Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 23 Mei 2020

Peduli Warga Terdampak Covid 19, Lulusan Militer Tahun 2020 Salurkan Bantuan Pada Masyarakat


CIANJUR-- Para perwira TNI lulusan Akademi Militer tahun 2000 turun ke lapangan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid-19. Hal tersebut disampaikan Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani mewakili rekannya sesama alumni Akmil Angkatan 2000, Jumat (22/5), di Cianjur. 

Dikatakannya, dalam kegiatan tersebut mereka membagikan paket bantuan berupa sembako untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak wabah virus corona, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu. Selain itu juga dibagikan masker yang diserahkan satu paket dengan sembako untuk mengurangi dampak penularan virus yang diketahui mudah menular melalui udara. 

Kegiatan diawali dengan pelepasan peserta di Makodim 0608/Cianjur, selanjutnya para peserta bergerak menyebar ke lokasi-lokasi sasaran yang telah ditentukan di Cianjur.

"Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap memperhatikan aturan PSBB yang ditetapkan Pemerintah, antara lain wajib menjaga jarak dan memakai masker selama pelaksanaannya," Rendra.

Rendra menjelaskan, sebanyak 250 paket sembako dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu yang pendistribusiannya secara tersebar, dengan harapan dapat meringankan beban saudara-saudara kita tersebut dalam menghadapi dampak penyebaran wabah Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona. 

"Kami tergugah melihat kesulitan masyarakat yang tengah berjuang untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan mereka sekeluarga selama adanya wabah ini. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita, apalagi saat ini dalam suasana Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri," ujarnya.

Kegiatan penyaluran bantuan sosial ini digelar dengan tajuk “Parikesit Akmil 2000 Peduli dan Berbagi Bersama Melawan Covid-19”. Parikesit adalah singkatan dari Perwira Dua Ribu Kesatria Tidar, wadah perkumpulan alumni Akademi Militer lulusan tahun 2000. (dade)

Selasa, 19 Mei 2020

PT Pengerukan Indonesia Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Berdomisili Di Sekitar PT Rukindo


JAKARTA-- PT Pengerukan Indonesia menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang berdomisili di wilayah sekitar PT Pengerukan Indonesia (Rukindo), yang sekaligus merupakan bantuan yang kedua kalinya yang dilakukan oleh PT Rukindo selama Pandemi Covid-19.

Bantuan Ramadhan ini, sebagai melawan virus corona (Covid-19) merupakan sebuah perjuangan bersama. Ini merupakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Rukindo.

Penyerahan bantuan dipimping langsung oleh Indra Sigit Satyaputra selaku Direktur Keuangan dan SDM PT Rukindo yang didampingi oleh Ari Santoso (Direktur Komersial dan Teknik).

"Penerima bantuan sejumlah 369 berupa 150 dalam bentuk paket sembako dan 219 dalam bentuk voucher. Bantuan tersebut, di berikan secara simbolis melalui Ketua Rt 13 Kampung Bahari Kelurahan Tanjung Priok, Ketua Rt 007 Komplek Uka Kelurahan Utara, Ketua Rt 10 Rusunawa Marunda Kelurahan Cilincing, Rt 08 Kampung Pulo Kelurahan Babelan, pengurus Yayasan Al-Kahfi, Offce Boy PT Rukindo, Driver PT Rukindo, Driver Ojek Online," kata Sigit, Selasa (19/5), saat acara Bantuan Sembako Ramadhan Untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 dari PT Pengerukan Indonesia, di Kantor Rukindo Jakarta Utara.

Lebih lanjut, kata Sigit mengatakan sejak di berlakukannya Pembatasan Sosoal Berskala Besar (PSBB) hingga saat ini, sejumlah wilayah di Indonesia sudah menerapkan PSBB. DKI Jakarta yang pertama kali menerapkan PSBB setiap harinya masih menghadap pertumbuhan kasus baru.

"Penerapan kebijakan PSBB ini, digunakan sebagai salah satu strategi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Pembatasan kegiatan yang dilakukan antara lain peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan keagamaan dan pembatasan kegiatan-kegiatan lainnya di tempat umum," ujarnya.

Itu semua diharapkan dampak Covid-19 segera berlalu. Pembagian bantuan Ramadhan ini, merupakan program peduli berbagi dari Rukindo kepada berbagai lapisan masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan sekaligus sebagai semangat baru dalam menghadapi pandemi Covid-19," ungkap Sigit. (dade)o

Senin, 18 Mei 2020

Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Multipurpose Raih Penghargaan Top Smart Operation In Port And Logistic Services 2020


JAKARTA-- Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Multipurpose kembali mengukir prestasi dengan mendapat penghargaan dari Itech untuk kategori Top Smart Operation In Port And Logistic Services 2020, Senin (18/5).

Penghargaan ini merupakan salah satu bukti bahwa PTP Multipurpose selalu memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan pelabuhan dengan memaksimalkan sistem operasi dengan teknologi terkini dibidang penagangan kargo multipurpose

Semoga penghargaan ini bisa menjadi penyemangat para PTP Warriors dalam mendedikasikan tenaga, waktu dan pikiran untuk kemajuan perusahaan. Tetap jaga kesehatan, jaga jarak dan jaga kebersihan. (dade)

Minggu, 17 Mei 2020

PSBB Di Kota Cirebon Akan Diperketat Di Tingkat RT/RW

Foto : ilustrasi

CIREBON— Gugus Tugas Covid 19 Kota Cirebon pada Ahad 17 Mei 2020 memutuskan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan diperpanjang dengan penguatan pengendalian di tingkat RT/RW lebih diperketat.

Selain itu Gugus Tugas Covid 19 Kota Cirebon akan terus melakukan sosialisasi tentang pola hidup sehat mulai dari physical distancing, jaga jarak dan rajin mencuci tangan untuk pencegahan penularan Covid 19 hingga vaksin virus tersebut ditemukan.

“Selain itu pengetatan pengawasan akan dilakukan di perbatasan Kota Cirebon untuk mencegah migrasi orang,” kata Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis SH usai memimpin rapat Gugus Tugas Covid 19 Kota Cirebon yang membahas kelanjutan pelaksanaan PSBB.

Azis mengungkapkan meski diperpanjang pelaksanaan PSBB di Kota Cirebon memberlakukan kearifan lokal (PSBB parsial di tingkat RT/RW) atau rileksasi di tempat-tempat perbelanjaan dengan mengizinkan mereka buka tapi dengan mengendalikan pengunjungnya.

“Pelaku usaha khususnya pusat perbelanjaan akan kami undang untuk membicarakan jalan tengah,” tuturnya.

Ketika ditanya dasar memperpanjang PSBB, Azis mengungkapkan hal itu berdasarkan pantauan di lapangan selama pelaksanaan PSBB yang masih banyak ketidakdisiplinan masyarakat.

“Ada PSBB saja masyarakat masih banyak berkerumun, apalagi jika PSBB tidak diperpanjang,” ujarnya.

Soal pengawasan pelaksanaan PSBB tahap II, Azis menambahkan akan bekerjasama dengan aparat kepolisian dan TNI untuk patroli bersama gugus tugas bagian penindakan yaitu Satpol PP.

“Jika pelaku usaha melanggar aturan PSBB yang telah dilonggarkan maka akan ditindak langsung,” tambahnya.

Pada saat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon dr. Edy Sugiarto memaparkan untuk trend kasus Covid 19 di Kota Cirebon mengalami penurunan selama PSBB akan tetapi pihaknya tetap akan melakukan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) atau tes swab di tiap kecamatan dengan jumlah 300 orang per kecamatan.

“Karantina parsial di tingkat RW kami rasa akan lebih efektif untuk mencegah penyebaran Covid 19,” paparnya.

Edy mengatakan meskipun Kota Cirebon berstatus zona kuning akan tetapi dikelilingi oleh daerah yang masuk kategori zona merah hasil pemaparan Gubernur Jawa Barat, sehingga hal itu perlu diantisipasi.

“Jangan sampai ada gelombang kedua kasus Covid 19 setelah PSBB berakhir sebab interaksi masyarakat dipastikan meningkat”, pungkasnya.

Sumber : DKIS Kota Cirebon

Sabtu, 16 Mei 2020

Bantu Warga Terdampak, Satgas Tanggap Darurat Covid 19 IAIN Cirebon Bagikan 500 Paket Sembako

CIREBON, FC - Masyarakat terdampak akibat keadaan Covid 19 yang masih berlangsung hingga dilakukannya PSBB, membuat Satgas Tanggap Darurat Covid-19 IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus berkarya melalui sejumlah program, baik pencegahan maupun program bantuan bagi terdampak Covid 19.
Terkait ini, Satgas Tanggap Darurat Covid-19 IAIN Syekh Nurjati Cirebon  meluncurkan bantuan dengan membagikan 500 paket sembako. Sementara packing atau persiapan pembagian paket sembako sudah dilakukan sejak Jumat kemarin. 
Kemudian pada Sabtu (16/5/2020),  direncanakan untuk pembagian kupon bagi penerima paket sembako. Isi paket sembako ini antara lain beras, minyak goreng, mie instan serta gula pasir.
“Ada lima kelompok yang akan kami bagikan paket sembako ini, yaitu Mustahiq di sekitar kampus, kita mulai dari yang terdekat dahulu, jangan sampai IAIN tidak memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Ketua Satgas Tanggap Darurat Covid-19 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H.Ahmad Yani.
Kemudian, kelompok lainnya yang akan mendapatkan paket sembako ini adalah para marbot dan guru ngaji. Menurut Ahmad Yani, pendapatan para marbot dan guru ngaji tidak seberapa, ditambah dengan adanya pandemi Covid-19 membuat pendapatan mereka kian tidak menentu.
“Kita juga akan memberikan paket sembako kepada warga miskin baru di sekitar Kelurahan Karyamulya dan Sunyaragi. Kemudian kepada anak-anak jalanan yang berada di bawah naungan yayasan yang dikelola oleh IAIN akan tirii kita bagikan paket ini,” ujarnya.
Menurutnya, teknis pembagian paket sembako ini telah diatur. Setelah pembagian kupon, pada Minggu besok rencananya pembagian akan diberikan kepada Mustahiq di sekitar lingkungan kampus. 
“Senin rencananya akan dibagikan kepada marbot dan guru ngaji, kemudian Selasa akan dibagikan kepada anak-anak jalanan di bawah yayasan IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” tuturnya.
Ahmad Yani menambahkan, aksi sosial ini dilakukan setelah Satgas Tanggap Darurat Covid-19 telah melakukan serangkaian aktivitas pencegahan virus tersebut di lingkungan kampus.
“Ada Standar Operasional Prosedur atau SOP bagi siapapun yang akan masuk lingkungan kampus, kemudian ada cek suhu tubuh, dan lain-lain,” ujarnya. (din)