Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 12 Maret 2020

SMPN 1 Lemahabang 100 Persen Siap Melaksanakan UNBK Mandiri

Imam Mulyadi SPd, Wakasek Kesiswaan SMPN 1 Lemahabang, Kabupaten Cirebon
LEMAHABANG, FC - Sebanyak 331 peserta Ujian Siswa Siswi SMP Negeri 1 Lemahabang, Kabupaten Cirebon, siap mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). 
Kepala Sekolah SMPN 1 Lemahabang, Drs Didin Jaenudin MM melalui Imam Mulyadi SPd, Wakasek Kesiswaan menyatakan 100 persen siswa siswinya siap mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer.

"Kami siap melaksanakan UNBK. Persiapan kami juga sudah100 persen, karena kami sebelumnya sudah melaksanakan kegiatan gladibersih yang diselenggarakan oleh seluruh siswa dan alhamdulillah tidak ada kendala, karena server dan sebagainya sudah kami cek semaksimal mungkin, sehingga tidak ada hal yang mengganggu pelaksanaan kegiatan UNBK nanti," terang Imam Mulyadi, Kamis (12/3/2020).
Kendati begitu, Imam mengaku dengan keterbatasan jumlah komputer yang dimiliki, maka pelaksanan UNBK dilaksanakan secara bergelombang yakni dibagi kedalam tiga seasson. 
Gelombang pertama jam 08.00 WIB sampai dengan Jam 10.00 WIB. Gelombang kedua jam 10.00 WIB sampai dengan jam 12.00 WIB dan  gelombang ketiga jam 13.00 WIB sampai dengan jam 15.00 WIB. 
"Ada 4 mata pelajaran yang diujikan, yakni mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA," terangnya.
Sementara menyangkut kesiapan siswa, Imam menegaskan, sejauh ini pihaknya sudah mempersiapkan melalui kegiatan pengayaan yang dilaksanakan pada semester ganjil, yakni di bulan September 2019.  
Sedang untuk semester genap ini, karena musim hujan, kegiatan pengayaan dilaksanakan sebelum jam KBM berlangsung dan semuanya berjalan lancar.
Demikian juga dengan persiapan lainnya, pihak sekolah sudah mengantisipasi agar siswa bisa mempersiapkan diri melalui imbauan yang diberikan para guru di sekolah, yakni agar tetap menjaga stamina, perbanyak latihan (belajar), dan menjaga dari hal-hal yang dapat membahayakan dirinya.


"Ini kami lakukan bagi kelas sembilan, agar mereka bisa lancar dan sukses mengikuti UNBK tanpa hambatan apapun," jelas Imam yang juga mewakili Wakasek Kurikulum SMPN 1 Lemahabang yang tengah menjalankan tugas sekolah. (din)

Rabu, 11 Maret 2020

PT Pelindo II (Persero)/IPC dan Port of Rotterdam Kerja Sama Pengembangan Logistik Maritim dan Infrastruktur


JAKARTA, FC - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/ IPC dan Operator Pelabuhan Rotterdam, Belanda (Port of Rotterdam) menandatangani kesepakatan kerja sama di bidang pengembangan logistik maritim dan infrastruktur. 

Selama tiga tahun ke depan, kedua belah pihak menyusun program pengembangan dan manajemen pelabuhan, digitalisasi pelabuhan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.            

"Salah satu fokus kerja sama ini adalah pengembangan Pelabuhan Internasional Kijing di Mempawah, Kalimantan Barat. Port of Rotterdam akan berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk mengembangkan Terminal Kijing sebagai salah satu dari tujuh pelabuhan hub di Indonesia,” kata Direktur Utama IPC, Arif Suhartono, Rabu (11/3/2020), saat acara  penandatanganan MoU, di IPC, Tanjung Priok, Jakarta, Utara.

Dalam penandatanganan tersebut, Pelabuhan Rotterdam diwakili oleh Rene Van Der Plaas selaku Direktur Port Rotterdam International. 

Hadir juga delegasi utusan Kerajaan Belanda yang dipimpin oleh Menteri Infrastruktur dan Pengelolaan Air Belanda, Cora Van Nieuwenhuizen. 

Sebelum penandatanganan berlangsung, Cora mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dan menandatangani kerja sama guna meningkatkan kerja sama antara kedua negara.

Lebih lanjut, Arif mengatakan, IPC akan terus mengembangkan kerja sama dengan pelabuhan-pelabuhan besar dunia, untuk memperluas jejaring di kancah global. 

“Dengan adanya kerja sama ini tentu ada transfer pengetahuan dan teknologi yang akan meningkatkan kapasitas SDM,” ujarnya.

Pada kesempatan berbeda, PT Pengerukan Indonesia (Rukindo) sebagai anak perusahaan IPC juga menjalin kerja sama dengan PT Van Oord Indonesia untuk menjajaki peluang kerja sama berbagai proyek pengerukan dan reklamasi di Indonesia. 

MoU kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Utama PT Rukindo, Wahyu Hardiyanto dan  Direktur PT Van Oord Indonesia, Mark Alexander Van Der Hoeven.

"Kami sepakat untuk menjajaki peluang kerja sama dalam pelaksanaan beberapa proyek reklamasi dan pengerukan beberapa pelabuhan di Indonesia. Dengan kompetensi, pengalaman serta peralatan dan metode yang mereka punya, kita optimistis pengerjaan proyek pengerukan atau reklamasi ini bisa lebih efektif dan efisien dari segi biaya dan waktu pengerjaan,” ungkap Wahyu. (dade)

Cegah Wabah Corona, Universitas 17 Agustus 1945 Ciptakan Hand Sanitizer Bantu Masyarakat


JAKARTA, FC - Virus corona sudah masuk ke Indonesia. Kondisi ini membuat seorang pasien meninggal dunia, sementara 33 orang dinyatakan positif terjangkit virus yang memiliki nama lain Covid-2019 tersebut.

Masuknya corona membawa dampak lanjutan lainnya seperti berbondong-bondongnya masyarakat membeli masker dan hand sanitizer, sebagai upaya pencegahan. Hal ini membuat kedua barang itu menjadi langka di pasaran, atau jika ada, harganya menjadi mahal.

Menyikapi kondisi itu, Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 (UTA'45) Jakarta mencoba membantu masyarakat dengan memproduksi hand sanitizer hasil racikan mereka sendiri yang sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Upaya ini kita lakukan karena hand sanitizer langka, sudah sangat sulit ditemukan di pasaran," kataWakil Rektor II UTA '45 Jakarta, Brian Matthew Darsono, Rabu (11/3), di kampus UTA' 45 Jakarta, Sunter, Jakarta Utara.

Hand sanitizer yang mereka buat dijual di bawah harga pasaran yakni Rp 7.500 per botol. Mereka hanya menghitung biaya penyediaan botol, belum bahan baku dan lain sebagainya. Harga yang teramat murah ini dipatok, agar bisa membantu masyarakat yang membutuhkan cairan tersebut.

"Kita jual di bawah harga pasar, agar bisa membantu saudara-saudara kita," ujarnya.

Dalam penyediaan hand sanitizer murah ini, UTA '45 bekerja sama dengan pihak lainnya untuk pengemasan dan bahan baku. Sementara yang meracik, ialah para ahli dari Fakultas Farmasi UTA' 45.

Pada tahap awal, 2 ribu botol dijual Fakultas. Setiap orang bisa membeli dua botol.

Untuk sementara, penjualan hand sanitizer hanya dilakukan bagi internal kampus yakni kepada dosen, mahasiswa, dan warga UTA '45 lainnya.

Menurut Dekan Fakultas Farmasi UTA '45 Diana Laila Ramatillah, penjualan hand sanitizer masih dilakukan di internal lantaran mereka masih mengurus izin produksi dan izin edar ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sesuai ketentuan yang berlaku. Jika izin sudah didapat, mereka akan memasarkannya ke masyarakat luas.

"Sudah sampai Kemenkes, izin produksi dan izin edar. Mudah-mudahan tidak sampai satu bulan ini selesai," ungkap Brian .

Menurut Diana, hand sanitizer yang diproduksi sangat efektif membunuh virus, karena sesuai standar WHO yakni menggunakan alkohol jenis etanol.

"Hand sanitizer kita sesuai standar WHO karena pakai formula yang satu, pakai ethanol. Pakai etanol itu lebih efektif membunuh virus dibanding alkohol propanol. Propanol lebih efektif untuk bakteri, sementara etanol ini lebih efektif untuk membunuh virus," papar dia.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan UTA '45 Jakarta, Rudyono Darsono, berharap adanya kerja sama yang terjalin baik dengan seluruh pihak guna mengatasi wabah corona di Indonesia. Tak terkecuali keterlibatan para akademisi seperti yang dilakukan kampusnya.

"Kami berharap adanya kerja sama yang baik, koordinasi yang baik, antara pemerintah, pejabat-pejabat pemerintah. Antara pemerintah dengan legislatif. Antara pemerintah dengan yudikatif," kata Rudyono.

"Karena corona ini bukan masalah pribadi-pribadi lagi, tapi masalah bangsa. Dibutuhkan kesatuan, kebersamaan kita untuk mencegah, menanggulangi," imbuhnya.

Gotong-royong seluruh rakyat Indonesia dalam menanggulangi virus yang telah membunuh 4 ribu orang ini, dinilai penting. Mengingat dampak yang ditimbulkan dari keberadaan virus asal Wuhan, China ini cukup serius.

"Masalah corona ini keselamatan bangsa, karena yang dihantam corona bukan hanya kesehatan, tapi juga ekonomi, mungkin juga politik, kalau terus dipolitisir, diributkan, dikaitkan dengan masalah lain, saya khawatir dengan kelangsungan bangsa kita," paparnya.

Rudyono pun meminta proses produksi dan proses penyebaran secara massal barang seperti hand sanitizer maupun masker oleh pihak-pihak yang berniat membantu, bukan mencari untung, dipermudah pemerintah. Sebab, menurutnya ada kondisi darurat di mana diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menyelesaikannya. (dade)

Sukabumi Diguncang Gempa, Sejumlah Rumah Alami Kerusakan


JAKARTA, FC - Beredar di sebuah  media sosial (medsos) terkait sejumlah rumah yang rusak akibat gempa yang terjadi dan juga laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi yang melaporkan bahwa sedikitnya tiga warga mengalami luka ringan pascagempabumi bermagnitudo 4,9 di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/3). Ketiga warga tersebut masing-masing Hanna (Laki-laki), Mimin (Perempuan), dan Andi Maulana (Laki-laki) warga Kalapa Nunggal, Sukabumi.

Selain itu, BPBD Kabupaten Sukabumi juga melaporkan bahwa gempa tersebut menyebabkan 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kalapanunggal, 2 unit rumah rusak di Kecamatan Parakansalak, 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kabandungan, 1 unit rumah rusak di Kecamatan Cidahu.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Bogor juga memverifikasi bahwa terdapat rumah yang rusak akibat gempa  di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masing-masing 1 unit rumah di Desa Gunung Bunder, 1 unit rumah di Desa Cibunian, 6 unit rumah di Desa Purwabakti, 1 unit rumah di Desa Cibitung Kulon dan 1 unit rumah di Desa Pasarean.

Berdasarkan laporan, gempa terasa di sejumlah wilayah meliputi; Kota Bogor sekitar 4-6 detik, terasa sedang hingga kuat di Kota Sukabumi sekitar 4-5 detik, terasa lemah di Kabupaten Lebak, Banten dan terasa lemah di Jakarta sekitar 5-8 detik dan terasa sedang di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Sementara ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sukabumi telah menuju ke Kecamatan Kalapa Nunggal untuk melakukan kaji cepat. Menurut laporan, kendala sementara di lapangan adalah padamnya listrik di dua desa. Namun hal itu merupakan bagian dari prosedur keamanan yang dilakukan oleh PLN terkait gempa. Di sisi lain, TRC BPBD Kabupaten Bogor juga bergerak menuju ke Kecamatan Pamijahan untuk kaji cepat.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat gempa yang mengguncang wilayah Sukabumi pada pukul 17.18 WIB tersebut berada pada koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 kilometer arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 10 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (Strike-Slip Fault).


Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa pendahuluan (foreshock) dengan magnitudo 3,2 sekitar sembilan menit sebelum gempa susulan atau sekitar pukul 17.09 WIB. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Agus Wibowo
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB


IAIN Cirebon Terpilih Menjadi Tuan Rumah Even Internasional, Icon - UCE


JAKARTA, FCKegiatan berkelas internasional akan digelar di Kota Cirebon. Pada kegiatan ini IAIN Cirebon dipastikan akan menjadi tuan rumah Icon-UCE (International Conference on University Community Enggagement).
Event internasional ini digelar tiap dua tahun, untuk mendiskusikan, memamerkan, dan meningkatkan networking penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan masyarakat terutama yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). 
Kepastian IAIN Cirebon sebagai lokasi Icon-UCE tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 752 Tahun 2020 tentang Penetapan Tuan Rumah Kegiatan The 4th Icon-UCE 2020.
"Icon-UCE 2020 akan diselenggarakan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Penetapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai tuan rumah di antaranya karena Cirebon telah memiliki best practices atas penyelenggaraan pemberdayaan masyarakat yang sangat baik," terang Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Arskal Salim, dalam pertemuan koordinasi penyelenggaraan Icon-UCE, di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/03/2020).
Pertemuan ini digelar antara Diktis dengan IAIN Syekh Nurjati. Hadir, Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suwendi, dan Kepala Seksi Pengabdian kepada Masayarakat, Abdul Basir, Kepala Seksi Penelitian dan Pengelolaan Hak Kekataan Intelektual, Mahrus, dan Kepala Seksi Publikasi Ilmiah, Iwan Yusuf. 
Sementara dari pihak IAIN Syekh Nurjati Cirebon, tampak hadir Rektor IAIN Syekh Nurjati, Sumanta, Wakil Rektor bidang Administrasi, Adib, Kepala Biro, Subarja, Kepala LP2M, Ahmad Yani, dan beberapa ASN di lingkungan IAIN dan Diktis.
"Pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat seperti Participatory Action Research (PAR) juga lekat dengan dosen-dosen di lingkungan IAIN Syekh Nurjati," sambungnya.
Menurut Arskal Salim, Icon-UCE akan dihadiri sejumlah akademisi dari berbagai negara. Ajang ini juga akan mendiseminasikan hasil-hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan PTKI kepada para pemangku kepentingan. “Icon-UCE akan mengukur sejauhmana dampak program-program perberdayaan itu terhadap peningkatan kapasitas di masyarakat secara nyata,” papar Arskal. 
“Sejumlah pendekatan dalam kegiatan pengabdian masyarakatpun akan didiskusikan dalam event tersebut, sehingga pada gilirannya terdapat keterkaitan yang erat antara proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian di perguruan tinggi kita,” lanjutnya.
Rektor IAIN Syekh Nurjati, Sumanta, menyatakan kesediaan dan kesiapannya sebagai tuan rumah Icon-UCE. “Sejumlah infrastruktur transportasi untuk menuju Cirebon, saat ini sudah representatif. Bandara International Kertajati, stasiun kereta api, dan akses perjalanan tol sudah tersedia. Demikian juga ketersediaan hotel, kuliner, dan wisata religi, serta pusat-pusat pendidikan dan pondok pesantren serta desa-desa binaan juga sangat lengkap. Intinya, IAIN Cirebon dan masyarakat Cirebon dengan melibatkan pemerintah daerah sekitar insya Allah akan siap menjadi tuan rumah,” ungkap Sumanta.
Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suwendi, menyatakan Icon-UCE 2020 di IAIN Cirebon ini merupakan event kali keempat. “ICON-UCE pertama tahun 2014 di UIN Alauddin Makassar. Disusul tahun 2016 di UIN Sunan Ampel Surabaya, dan tahun 2018 di UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang,” ungkap Suwendi.
Dia berharap Icon-UCE tahun ini akan melahirkan terobosan akademik dalam penguatan pemberdayaan masyarakat di kampus. Pada aspek penguatan metodologi misalnya, metodologi pemberdayaan masyarakat itu memiliki varian yang sangat banyak; ada PAR (Participatory Action Research), CBR (Community Based Research), ABCD (Asset Based Community Development), Service Learning dan lain-lain. Beberapa metode pemberdayaan itu belum menjadi disiplin pengetahuan yang diajarkan secara khusus di lingkungan PTKI. Sementara program pemberdayaan masyarakat dan praktik Kuliah Kerja Nyata sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat setiap tahun bahkan setiap semester selalu diselenggarakan. Hal ini perlu didiskusikan, dimatangkan, dan diberikan catatan kritis bagaimana metodologi pemberdayaan ini didiseminasikan kepada mahasiswa dan dosen di lingkungan perguruan tinggi.

“Jika sebelum riset kita diwajibkan untuk menguasai metodologi risetnya, maka sebelum turun melakukan program pemberdayaan masyarakat dan KKN, maka perlu diberikan pengetahuan metodologi pemberdayaan masyarakat secara memadai,” jelas doktor lulusan UIN Jakarta.
Icon-UCE rencananya diselenggarakan pada pertengahan Juni 2020. Para akademisi dan aktivis pemberdayaan masyarakat dari dalam dan luar negeri akan diundang dalam kegiatan ini, termasuk di antaranya melalui call for paper terseleksi. (din)