tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi dapat berlanjut ke langkah-langkah teknis yang lebih konkret dalam pengelolaan sampah. Dengan adanya keberlanjutan dalam program ini, diharapkan dapat tercipta sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan di Desa Munjul. 

Ahmad Hidayat juga menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pihak, termasuk masyarakat, Karang Taruna, dan pemerintah desa, untuk mewujudkan tujuan tersebut demi kesejahteraan bersama.

Dalam diskusi FGD yang digelar, berbagai persoalan terkait sampah di Desa Munjul terungkap, mulai dari minimnya fasilitas pengelolaan sampah, rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilahan, hingga kurangnya partisipasi pemuda dalam pengelolaan lingkungan. 

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) aspek Zero Waste, langkah-langkah konkret diharapkan lahir untuk mengatasi tantangan ini. 

Inisiatif ini tidak hanya menjadi solusi lokal bagi Desa Munjul tetapi juga potensi model pengelolaan sampah berkelanjutan yang dapat diterapkan di desa-desa lain di Kabupaten Cirebon. (Nur)

Tadris Bahasa Indonesia UIN Siber Cirebon Gelar Kunjungan Kebahasaan : Fokus pada UKBI dan Literasi Digital

 

JAKARTA, FC – Jurusan Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dan Penguatan Adab Literasi Digital dalam Era Siber.” 

Acara ini dilaksanakan di Aula Gedung M. Tabrani, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta, pada Rabu (11/12/2024), dengan dihadiri lebih dari 130 mahasiswa semester 1 dan 3, dosen, staf, serta narasumber ahli dari Badan Bahasa.

Ketua Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Tato Nuryanto, M.Pd., menekankan pentingnya kemahiran berbahasa Indonesia dalam menghadapi tantangan era globalisasi.

“UKBI merupakan instrumen resmi untuk mengukur kompetensi berbahasa Indonesia secara menyeluruh. Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi mahasiswa memahami pentingnya UKBI, terutama dalam mempersiapkan diri untuk dunia kerja,” ujarnya.

Selain UKBI, isu literasi digital menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Dr. Atikah Solehah, M.Pd., sebagai pemateri utama, menjelaskan bahwa literasi digital tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga mencakup aspek etika. 

“Pemanfaatan teknologi informasi harus disertai dengan literasi digital yang beradab. Mahasiswa perlu memahami bagaimana menggunakan teknologi secara kritis, bijak, dan bertanggung jawab, khususnya dalam menyebarkan informasi berbasis Bahasa Indonesia,” ungkapnya.

Rianto, M.Pd., Sekretaris Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, menambahkan bahwa UKBI telah menjadi bagian penting dalam kurikulum jurusan sejak awal berdiri. Ia menegaskan bahwa jurusan ini berkomitmen mencetak pegiat bahasa yang kompeten melalui berbagai program unggulan.

Acara ini ditutup dengan simulasi pengisian UKBI daring serta diskusi interaktif. Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi, terutama saat membahas strategi meningkatkan skor UKBI dan penerapan etika literasi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang unggul dalam bidang kebahasaan sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi. 

Diharapkan, langkah ini semakin memperkuat peran Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang mampu bersaing di tingkat internasional. (Nur)

Selasa, 10 Desember 2024

Dua Atap Ruang Sekolah SMPN 1 Talun, Ambruk, 7 Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit

CIREBON, FC – Insiden memilukan terjadi di SMPN 1 Talun, Kabupaten Cirebon, ketika dua atap ruang sekolah tiba-tiba ambruk pada Selasa pagi, pukul 08.15 WIB. Kejadian ini berlangsung saat para siswa tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Atap yang ambruk meliputi satu ruang kelas dan satu ruang laboratorium. Akibatnya, tujuh siswa dilaporkan mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Penyebab ambruknya atap kedua ruangan tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan. Pihak sekolah dan dinas terkait tengah bekerja sama untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan insiden ini.

Berdasarkan laporan di lapangan, bahwa sebelum insiden ini terjadi, terdengar suara gemuruh yang menakutkan dan tidak selang berapa lama terdengar suara brukk, yang terdengar jelas bak dentuman, danembuat suara jeritan dari dalam ruang kelas tersebut.

"Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Keamanan siswa adalah prioritas kami, dan kami akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang," ujar seorang perwakilan sekolah.

Sementara itu, keluarga siswa yang berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk memastikan bangunan sekolah dalam kondisi layak dan aman.

Insiden ini menjadi peringatan bagi pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan sekolah, khususnya di wilayah Kabupaten Cirebon, demi menjamin keselamatan seluruh siswa dan tenaga pengajar. (Ara)

UIN SIBER Syekh Nurjati Cirebon Raih Peringkat ke-19 Dari 100 PTKIN Se Indonesia

Kampus Siber Syekh Nurjati Cirebon

CIREBON, FC – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di bawah Kementerian Agama RI kembali mencatat prestasi membanggakan dalam pemeringkatan perguruan tinggi terbaik dunia versi Webometrics. Dalam edisi Juli 2024, delapan PTKIN berhasil menembus daftar 100 perguruan tinggi terbaik di Indonesia. 

Salah satu pencapaian membanggakan datang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon (CIU) yang meraih peringkat ke-19.

Indikator Penilaian Webometrics

Pemeringkatan Webometrics didasarkan pada tiga indikator utama yang mencerminkan kontribusi perguruan tinggi di era digital :

1. Visibility (50%) – Mengukur tingkat pengaruh dan keterpaparan konten perguruan tinggi di dunia maya.

2. Openness (10%) – Menilai aksesibilitas hasil penelitian dari 310 peneliti teratas di masing-masing perguruan tinggi.

3. Excellence (35%) – Mengukur jumlah artikel ilmiah yang masuk dalam 10% publikasi dengan kutipan terbanyak di setiap bidang ilmu.

Penilaian ini menunjukkan sejauh mana perguruan tinggi memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat peran mereka dalam pengembangan ilmu pengetahuan global.

Capaian UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Sebagai salah satu universitas termuda, dengan turunnya Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2024 pada 21 Mei 2024, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berhasil mencetak sejarah. Universitas ini menduduki peringkat ke-19 di tingkat nasional dan masuk dalam 23 perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama yang berhasil masuk 200 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian ini.

"Alhamdulillah, di usia yang masih muda, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu menunjukkan eksistensinya di kancah nasional. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan menjadikan CIU sebagai universitas unggul dan mendunia, sesuai visi kami," ujar beliau.

Potensi PTKIN di Era Digital

Selain UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sejumlah PTKIN lainnya juga mencatatkan prestasi gemilang dalam pemeringkatan ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi Islam di Indonesia mampu bersaing dengan perguruan tinggi umum, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital dan kontribusi akademik di tingkat internasional.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi PTKIN lain untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, dan optimalisasi teknologi informasi. Dengan komitmen bersama, PTKIN di Indonesia diyakini mampu memberikan kontribusi lebih besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, baik di tingkat nasional maupun global.

Keberhasilan ini juga menegaskan bahwa perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama RI memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan era digital. (din)

Senin, 09 Desember 2024

UIN Siber Cirebon, Pemerintah Desa Matangaji dan Relawan Bank Sampah dalam FGD Pengelolaan Sampah

FOKUS CIREBON, (FC)– Dalam upaya mengatasi tantangan pengelolaan sampah di Desa Matangaji, Kabupaten Cirebon, Tim Pengabdian Masyarakat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (Cyber Islamic University/CIU) menggandeng Pemerintah Desa, masyarakat, dan relawan bank sampah “Harapan Kita” melalui forum Focus Group Discussion (FGD). 

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (7/12/2024) ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan dan merumuskan solusi kolaboratif terkait pengelolaan sampah organik dan anorganik.

Acara dibuka oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Bambang Ekanara, M.Pd., yang menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mengatasi persoalan lingkungan.

“Melalui kerja sama lintas sektor ini, kami berharap dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya. Kepala Desa Matangaji, Rusnadi, dalam sambutannya menggarisbawahi komitmen pemerintah desa untuk mendukung pengelolaan sampah melalui penerapan Peraturan Desa.

Koordinator Relawan Bank Sampah “Harapan Kita” memaparkan kondisi terkini pengelolaan sampah di Desa Matangaji. Ia mengungkapkan bahwa meskipun pengelolaan sampah anorganik, seperti pemisahan botol dan tutupnya, telah berjalan secara rutin setiap Sabtu pagi, pengelolaan sampah organik masih menjadi tantangan utama. 

“Kurangnya fasilitas dan rendahnya kesadaran masyarakat menjadi hambatan dalam mengelola sampah organik secara efektif,” jelasnya.

Dalam diskusi, Kepala Desa Matangaji menegaskan pentingnya kolaborasi yang lebih erat antara semua pihak. “Kami terus menggalakkan sosialisasi dan menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung kebijakan pengelolaan sampah. Relawan TPS 3R menjadi mitra penting dalam mencapai tujuan ini,” katanya.

Bambang Ekanara menyatakan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon siap menjadi mitra strategis dalam mendampingi pemerintah desa dan masyarakat. 

“Kami berkomitmen untuk membantu menemukan solusi berkelanjutan, terutama dalam pengelolaan sampah organik yang selama ini belum optimal,” tegasnya.

Komitmen Bersama untuk Lingkungan Berkelanjutan

FGD ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh pihak yang hadir. Mereka sepakat untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah anorganik sekaligus mencari inovasi dalam pengelolaan sampah organik. Langkah ini diharapkan menjadikan Desa Matangaji sebagai percontohan dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi bukti pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menghadapi isu lingkungan. Dengan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, Desa Matangaji memiliki peluang besar untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan inspiratif bagi desa-desa lain di Kabupaten Cirebon. (Nur)

Program Ithla Abroad UIN Siber Cirebon di Luar Negeri Tingkatkan Kemampuan Mengajar dan Memperluas jaringan internasional

CIREBON, FC - Mahasiswi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Telah Mengikuti Program ITHLA ABROAD BATCH 6 Ke Malaysia, Thailand dan Singapura.

Nur Faizah dan Ai Nur Azizah, Mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon telah mengikuti  program Arabic International Arabic Language Teachers Program (ITHLA ABROAD) Batch 6 selama kurang lebih 3 minggu di Malaysia, Thailand dan Singapura.

Adapun agenda kegiatan ITHLA Abroad International Arabic Teaching Program ini meliputi.:

Mengajar Bahasa Arab yang bertempat di Mutiara Integrated  Secondary School (MISS), Hulu Langat, Selangor, Malaysia. 

Memberikan pelajaran di bidang maharotul kalam, khususnya dalam khitobah ‘arobiyah (pidato Bahasa Arab).

Kerjasama MOA antara Jurusan Bahasa dan sastra Arab dan Pendidikan Bahasa Arab dengan Sekolah Mutiara Integrated Secondary School (MISS). 

Studi budaya dengan mengunjungi tempat atau layanan yang berfokus pada bidang tertentu diantaranya yaitu kesehatan. 

Faizah sebagai mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab sedangkan Ai Mahasiswi Pendidikan Bahasa Arab telah mengikuti Kegiatan Mengajar Bahasa Arab didalam kelas. 

Selain itu, memberikan pelajaran di bidang maharotul kalam, khususnya dalam khitobah ‘arobiyah (pidato Bahasa Arab) seperti mengajarkan Penyusunan Kalimat dalam Bahasa Arab serta mengajarkan metode berbicara bahasa arab dengan membangun lingkungan dua bahasa (Bilingual) yaitu bahasa Arab dan Inggris. 

Selain itu para peserta ITHLA Abroad termasuk Faizah dan Ai mengadakan Acara Puncak Mahrojan Gemilang Pembelajaran Bahasa Arab. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui capaian progres pembelajaran serta pengajaran bahasa Arab selama mengajar di Mutiara Integrated Secondary School (MISS).  

Kepala Sekolah Mutiara Integrated School menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan metode pengajaran serta dedikasinya kepada para peserta ITHLA Abroad termasuk Faizah dan Ai. Menurutnya, kehadiran  mahasiswa yang mengabdi disekolah Mutiara Integrated Secondary School (MISS). 

Menunjukkan bagaimana program akademik di seluruh Indonesia khususnya di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan pendidikan lintas budaya sampai Internasional. 

Program Ithla Abroad diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan mengajar, tetapi dapat memperkaya pengalaman serta memperluas jaringan internasional bagi para peserta. 

Pengalaman ini juga tidak hanya memberi kesempatan bagi Faizah dan Ai untuk mengasah kemampuan mengajar serta memperdalam keilmuannya, tetapi juga dapat mengenalkan metode pembelajaran Bahasa Arab kepada siswa internasional. 

Pengalaman mengajar di Malaysia ini juga sejalan dengan misi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan pemikiran global. (Nur)

Menteri Agama RI Resmi Membuka PMB PTKIN 2025, UIN Siber Cirebon Tawarkan 36 Prodi Unggulan

CIREBON FC — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2025 dengan mengusung tema “Change the World” di Kampus Jakabaring UIN Raden Fatah, Palembang, pada Selasa, 3 Desember 2024. Tema ini menjadi panggilan untuk semua pihak agar berani melakukan perubahan mulai dari dalam diri sendiri, demi mengubah dunia.

Dalam pidatonya, Menag Nasaruddin Umar menekankan pentingnya PMB sebagai sarana transformasi psikologi bagi para mahasiswa, yang merupakan generasi muda dengan potensi besar untuk membawa perubahan. 

“PMB ini bukan hanya soal memilih perguruan tinggi, tapi juga sebagai alat untuk mengukur seberapa besar pengaruh lembaga pendidikan dalam membentuk karakter dan kesadaran mahasiswa,” ungkap Menag.

Diikuti oleh lebih dari 58 PTKIN di seluruh Indonesia, PMB PTKIN Tahun 2025 memiliki dua jalur utama seleksi, yaitu Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN). 

Proses pendaftaran untuk jalur SPAN-PTKIN akan dimulai pada 6 Januari 2025 hingga 25 Januari 2025, sedangkan pendaftaran jalur UM-PTKIN dibuka dari 22 April 2025 hingga 28 Mei 2025.

Dalam rangkaian peluncuran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2025, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., memaparkan berbagai program studi (Prodi) unggulan yang dapat dipilih oleh calon mahasiswa. 

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), menjadi salah satu kampus inovatif yang memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran berbasis digital.

Rektor menjelaskan, sebanyak 36 Prodi yang tersebar di berbagai fakultas ditawarkan melalui dua jalur utama, yaitu Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN). Berikut rincian program studi yang tersedia:

1. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK)

Pendidikan Agama Islam (Unggul)

Pendidikan Bahasa Arab (Unggul)

Tadris Bahasa Inggris (Baik Sekali)

Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (Unggul)

Tadris Matematika (Baik Sekali)

Tadris Biologi (Unggul)

Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (Unggul)

Pendidikan Islam Anak Usia Dini (Baik Sekali)

Manajemen Pendidikan Islam (Baik Sekali)

Tadris Bahasa Indonesia (Unggul)

Tadris Kimia (Memenuhi Syarat)

Program Jarak Jauh (PJJ): PAI, PGMI, PBA (Izin Operasional)

Informatika (Baik)

Matematika (Baik)

2. Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA)

Sejarah Peradaban Islam (Unggul)

Aqidah dan Filsafat Islam (Unggul)

Ilmu Al-Quran dan Tafsir (Baik Sekali)

Ilmu Hadis (Baik Sekali)

Bahasa dan Sastra Arab (Baik)

Tasawuf dan Psikoterapi (Baik)

PJJ Sejarah Peradaban Islam (Izin Operasional)

3. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)

Perbankan Syariah (Baik Sekali)

Ekonomi Syariah (Baik Sekali)

Akuntansi Syariah (Baik)

Pariwisata Syariah (Baik)

4. Fakultas Syariah (FS)

Hukum Keluarga (Unggul)

Hukum Ekonomi Syariah (Baik Sekali)

Hukum Tata Negara (Baik)

Ilmu Falak (Izin Operasional)

PJJ Hukum Keluarga Islam (Izin Operasional)

5. Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI)

Komunikasi dan Penyiaran Islam (Baik Sekali)

Pengembangan Masyarakat Islam (Baik Sekali)

Bimbingan Konseling Islam (Baik Sekali)

Sosiologi Agama (Baik)

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, inovatif, dan berwawasan global melalui program-program studi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan berbagai pilihan program studi tersebut, diharapkan calon mahasiswa dapat memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Bagi calon mahasiswa yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai PMB PTKIN Tahun 2025 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, informasi lebih detail dapat diakses melalui laman resmi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di https://admisi.syekhnurjati.ac.id.

PMB PTKIN Tahun 2025 merupakan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk berkontribusi dalam membentuk masa depan yang lebih baik, sesuai dengan tema besar “Change the World” yang mengajak generasi muda untuk berani melakukan perubahan dari dalam diri mereka. (Nur)

Kinerja Kuwu Sampiran KH Sujito Sukses Jalankan Program Desa Tahun 2024

KH Sujito, Kuwu Sampiran

CIREBON, FC – Kepemimpinan KH Sujito sebagai Kuwu Desa Sampiran mendapatkan apresiasi luas atas keberhasilannya dalam merealisasikan berbagai program kerja desa selama tahun 2024. 

Melalui sinergi yang solid antara aparatur desa dan dukungan masyarakat, berbagai sektor utama seperti ekonomi, infrastruktur, dan pelaksanaan kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) berhasil menunjukkan pencapaian yang signifikan.

Di bidang ekonomi, program-program pemberdayaan masyarakat berhasil meningkatkan taraf hidup warga. Berbagai kegiatan seperti pelatihan keterampilan, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga peningkatan akses pemasaran produk lokal menjadi fokus utama. Hasilnya, perekonomian desa menunjukkan tren positif sepanjang tahun.

Sementara itu, di bidang infrastruktur, pembangunan dan perbaikan sarana desa seperti jalan, saluran irigasi, dan fasilitas umum terus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan meningkatkan produktivitas warga desa. 

Dalam pelaksanaan PBB, partisipasi masyarakat yang tinggi menunjukkan keberhasilan pendekatan persuasif dan komunikasi yang efektif dari aparatur desa.

Namun demikian, KH Sujito juga mengingatkan bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi, khususnya dalam bidang lingkungan dan infrastruktur. Musim hujan menjadi perhatian utama karena seringkali menimbulkan genangan dan kerusakan pada beberapa titik infrastruktur desa. 

KH Sujito mengimbau seluruh warga Desa Sampiran untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, ketertiban, dan keamanan, sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

“Alhamdulillah, seluruh tugas di tahun 2024 telah berhasil kita laksanakan dengan baik. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita perhatikan, terutama di bidang lingkungan dan infrastruktur. Mari kita tingkatkan kerjasama dan kepedulian untuk menjadikan Desa Sampiran lebih baik lagi,” ujar KH Sujito.

Melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2025 yang telah dilaksanakan, KH Sujito berharap berbagai program yang dicanangkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. 

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan bimbingan kepada kita semua dalam menjalankan tugas-tugas di tahun mendatang,” tambahnya.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Desa Sampiran terus melangkah maju untuk mewujudkan visi sebagai desa yang sejahtera, nyaman, dan harmonis. (Ara)







Minggu, 08 Desember 2024

Mahasiswa PMI UIN SSC dan Kolaborator Kebaikan ID Bersinergi dalam Aksi Clean Up di Pantai Kesenden

FOKUS CIREBON, FC – Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama Kolaborator Kebaikan ID sukses mengadakan aksi bersih-bersih pantai di Pantai Kesenden, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. 

Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi sampah di kawasan pantai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Dimulai pukul 07.00 WIB hingga 11.00 WIB, aksi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa, relawan, masyarakat setempat, remaja dari berbagai wilayah, serta instansi seperti Himpunan Mahasiswa Biologi, BPBD, DLH, dan perangkat Desa Kesenden.

Acara diawali dengan apel pembukaan, di mana Ketua Pelaksana, Junaedi, mengucapkan terima kasih kepada perangkat Desa Kesenden atas dukungan mereka. “Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan yang kita inginkan bersama,” ujarnya.

Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan Kolaborator Kebaikan ID, Rafiqhi, yang menyampaikan apresiasinya kepada seluruh relawan dan pihak terkait. “Terima kasih kepada pemerintah desa dan semua yang hadir. Semoga aksi clean up ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan,” tuturnya.

Perwakilan aparat Desa Kesenden turut mengapresiasi semangat para peserta. “Saya sangat mengapresiasi semangat teman-teman dalam kegiatan ini. Semoga aksi ini memberikan manfaat nyata bagi lingkungan kita,” ungkapnya.

Selama sekitar dua jam, para relawan bergotong royong membersihkan sampah di area bibir pantai. Kegiatan ditutup dengan upacara penutup yang dipimpin oleh Koramil Kesenden, yang memberikan apresiasi atas kontribusi semua pihak yang terlibat.

Aksi ini menjadi simbol kepedulian terhadap pelestarian alam dan upaya nyata untuk mengurangi dampak sampah di kawasan pantai. Selain itu, kegiatan ini juga menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

“Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk keberlanjutan gerakan peduli lingkungan di masa depan,” ujar salah satu peserta.

Dengan semangat kolaborasi, aksi ini membuktikan bahwa sinergi berbagai pihak mampu memberikan dampak signifikan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. (Red/Ajeng)

Hasil Swadaya Warga, Jalan Di Sampiran Sepanjang 500 Meter Di Aspal

SAMPIRAN – Warga Desa Sampiran secara swadaya berhasil melaksanakan pengaspalan jalan sepanjang 500 meter. Inisiatif ini muncul dari kebutuhan mendesak akan akses jalan yang lebih baik guna mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat setempat. Namun, proses pengerjaan ini masih menemui kendala, terutama dalam hal kekurangan material.

Tokoh masyarakat Sampiran, Bambang HS, mengungkapkan bahwa upaya ini sepenuhnya berasal dari swadaya masyarakat, baik dalam bentuk tenaga maupun dana. 

“Kami sangat berharap adanya perhatian dari Pemkab Cirebon dan Pemerintah Desa Sampiran untuk membantu menyelesaikan pengaspalan ini. Kekurangan material masih menjadi tantangan terbesar bagi kami,” ujarnya.

Jalan yang tengah diperbaiki ini memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung antarpermukiman dan juga mendukung perekonomian warga, khususnya untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di sekitar wilayah tersebut.

Bambang juga menyatakan apresiasi kepada warga yang telah bergotong-royong untuk mewujudkan infrastruktur jalan yang lebih baik. Ia juga menyebut akan berkoordinasi dengan Pemkab Cirebon untuk mencari solusi atas kendala yang ada.

“Kami akan berupaya untuk menyampaikan kebutuhan warga ini kepada dinas terkait di Pemkab Cirebon agar bisa mendapatkan dukungan tambahan,” ungkapnya.

Diharapkan, dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan Pemkab Cirebon, pengerjaan jalan ini dapat segera rampung sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Jalan yang layak diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan semangat gotong-royong dan dukungan berbagai pihak, perbaikan infrastruktur di Desa Sampiran diharapkan menjadi contoh baik bagi wilayah lain di Kabupaten Cirebon. (din)

PJ Bupati Yakin Kabupaten Cirebon Juara P2WKSS Tingkat Jawa Barat

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menghadiri pelaksanaan evaluasi akhir Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) di Balai Desa Karangwangi, Kecamatan Depok, Jumat (6/12/2024).

Wahyu optimistis Kabupaten Cirebon juara P2WKSS tingkat Provinsi Jabar pada tahun ini.

Wahyu mengatakan, evaluasi akhir P2WKSS merupakan peninjauan lapangan terkait kolaborasi berbagai program peningkatan peran wanita di Desa Karangwangi.

Pemkab Cirebon berkoordinasi dengan berbagai elemen untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan wanita.

“Harapannya, mudah-mudahan hasil evaluasi ini kita bisa mendapatkan raihan terbaik, tentunya berharap menjadi juara pertama tingkat Provinsi Jawa Barat,” ucap Wahyu usai menghadiri evaluasi akhir P2WKSS di Desa Karangwangi.

Ia juga berharap, berbagai program yang telah dilakukan mampu meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan wanita, khususnya di Desa Karangwangi dan umumnya di Kabupaten Cirebon.

Sehingga, lanjut dia, program yang telah dilaksanakan itu mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Untuk tahun ini, kita konsen dulu di sini. Untuk tahun 2025 itu yang kita ajukan Desa Cangkoak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), Hj Eni Suhaeni SKM MKes mengatakan, dasar pelaksanaan P2WKSS ini merupakan amanat peraturan menteri hingga surat keputusan bupati.

Eni memastikan, seluruh elemen, baik dari perguruan tinggi, BUMD, hingga perangkat daerah terlibat dalam P2WKSS.

Ia berharap, P2WKSS bisa mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat serta sejahtera. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan ketahanan mental spiritual kaum perempuan.

“Melalui kegiatan yang telah diberikan selama delapan bulan, ini adalah untuk meningkatkan peran serta perempuan dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan politik di tingkat keluarga hingga masyarakat,” ucap Eni.

“Kemudian, meningkatkan kualitas ibu dan anak, serta akses layanan kesehatan lebih baik. Membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi perempuan, seperti pelatih keterampilan usaha mikro, mendorong pendidikan perempuan, menciptakan lingkungan bersih dan sehat,” imbuhnya. (din)

Sabtu, 07 Desember 2024

Inilah Peran Strategis Media Partner dalam Membangun Kepercayaan Publik terhadap Kampus Siber UIN Cirebon

FOKUS CIREBON, FC – Transformasi digital menjadi agenda utama Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Cirebon dalam menghadirkan pendidikan berbasis teknologi modern. 

Dalam upaya membangun kepercayaan publik, UIN Siber Cirebon terus menjalin kolaborasi strategis dengan sejumlah media partner, seperti fokuscirebon.com, Rakyat Cirebon, KabarCirebon.com, Suara Cirebon, dan Radar Cirebon. Upaya ini sebagai penegasan terhadap visi.

Media partner tersebut memainkan peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai inovasi, program unggulan, dan capaian UIN Siber Cirebon dalam mewujudkan konsep kampus siber. Dengan jaringan luas dan kredibilitas tinggi, media-media ini menjadi jembatan komunikasi antara kampus dan masyarakat.

Sinergi Media dan Kampus

Kolaborasi dengan media lokal memiliki dampak besar dalam membangun citra positif kampus. “Media partner adalah mitra strategis kami untuk memastikan masyarakat dapat memahami dan mendukung langkah-langkah transformasi digital yang tengah dijalankan,” ungkap Ka. Humas UIN Siber Cirebon.

Setiap media partner memiliki kontribusi unik. fokuscirebon.com, misalnya, secara aktif memberitakan inovasi digital UIN Siber Cirebon melalui artikel mendalam yang memberikan wawasan edukatif. Sementara itu, Rakyat Cirebon dan Radar Cirebon fokus pada distribusi informasi melalui media cetak dan daring yang menjangkau berbagai segmen masyarakat.

KabarCirebon.com dan Suara Cirebon juga berperan penting dalam memberikan pembaruan terkait agenda kampus, seperti peluncuran program digital, seminar, dan workshop. Media-media ini membantu memperluas cakupan informasi hingga ke daerah-daerah yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas.

Meningkatkan Kepercayaan Publik

Keberadaan media partner ini memberikan dampak nyata terhadap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap UIN Siber Cirebon. Berdasarkan survei internal, lebih dari 80% responden menyatakan bahwa pemberitaan media lokal membantu mereka memahami pentingnya transformasi digital di dunia pendidikan.

“Kami merasa lebih percaya untuk menyekolahkan anak-anak kami di UIN Siber Cirebon setelah membaca informasi tentang fasilitas, inovasi, dan komitmen kampus yang disampaikan oleh media,” ujar seorang mahasiswa.

Komitmen Berkelanjutan

Para media partner juga menyatakan komitmenya untuk terus mendukung UIN Siber Cirebon dalam membangun reputasi sebagai kampus siber terkemuka. [Nama Perwakilan Media] dari Radar Cirebon menyebutkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan kampus, tetapi juga memperkuat peran media sebagai pilar informasi yang edukatif.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan informasi yang faktual dan bermanfaat bagi masyarakat, sehingga mereka bisa melihat manfaat nyata dari transformasi digital yang dilakukan UIN Siber Cirebon,” ujarnya.

Menuju Masa Depan Pendidikan Digital

Dengan sinergi yang kuat antara UIN Siber Cirebon dan media partner seperti FokusCirebon.com, Rakyat Cirebon, KabarCirebon.com, Suara Cirebon, dan Radar Cirebon, transformasi digital kampus semakin mendapat tempat di hati masyarakat.

Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana media dan institusi pendidikan dapat bersama-sama membangun kepercayaan publik demi menciptakan masa depan pendidikan yang lebih inklusif dan berbasis teknologi. (Nur)

BSA-FIA UIN Siber Cirebon Ikuti Program ITHLA ABROAD BATCH 6 Ke Malaysia, Thailand dan Singapura

CIREBON, FC - Mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Telah Mengikuti Program ITHLA ABROAD BATCH 6 Ke Malaysia, Thailand dan Singapura.

Nur Faizah, Mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin dan Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon telah mengikuti  program Arabic International Arabic Language Teachers Program (ITHLA ABROAD) Batch 6 selama kurang lebih 3 minggu di Malaysia, Thailand dan Singapura.

Adapun agenda kegiatan ITHLA Abroad International Arabic Teaching Program ini meliputi :

Mengajar Bahasa Arab yang bertempat di Mutiara Integrated  Secondary School (MISS), Hulu Langat, Selangor, Malaysia. 

Memberikan pelajaran di bidang maharotul kalam, khususnya dalam khitobah ‘arobiyah (pidato Bahasa Arab).

Puncak Mahrojan Gemilang Pembelajaran Bahasa Arab. 

Kerjasama MOA antara Jurusan Bahasa dan sastra Arab dan Sekolah Mutiara Integrated Secondary School (MISS). 

Studi budaya dengan mengunjungi tempat atau layanan yang berfokus pada bidang tertentu diantaranya yaitu kesehatan. 

Faizah Mengajar Bahasa Arab Badar 5 atau setara dengan tingkat SMA akhir selain mengajar dikelas, Faizah  Memberikan pelajaran di bidang maharotul kalam, khususnya dalam khitobah ‘arobiyah (pidato Bahasa Arab) seperti mengajarkan Penyusunan Kalimat dalam Bahasa Arab serta mengajarkan metode berbicara bahasa arab dengan membangun lingkungan dua bahasa (Bilingual) yaitu bahasa Arab dan Inggris. 

Selain itu para peserta ITHLA Abroad termasuk Faizah mengadakan Acara Puncak Mahrojan Gemilang Pembelajaran Bahasa Arab. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui capaian progres pembelajaran bahasa Arab selama mengajar di Mutiara Integrated Secondary School (MISS).  

Program Ithla Abroad diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan mengajar, tetapi dapat memperkaya pengalaman serta memperluas jaringan internasional bagi para peserta. 

Pengalaman ini juga tidak hanya memberi kesempatan bagi Faizah untuk mengasah kemampuan mengajar serta memperdalam keilmuannya, tetapi juga dapat mengenalkan metode pembelajaran Bahasa Arab kepada siswa internasional. 

Di Mutiara Integrated Secondary School, Faizah menggunakan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, sebagai mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab ia juga turut memperkenalkan budaya-budaya serta keterampilan Arab yang bertujuan untuk membangun kepercayaan diri siswa dalam berbicara, mengetahui budaya serta memahami bahasa Arab.  

Pengalaman mengajar di Malaysia ini juga sejalan dengan misi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan pemikiran global. 

Kepala Mutiara Integrated School menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan metode pengajaran yang dibawa oleh Faizah. 

Menurutnya, kehadiran  mahasiswa yang mengabdi disekolah Mutiara Integrated Secondary School (MISS). Menunjukkan bagaimana program akademik di seluruh Indonesia khususnya di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan pendidikan lintas budaya sampai Internasional. (din)

Komisi II DPRD Kota Cirebon Soroti Sejumlah Masalah di Pasar Tradisional

CIREBON – Komisi II DPRD Kota Cirebon menemukan sejumlah permasalahan yang terjadi di pasar-pasar Kota Cirebon. Salah satunya adalah kian maraknya keberadaan pasar tumpah.

Hal itu disampaikan saat rapat kerja komisi II DPRD bersama Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon, DKUKMPP Kota Cirebon, Satpol PP, dan Administrasi Umum Setda Kota Cirebon.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon M Handarujati Kalamullah SSos MAP menyebut, bahwa keberadaan pasar tumpah yang berada di luar wilayah pasar tradisional membuat perbedaan harga jadi lebih murah.

Hal itu disebabkan karena pelaku pasar tumpah tidak membayar retribusi kepada pemda, akan tetapi hanya membayar sewa kepada pemilik lahan.

Kendati demikian, ketika hal tersebut kian marak dapat dilakukan penertiban oleh petugas Satpol PP. Apalagi jika melihat status pasar tumpah masuk dalam kategori pedagang kaki lima.

“Contohnya di pasar Kramat, Gunung Sari. Itu pedagang (pasar tumpah) harganya lebih murah, daripada yang di dalam pasar tradisional. Seharusnya masuk di dalam, tetapi berjualan di luar pasar,” kata Handarujati bersama APPSI dan sejumlah pedagang pasar tradisional Kota Cirebon di Griya Sawala, Kamis (7/11/2024).

Begitu pula dengan ketentuan retribusi di dalam peraturan walikota yang harus sudah disesuaikan. Sebab, pedagang mengaku keberatan dengan tarif Rp22 ribu untuk kios dan Rp9 ribu untuk los.

Meski begitu, Perumda Pasar Kota Cirebon memberikan kelonggaran dengan menyesuaikan kondisi pedagang sehingga tarif menjadi Rp10 ribu untuk kios dan Rp5 ribu untuk los.

“Hal ini menjadi bahan kami ke depan untuk berkomunikasi dengan pemda, agar merasionalisasikan target dan mengurangi resistensi ke depan,” tambah Andru, sapaan akrabnya.

Komisi II juga menyoroti perihal penataan pasar tradisional dan modern agar tercipta situasi yang perlu pembaharuan. Sebab, sampai saat ini pedagang pasar tradisional kian berkurang. Dari semula sejumlah 6000 pedagang, kini hanya tersisa 2500 pedagang.

Menurut Andru, pembahasan peraturan walikota terkait pasar tradisional dan modern dapat segera dilakukan, mengingat perwal tentang RDTR juga telah diterbitkan oleh pemda Kota Cirebon.

“Ke depan, kami akan meminta pemda untuk merevisi tentang toko modern tersebut. Pemda juga harus bisa mendengarkan aspirasi dari pedagang pasar, seperti berkaitan dengan jarak, jam operasional, termasuk mengundang pelaku usaha toko modern,” ungkapnya.

Andru juga berpesan agar keberadaan pasar tradisional dapat dilestarikan dengan pengelolaan yang baik, mulai dari kebersihan, ketertiban dan kemanan, agar pengunjung tetap nyaman berbelanja serta tak kalah saing dengan toko-toko modern.

Ia pun berkomitmen, DPRD akan menindaklanjuti permasalahan-permasalahan tersebut. Mengingat keberadaan pasar tradisional juga menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) potensial di Kota Cirebon.

“DPRD akan menindaklanjuti permasalahan ini, karena merupakan hal serius yang tengah dihadapi pedagang pasar di Kota Cirebon,” tuturnya.

Sementara itu, pedagang dari Pasar Kramat, Siti Rahayu (48) berharap pihak terkait dapat meninjau langsung ke pasar-pasar tradisional di Kota Cirebon. Terlebih, penindakan pedagang di luar pasar yang makin banyak.

“Kita juga berharap Pak Direktur Perumda Pasar turun langsung. Karena dari 2012 itu saling lempar tanggung jawab. Kita juga sudah komunikasi ke satpol PP, walikota, mereka (pedagang pasar tumpah) mau masuk, asal bisa difasilitasi pemerintah,” ungkapnya.

Di samping itu, Ketua APPSI Kota Cirebon Romy Arief Hidajat SE juga berharap agar keberadaan pasar tradisional harus tetap eksis, meski toko-toko modern pun kian banyak.

“Kami harapannya pasar tradisional harus dilesatarikan jangan dihilangkan, bagaimana pun juga karena suatu budaya, dan mengangkat perekonomian masyarakat Kota Cirebon,” ujarnya.

Rapat dihadiri Wakil Ketua II DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik SH, Sekretaris Komisi II Subagja dan anggota Komisi II Anton Octavianto SE MM MTr dan Abdul Wahid Wadinih SSos.

Turut hadir Asisten Administrasi dan Umum Setda Kota Cirebon M Arif Kurniawan ST, Dirut Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon Drs Sekhurohman, perwakilan DKUKMPP Kota Cirebon, dan sejumlah pedagang pasar di Kota Cireblon. (Silmy)


Jumat, 06 Desember 2024

Atasi Inflasi Pemkab Cirebon Adakan Gerakan Pangan Murah

KABUPATEN CIREBON — Dalam upaya mengatasi inflasi dan menjaga ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Kedawung, Kamis (5/12/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, khususnya menjelang momen hari besar keagamaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Dr H Hilmy Riva’i MPd memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang diusung oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP).

Menurutnya, GPM adalah program berkelanjutan yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta.

“Kegiatan ini sudah dilakukan di 21 titik, dan ini merupakan yang ke-22. Ini menjadi bukti nyata, bahwa pemerintah Kabupaten Cirebon serius dalam menjaga ketersediaan bahan pokok yang berpengaruh pada inflasi,” ujar Hilmy.

Meskipun inflasi di Indonesia tinggi, Kabupaten Cirebon berhasil mempertahankan angka inflasi di bawah 2 persen, bahkan cenderung mendekati deflasi.

Meski demikian, Pemkab Cirebon tetap proaktif, berkoordinasi dengan Bulog dan pengusaha bahan pokok untuk memastikan ketersediaan bahan pangan, seperti beras, minyak goreng, daging, dan terigu, tetap terjangkau.

“Dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar, masyarakat diuntungkan, dan ini juga mempermudah mereka untuk mendapatkan bahan pokok tanpa harus pergi jauh ke pasar besar,” tambahnya.

Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Drs Erus Rusmana MSi juga menyoroti keberhasilan GPM yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami memastikan ketersediaan pasokan pangan mencukupi hingga akhir tahun ini, terutama beras. Kami bekerja sama dengan Bulog untuk memastikan stok aman, bahkan untuk tahun 2025 kami berharap ada lebih banyak titik GPM yang bisa dilaksanakan,” jelas Erus.

Salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan program ini adalah aksesibilitas bagi masyarakat.

Dengan harga yang lebih murah dan distribusi yang lebih dekat, GPM diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat, terlebih pada saat cuaca buruk yang berpotensi mengganggu pasokan pangan.

Ke depan, program ini tidak hanya akan terus dilaksanakan, tetapi juga diperluas dengan dukungan anggaran dari pemerintah desa dan kerja sama dengan unsur TNI-POLRI.

“Di Kabupaten Cirebon, tidak ada lagi desa yang rawan pangan. Kita akan terus mendukung dengan memperkuat ketahanan pangan di setiap desa,” pungkasnya. (din)

HIMAPA PIAUD STAI Kuningan Gelar Piknik Keakraban di Woodland, Tingkatkan Solidaritas dan Kebersamaan

KUNINGAN, FC – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HIMAPA) Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan (STAIKU) menggelar kegiatan Piknik Keakraban (PIKRAB) di destinasi wisata alam Woodland, Kuningan pada Kamis, 5 Desember 2024. 

Kegiatan ini dihadiri puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, hingga unsur pimpinan kampus, dan berlangsung meriah dengan penuh kehangatan.

Ketua pelaksana, Ayi Hendayani, menjelaskan bahwa PIKRAB dirancang untuk mempererat hubungan antaranggota HIMAPA, terutama mahasiswa baru. 

“Ini lebih dari sekadar rekreasi. PIKRAB menjadi ruang untuk saling mengenal, memperkuat solidaritas, dan menciptakan suasana kekeluargaan dalam organisasi,” ujar Ayi.

Ketua HIMAPA, Rita, menambahkan bahwa PIKRAB telah menjadi tradisi HIMAPA setiap kali menyambut mahasiswa baru. 

“Kami ingin HIMAPA menjadi keluarga kedua bagi seluruh mahasiswa PIAUD. Kegiatan seperti ini membantu menciptakan kenyamanan dan semangat baru dalam perkuliahan,” ungkap Rita.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua IGRA PC Jalaksana, Ai Nunung Nurani, M.Pd., yang menilai PIKRAB sebagai simbol semangat kolaborasi. 

“Kegiatan ini adalah cerminan nyata bagaimana HIMAPA mampu mengintegrasikan nilai akademik dan sosial. Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini,” kata Ai Nunung.

Ketua STAI Kuningan, Dedy Setiawan, ME., juga turut memberikan apresiasi. Menurutnya, PIKRAB bukan hanya sekadar piknik, tetapi menjadi strategi dalam membangun hubungan baik antara mahasiswa, dosen, dan pimpinan. 

“HIMAPA telah menunjukkan kreativitas yang luar biasa. Semoga kegiatan ini terus menjadi tradisi untuk memperkuat persaudaraan,” ujar Dedy.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Jurusan PIAUD, Mar’atus Salamah, M.Pd. Ia berharap PIKRAB menjadi ruang sinergi positif antara mahasiswa dan dosen. 

“Saya bangga dengan HIMAPA yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembangunan karakter melalui kegiatan sosial seperti ini,” jelas Salamah.


Berbagai aktivitas menarik mewarnai PIKRAB, seperti permainan kelompok, diskusi ringan, hingga penjelajahan alam Woodland. Keindahan alam Kuningan menjadi latar sempurna untuk mempererat kebersamaan antar peserta.

HIMAPA STAIKU berharap keberhasilan PIKRAB 2024 ini menjadi inspirasi untuk kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang. Selain memperkuat solidaritas, acara ini menjadi bukti bahwa HIMAPA berkomitmen membangun ikatan emosional dan rasa kekeluargaan dalam lingkungan kampus. (din)