Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 25 Agustus 2025

UIN Siber Cirebon Gelar Pengenalan Budaya Akademik, Sistem Digital dan Paradigma Ekoteologi

CIREBON, FC – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2025 pada Senin hingga Rabu (25–27/8/2025).

Kegiatan ini mengusung tema besar “Membangun Peradaban dengan Membentuk Generasi Syekh Nurjati Muda yang Adaptif Digital, Peduli Ekoteologi, dan Berjiwa Moderat”.

Dibuka dengan Sidang Senat Terbuka

PBAK tahun ini resmi dibuka oleh Ketua Senat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.Ag., melalui sidang senat terbuka.

Dalam laporannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Prof. Dr. Hajam, M.Ag., menyampaikan bahwa PBAK 2025 diikuti oleh 2.749 mahasiswa secara luring (offline) serta 149 mahasiswa program PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) secara daring (online).

Sambutan Rektor: Selamat Datang di Kampus CIU

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan sambutan penuh semangat kepada mahasiswa baru.

“Selamat datang para mahasiswa baru di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Kampus Cyber Islamic University (CIU) yang unggul dan bergerak menuju kampus dunia. Salam bahagia dan kebanggaan kami, para mahasiswa sekalian, memilih satu-satunya kampus PTKN berbasis siber di Indonesia. Atas taufik dan hidayah Allah Swt., segala yang kita cita-citakan semoga terkabulkan. Aamiin.”

Rektor menekankan bahwa PBAK bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses pembekalan komprehensif tentang budaya akademik, sistem digital, dan paradigma ekoteologi yang sedang dikembangkan di UIN Siber.

Tujuan PBAK 2025

PBAK tahun 2025 dirancang untuk membekali mahasiswa dengan:

Pemahaman tentang sistem akademik berbasis digital dan budaya siber.

Wawasan tentang ekoteologi menuju lahirnya green Islamic campus.

Nilai-nilai etika akademik dan etika digital.

Pengetahuan terkait tata kelola lembaga, organisasi mahasiswa, dan kegiatan ekstrakurikuler.

Selain itu, PBAK juga menumbuhkan semangat solidaritas, ukhuwah, toleransi, dan tanggung jawab sosial-ilmiah. Mahasiswa didorong menjadi insan akademik yang berkarakter insaniyah-ilahiyah, berilmu amaliyah, beramal ilmiah, serta beretika dalam memanfaatkan platform digital.

Pesan Kebudayaan dan Moderasi

Tema PBAK 2025 menekankan pentingnya membangun peradaban dengan kerja keras, inovasi, dan kreasi. Rektor mengajak mahasiswa bersama-sama menciptakan tatanan kampus dan masyarakat akademik yang berlandaskan kearifan lokal, keadaban digital, moderasi beragama, dan lingkungan harmoni berparadigma ekoteologi.

Penutup dengan Syair Inspiratif

Untuk menambah semangat mahasiswa baru, kegiatan PBAK turut disemarakkan dengan syair yang berisi pesan pendidikan, religiusitas, ekoteologi, dan moderasi. Syair tersebut mengingatkan mahasiswa agar istiqamah dalam belajar, menjaga tradisi lokal Cirebon, serta menggabungkan ilmu agama dan teknologi demi masa depan yang diridhai Allah Swt.

Dengan penyelenggaraan PBAK ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan perannya sebagai Cyber Islamic University pertama di Indonesia, sekaligus pionir dalam melahirkan generasi muda yang tangguh, moderat, peduli lingkungan, dan adaptif di era digital. (din)

Sinergi Berkelanjutan: Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan Perbarui Kerja Sama Air Bersih

Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Kuningan menandatangani Perubahan Ketiga Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Sumber Mata Air Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Penandatanganan ini menegaskan komitmen kedua daerah dalam menyediakan air bersih secara berkelanjutan bagi masyarakat Kota Cirebon.

Kerja sama antara kedua daerah memiliki sejarah panjang sejak 2009. Sejak saat itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Pemerintah Kota Cirebon telah menjalin sinergi melalui beberapa perjanjian terkait pengelolaan sumber mata air, yang terus diperbarui mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.

Perubahan ketiga yang dilakukan hari ini bukan sekadar perubahan administratif, tetapi juga penyesuaian kerja sama dengan dinamika zaman, regulasi, dan kebutuhan publik yang terus berkembang.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menekankan pentingnya kerja sama ini. Menurutnya, air adalah kebutuhan dasar manusia sekaligus sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. 

"Kota Cirebon memiliki keterbatasan sumber daya air, sementara Kabupaten Kuningan dianugerahi alam yang subur dengan sumber mata air melimpah. Kerja sama ini menghadirkan solusi yang adil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam perubahan ketiga ini, terdapat beberapa poin penting yang disepakati. Pertama, jaminan ketersediaan pasokan air bersih bagi warga Kota Cirebon dengan dukungan keberlanjutan dari Kabupaten Kuningan. Kedua, dana kompensasi transparan dari Kota Cirebon melalui Perumda Air Minum Tirta Giri Nata untuk mendukung konservasi sumber daya air, kesejahteraan masyarakat sekitar, dan pembangunan di Kabupaten Kuningan.

Selain itu, perjanjian juga menetapkan evaluasi berkala setiap lima tahun agar kerja sama tetap relevan, adil, dan adaptif terhadap kondisi terbaru. Hal ini dilakukan untuk memastikan manfaat kerja sama tetap maksimal bagi kedua belah pihak.

Wali Kota menambahkan, kerja sama ini bukan hanya soal air, tetapi juga soal persaudaraan antar-daerah. 

"Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan memiliki hubungan historis, sosial, dan budaya yang erat. Sinergi ini memperkuat ikatan tersebut dan menegaskan prinsip gotong royong," tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pengelolaan air ke depan cukup berat, seperti perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan keterbatasan sumber daya. 

"Kami berkomitmen tidak hanya menerima manfaat dari sumber mata air Paniis, tetapi juga menjaga kelestariannya. Jika kita menjaga alam, maka alam pun akan menjaga kita,” jelasnya.

Penandatanganan perjanjian ini diharapkan menjadi komitmen nyata kedua pemerintah daerah untuk kesejahteraan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, dan penguatan kolaborasi antar-daerah. Pemerintah Kota Cirebon menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan atas kerja sama yang solid selama ini. (din)



Pemkot Cirebon dan KACES Perkuat Pertukaran Budaya Indonesia-Korea Selatan Lewat Pendidikan Seni

CIREBON – Kegiatan Ministry Of Culture, Sports, And Tourism, South Korea melalui Korea Art And Culture Education Service (KACES) kembali digelar di Kota Cirebon. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sutikno, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini menghadiri rangkaian kegiatan di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan, Senin (25/8/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon menyampaikan apresiasi atas kepercayaan KACES menjadikan Kota Cirebon sebagai lokasi pelaksanaan program pendidikan seni dan budaya. Ia menilai kehadiran KACES bukan hanya merupakan kehormatan, tetapi juga mencerminkan kerja sama internasional yang nyata dalam membangun pengertian lintas budaya.

“Kehadiran KACES di Kota Cirebon bukan semata seremoni, tetapi wujud dari jembatan kebudayaan yang mempererat hubungan dua bangsa. Melalui seni dan budaya, generasi muda kita belajar menghargai proses, menemukan jati diri, dan membangun rasa percaya diri. Ini sangat sejalan dengan riset UNESCO yang menyatakan bahwa pendidikan berbasis seni dapat meningkatkan kreativitas, berpikir kritis, dan empati sosial,” ujar Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu pilar utama visi pembangunan Kota Cirebon. Dalam konteks ini, seni dan budaya memainkan peran penting sebagai bagian integral dari pendidikan karakter dan kreativitas anak bangsa.

“Saya percaya, program KACES akan memperkaya pengalaman anak-anak Kota Cirebon, membuka cakrawala mereka terhadap dunia, sekaligus meneguhkan akar budaya,” tambahnya.

Sebagai kota yang dikenal memiliki kekayaan budaya, seperti batik mega mendung, tari topeng, keraton, Kota Cirebon dinilai sangat relevan menjadi ruang pertemuan dua tradisi besar, budaya Korea yang modern dan budaya Cirebon yang sarat nilai spiritual serta kearifan lokal. 

Pertemuan ini diharapkan menjadi laboratorium kreatif bagi generasi muda untuk menjelajah nilai, identitas, dan impian.

Wali Kota menutup sambutannya dengan harapan agar kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan diplomatik, tetapi juga menginspirasi anak-anak Kota Cirebon untuk bermimpi lebih besar, berkarya lebih luas, dan tetap membumi dengan kearifan budaya.

“Semoga kegiatan KACES di Kota Cirebon menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi, dan mempererat persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya antara Kota Cirebon dan mitra-mitra internasionalnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini, menjelaskan bahwa program KACES di Kota Cirebon tahun ini mengusung tema "Born in Cirebon" dan berlangsung selama 12 hari, mulai 19 Agustus hingga 30 Agustus 2025. 

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk 4 guru dari Korea Selatan, 3 seniman profesional Korea Selatan (non-native participant), 77 guru seni budaya dari Cirebon, serta 118 siswa dari dua sekolah, yakni SMPN 1 (100 siswa) dan SMPN 18 (18 siswa).

“Program ini bertujuan untuk memperkuat dan mengharmonisasikan hubungan antara Indonesia, khususnya Pemkot Cirebon, dengan Korea Selatan melalui pertukaran seni dan budaya. Tak hanya pelajar, para seniman dan pendidik juga ikut berkolaborasi secara aktif,” tutur Kadini.

Kegiatan ini dirancang berdasarkan model kebijakan pendidikan seni dan budaya dari Korea Selatan, yakni Artist Box, yang telah diadaptasi untuk konteks lokal di Kota Cirebon. Tahun ini, selain pelatihan intensif, peserta juga akan terlibat dalam lokakarya, pertunjukan seni, dan sesi pertukaran gagasan antarbudaya.

Perwakilan KACES, Lee Milim, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan hangat Pemerintah Kota Cirebon. Ia menyebut bahwa kerja keras para guru dan seniman dari kedua negara telah berlangsung sejak beberapa bulan sebelumnya, termasuk melalui pelatihan pendahuluan.

"Kami berharap tahun ini kembali menjadi kesempatan berharga di mana para guru, seniman, dan siswa dapat menikmati proses pembelajaran yang penuh makna melalui seni dan budaya. Kami juga memohon agar para peserta dari Korea Selatan dapat terus disambut dengan kehangatan dan semangat kolaborasi,” ungkap Lee Milim. (din)





Minggu, 24 Agustus 2025

Bupati Imron Buka Festival Band Bupati Cup 2025 di Kawasan Batik Trusmi

KABUPATEN CIREBON – Bupati Cirebon Imron bersama Wakil Bupati Agus Kurniawan Budiman secara resmi membuka Festival Band Bupati Cup 2025 yang digelar di Kawasan Batik Trusmi, Kecamatan Weru, Jumat (22/8/2025) malam.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025, sekaligus sebagai ajang penggalian potensi seni dan budaya masyarakat Kabupaten Cirebon, khususnya di kalangan generasi muda.

Dalam sambutannya, Bupati Imron menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini.

Ia menilai, Festival Band menjadi bentuk inovasi pemanfaatan ruang publik di Trusmi yang kini makin menarik perhatian masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menginovasikan tempat ini menjadi daya tarik bagi masyarakat Kabupaten Cirebon,” ujar Imron.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki kekayaan seni dan budaya yang perlu terus digali dan dilestarikan. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga identitas budaya di tengah kemajuan teknologi dan zaman.

“Generasi muda kita harus bisa melihat dan mempertahankan budaya. Maka dari itu, seluruh perangkat daerah mari bersama-sama menjaga seni dan budaya yang kita miliki,” tegasnya.

Imron juga menekankan bahwa seni dan budaya bukan hanya menjadi pelengkap, melainkan unsur utama dalam pembangunan daerah.

Sementara sektor ekonomi berfungsi sebagai penunjang yang memperkuat keberlangsungan budaya tersebut.

“Ekonomi itu penunjang, tetapi seni dan budaya adalah utamanya,” katanya.

Ia berharap, kolaborasi antara masyarakat dan birokrasi mampu menciptakan sinergi yang mendorong kesejahteraan.

Imron mencontohkan geliat ekonomi yang tumbuh di Kawasan Kuliner Trusmi berkat peran UMKM lokal.

“Ketika masyarakat dan birokrasi bersatu, maka ekonomi akan tumbuh. Di Trusmi ini banyak UMKM, dan ekonomi kita juga ikut bergerak,” ucapnya.

Festival Band Bupati Cup, menurutnya, tak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengasah bakat dan meningkatkan kemampuan.

“Ajang ini menjadi sarana belajar dan motivasi bagi anak-anak kita. Penampilannya pun tidak kalah dengan artis,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus tumbuh di berbagai wilayah Kabupaten Cirebon, agar potensi lokal semakin tergali dan budaya daerah tetap hidup.

“Mudah-mudahan akan muncul Trusmi-Trusmi lain yang bisa menjadi ruang hiburan dan pengembangan potensi,” tutupnya. (din)









Jumat, 22 Agustus 2025

Bupati Imron: Manajemen Talenta Jadi Jalan Wujudkan ASN Berintegritas

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menegaskan peluncuran manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) dapat menciptakan pejabat yang berkompeten, berintegritas, dan menjunjung tinggi moralitas dalam memberikan pelayanan publik.

Menurut Imron, sistem baru tersebut menjadi langkah penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dalam mewujudkan reformasi birokrasi berbasis meritokrasi.

Ia menegaskan, seluruh proses pengisian jabatan nantinya berbasis data, sehingga lebih tepat sasaran.

“Harapannya, ASN kita semakin unggul, jujur, dan berintegritas. Dengan begitu, masyarakat tidak akan kecewa terhadap pelayanan publik,” kata Imron pada saat peluncuran di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat (22/8/2025).

Ia menambahkan, penerapan manajemen talenta memudahkan proses mutasi, rotasi, hingga promosi jabatan.

Semua proses tersebut tidak lagi memerlukan izin atau seleksi terbuka, melainkan langsung berdasarkan pemetaan kompetensi yang sudah ada.

Sekretaris BKPSDM Kabupaten Cirebon, Ade Nugroho menjelaskan, pelaksanaan manajemen talenta di lingkungan Pemkab Cirebon mendapat rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) setelah melalui tujuh kali pendampingan teknis.

“Prosesnya sangat detail, mulai dari pengisian kertas kerja hingga asesmen. Dengan hasil ini, Cirebon resmi menerapkan manajemen talenta untuk pengelolaan ASN,” kata Ade.

Ia menilai sistem tersebut penting untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kepastian pengembangan karier ASN.

Dengan penilaian berbasis kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan disiplin, peluang terbuka bagi seluruh pegawai.

“Budaya kerja yang kompetitif diharapkan tumbuh, sehingga setiap ASN bisa berkarier sesuai prestasi dan kompetensinya,” ujarnya.

Sekretaris Utama BKN RI, Imas Sukmariah, menegaskan bahwa manajemen talenta merupakan jantung dari sistem merit.

Melalui mekanisme ini, pengisian jabatan dapat dilakukan lebih cepat, efisien, dan bebas dari praktik kolusi maupun nepotisme.

“ASN dipetakan melalui asesmen potensi dan kompetensi, kemudian dimasukkan dalam sembilan kotak klasifikasi. Dari situ dapat diketahui siapa yang siap duduk di jabatan strategis,” katanya.

Ia menambahkan, BKN menggunakan metode Computer Assisted Competency Test (CACT) untuk memetakan potensi ASN. Di Kabupaten Cirebon, sekitar 4.300 dari total 8.000 lebih PNS sudah mengikuti asesmen tersebut.

Menurutnya, implementasi manajemen talenta tidak hanya bermanfaat di daerah, tetapi juga dapat mendukung mobilitas talenta ASN antarwilayah sesuai kebutuhan nasional.

“Sampai saat ini, hampir 80 instansi pemerintah sudah menerapkan manajemen talenta. Kami berharap semua pemerintah daerah segera menyusul,” tutur Imas. (Nur)

Kamis, 21 Agustus 2025

Penanganan Stunting Jadi Prioritas, Pemkot Cirebon Perkuat Program Gizi Anak Lewat Sosialisasi dan Bantuan PMT

CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon,  Siti Farida Rosmawati, menghadiri kegiatan Sosialisasi Tumbuh Kembang Anak dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Balita Kurang Gizi yang diselenggarakan di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pada Kamis (21/8/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Cirebon, khususnya di wilayah Kelurahan Kalijaga. 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS dan Bank BJB atas kontribusi dan dukungan mereka dalam penyaluran PMT serta bantuan sembako kepada balita dan keluarga yang terdampak stunting.

“Ini merupakan bentuk nyata gotong royong semua pihak dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka stunting,” ujarnya.

Sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kota Cirebon, ia menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh unsur masyarakat dan pemangku kebijakan dalam menangani permasalahan gizi, pola asuh, dan kebersihan lingkungan.

“Program ini tidak hanya sebatas pada pemberian bantuan, tetapi juga menyasar peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi, pola pengasuhan yang tepat, serta sanitasi. Semoga dengan berbagai program dan kerja sama lintas sektor, target TP3S dapat tercapai, yaitu menjadikan Kota Cirebon bebas stunting. Kita ingin menciptakan generasi yang sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045. Insyaallah, dengan semangat kebersamaan, kita bisa membawa Kota Cirebon menuju kota yang setara dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Kalijaga, Entis Sutisna, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 200 anak di wilayahnya yang masuk dalam kategori stunting. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan masalah ini.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, baik dari pemerintah maupun mitra pendukung, yang telah bersama-sama membantu mengatasi permasalahan ini,” tutur Entis.

Kegiatan ini menjadi bukti konkret komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan terpadu dan partisipatif. Pemerintah berharap, dengan sinergi berbagai pihak, permasalahan stunting di Kota Cirebon dapat segera tertangani secara menyeluruh dan berkelanjutan. (Nur)



Rabu, 20 Agustus 2025

Munir Raih Dukungan Mayoritas PWI Provinsi, Bertekad Perkuat Konsolidasi Organisasi

 

JAKARTA - Peta dukungan menjelang Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang akan digelar 29-30 Agustus 2025 di BPPTIK, Komdigi, Cikarang, Bekasi, semakin mengerucut.

Bakal calon Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, berhasil mengantongi dukungan mayoritas dengan sedikitnya 20 PWI Daerah Provinsi. Dukungan ini diyakini akan terus bertambah dari beberapa provinsi lain hingga hari pelaksanaan kongres.

Besarnya dukungan ini tampak dalam acara rapat  konsolidasi dg para ketua dan pengurus harian PWI Provinsi di Jakarta, Rabu malam (20/8)

Soliditas dukungan bagi Munir semakin kuat setelah sejumlah tokoh yang sempat digadang maju memutuskan mundur dan memberikan dukungan penuh. 

Zulmansyah Sekedang, mantan Ketua PWI Riau sekaligus Ketua Umum PWI Pusat versi KLB 2024, secara tegas menyatakan tidak akan maju. Sikap serupa ditunjukkan Atal S. Depari, Ketua Umum PWI periode 2018-2023, juga memilih memberi dukungan kepada Munir. 

Hal senada juga datang dari Johnny Hardjojo, mantan Ketua Departemen Pertahanan PWI Pusat, yang juga sebelumnya akan maju.

Konsolidasi besar ini membuat Munir kian dipandang sebagai figur pemersatu sekaligus kandidat terkuat dalam suksesi kepemimpinan PWI di Cikarang.

Munir, yang kini menjabat Direktur Utama LKBN Antara, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PWI Pusat periode 2025-2030.

"Bismillah, saya maju untuk membawa PWI bersatu kembali, melakukan rekonsiliasi, sekaligus melakukan konsolidasi organisasi, terutama penguatan PWI di daerah seluruh Indonesia," kata Munir yang akrab disapa Cak Munir, Rabu malam (21/8).

Sebagai mantan Ketua PWI Jawa Timur dua periode dan pernah menjabat Ketua Bidang Daerah PWI Pusat, Munir mengaku sangat memahami denyut organisasi di tingkat daerah. Ia menegaskan, wartawan di daerah adalah ujung tombak kehidupan pers nasional.

"Darah saya PWI. Sejak mulai jadi wartawan tahun 1991, saya hidup bersama PWI, terutama di daerah. Karena itu saya ingin mengembalikan marwah PWI sekaligus memastikan daerah mendapat perhatian lebih besar," tegasnya.

Munir juga menyiapkan sejumlah program  yang menitik beratkan kepentingan PWI daerah antara lain Konsolidasi organisasi secara menyeluruh dan tuntas pasca terjadinya dualisme, membangun ekosistem  media/pers nasional, meningkatkan kapasitas wartawan di daerah dengan memperbanyak Uji Kompetensi Wartawan, pelatihan berjenjang, workshop digital, dan penguatan media lokal, digitalisasi kelembagaan PWI, literasi dan pendalaman jurnalisme dan AI.

Dengan dukungan mayoritas PWI Provinsi dan program yang berpihak kepada kepentingan daerah, Munir diyakini menjadi figur yang mampu mengembalikan marwah dan martabat PWI sebagai rumah besar wartawan Indonesia. (din)

Pemkot Cirebon Tandatangani MoU SCLSC, Wujudkan Industrialisasi Pertanian untuk Kurangi Kemiskinan

 PRESS RELEASE

CIREBON - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Sekretaris Daerah, Agus Mulyadi menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Proyek Implementasi Skema Semi Closed-Loop Supply Chain (SCLSC) untuk Industrialisasi Pertanian dan Material Baru sebagai bagian dari Program Aglomerasi Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Hotel Grand Mansion, Rabu (20/8/2025). 

Kegiatan dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah daerah, sektor swasta, dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).

Wali Kota menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal penting dalam membangun ekosistem yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Ia menyebut kemiskinan sebagai persoalan struktural yang membutuhkan pendekatan sistemik dan kolaboratif.

"Tugas kita bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi membangun sistem yang memberi kesempatan bagi masyarakat miskin untuk berdaya. Skema SCLSC kami pandang sebagai alternatif solusi konkret untuk memperkuat rantai nilai pertanian hingga ke pasar,” ujarnya.

Menurutnya, posisi geografis Kota Cirebon yang strategis, sebagai simpul antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, membuka peluang besar untuk menjadikan Cirebon sebagai pusat pengolahan, distribusi, dan perdagangan hasil pertanian dari wilayah sekitar seperti Brebes, Indramayu, dan Kuningan. Hal ini sejalan dengan semangat menciptakan nilai tambah dari sektor hulu hingga hilir.

Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa nota kesepahaman ini diharapkan membawa tiga manfaat utama, yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin melalui koperasi, peningkatan efisiensi serta nilai tambah produk pertanian, dan pembangunan berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. 

Program ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketimpangan sosial.

Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk menyalakan semangat pembangunan dari wilayah pinggiran, seraya mengutip pesan Bung Hatta "Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tetapi akan bercahaya karena lilin-lilin di desa."

"Mari kita nyalakan lilin itu, dari Brebes hingga Cirebon, agar sinar pembangunan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan tonggak penting dalam menghadirkan solusi terintegrasi untuk pengentasan kemiskinan struktural. Ia menyoroti peran koperasi sebagai tulang punggung model ekonomi rakyat yang mampu menghubungkan petani dengan sektor produksi, distribusi, hingga pasar.

"Penandatanganan MoU ini adalah langkah konkret menuju pengentasan kemiskinan struktural melalui pemberdayaan ekonomi lokal. Kami percaya koperasi dapat menjadi katalisator transformasi pertanian yang berkelanjutan,” tutur Budiman.

Ia menambahkan bahwa program ini melibatkan empat pemerintah daerah, Kota dan Kabupaten Cirebon, Brebes, Indramayu, dan Kuningan serta lima mitra swasta, termasuk PT Garam (Persero) dan perusahaan pengolahan limbah dari Belanda, Harvest Waste. Sinergi multipihak ini dinilai penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur, teknologi, dan sumber daya lokal.

BP Taskin juga menyebutkan sembilan sektor prioritas dalam kolaborasi ini, antara lain pangan, energi baru terbarukan, industri kreatif, digital, pendidikan, kesehatan, transportasi, perumahan, dan hilirisasi produk. Pendekatan lintas sektor ini bertujuan mempercepat transformasi sosial-ekonomi dan menciptakan pembangunan yang inklusif.

Model SCLSC yang diadopsi dalam program ini merupakan sistem rantai pasok semi tertutup yang mengintegrasikan sektor produksi, pengolahan, distribusi, serta pemanfaatan limbah secara efisien dan berkelanjutan. Skema ini berbasis koperasi dan UMKM sebagai aktor utama, sehingga masyarakat miskin dapat terlibat secara langsung dalam aktivitas ekonomi produktif.



Sambut Kunjungan Dankodaeral III TNI AL, Wakil Wali Kota: Sinergi dengan TNI AL Kunci Ketahanan Maritim


CIREBON -   Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri acara ramah tamah dalam rangka kunjungan kerja Komandan Komando Daerah Maritim (Dankodaeral) III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetya, di wilayah kerja Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cirebon, Rabu (20/8/2025).

Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Laksamana Muda TNI Uki Prasetya beserta seluruh jajaran. Kehadiran Dankodaeral III dinilai sebagai bentuk perhatian nyata dari TNI Angkatan Laut terhadap wilayah pesisir, khususnya di Kota Cirebon.

"Kehadiran Bapak merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kami di Kota Cirebon. Ini menjadi wujud nyata dari perhatian TNI Angkatan Laut terhadap wilayah pesisir dan maritim di daerah kami,” ujarnya.

Wakil Wali Kota menyoroti pentingnya posisi geografis Cirebon yang strategis, berada di jalur Pantura yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta memiliki garis pantai yang langsung berbatasan dengan Laut Jawa, salah satu jalur utama perdagangan dan transportasi laut nasional.

Menurutnya, posisi strategis ini menghadirkan dua sisi yakni tantangan dan peluang. Tantangan yang mencakup potensi kerawanan di laut seperti penyelundupan, perdagangan ilegal, dan ancaman keamanan lainnya, diimbangi oleh peluang besar untuk pengembangan sektor kelautan, perikanan, pariwisata bahari, dan ekonomi maritim.

Dalam konteks ini, keberadaan Lanal Cirebon dan jajaran TNI Angkatan Laut dianggap sangat krusial. "TNI AL bukan hanya garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan, meningkatkan rasa aman, serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat,” tegas Wakil Wali Kota.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, menyadari bahwa pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa stabilitas keamanan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur Forkopimda dipandang sebagai kebutuhan mutlak.

Wakil Wali Kota juga menilai kunjungan Dankodaeral III sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan dan komunikasi antara TNI AL dan Pemerintah Kota Cirebon, guna merumuskan langkah-langkah bersama menghadapi berbagai tantangan maritim.

Tak hanya itu, ia turut menyoroti pentingnya membangun kesadaran maritim di kalangan generasi muda. Pembangunan Kota Cirebon, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari dimensi kemaritiman. Pengelolaan pelabuhan, pengembangan kawasan pesisir, serta pembinaan masyarakat maritim perlu mendapat perhatian serius.

"Kami berharap sinergi antara TNI AL dan pemerintah daerah dapat melahirkan program-program pembinaan yang menyasar generasi muda, baik dalam bentuk pendidikan kebangsaan, pelatihan bela negara, maupun penguatan karakter disiplin dan cinta tanah air,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Cirebon menyampaikan penghargaan atas kunjungan Laksamana Muda TNI Uki Prasetya beserta rombongan, seraya berharap kunjungan kerja tersebut mempererat hubungan kelembagaan serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat Cirebon.

"Semoga kunjungan kerja ini semakin mempererat persaudaraan, memperkuat koordinasi, dan membawa manfaat,” pungkasnya. (din)



Selasa, 19 Agustus 2025

Kelompok KKN 84 UINSSC Berkolaborasi Dengan Kolaborator Kebaikan.id Gelar Aksi Clean Up di Desa Tersana

CIREBON, FC - semangat gotong royong kembali terpancar di Desa Tersana Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon. Mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tersana menggelar aksi clean up di sungai berkolaborasi dengan komunitas Kolaborator Kebaikan.id dan lainnya.

Terhitung ada sekitar 50 massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen, seperti perangkat desa, karang taruna, mahasiswa KKN sekitar desa Tersana, komunitas pegiat lingkungan PALRI, dan instansi yang diundang seperti Puskesmas, DLH dan BPBD Kabupaten Cirebon. Semua turut berkontribusi bahu-membahu dalam kegiatan bersih-bersih.

Mengangkat "AMAL" atau Aksi masyarakat untuk lingkungan sebagai judul acara. Dimulai pukul 08.00 WIB dengan apel singkat, pengarahan, dan sambutan dari pak kuwu, dilanjut foto bersama dan diarahkan menuju lokasi sungai yang tak jauh jaraknya dari balai desa Tersana.

Dalam sambutannya, pak Tarmudi menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan positif KKN kali ini. 

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan KKN yang sudah hampir di penghujung masa pengabdiannya, proker demi proker terlaksana dengan baik dan ditutup dengan gebrakan besar aksi clean up yang juga menggandeng banyak pihak. 

"Adanya aksi ini adalah bukti nyata kepedulian masyarakat tersana terhadap lingkungan" tuturnya.

Butuh waktu sekitar 2 jam untuk membersihkan sampah yang ada di sungai sepanjang 40 meter. Komposisi sampah didominasi oleh sampah rumah tangga seperti plastik, pampers, sterofoam, yang berasal dari masyarakat itu sendiri. 

Hasbi anggota Karang Taruna mengungkapkan aampah di sungai ini gak mungkin muncul sendiri, pasti ada oknum di masyarakat yang membuang sampah sembarangan asal lempar ke kali" ucapnya ketika diwawancarai.

Kolaborasi adalah kunci, sampah yang terlihat sangat menumpuk akhirnya dapat diatasi secara bersama-sama. Nida mahasiswi KKN yang juga selaku menyampaikan bahwa persiapan aksi ini sebetulnya kurang dari seminggu namun setiap harinya kami maksimalkan bahkan H-1 diadakan brifing akbar melibatkan semua elemen agar satu komando dan meminimalisir misskom saat aksi, "Alhamdulillah hari H lancar dan terharu liatnya," ucapnya.

Respon positif pun datang dari kalangan masyarakat, salah satunya Ibu Anggi selaku warga yang terkena dampaknya karena rumahnya bersebelahan dengan sungai yang dipenuhi sampah. 

"Sudah dua tahun kondisi di belakang rumah saya seperti itu, pihak desa pun belum ada gerakan, untungnya ada anak-anak KKN dari UIN dan rekan-rekan pegiat lingkungan yang terjun sehingga bersih kembali. Terima kasih banyak," ungkapnya.

Selaras dengan hal tersebut, CEO Kolaborator Kebaikan.id Omar Qad Panity. Menegaskan bahwa sudah seharusnya pengabdian KKN menjawab tantangan yang ada di desa, memberikan dampak secara nyata, bukan hanya merealisasikan proker a b dan c alih-alih pengabdian justru hanya menggugurkan tri dharma perguruan tinggi. 

"Semoga bukan hanya KKN di desa Tersana yang sadar akan urgensi ini, dan semakin banyak abdi muda dari ruang akademik yang berkiprah di desa," paparnya.

Aksi ditutup dengan membuat konten agar lebih masif memantik kesadarannya, setidaknya agar yang melihat tidak membuang sampah sembarangan, memang hanya sekedar meminimalisir sampah yang ada namun sudah satu langkah lebih maju.

Semoga di usia Indonesia yang ke-80 tahun ini, masyarakatnya tidak lagi terbelenggu dalam kebodohan akan minimnya kesadaran terhadap isu lingkungan, salam lestari.