Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 11 Desember 2019

IAIN Cirebon Mengejar Indikator Menuju Teaching Dan Research University


FOKUS CIREBON - Melalui Focus Group Discussion (FGD) IAIN SNJ Cirebon tengah mencari berbagai formula dalam rangka membangun berbagai indikator menuju teaching dan research university.

Hal itu diketahui saat digelarnya kegiatan Focus Group Discussion IAIN SNJ Cirebon Menuju Teaching Dan Resarch University, yang dibuka langsung oleh Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta MAg, di Lantai III, Ruang Rektorat IAIN Cirebon, Jl Perjuangan, Rabu (11/12/2019).

Toheri S.Si, MPd, Sekretaris Lembaga Penjamin Mutu, saat menbedah diskusi tersebut menjelaskan, bahwa dalam upaya menuju teaching dan research university tentu harus banyak membangun indikator-indikator.

Isi indikator-indikator tersebut di antara adalah, terwujudnya sistem pengelolaan keuangan badan penerapan ISO 9001:2015 dengan baik. Kemudian perubahan statuta, penambahan fakultas, transformasi menjadi UIN serta 50 % program studi mampu mendorong akreditasi institusi menjadi A dan lainnya.

Kemudian indikator lainnya adalah mahasiswa dan lulusan, sumberdaya manusia, kemudian penelitian, pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat serta kerja dan sejumlah indikator-indikator lainnya.

Dijelaskan, di Indonesia pada umumnya universitas mengemban tiga misi yakni pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat (teaching, research, and service).


Dalam pelaksanaanya, kedua jenis Universitas tersebut memiliki prioritas yang berbeda. Sesuai dengan namanya, research university lebih menekankan pada aspek knowledge production melalui riset.

Teaching universities, yang nama lainnya adalah Liberal Arts Colleges, yakni kampus-kampus yang menyediakan program kegiatan dengan fokus pada kualitas pembelajaran. (din)

DI Pendopo Majalengka, Bupati Melantik 141 Kepala Desa


FOKUS CIREBON - Bupati Majalengka, Dr. H. Karna Sobahi, M.M.Pd., melantik 141 Kepala Desa (Kades) terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak periode 2019-2025. Pelantikan digelar di Pendopo Kab. Majalengka, Rabu (11/12/2019).
Pelantikan Kepala Desa dihadiri Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat, Ketua DPRD Kab.Majalengka, Wakil Bupati Majalengka, para Asisten, Staf Ahli, unsur Forkopimda, Kepala Kemenag Kab. Majalengka, Ketua Pengadilan Agama Kab. Majalengka, Ketua TP-PKK Kab. Majalengka, Ketua Dharmawanita Persatuan Kab. Majalengka, para Pejabat di lingkungan Pemkab Majalengka, para Camat, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutanya Bupati Majalengka, Dr. H. Karna Sobahi, M.M.Pd., mengucapkan selamat kepada Kepala Desa terpilih yang hari ini dilantik, juga mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Jawa Barat di Kab. Majalengka, di samping itu baru pertamakali pelantikan Kades dilaksanakan di pendopo secara serentak dan dihadiri oleh Gubernur, hal ini sangatlah isitimewa.
“Terimakasih atas perhatian Gubernur, ini pertama kalinya terjadi di Majalengka. Saya harap kepala desa mampu menjalankan amanah atas jabatannya,” ujar Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengajak kepada para Kepala Desa untuk segera bekerja dengan baik demi membangun Majalengka Raharja. "Mudah-mudahan dengan kehadiran Bapak Gubernur Jawa Barat dan juga Ketua DPRD Prov. Jawa Barat akan menjadi motivasi baik buat saya dan juga para Kepala Desa yang baru saja dilantik  untuk betul-betul melaksanakan tugas melayani rakyat bekerja dengan tulus dan sepenuh hati mengemban amanah rakyat," ujar Bupati Majalengka..
“Saya mengajak kepada para Kepala Desa dan juga  Camat, mari kita singsingkan lengan baju menjelang pembangunan Majalengka yang lebih sejahtera lagi untuk rakyat Majalengka demi menyongsong Majalengka Raharja menuju Jabar juara”, tegas Bupati lagi..
Sementara itu Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil, ST.,M.Ud., mengucapkan selamat atas dilantiknya 141 Kepala Desa di Kab. Majalengka mudah-mudahan Allah berikan kemudahan dalam perjalanan menjadi pemimpin di desa masing-masing, setelah dilantik diharapkan dapat sepenuh hati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 
Disamping itu semua Kades khususnya di Kabupaten harus bekerja secara profesional dan  memahami beberapa ilmu pemerintahan, selain itu, ilmu ekonomi dan ilmu digital juga menjadi pedoman penting untuk menjalankan program pembangunan sebab ke depan desa-desa harus menjadi desa digital. 
Ke depan nanti ada program SAPA WARGA  dimana surat pengantar dari desa bisa menggunakan cukup tanda tangan digital melalui hp, inovasi-inovasi ini harus dipahami harus dipelajari karena itu kebutuhan. 
Selain itu desa-desa harus naik kelas sudah tidak ada lagi di Jawa Barat desa sangat tertinggal, berikutnya adalah yang harus kita tingkatkan dari desa tertinggal menjadi desa yang lebih berkembang, dari desa berkembang menjadi desa maju dan dari desa maju naik kelas ke desa mandiri.
“Pemprov Jabar memberikan apresiasi kepada 7 Desa Mandiri di Kab. Majalengka ketujuh desa itu yakni Desa Talaga Wetan Kecamatan Talaga, Desa Maja Selatan Kecamatan Maja, Desa Kumbung Kecamatan Rajagaluh, Desa Pagandon Kecamatan Kadipaten, Desa Tarikolot Kecamatan Palasah, Desa Bantaragung Kecamatan Sindangwangi dan Desa Malausma Kecamatan Malausma. Apresiasi ini dalam bentuk pemberian Mobil Asprirasi Kampung Juara (Maskara). Maskara itu nantinya dapat digunakan untuk berbagai kepentingan masyarakat di desanya” tutup Gubernur.

Selasa, 10 Desember 2019


FOKUS KUNINGAN - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Acep Purnama didampingi Wakil Ketua TP PKK, Hj. Yuana Ridho Suganda, menghadiri Kegiatan Peningkatan Kapasitas TP PKK, Dharma Wanita dan Kader Posyandu Dalam Upaya Penanggulangan Stunting Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2019, di Prima Resort Kuningan, Selasa (10/12/2019).
Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Acep Purnama memaparkan, Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan yaitu dengan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang. Penyelenggaraan upaya kesehatan saat ini menempatkan masyarakat sebagai subjek bukan lagi objek. Sehingga upaya kesehatan lebih tercapai (accessible), lebih terjangkau (affordable), serta lebih berkualitas (quality).
“Dalam pemberdayaan masyarakat telah berkembang Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM), diantaranya adalah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Posyandu diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar (KIA, Gizi, Imunisasi, KB, dll) yang ada di Posyandu,” terang Ika.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini akan mengoptimalkan peran semua sektor dalam upaya penanggulangan stunting baik dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa. Dimana dalam pemecahan masalah stunting perlu menjadi perhatian bersama. Sehingga upaya penurunan angka stunting membutuhkan kerja bersama yang harus melibatkan lintas sektor dan semua elemen masyarakat khususnya peran dari PKK, Dharma Wanita dan Kader Posyandu untuk berperan aktif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya di desa.
“Saya berharap kegiatan peningkatan kapasitas ini betul-betul dapat membantu para petugas di lapangan yang sesuai dengan peran dan fungsinya dalam melaksanakan tugas di masyarakat,” harap Ika mengakhiri sambutan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, H. Raji dalam kesempatan memaparkan arti dari stunting beserta pencegahannya. Lima pilar percepatan pencegahan stunting diantaranya, Pilar 1 komitmen dan visi kepemimpinan nasional dan daerah, Pilar 2 kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku, Pilar 3 konvergensi program pusat daerah dan desa, Pilar 4 ketahanan pangan dan gizi, dan Pilar 5 pemantauan dan evaluasi. Pilar ini menjaga dan menindaklanjuti komitmen Presiden dan Wakil Presiden tentang percepatan pencegahan stunting dengan mengarahkan, mengkoordinasikan, memperkuat strategi kebijakan dan target pencegahan stunting.
“Aksi integrasi adalah instrumen dalam bentuk kegiatan yang digunakan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi gizi dalam pencegahan dan penurunan stunting. Pelaksanaan intervensi gizi penurunan stunting terintegrasi membutuhkan perubahan pendekatan pelaksanaan program dan perilaku lintas sektor agar program dan kegiatan intervensi gizi dapat digunakan oleh keluarga sasaran rumah tangga 1.000 HPK,” pungkasnya. (pai)

Bupati Kuningan Menerima Kunjungan Ketua LLI Jawa Barat


FOKUS KUNINGAN -  Bupati Kuningan H. Acep Purnama menerima kunjungan   Ketua Lembaga Lanjut Usia Indonesia ( LLI ) Provinsi Jawa Barat yang juga Wakil Gubernur Jawa Barat Terdahulu H. Numan Abdul Hakim  di Pendopo Kuningan, Senin (9/12).
Maksud kunjungan Numan ke Kuningan adalah untuk pemantapan peran LLI di semua tahapan, baik tingkat Provinsi maupun tingkat Kabupaten. Seperti diketahui bersama bahwa usia lanjut sekarang sering dilihat sebelah mata karena perannya sudah berkurang dan produktivitas yang sudah dimakan usia.
Dalam sambutannya Numan mengatakan bahwa salah satu peran LLI adalah sebagai wadah bagi para lanjut usia untuk terus berkarya dan memberikan pemikiran dalam partisipasinya membangun Jawa Barat, dan khususnya untuk Kuningan. oleh karena itu Numan meyakinkan Bupati Kuningan bahwa para lanjut usia sering kali dianggap sampah dimasyarakat karena perannya mulai berkurang.
Tahun 2020 nanti Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan Perda tentang Lansia, dimana nanti para lansia akan digratiskan pelayanan-pelayanan. 

Seiring dengan hal tersebut Numan berkeliling kepada Kabupaten/Kota dan mensosialisasikan Perda tersebut agar kedepan tidak ada lagi para lansia yang ditolak di rumah sakit karena kesulitan biaya, karena kita ketahui bersama gaji pensiunan hanya 70% dari gaji pokok terakhir ketika menjabat.
Sementara itu Bupati Kuningan Acep Purnama menyambut hangat kedatangan mantan orang no 2 di Jawa Barat dengan penuh keakraban. Didampingi oleh Ketua LLI Kabupaten Kuningan H. Djatnika serta Asisten Pembangunan Dadang Supardan, Acep menyambut baik program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan menggratiskan berbagai pelayanan untuk para lansia.
Program seperti ini akan sangat bermanfaat khususnya untuk para lansia dan tentunya kedepan program seperti ini akan ditindak lanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Kunigan. Di Kabupaten Kuningan layanan-layanan untuk para lansia sudah banyak diberikan tetapi baru sebatas kemudahan pelayanan, seperti bebas antri di bank dan pelayanan lainnya untuk para lansia.
Kedepan tentunya kita akan berkolaburasi dengan LLI Provinsi Jawa Barat dalam hal pelayanan kepada para Lansia baik berupa layanan kesehatan dengan akan memberikan fasilitas khusus untuk para Lansia. Tutup Acep. (Pai)

Senin, 09 Desember 2019

Jelang Natal Dan Tahun Baru 2020, Polres Majalengka Gelar Operasi Cipta Kondisi


FOKUS MAJALENGKA -  Guna mengantisipasi perederan miras menjelang perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di wilayah hukum Polres Majalengka, Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Unit Patroli dan Unit Dalmas Sat Sabhara Polres Majalengka pun langsung bergerak dengqn sasaran miras pabrikan dan miras oplosan, Senin (9/12/2019) siang.
Dalam kegiatan tersebut, Kabag Ops M. Pardede,S.H didampingi Kasat Sabhara AKP Endoy Sahru menjelaskan, untuk mengantisipasi peredaran miras jelang perayaan Natal dan Tahun baru 2020, Satuan Sabhara Polres Majalengka berhasil mengamankan ribuan botol minuman keras (miras) berbagai jenis.
Lanjutnya, sebanyak 1.264 botol miras pabrikan berbagai merk tersebut didapat dari warung milik AS wilayah Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka.
Selain miras, sasaran operasi cipta kondisi ini meliputi sajam (senjata tajam), narkoba dan bahan peledak,” tegas Kabag Ops Kompol Pardede.
Sementara itu, Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono, S.I.K., M.Si, mengatakan, operasi minuman keras ini untuk menciptakan kondisi yang aman dan nyaman saat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020. 
Tambahnya, razia miras yang beredar di masyarakat dilakukan dengan melibatkan Personil Polres Majalengka dan seluruh Polsek yang ada di jajarannya.
“Kegiatan ini untuk mengantisipasi terjadinya kejadian yang tidak diinginkan, saat perayaan Natal dan malam Tahun Baru. Terjadinya keributan, tawuran dan tindak kejahatan lainnya berawal dari pengaruh minuman keras,” tegasnya.
Opersi cipta kondisi ini, sambung AKBP Mariyono, akan terus dilakukan sampai nanti malam pergantian Tahun Baru. “Hal ini dilakukan karena malam pergantian tahun identik dengan pesta minuman keras,” katanya.
“Untuk selanjutnya barang bukti minuman keras diamankan di Polres Majalengka, dan pengedar akan disidangkan sambil menunggu proses penyidikan lebih lanjut,” paparnya. (Muis)