Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 05 Oktober 2020

Putus Matarantai Penyebaran Virus Covid 19, Walikota Cirebon Berencana Membatasi Tatap Muka di Tempat Usaha

CIREBON, FC - Keseriusan Pemkot memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19 melalui protokol kesehatan kian gencar dilakukan. Dimana Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis, SH, berencana membatasi kegiatan tatap muka khsususnya di tempat usaha hingga pukul 18.00 WIB. Hal itu dilakukan untuk pencegahan penularan virus Covid-19.

Alasan memilih rencana tersebut karena berdasarkan pantauan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di sejumlah tempat usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik. 

“Kami sering mendapati restoran yang tidak menerapkan physical distancing dengan baik,” katanya Senin (05/10/2020) usai menghadiri rapat bersama Satuan Tugas Penangan Covid-19 Kota Cirebon.

Azis menuturkan permintaan Pemda Kota Cirebon kepada tempat usaha untuk membatasi pengunjungnya sebanyak 50 persen dari total kapasitas juga tidak dilaksanakan oleh pemilik usaha. “Teknis pembatasannya seperti apa akan kami bahas lebih lanjut, yang jelas aktivitas tatap muka akan dibatasi hingga pukul 18.00 WIB,” tuturnya.

Azis mengungkapkan tempat usaha yang tidak dibatasi adalah tempat usaha yang memiliki layanan online, untuk usaha jenis ini diizinkan tetap beroperasi hingga pukul 21.00 WIB. “Rancangan pembatasan sudah dirancang sejak lama, tapi belum kami sahkan, dan sekarang kami pertimbangkan untuk mengambil langkah itu,” ujarnya.

Pada saat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. H Edy Sugiarto M. Kes.,  memaparkan pada pekan-pekan ini jumlah positif Covid-19 di Kota Cirebon terus mengalami peningkatan dan didominasi oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 85 persen, dan sisanya terpapar virus dengan gejala.

“Kami minta masyarakat terus waspada, sebab rumah sakit mulai penuh. Meskipun ada hotel yang dijadikan tempat karantina, kami berharap jumlah kasusnya tidak bertambah,” pungkasnya. (Lan)

Disporbudpar Kota Cirebon Gelar Kegiatan Sosialiasi dan Edukasi di Pasar Kramat

CIREBON, FC - Sejumlah petugas dari Dinas Pendidikan Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kota Cirebon mengelar kegiatan sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan di Pasar Kramat Kota Cirebon, Senin (5/10/2020).

Petugas dengan membawa perbekalan sejumlah masker langsung mendatangi pasar tradisional (Pasar Kramat) yang berada di bilangan jalan Siliwangi, Kota Cirebon.

Para petugas yang mendapati warga tidak mengenakan masker langsung didata dan diberikan sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan.


Warga juga langsung diminta mengenakan masker yang dibawa petugas Diaporbudpar saat itu juga untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid 19. (Lan)

Gubernur Jabar Gencar Sosialisasikan 36 Cara Baru Menangani Covid 19

BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau Kang Emil mengungkapkan bahwa dirinya sedang gencar mensosialisasikan 36 cara baru menanggulangi covid 19 di Jabar. 

Tanpa merinci ke-36 indikator itu, Kang Emil menyebutkan bahwa semuanya dilakukan berlandaskan ilmiah. 

"Keberadaan Saya di Kota Depok dalam minggu-minggu ini di antaranya untuk mensosialisasikan 36 indikator cara baru penanganan covid itu seperti 3 M, 3 T dan lain-lain" katanya, dalam jumpa pers perkembangan penanganan Covid 19, di Gedung Sate Kota Bandung, Senin (5/10/2020).

Terkait update informasi penanganan  covid 19 di Jabar, Kang Emil menyebutkan bahwa minggu lalu sudah ada penurunan kasus sebesar 28% dibanding minggu-minggu sebelumnya.

"Meskipun kasusnya masih terbilang tinggi dan naik turun, namun  tercatat minggu lalu ada penurunan kasus sebesar 28 persen. Wilayah Bodebek masih penyumbang tertinggi sebasar 73 persen" katanya.

Terhitung masih ada 10 Desa dan Kelurahan yang masuk zona merah atau resiko tinggi minggu lalu, dan 8 diantaranya berada di wilayah Depok. 

Sedangkan Kabupaten Kota yang masuk zona merah berdasarkan catatan minggu lalu ada 5 daerah.

"Kelima daerah itu adalah Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kota Bogor. Saya meminta kepada kepada 5 daerah itu untuk meningkatkan kewaspadaan" ungkapnya.

Selain itu Kang Emil juga menyampaikan bahwa fokus penanganan covid di Jabar minggu ini adalah klaster pesantren, terkait kasus pesantren di Kuningan dan Tasikmalaya. Kemudian masalah kewaspadaan gelaran Pilkada di 8 daerah.

"Selain kita fokus pada protokol kesehatan saat Pilkada, dampaknya juga kita harus mengatur ulang penyaluran bansos tahap ke empat yang akan diserahkan setelah 9 Desember atau setelah Pilkada berlangsung" jelasnya.

Menurut Kang Emil, pengaturan ulang jadwal penyaluran bansos tahap ke-4 itu dilakukan untuk menghindari kesalah pahaman, jangan sampai bansos dikaitkan dengan Pilkada. (fc)

Berikan Pembekalan Mengenai Informasi Jurusan, KPI IAIN SNJ Cirebon Gelar Diksar Ke 7

CIREBON, FC - Pendidikan Dasar (Diksar) yang digagas setiap tahunnya oleh jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon merupakan yang ke 7 bagi para mahasiswa baru. Kegiatan tersebut sebagai bekal dan informasi mengenai jurusan, Selasa (5/10/2020).

Untuk tahun ini, kegiatan diksar yang  berlangsung di Aula Gedung Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) kampus setempat ini dilaksanakan secara online.

Ketua pelaksana, Hanif menjelaskan, diksar ini diselenggarakan setiap tahun oleh jurusan KPI untuk mahasiswa baru sebagai bekal dan informasi mengenai jurusan tersebut. Namun, untuk pelaksanaan tahun ini memang berbeda karena dalam situasi pandemi. Akan tetapi, hal itu tidak menurunkan semangat para peserta.

“Konsep kita online, karena kita tidak mengadakan acara tatap muka langsung, teknisnya kita melalui live streaming siaran langsung di aplikasi Zoom, Google Meet, sama Youtube,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Deni Auli menuturkan, kegiatan diksar ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengetahui dan memperkenalkan prospek kerja ke depannya.

“Pada intinya diksar ini untuk memperkenalkan jurusan KPI dan juga prospek kerja ke depannya. Nanti akan dijelaskan divisi-divisi yang ada di jurusan KPI ini. Ada 5 Divisi di KPI, yaitu sosial dakwah, cinema, fotography, radio, dan jurnalistik,” tutur Deni.

Sebanyak 5 divisi tersebut, imbuh Deni, dapat dimanfaatkan para mahasiswa untuk meningkat kemampun yang dapat diterapkan di dunia kerja ke depan. Pasalnya, kata dia, jurusan KPI pasti tidak jauh prospeknya terhadap 5 divisi tersebut.

“Saya berharap agar temen-temen mahasiswa baru ini lebih tahu dulu apa sih jurusan KPI ini, di dalamnya ada apa saja, dan prospeknya apa, karena maba ini ketika masuk, KPI itu apa, terus ke depannya apa, nanti kerjanya apa dan bidang apa,” paparnya.

Deni juga menjelaskan, untuk kegiatan diksar ke 7 tahun 2020 ini diadakan selama 2 hari, yaitu Senin sampai Selasa, ( 5-6/10/2020). 

Dalam agendanya diksar ini dihadiri oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FUAD Dr Anwar Sanusi MAg, Ketua Jurusan KPI  H Aan Moh Burhanudin MA, serta Sekertaris Jurusan KPI Asriyanti Rosmalina MAg.

“Ada beberapa pemateri untuk mengisi kegiatan diksar ini, salah satunya dari Doktor Komunikasi KPI yaitu Dr Arief Rachman MSi selaku Dosen Komunikasi di jurusan KPI serta para alumni yang sudah sukses dengan pekerjanya masing-masing,” jela Deni.

Sementara itu, Ketua Jurusan KPI, H Aan Moh Burhanudin MA menurutkan, peserta diksar tahun 2020 ini mencapai sekitar 200 mahasiswa yang sudah terdaftar di sistem kampus. Untuk itu, melalui kegiatan ini diharapkan, para mahasiswa dapat belajar serta kuliah dengan rajin dan mengikuti kegiatan ini dengan serius.

“Kegiatan Diksar ini sangat penting bagi mahasiswa baru, untuk mengetahui deskripsi singkat tentang prosfek atau kiprah jurusan KPI ini untuk jurusannya, dengan mengetahui hal itu mahasiswa menjadi rajin kuliah rajin belajar,” tandasnya (Agus)

Jumat, 02 Oktober 2020

Pertemuan Direktur PD-Pontren Dengan Rektor IAIN Cirebon Bahas Penguatan Ma'had


FOKUS CIREBON, FC - Jajaran Pimpinan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jum'at,(02/0/2020) menerima kunjungan kerja (Kunker) Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kementerian Agama RI, Dr H Waryono MAg.


Kunjungan kerja ke kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini dalam rangka sharring program yang bisa disinergikan dengan PTKIN.


Pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam itu, banyak hal yang dibicarakan termasuk kerjasama produktif bagi PTKIN, karena di pesantren juga mengurusi santri berprestasi (Ma'had Aly) dan juga santri berprestasi yang ditempatkan di beberapa PTKIN.

Wahono mengaku, arah kerjasama beasiswa santri ini sedang dilakukan pembahasan dan penggodogan. Kemungkinan besar akan dibuat kembali programnya.

"Yang pasti, program bea siswa bagi santri itu saat ini sedang dilakukan pemetaan. Jadi prinsipnya, dari kami itu kira-kira PTKIN punya keunggulan apa yang bisa ditawarkan, itu yang kami pilih, sesuai juga dengan kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg kepada Fokus Cirebon menyatakan, bahwa pertemuan ini adalah silaturrahmi untuk sharring program. 

Sumanta menjelaskan, ada beberapa poin dari hasil pertemuan tersebut, pertama IAIN Syekh Nurjati Cirebon  mendapatkan jatah beasiswa santri tersebut.

Kemudian yang kedua adalah penguatan Ma'had, karena kita ketahui Ma'had ini bagian yang tidak terpisahkan dari akademik kampus. 

"Jadi nanti kita akan mencoba membuat hubungan atau kerjasama yang sinergis antara IAIN Cirebon dengan PD Pontren untuk bisa menguatkan fungsi Ma'had," paparnya.

Dijelaskan, Ma'had nanti sebagai keunggulan kampus, sehingga perlu dikuatkan dari sisi akademis. Seperti Ma'had punya program bahasa, kemudian Ma'had punya program standarisasi Alquran dan sebagainya.

"Terkait dengan soal teknisnya kami sudah mendelegasikan langsung kepada Warek III, Dr H Ilman Nafia MAg dan Wadek III, Dr H Anwar Sanusi MAg yang menjadi leading sektornya," kata Sumanta. (din)