Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 14 Januari 2025

Buka Rapat Kerja LPTQ 2025, Pj Bupati Cirebon Optimis Prestasi Tahun Ini Melejit

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menghadiri rapat kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Cirebon 2025 di Hotel Apita Cirebon, Selasa (14/1/2025).

Wahyu mengapresiasi capaian kinerja LPTQ Kabupaten Cirebon di tingkat provinsi.

Ia mengatakan, prestasi Kabupaten Cirebon pada gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-38 tingkat Jawa Barat 2024, berhasil tembus 10 besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berada di posisi 16.

“Jadi, alhamdulillah, pada 2024 prestasi kita di level provinsi meningkat. Sebelumnya berada di posisi 16, sekarang masuk 10 besar,” ujar Wahyu.

“Ini sebuah prestasi, upaya besar dari seluruh perangkat bersinergi bisa tembus 10 besar,” kata Wahyu usai membuka rapat kerja LPTQ Kabupaten Cirebon 2025.

Ia menegaskan, capaian di tingkat provinsi itu menjadi motivasi untuk LPTQ Kabupaten Cirebon agar bisa lebih baik lagi.

Ia berharap, prestasi Kabupaten Cirebon pada gelaran MTQ tingkat Jabar bisa melebihi capaian pada 2024.

“Dengan rapat kerja ini, ingin mengupayakan supaya posisi kita 10 besar setidaknya bisa bertahan. Tapi, lebih baik lagi makin meningkat. Upaya-upaya, dan langkah-langkah jadi bagian pemikiran untuk mencapai itu,” ucapnya.

Wahyu menilai, proses seleksi dan pencarian bakat akan diperketat untuk meningkatkan prestasi Kabupaten Cirebon di level provinsi.

Sebab, lanjut dia, semakin serius dalam mengevaluasi, maka hasilnya pun akan lebih baik di kemudian hari.

“Semakin kita serius, semakin kita fokus memahami, mengevaluasi apa yang sedang dan akan dilakukan, maka mudah-mudahan, ke depan hasilnya lebih baik lagi,” tutur Wahyu.

Sementara itu, Ketua LPTQ Kabupaten Cirebon, M Syafrudin mengatakan, rapat kerja yang digelar ini merupakan upaya untuk mempersiapkan seleksi MTQ untuk tingkat Jabar.


Selain itu, rapat kerja juga merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Cirebon 2025.


“Tujuannya adalah mengevaluasi program dan kegiatan LPTQ 2024,” katanya. (DISKOMINFO)



Senin, 13 Januari 2025

DPRD Umumkan Pengusulan Pengangkatan Efendi Edo-Siti Farida sebagai Walikota-Wakil Walikota Cirebon

CIREBON – Rapat paripurna DPRD Kota Cirebon mengumumkan pengusulan pengangkatan Efendi Edo SAP MSi dan Siti Farida Rosmawati SPdI sebagai Walikota dan Wakil Walikota Cirebon di Griya Sawala, Senin (13/1/2025).

Selanjutnya, hasil usulan tersebut akan disampaikan DPRD kepada Kemendagri melalui pemerintah provinsi Jawa Barat.

Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistyo SE menyampaikan, rapat paripurna pengusulan pengangkatan Walikota dan Wakil Walikota Cirebon itu merupakan amanat pasal 25 huruf e peraturan DPRD Kota Cirebon Nomor 1/2021 tentang Tata Tertib DPRD, dan pasal 154 ayat 1 huruf e UU nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Alhamdulillah penetapan berjalan lancar, dan semua anggota DPRD bisa hadir dalam pengusulan penetapan yang diparipurnakan hari ini. Setelah ini kita akan segera langsung bawa ke Pemprovda Jawa Barat,” kata Andrie usai rapat.

Sedangkan tahap berikutnya, Andrie menjelaskan pelaksanaan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota secara serentak masih mengacu pada Perpres Nomor 80/2024 tentang tata cara pelantikan kepala daerah, yakni pada tanggal 10 Februari 2025.

Kendati demikian, keputusan tersebut masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat, karena hingga saat ini masih ada sejumlah daerah yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait pemilihan kepala daerah.

“Untuk pelantikan masih menunggu, secara aturan masih menggunakan Perpres 80 yang artinya belum ada perubahan. Tapi jika nanti berubah, kita ikuti peraturan selanjutnya seperti apa,” ujarnya.

Meski belum ada penyampaian visi misi dari kepala daerah, Andrie berpesan kepada kepala daerah terpilih untuk memprioritaskan infrastuktur serta kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat dalam penyusunan program kerja ke depan.

Ia pun menyatakan siap bekerja sama untuk melaksanakan program-program yang menjadi bagian dari upaya memajukan Kota Cirebon.

“Tentu kami siap bekerja sama, bersinergi untuk kepentingan Kota Cirebon sehingga dengan pimpinan yang baru dapat terjalin sinergitas antar DPRD dan eksekutif bisa beriringan berjalan bersama,” katanya.

Sementara itu, Walikota terpilih Efendi Edo SAP MSi akan segera berkomunikasi dengan Gubernur terpilih untuk menyelaraskan program kerja, seperti visi misi dan target 100 hari pertama kerja.

Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon agar tidak menjadikan perbedaan pilihan selama pilkada jadi alasan tidak kembali bersatu.

“Tentunya, kemarin kompetisi sudah selesai, sehingga sebagai warga Kota Cirebon tidak membedakan apapun, semua harus bersatu,” katanya. (din)

Pj Wali Kota Tinjau Hari Pertama Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis



CIREBON, FC – Pj Wali Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi didampingi Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Dr H Iing Daiman SIP MSi meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Karyamulya 1, Senin (13/1/2025).

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon terpilih, Effendi Edo SAP MSi dan Siti Farida Rosmawati SPdI, Bunda PAUD Kota Cirebon, Hj NR Madyawati SH MPd, dan perangkat daerah terkait.

Program MBG yang digagas oleh pemerintah ini menjadi langkah penting dalam memastikan generasi muda mendapatkan asupan gizi yang baik. Sebagai langkah awal, program MBG di Cirebon dimulai di dua lokasi, yakni di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Unit Dapur Jalan Karangjalak, Sunyaragi, dan Yayasan Miftahul Ulum di Jalan Sekar Kemuning.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota mengungkapkan bahwa program MBG di Kota Cirebon hari pertama pelaksanaannya sudah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah, pelaksanaan MBG salah satunya di SDN Karyamulya 1 berjalan dengan baik. Kami berharap program ini dapat terus berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi anak-anak kita. Terima kasih kepada seluruh penyelenggara di SPPG,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, program ini akan terus berkembang, dengan kuota penerima manfaat yang akan ditambah sesuai dengan penugasan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kita menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dari pemerintah pusat. Menu makanan yang disajikan sudah mencukupi kebutuhan gizi bagi anak-anak, dan kerjasama dengan yayasan juga berjalan baik untuk mendukung pelaksanaan program ini,” lanjutnya.

Rencananya, tambah Pj Wali Kota, kerjasama antar daerah juga akan dilakukan untuk memastikan kecukupan gizi di masing-masing wilayah terjamin.

“Harga dan mutu makanan akan tetap terjaga. Kami berharap program ini dapat menyentuh lebih banyak wilayah di Cirebon, terutama di kecamatan-kecamatan lain yang membutuhkan,” tambahnya.

Pj Wali Kota berharap, program MBG dapat membantu meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Kota Cirebon, yang pada akhirnya akan mendukung perkembangan fisik dan kognitif mereka.

“Melalui program ini, semoga generasi muda di Kota Cirebon dapat tumbuh sehat dan cerdas, siap menghadapi tantangan di masa depan,” harapnya.

Sementara itu, salah satu siswa SDN Karyamulya 1, Muhammad Ardan, mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini. “Makanannya enak, ada nasi, jeruk, ayam, tahu, dan sayuran. Semoga program ini terus berlanjut,” ujar Muhammad dengan senang. (Ara)

Sabtu, 11 Januari 2025

Rektor UIN Siber Cirebon, Lepas Ratusan Peserta Fun Running di Puncak Lustrum VII MAHAPEKA

Prof Dr H Aan Jaelani M.Ag, Rektor UIN SIBER Cirebon menandai pelepasan ratusan peserta Lustrum VII Mahapeka


CIREBON, FC – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Kelestarian Alam (MAHAPEKA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), sukses menyelenggarakan peringatan Lustrum VII. 

Acara yang digelar setiap lima tahun sekali ini mengusung tema "Bring Back to the Adventure", mengajak anggotanya untuk kembali pada semangat petualangan sejati dan cinta alam yang menjadi fondasi organisasi ini.

Puncak acara Lustrum VII ditandai dengan kegiatan Fun Running, yang digelar pada Sabtu pagi, 11 Januari 2024, dan diikuti oleh ratusan peserta. 

Acara ini secara simbolis dilepas oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., yang turut dihadiri oleh tamu undangan dari mitra kerja kampus, seperti Eka Madya dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Yeye mulyana dari Dinas Perhubungan (Dishub), Ipda Rian Marfiliyanto Kanit Kamsel Satlantas Polres Cirebon Kota, serta perwakilan dari Taufik Rahmat Hidayar Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bagus dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Dalam sambutannya, Prof. Aan Jaelani mengapresiasi kontribusi besar MAHAPEKA dalam pelestarian lingkungan dan program penghijauan. 

“Lustrum ini bukan hanya selebrasi, tetapi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang MAHAPEKA selama 35 tahun. Dengan tema ‘Bring Back to the Adventure’, kegiatan ini diharapkan menghidupkan kembali semangat cinta alam, kebersamaan, dan keberanian,” ujar Prof. Aan sebelum melepas peserta Fun Running.

Ketua Pelaksana Lustrum VII, Rani Andini, menjelaskan bahwa tema "Bring Back to the Adventure" dipilih untuk mengingatkan kembali nilai-nilai dasar yang menjadi identitas MAHAPEKA sebagai organisasi pecinta alam. 

“Di tengah era digital yang semakin maju, kita sering lupa pentingnya interaksi langsung dengan alam. Lustrum ini mengajak semua anggota, baik aktif maupun alumni, untuk kembali menjalin hubungan dengan alam dan menghidupkan semangat petualangan,” jelasnya.

 Lustrum VII MAHAPEKA dirancang untuk memberikan pengalaman edukatif, inspiratif, dan mendalam. Beberapa program unggulan meliputi:

Penghijauan sebagai kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan.

Donor darah, sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Seminar lingkungan, yang membahas topik perubahan iklim dan pelestarian ekosistem lokal.

Latihan keterampilan survival, navigasi, dan manajemen risiko di alam terbuka.

Kegiatan outbond, seperti pendakian dan orientering, untuk menguji ketahanan fisik dan mental.

Lustrum VII MAHAPEKA menjadi pengingat perjalanan panjang organisasi selama 35 tahun dalam mengembangkan potensi anggotanya serta memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan semangat "Bring Back to the Adventure", MAHAPEKA ingin mempererat hubungan antaranggota, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan memperkuat fondasi organisasi di masa depan.

 Melalui kegiatan ini, MAHAPEKA berharap tidak hanya mencetak generasi pecinta alam yang tangguh, tetapi juga memperkuat jejaring dengan komunitas lain dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Sebagai bagian dari institusi akademik berbasis digital, MAHAPEKA berkomitmen untuk terus menanamkan semangat cinta alam dalam setiap generasi. 

“Kami berharap Lustrum VII ini menjadi tonggak baru bagi MAHAPEKA untuk terus berkembang, menjadi inspirasi bagi komunitas pecinta alam lainnya, dan tetap relevan di tengah perubahan zaman,” tutup Rani Andini.

Dengan suksesnya pelaksanaan Lustrum VII, MAHAPEKA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membuktikan bahwa semangat petualangan dan cinta alam tetap hidup dalam jiwa para anggotanya, menjadi energi untuk melangkah lebih jauh ke masa depan. (AIDA)

Jumat, 10 Januari 2025

Diprediksi Bertahan Tiga Tahun Lagi, Komisi II Berharap TPA Kopiluhur Segera Direvitalisasi

CIREBON – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopiluhur menjadi sorotan Komisi II DPRD Kota Cirebon saat rapat kerja bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon di ruang rapat gedung DPRD, Jumat (10/1/2025).

Ketua Komisi II DPRD M Handarujati Kalamullah SSos MAP menilai perlu adanya revitalisasi TPA Kopiluhur segera mungkin, mengingat masa daya tampungnya yang diprediksi hanya bertahan tiga tahun ke depan.

Menurutnya, hal ini bisa segera dilakukan tindakan oleh pemerintah daerah, apalagi saat ini kawasan TPA Kopiluhur sekitar 11,3 hektare telah bersertifikat resmi.

“Hal ini menjadi permasalahan mendasar dan perbaikan ke depan yakni revitalisasi TPA Kopi Luhur, Untuk revitalisasi setidaknya butuh support anggaran 54 miliar,” kata pria yang disapa Andru usai rapat.

Menurut Andru, revitalisasi TPA sangat penting dilakukan apalagi jika terjadi kondisi cuaca yang ekstrem. Ia mencontohkan, jika musim panas TPA rentan terjadi kebakaran dan jika musim hujan serapan air juga turut mengkontaminasi sumber air masyarakat sekitar.

Untuk mempercepat revitalisasi tersebut, Komisi II juga meminta agar DLH membuat rancangan desain yang nantinya dapat disampaikan ke pemerintah pusat melalui kementerian untuk penyerapan anggaran daerah. Karena sejauh ini, penyerapan anggaran DLH pun hanya sekitar 94 persen, sehingga cukup memberatkan apalagi jika menggunakan serapan APBD untuk proses revitalisasi.

Kendati demikian, Andru juga mengapresiasi upaya DLH untuk mengoptimalkan kenaikan pendapatan daerah melalui retribusi sampah dengan mengubah status hukum unit pengelola persampahan menjadi BLUD.

“Selain itu, sebagian unit persampahan akan di-BLUD-kan, sehingga jika dikelola dengan baik maka akan menghasilkan potensi PAD yang lebih optimal,” ujarnya.

Di sisi lain, Komisi II juga mendukung efisiensi kinerja DLH untuk membangun satu kantor yang terpusat di Grenjeng Harjamukti. Sebab, sejauh ini operasional kantor DLH terbagi menjadi empat lokasi.

Menurutnya, luas lahan sekitar enam hingga delapan hektare di Grenjeng cukup strategis untuk dibangun sebuah kantor. Apalagi, luas lahan tersebut sudah tersertifikasi dan merupakan milik pemerintah daerah.

“Tentunya kita akan supporting agar ini tetap berjalan supaya target ini sudah ada di satu lokalisasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Cirebon dr Yuni Darti Sp GK menekankan akan fokus melakukan revitalisasi TPA Kopi Luhur dan Taman Kehati serta mempercepat Perwal BLUD untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di Kota Cirebon.

Khusus untuk revitalisasi TPA, proses tersebut akan terbagi dalam dua tahap. Untuk tahun 2025 akan fokus pada perancangan desain dan detail engineering design (DED). Sementara untuk pembangunan infrastruktur akan dimulai pada 2026 mendatang.

“Untuk revitalisasi sudah mendapat bantuan Kementerian PUPR, kita akan melaksanakan RDF di sana, dan di trimester ketiga bulan Juli 2025 akan kajian DED dan lingkungan,” tuturnya.

Hadir dalam rapat Wakil Ketua Komisi II Ana Susanti SE MSi, Sekretaris Komisi II Subagja, serta anggota Komisi II H Karso SIP, M Noupel SH MH, Een Rusmiyati SE, Anton Octavianto SE MM MMTr, dan Abdul Wahid Wadinih SSos. (din)

Kamis, 09 Januari 2025

Optimalkan Pelayanan, Komisi III DPRD Tekankan Dinsos Segera Pemutakhiran DTKS

 

CIREBON – Komisi III DPRD Kota Cirebon menekankan pentingnya pemutakhiran data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) oleh pemerintah daerah. Hal itu bertujuan agar penerima manfaat di Kota Cirebon tepat sasaran.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon M Yusuf MPd menilai, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cirebon memiliki peran yang bersentuhan langsung dengan warga. Sehingga, akurasi DTKS sangat menentukan seberapa baik tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Dinsos mempunyai posisi berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, sehingga DTKS itu harus diverifikasi dan update. Jangan kemudian jadi salah sasaran,” kata Yusuf usai rapat di Griya Sawala, Kamis (9/1/2025).

Selain pemutakhiran DTKS, Yusuf meminta Dinsos juga mampu menjamin keterbukaan informasi mengenai data tersebut, sehingga masyarakat di tingkat kelurahan dapat mengaksesnya secara langsung.

“Pada prinsipnya, bagaimana kemudian Dinsos harus prima dalam melayani masyarakat, karena ini berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Kalau ada masalah, segera perbaiki sehingga tidak menimbulkan polemik,” ujarnya.

Di samping itu, Komisi juga berpesan agar terus mengoptimalkan pelayanan sosial lain seperti penanganan khusus bagi disabilitas telantar, gelandangan, pengemis, hingga ODGJ di Kota Cirebon.

“Di lapangan, ada sekitar 800-an lebih ODGJ di Kota Cirebon yang terdata di Dinsos. Sehingga, inisiasi Dinsos untuk membangun pusat rehabilitasi atau rumah singgah dan shelter menjadi prioritas kita,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Sarifudin SH juga menyebut bahwa Dinsos juga harus lebih selektif dalam memutakhirkan DTKS sehingga proses penyaluran bantuan kepada masyarakat tidak salah sasaran.

Ia juga mengimbau agar kerja sama antar lembaga, baik Dinsos dengan legislatif maupun dengan lembaga lain lebih dioptimalkan di tahun 2025 ini.

“Saya kira sudah baik apa yang dilakukan Dinsos, akan tetapi kami tetap mengingatkan agar ke depan sinergi dengan Komisi III agar penerapan programnya bisa lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Cirebon Dra Hj Santi Rahayu MSi melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan verifikasi DTKS sebanyak 39 ribu keluarga penerima manfaat hingga tahun 2024.

Di tahun yang sama, Dinsos juga telah menyalurkan bantuan terhadap keluarga yang mengalami rumah ambruk sebanyak 140 penerima manfaat.

Pihaknya juga meminta dukungan kepada DPRD agar pembangunan shelter pemerlu layanan kesejahteraan sosial (PPKS), rumah singgah, serta pengadaan mobil pelayanan dapat segera terealisasi.

“Untuk itu kami memohon dukungan kepada DPRD untuk membangun fasilitas tersebut, karena hingga saat ini masih belum dapat beroperasi secara optimal,” katanya.

Hadir dalam rapat Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon R Endah Arisyanasakanti SH, anggota Komisi III DPRD Indra Kusumah Setiawa Amd, M Fahmi Mirza Ibrahim SE, Rizki Putri Mentari SH, Stanis Klau, Leni Rosliani SIP, Rinna Suryanti ST, dan Prisilia. (Hafid)