Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 04 Juni 2020

Kantor OP Utama Pelabuhan Tanjung Priok Berbenah, Persiapan Penerapan Era New Normal


FOKUS JAKARTA - Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Pelabuhan Tanjung Priok saat ini terus melakukan persiapan penerapan era new normal sebagai kelanjutan dari prosedur protocol kesehatan Covid-19. Jika tak ada perpanjangan Surat Edaran Menpan yang mengatur tentang penerapan Protokol Kesehatan dan WFH (Work From Home) bagi seluruh aparat pemerintah, Selasa (2/6) kemarin.

Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Jece Julita Piris mengatakan, mulai Jumat Tanggal 5 Juni 2020 besok kami Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok dan segenap instansi pemerintah khususnya yang beraktifitas atau berkegiatan di lingkup Pelabuhan Tanjung Priok  sudah menerapkan kebijakan New Normal. "Kantor OP sudah melaksanakan kegiatan di kantor dengan sistem WFH dan WFO sebelum New Normal berlaku, yang dilaksanakan mulai bulan Mei 2020," kata Jece.

Dan jika mulai Jumat besok 5 Juni 2020 sudah dimulai penerapan era new normal, maka tetap akan diberlakukan bagi pegawai Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, ketentuan WFO (Work From Office) dan WFH (Work From Home), yakni sebagian bekerja di Kantor dan sebagian bekerja dari rumah. "Kebijakan New Normal, bagi pegawai OP sehari masuk Kantor dan sehari tidak masuk Kantor, selang-seling atau bergantian antara pegawai yang satu dengan yang lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Jece mengungkapkan bagi pegawai Kantor Otoritas Pelabuhan yang sudah berusia 50 Tahun ke atas dan menggunakan angkutan umum ke tempat kerjanya diperbolehkan untuk melakukan WFH, selama ketentuan New Normal diberlakukan. "Meski demikian jika ada keperluan, tetap dapat masuk kantor seperti biasa.

Adapun dengan penerapan kebijakan New Normal, maka pelayanan Kantor Otoritas Pelabuhan tetap berjalan seperti biasa," ungkap Jese.

Misalnya layanan Inaportnet system tetap normal berjalan seperti biasa, untuk menjaga kelancaran arus barang dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok. (dade)

Datangi Kantor Indag Kota Cirebon, PKL Pertanyakan Tranparansi BLT


FOKUS CIREBON - Pedagang Kaki Lima (PKL), Rabu, (03/06/2020), mendatangi kantor Indag Kota Cirebon yang berada di bilangan jalan Dr Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon. 

Kedatangan gelombang PKL ini, untuk mempertanyakan tranparansi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang menjadi program pemerintah akibat dampak Pandemi Covid 19.

Warga yang di dominasi ibu-ibu hanya bisa berdiri di depan kantor Indag yang masih terpagari oleh papan seng, karena pembangunan gedung kantor belum selesai. 

Warga juga terlihat kecewa, melihat pejabat yang berwenang tidak terlihat sosoknya untuk menemui para PKL dan menjelaskan transparansi penyaluran BLT kepada para pedagang.

"Saya sudah puluhan tahun menjadi pedagang, tetapi sampai sekarang belum pernah mendapatkan tau menikmati bentuk bantuan apa pun dari pemerintah. Hari ini saja, kami para pedagang yang jelas-jelas terdampak oleh wabah Covid 19, ternyata kami tidak mendapatkan bantuan apa-apa," kata Ali Muchtar, PKL warga Kampung Kesunean Utara RT 01/07, Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Kesepuhan, Kota Cirebon.

Dikabarkan, hari ini, Kamis (04/06/2020) gelombang PKL Kota Cirebon juga akan kembali mendatangi kantor Indag Kota Cirebon. Mereka datang dari berbagai tempat dan bertujuan untuk meminta kejelasan dan transparansi penyaluran BLT bagi para PKL Kota Cirebon.

Ketua LSM Penjara, Kota Cirebon, Agung, menyayangkan sikap Indag Kota Cirebon yang tidak dapat menyelesaikan persoalan penyaluran BLT bagi para pedagang. 

Agung meminta, Dinas Indag Kota Cirebon untuk terbuka kepada para pedagang. Sebab transparansi data tersebut pending keberadaan bagi penerima bantuan (PKL). 

"Seharusnya Indag bukan memperioritaskan para pedagang binaan, jika data ini yang digunakan untuk penyaluran BLT, tentu akan bermasalah, sebab PKL di Kota Cirebon itu banyak dan mereka benar-benar tengah tengah terdampak oleh Pandemi Covid 19. Jadi ya harus transparan," tegas Agung, Kamis (04/06/202).


Selain itu, Agung juga meminta agar Dinas Indag segera menyelesaikan persoalan ini secara transparan, agar tidak menimbulkan preseden buruk kedepannya. (din)

Laut Pantura Meluap, Permukiman Warga Kesunean Kota Cirebon Terendam


FOKUS CIREBON - Sore menjelang Maghrib, warga kembali dikejutkan dengan meluapnya laut Pantura. Warga yang tak menyangka akan datangnya Rob ini, langsung memindahkan barang-barang berupa kertas dan elektronik, Rabu (3/6/2020).

Rob yang datang tidak bersamaan dengan cuaca hujan tersebut, oleh warga dikhawatirkan pada malam hari kembali datang dengan genangan air yang semakin semakin tinggi.

Banjir Rob laut Pantura sudah terjadi dua hari kemarin dan terjadi pada sore hari menjelang Maghrib. Banjir juga bukan saja menggenangi permukiman warga, rumah Ketua RT08/07, Kesunean Utara juga ikut terendam hingga 15 cm.

Padahal jarak rumah dengan pantai laut Utara lumayan agak jauh. Sedang rumah warga yang lebih dekat, genangan air ada hingga 30 cm.


Menurut warga setempat, ini dimungkinkan karena laut sedang pasang, sehingga air pembuang dari sejumlah saluran dan sungai tak lagi mampu dibuang ke laut dan tumpah ke permukiman warga. (Olan)

Selasa, 02 Juni 2020

Warga Keluhkan Genangan Air Di Jalan Kutagara, Pemkot Diminta Berikan Perhatian


CIREBON, FC - Warga Kampung Cucimanah mengeluhkan Jalan Kutagara yang tergenang air. Genangan tersebut kerap mengganggu warga akibat sempitnya saluran air pembuang akibat termakan median hingga tidak sanggup menampung air dengan baik.

Ketua RW 07 Cucimanah Barat, Alex mengatakan, hampir sering warga melakukan bersih-bersih di sepanjang saluran, namun karena  kondisinya terlalu sempit, sehingga kerap terjadi genangan air.

Upaya bersih-bersih ini dilakukan dengan alat seadanya, hingga
genangan air dibersihkan dengan cara disedot pompa, tetapi berulang kali jalan tetap saja tergenang. 

"Hingga saat ini, belum ada  penanganan dari Kelurahan maupun Kecamatan, tentu kondisi ini sangat memprihatinkan,," kata Alex, Selasa (2/6/2020). 


Alex juga mengaku sudah mengadukan masalah ini ke pihak  Kelurahan, namun pihak Kelurahan tidak memiliki anggaran untuk perawatan dan diarahkan ke pihak Pemprov Jabar.

"Pemkot dalam hal ini dinas terkait harus segera meninjau ke lapangan, agar mengetahui kondisi saluran pembuang (got), yang tak lagi mampu menampung air dan  perlu perhatian dan perbaikan. (bam)

Dandim 0608/Cianjur Pimpin Langsung Simulasi Pencegahan Covid-19 Fase AKB


CIANJUR - Komandan Kodim 0608/Cianjur, Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani memimpin langsung pemantauan simulasi pencegahan covid-19 di fase new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Wilayah Kabupaten Cianjur, Selasa (2/6). 

Sejumlah Pasar dan mall di Wilayah Cianjur menjadi sasaran pemantauan.

Berdasarkan pantauan, di Pasar Muka Cianjur, Dandim langsung melakukan pemantauan ke dalam pasar untuk mengecek pengunjung dan pedagang. Namun, tak sedikit para pengunjung dan pedagang menggunakan masker, akibatnya mereka tak luput mendapatkan teguran.

Pemantauan pun dilanjut ke Toserba Yogya di Jalan Arif Rahman Hakim. Dandim langsung mengecek di dalam toko serba ada tersebut. Sejumlah karyawan hampir semua menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) atau masker. Bahkan, para pengunjung pun tak luput penjagaan diperingati menggunakan masker.

Namun, teguran baik ke pengunjung maupun ke pedagang pasar banyak dilontarkan Dandim saat melakukan pemantauan di Pasar Induk Pasir Hayam Cianjur. Pasalnya, tidak sedikit mereka tidak menggunakan masker saat fase new normal sekarang.

Sementara itu, Dandim 0608/Cianjur, Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani mengatakan, di hari pertama new normal atau AKB masih banyak pengunjung atau pedagang yang belum menggunakan masker. Meski begtu, pihaknya terus menggelorakan dan memberikan arahan kepada masyarakat.

"Kita akan terus gelorakan dan umumkan kepada masyarakat untuk menggunakan masker, kalau tidak ada kita sediakan. Selain itu jaga jarak dan pola hidup sehat, serta jika tidak ada air kita siapkan," kata Rendra.

Dandim juga memberikan arahan kepada aparat keamanan dan Kepala Pasar Induk Pasir Hayam tentang Protokol Kesehatan, untuk melaksanakan new normal atau AKB. Selain itu, pihaknya meminta agar pintu keluar masuk Pasar dibuka satu pintu.

"Untuk petugas agar melakukan pengecekan suhu tubuh dan penggunaan masker bagi warga pengunjung Pasar Induk, bagi warga yang tidak memakai masker agar di imbau untuk memakai Masker. Dan setiap beberapa jam sekali agar berpatroli keliling secara bergantian, memberikan imbauan kepada warga tentang Protokol Kesehatan bila perlu lewat pengumuman di Masjid," ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada tokoh agama, tokoh masyarakat serta RT/RW yang ada di desa-desa agar bersama-sama supaya mengenakan masker, pola hidup sehat, jaga jarak kemanapun bepergian. "Sosialisasi ini akan terus di gelorakan sampai masyarakat benar-benar menggunakan masker," ungkap Rendra. (dade)