Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 02 Oktober 2020

ASN dan Pegawai BUMD Yang WFH Ikut Sosialisasikan Protokol Kesehatan

CIREBON, FC - Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai BUMD di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon yang tidak melaksanakan tugas atau tengah Work From Home (WFH) diwajibkan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Aturan tersebut tertuang dalam petunjuk pelaksanaan surat Wali Kota Cirebon Nomor 443/1438-Adm. PemUm tentang Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Penerapan Protokol Kesehatan oleh ASN dan pegawai BUMD di Kota Cirebon.

Surat yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., tersebut meminta kepada pimpinan perangkat daerah dan pimpinan BUMD untuk mengatur, menugaskan dan mengendalikan ASN dan pegawai BUMD yang tidak sedang melaksanakan tugas atau bekerja di kantor (work from office) untuk ikut serta melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat dan pusat keramaian.

“Banyak yang WFH ini dianggapnya libur. Malah keluar kota terus ketularan, balik ke Cirebon,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., usai memberikan arahan kepada ASN di ruang Adipura Kencana Balaikota Cirebon, Kamis, 1 Oktober 2020.

Untuk itu, Azis meminta kepada semua ASN di Kota Cirebon untuk bersama-swab untuk membantu pencegahan penyebaran covid-19. Yaitu dengan menjadi agen dan motivator untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di Kota Cirebon. “Karena kita ini orang yang ditugasi untuk mengurus masyarakat Kota Cirebon,” ungkap Azis.

Nantinya, ASN dan pegawai BUMD yang tengah WFH dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil dan akan bertugas berkeliling kota. Mulai dari ruas jalan hingga sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Cirebon. “Tapi saya minta ASN yang ditugasi memberikan sosialisasi juga dibekali dengan perlengkapan keselamatan,” ungkap Azis. Seperti disediakan masker dan face shield serta diminta untuk menggunakan lengan panjang.

Pada kesempatan itu Azis meminta kepada Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan Pengembangan Pelatihan Daerah (BP4D) Kota Cirebon, Drs. Anwar Sanusi, M.Si., untuk menjadi koordinator dan memonitor ASN mana saja yang tidak menjalankan tugas mereka.

“ASN yang sedang WFH dan tidak menjalankan tugas dengan baik, apalagi hare-hare tolong dicatat,” ungkap Azis. Jika tetap tidak menunjukkan kepedulian, bisa diberikan sanksi administrasi. Bila perlu, penundaan kenaikan pangkat. “Ini penting agar ASN kita memiliki kepedulian,” ungkap Azis.

Dengan ASN yang turun langsung mengedukasi masyarakat secara terus menerus setiap hari, Azis berharap tingkat kedisiplinan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan di Kota Cirebon semakin meningkat.

“Semoga dengan ini masyarakat bisa sadar dan peduli bahwa ia bisa tertular dan menularkan covid-19 sehingga akan disiplin menjalankan protokol kesehatan,” ungkap Azis.

Bantu Pemerintah, Hotel Langensari Digunakan Untuk Isolasi Pasien Terpapar Covid 19

CIREBON, FC -Hotel Langensari sudah mulai digunakan untuk isolasi pasien yang terpapar Covid-19. Pasien yang rata-rata Orang Tanpa Gejala (OTG) juga tidak diperbolehkan untuk keluar dari area hotel.


“Hari ini pasien yang menjalani isolasi sudah 11 orang,” ungkap dr. Farah Fadilah, dokter yang tengah menjalankan piket di tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19 di hotel Langensari, Kota Cirebon, Jumat, 2 Oktober 2020.

Rencananya hari ini akan ada 3 lagi pasien yang akan masuk ke tempat isolasi tersebut.

Dijelaskan Farah, hotel tersebut sudah mulai digunakan untuk tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19 sejak kemarin, Kamis, 1 Oktober 2020. Bahkan pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri di diklat BKKBN juga dipindahkan ke hotel tersebut. 

“Rata-rata pasien merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG),” ungkap Farah. Namun tempat tinggal mereka tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri.

Dijelaskan Farah karena tidak memiliki gejala, pasien yang melakukan isolasi mandiri di hotel tersebut lebih tenang. 

“Namun sebelum masuk kita tetap melakukan pemeriksaan, dan setiap hari kondisi mereka juga dicek oleh tim yang bertugas," terangnya.

“Satu tim terdiri dari satu dokter, dua perawat dan satu administrasi yang mengurusi urusan logistik,” ungkap Farah lagi.

Tidak hanya itu, pasien dengan status OTG juga disubsidi dengan multivitamin, antibiotik, anti virus dan obat lainnya jika mereka memiliki gejala seperti pusing dan mual.

Masing-masing pasien menempati satu kamar. Namun menurut Farah ada juga pasangan suami istri yang menempati satu kamar. “Tapi sekalipun satu keluarga tidak semua bisa satu kamar,” jelasnya. 

Karena mereka yang duluan melakukan isolasi tidak mungkin disatukan dengan yang baru akan menjalani isolasi sekalipun masih memiliki hubungan keluarga.

Sekalipun menjalani isolasi di hotel, protokol kesehatan tetap dijalankan secara ketat. 

Pasien juga tidak boleh keluar dari lingkungan isolasi dan mendapatkan pantauan ketat dari tim kesehatan Dinkes Kota Cirebon yang bekerja 3 shift, pagi, siang dan malam. 


Gerbang masuk ke lingkungan hotel juga ditutup, sehingga memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat termasuk warga sekitar. ((Nur)

Kamis, 01 Oktober 2020

Wakil Walikota Cirebon Turut Berduka Atas Wafatnya Jurnalis Senior dan Pemerhati Budaya Cirebon Nurdin M.Noer

Caption : Foto kenangan Wakil Walikota Cirebon bersama almarhum semasa masih hidup.

FOKUS CIREBON, FC - Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Daerah Kota Cirebon turut berduka atas wafatnya Jurnalis Senior dan Pemerhati Budaya Cirebon, Nurdin M Noer, Kamis, (01/10/2020) karena sakit.

"Tentu saya merasa sangat kehilangan. Beliau adalah salah satu tokoh pengembangan budaya di Kota Cirebon. Terakhir, saya bertemu beliau dalam Forum Diskusi Komunitas Kopi Pahit. Semangatnya untuk melestarikan budaya tak pernah meredup hingga di usia senja," tutur Eti Herawati. 

Wakil Walikota Cirebon ini, mengapresiasi setinggi-tingginya untuk beliau. 

"Selamat jalan, sang budayawan. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ucapnya. (Nur)


Panglima Laskar Agung Macam Ali, Dukung Penuh Transformasi IAIN Menjadi UIN Cirebon



FOKUS CIREBON , FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Kasubag Humas IAIN, H Muhamad Arifin MAg melakukan kunjungan balik setelah sebelumnya Panglima Laskar Agung Macan Ali Prabu Diaz melakukan kunjunga ke IAIN Cirebon.

Dalam kunjungan balik tersebut, dihadapan sejumlah media cetak dan online, Prabu Diaz, Panglima Laskar Agung Macan Ali, dan juga Presiden LIRA mendukung penuh transformasi IAIN menjadi UIN Cirebon, Kamis (01/10/2020) di Sekretariat Laskar Agung Macan Ali di bilangan Jalan Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon.

Selain memberikan dukungan, Prabu Diaz juga minta pihak pemerintah daerah ikut mendukung bersama dari transformasi lembaga ini, termasuk pemerintah pusat RI di Jakarta.

Prabu Diaz juga memandang sangat tepat kampus UIN berada di Jalan Perjuangan Cirebon, karena bisa menjadi kebanggaan daerah memiliki satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri dan Cirebon bisa menjadi daerah pendidikan.

"Setelah menjadi UIN Cirebon, akan banyak yang bisa dikerjasamakan," ucap Panglima Laskar Agung Macan Ali.

Prabu Diaz menyampaikan, sebagai masyarakat Cirebon dukungan ini diberikan secera penuh dan pihaknya akan mengajak institusi lain untuk ikut mendukung transformasi ini.

"Selain itu, kami juga akan membuat surat secapatnya kepada Presiden RI, juga instansi pemerintah daerah berkaitan dengan percepatan transformasi lembaga ini," katanya.

Panglima Prabu Diaz juga siap memfasilitasi jika ada kendala-kendala teknis dalam pengurusan, tapi tentunya dengan cara-cara legal dan bermartabat.

"Kami meminta dukungan pemerintah daerah agar segera membantu apakah dalam bentuk rekomendasi maupun bentuk-bentuk lainnya," kata Prabu Diaz.

"Malu lah kalau sampai Pemkot tidak memberikan bantuan apapun, karena posisi UIN ada di Kota Cirebon," katanya lagi.

Selain dukungan, Panglima Laskar Agung Macan Ali juga mengingatkan bahwa peguruan tinggi terbesar di Indonesia adalah IAIN, apalagi perguruan tinggi ini di antaranya memakai nama Sunan Gunungjati.

Namun sayang, nama itu sudah keburu diambil daerah lain, padahal seharusnya Pemerintah daerah sejak dulu bisa lebih cepat merespon. Namun pada kenyataannya justru nama itu dipakai daerah lain.

"Sebagai masyarakat Cirebon, apalagi Cirebon sebagai pusatnya bumi dan tempatnya para wali, maka saya sangat mensuport transformasi IAIN ke UIN," tandasnya.

Di akhir unjungan tersebut, Diaz juga menyampaikan bahwa saat ini keanggotan Laskar Agung Macan Ali di Indonesia dan di Asia seluruhnya ada 980 ribuan. (din) 

Wakil Walikota Cirebon Menerima Kunjungan Staf Ahli Kemenko Pulhukam


FOKUS CIREBON, FC - Pemerintah Daerah melalui Wakil Walikota Cirebon, Hj Eti Herawati menerima kunjungan kerja rombongan Staf Ahli Kementerian Koordinator Politik, Hukum, Keamanan Republik Indonesia di Ruang Adipura, Balaikota. 


Kunjungan dilakukan untuk penguatan ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber kekayaan alam dan SDM lokal guna menjaga stabilitas politik, hukum dan keamanan.

Sejatinya, Kota Cirebon tidak memiliki sumber daya alam dan sumber energi yang diandalkan. Namun, Kota Cirebon mempunyai wilayah yang strategis bagi perkembangan pembangunan sumber energi. 

Untuk itu, perlu mensinergikan semua potensi yang ada, sehingga roda perekonomian bisa terus menggeliat bahkan semakin maju.


"Mudah-mudahan masukan dari kami Pemda Kota Cirebon dapat disampaikan dan selanjutnya didorong oleh pemerintah pusat
dalam pelaksanaannya," terangnya. (Nur)