Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 24 April 2020

Danyonkes 2 Kostrad Bantu Penanganan Observasi Dan Perawat Pasien Covid-19


JAKARTA - Komandan Batalyon Kesehatan 2 Kostrad, Letnan Kolonel Ckm dr. Ayiq Mahmud, Sp. OT (K) Spine berangkatkan 25 pasukannya dari Lanud Abd. Shaleh Malang menuju Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur untuk membantu penanganan observasi dan perawatan pasien Covid-19, Jumat (24/4), di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat. 

Danyonkes 2 Kostrad mengatakan atas perintah Panglima Divif 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr.(Han), keterlibatan Divif 2 Kostrad dalam hal ini satuan Yonkes 2 Kostrad di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta merupakan wujud tugas dan fungsi Batalyon Kesehatan 2 Kostrad, terutama dalam misi kemanusiaan yaitu membantu pemerintah dalam menanggulangi wabah Covid-19. 

"Dari data Gugus Tugas Covid-19 pada hari Jumat 24 April 2020 tercatat sebanyak 8.211 pasien di Indonesia terinfeksi virus Covid-19, saya berangkatkan prajurit-prajurit terbaik saya ke Wisma Atlet Kemayoran guna membantu penanganan wabah virus Covid-19, semoga pandemi ini lekas berakhir dan kita semua dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala,” kata Danyonkes 2 Kostrad Letnan Kolonel Ckm dr. Ayiq Mahmud, Sp. OT (K) Spine.

Sebelum berangkat menuju Lanud Halim Perdana Kusuma, Asisten Operasional Divif 2 Kostrad Kolonel Inf Septa Viandi Dwi mengecek kesiapan satuan Yonkes 2 Kostrad meliputi APD (Alat Proteksi Diri), maupun perlengkapan perorangan yang dibawa.

Sementara itu, Asisten Operasional Divif 2 Kostrad Kolonel Inf Septa Viandi Dwi berpesan kepada prajurit Batalyon Kesehatan 2 Kostrad untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh pasien Covid-19, serta memberikan pengabdian yang terbaik bagi bangsa dan negara. (dade)

PT IPC Menghentikan Sementara Semua Layanan Terminal Penumpang


JAKARTA, FC - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC siap menghentikan sementara layanan semua terminal penumpang, menyusul kebijakan larangan mudik sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). 

IPC terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Syahbandar Pelabuhan untuk menerapkan aturan larangan penggunaan transportasi laut untuk mudik, khususnya di Pelabuhan. 

Direktur Utama IPC, Arif Suhartono mengatakan IPC siap menghentikan sementara layanan Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, yang biasanya menjadi akses utama pemudik menggunakan transportasi laut. 

"Pemerintah telah mengeluarkan aturan larangan sementara penggunaan transportasi umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor untuk mudik pada Idul Fitri 1441 H, guna mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia," kata Arif, Jumat (24/4), di Jakarta.

Aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 25 tahun 2020 berlaku efektif sejak kemarin. Khusus larangan mudik menggunakan moda transportasi laut, diberlakukan sampai 8 Juni 2020. 

Sebelumnya, IPC telah menghentikan layanan terminal penumpang di 3 pelabuhan, yakni Pelabuhan Tanjung Pandan di Belitung, Pelabuhan Pangkal Balam di Bangka, serta Pelabuhan Boom Baru Palembang. 

"Dengan aturan Permenhub ini, IPC siap menghentikan sementara layanan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Pontianak. Berhentinya sementara layanan di Terminal Penumpang di semua pelabuhan yang dikelola IPC bukan berarti operasionalnya ditutup. Sebab, terminal penumpang tersebut masih bisa digunakan untuk transportasi yang dikecualikan, seperti operasional petugas TNI/Polri, tenaga kesehatan, atau kebutuhan logistik, sesuai aturan Permenhub nomor 25 tahun 2020 ini," ujarnya. 

Di sisi lain, dia menegaskan, operasional dan layanan terminal barang di semua pelabuhan IPC akan tetap beroperasi. Kapal barang tetap bisa bersandar dan melakukan bongkar muat, baik di terminal peti kemas, terminal non peti kemas, maupun terminal multi purpose. 

"Tetap beroperasinya semua terminal barang di Pelabuhan IPC juga sejalan dengan aturan Permenhub tersebut, yang mengecualikan pelarangan bagi angkutan untuk kepentingan logistik,” ungkap Arif. (dade)

Satgas Tanggap Darurat Covid 19 IAIN Cirebon, Berikan Bantuan Wastafel dan Hand Soap Ke Sejumlah Masjid dan Mushola

Ketua Satgas Covid 19 IAIN SNJ Cirebon, Dr H Achmad Yani MAg saat menyerahkan bantuan wastafel dan hand sanitizer kepada DKM Masjid dan Mushola. (Foto/Ist)
CIREBON, FC - Gerak cepat yang dilakukan Satgas Tanggap Darurat Covid 19 IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon menjadi bagian dari tugas untuk memutus rantai penyebaran virus corona di Indonesia.

Selain mendirikan posko penanganan covid 19 di Jalan Perjuangan, Satgas Covid 19 IAIN Cirebon juga membagikan wastafel, masker, nasi kotak juga penyemprotan disinfektan ke sejumlah masjid, mushola dan permukiman warga, antara lain di RW 10 Widyasari Sunyaragi, RW 06 Harapan Mulya dan RW 11 Mekar Mulya, Nuansa Majasem. 

Ketua Satgas Tanggap Darurat Covid 19 IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon, Dr H Achmad Yani MAg, yang akrab disapa Kang Yani, kepada Fokus Cirebon mengatakan, selain kegiatan tersebut di atas, Satgas Covid 19 IAIN Cirebon beserta para relawan juga melakukan Talk Show Online bersama dengan dr H Edy Sugiarto MKes, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon.

Kegiatan Talk Show ini dilakukan guna menyerap berbagai informasi mengenai data-data perkembangan penyebaran covid 19 di Kota Cirebon. Termasuk data ODP, PDP maupun OTG serta pasien positif yang meninggal.

"Kegiatan talk show ini sangat membantu kami untuk mengetahui persis perkembangan Covid 19 di Kota Cirebon, termasuk upaya pencegahan yang akan kami lakukan baik untuk masyarakat maupun kewaspadaan bagi seluruh Satgas Covid 19 IAIN Cirebon beserta relawannya," kata Kang Yani, Jum'at (24/4/2020).

Selain itu, Kang Yani juga menjelaskan langkah-langkah dari gerakan Satgas Covid 19 IAIN Cirebon yang sudah dan yang tengah dilakukan di masyarakat. 

Kegiatan satgas ini, kata Kang Yani difokuskan pada dua hal, yaitu upaya pencegahan melalui edukasi, konseling dan pendampingan. Kemudian melalui aksi penanggulangan dampak sosial ekonomi.

"Inilah yang sedang kami lakukan dan kami juga sudah membagikan sejumlah wastafel serta hand sanitizer kepada sejumlah masjid, mushola serta penyemprotan disinfektan ke permukiman warga. Bahkan juga membagikan masker, nasi kotak kepada Ojol. Semua kami lakukan untuk membantu Pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran virus covid 19 di masyarakat," terangnya.

Kegiatan yang digelar bersama para relawan Satgas ini, kata Kang Yani, juga mendapat respon positif masyarakat. 

"Masih ada sejumlah program yang nanti kami gulirkan ke masyarakat. Intinya, kami ingin membantu program Pemerintah dalam memutus rantai penyebaran covid 19 di masyarakat, dengan tetap menjalankan protap sekaligus juga mengajak masyarakat agar tetap menjaga jarak, social distanching, psycal distancing dan stay at home," tandas Kang Yani.


Dijelaskan, Satgas juga membuka donasi. Termasuk untuk pengadaan APD dan sembako yang akan disumbangkan ke rumah sakit dan masyarakat terdampak. (din)

Kamis, 23 April 2020

Memutus Rantai Penyebaran Virus Covid 19, Sejumlah Anggota DPRD Kota Cirebon Lakukan Rapid Test

Sejumlah anggota DPRD Kota Cirebon mengikuti Rapid Test, upaya memutus rantai penyebaran Covid 19 di Kota Cirebon
CIREBON, FC - Cepatnya penyebaran virus Covid 19 indonesia, membuat sejumlah daerah melakukan berbagai cara untuk memutus rantai penyebarannya. Termasuk langkah yang dilakukan Pemerintah Daerah Kota Cirebon.
Namun sayang, perjalan wabah yang sudah merespon sejumlah warga, perawat dan dokter yang akhir ikut terpapar oleh virus Covid19 ini, pejabat di Kota Cirebon baru sebagian yang mengikuti rapid tes untuk mengetahui terpapar virus atau tidak. 
Kendati begitu, upaya-upaya tetap dan terus dilakukan, begitu pula dengan apa yang sudah dilakukan oleh para anggota DPRD Kota Cirebon, dimana sebagian dari mereka telah mengikuti rapid test.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Cirebon, Hj Affiati AMa kepada media, Kamis (23/4/2020). “Hari ini sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Kota Cirebon mengikuti rapid test di Gedung Diklat BKKBN,” kata Affiati.
Menurut Affiati, rapid test dilakukan sebagai langkah deteksi awal seseorang terinfeksi virus atau tidak. Kegiatan ini, kata dia, hasil kerjasama DPRD dengan Dinas Kesehatan Kota Cirebon.
“Kendati masih dalam masa bekerja dari rumah, pimpinan dan anggota DPRD Kota Cirebon tetap aktif melaksanakan tugas dan fungsinya,” ungkapnya.
Masih kata Affiati, diantaranya yakni memberikan dukungan kepada Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam melaksanakan upaya penanggulangan Covid-19. “Kami dukung penuh penanganan virus Covid-19 ini sampai benar-benar selesai,” katanya. (bam)

11 dokter di Kota Bekasi Positif Terjangkit Virus Corona, Ini Penjelasan Ketua IDI Cabang Kota Bekasi

Foto/Ilustrasi
BEKASI – Lagi-lagi akibat ketidak jujuran pasien, para medis menjadi ladang sasaran covid 19. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Bekasi, Komaruddin Askar di Bekasi, menjelaskan penyebab 11 dokter di Kota Bekasi, positif terjangkit virus Corona atau Covid-19.
“Mereka terinfeksi akibat ketidakjujuran pasien yang sebelumnya melakukan kontak dengan pasien corona,” ujarnya kepada awak media, Kamis (23/4/2020).
Pasien yang bersangkutan, lanjut dia, baru berkata jujur usai seluruh dokter yang sempat memeriksanya, terpapar virus Corona atau Covid-19.  ke 11 dokter tersebut merupakan dokter umum dan spesialis.
Komaruddin mengimbau kepada para dokter dan tenaga medis lainnya agar bekerja secara profesional, dengan selalu mengenakan APD lengkap, terutama saat bersentuhan dengan pasien.
“Artinya sesuai tingkat di mana dia kerja, harus pakai APD. Entah bekerja di poli, UGD atau di ruang isolasi, tetap pakai APD, baik level 2, 3 atau 1. Dan jangan terlalu sering kontak dengan pasien,” tandasnya.(*)