Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 06 Agustus 2021

Agustuas 2021, Pengerjaan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Panjunan Dimulai

CIREBON, FC – Ini menjadi kabar gembira, semula kawasan pesisir yang umumnya dipandang kumuh, kedepan akan menjadi kota cantik dan memiliki daya tarik bagi wisatawan ke Kota Cirebon.

Keseriusan Pemkot Cirebon ini ditandai dengan dimulainya pengerjaan peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan Panjunan, Kota Cirebon. 

Pengerjaan ini akan menata kawasan yang semula kumuh menjadi rapi dan tertata baik. Sementara sosialisasi Pekerjaan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Panjunan, Kota Cirebon hari ini, Jumat, 6 Agustus 2021 digelar di aula Kantor Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon. 

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati berharap pengerjaan ini nantinya tidak menemukan kendala. "Kalau masyarakat sudah beres,” ungkap Eti. 

Ditambahkan Eti, penataan kawasan kumuh yang masuk dalam program Kotaku diharapkan dapat mengubah wajah pesisir Kota Cirebon.

“Ya, menjadi kawasan pesisir yang cantik serta dapat menjadi daya tarik baru wisatawan berkunjung ke Kota Cirebon,” tuturnya.

Eti juga meminta kepada semua pihak untuk dapat membantu terwujudnya program ini. Termasuk meminta peran serta dari BBWS Cimanuk-Cisanggarung untuk bisa mengeruk sungai di kawasan Panjunan. 

“Hari ini saya akan kejar CSR Pelindo. Sehingga pembangunannya bisa dilakukan serempak,” ucap Eti.

Untuk diketahui, bahwa pengentasan kawasan kumuh di Panjunan, Kota Cirebon merupakan bagian dari program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). 

Penataan Kotaku dilakukan di RW 01 dan RW 10 Kelurahan Panjunan dengan anggaran sekitar Rp 11 miliar secara multi years. Pengerjaan Kotaku dilakukan Agustus 2021 hingga Maret 2022.

Ada pun penataan yang dilakukan diantaranya peningkatan drainase, peningkatan jembatan, pembuatan TPS 3R, pembuatan IPAL  komunal, pedestrian, ruang terbuka publik, pekerjaan proteksi kebakaran dan lainnya.

Program ini merupakan upaya strategis yang dilakukan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. 

Tujuannya untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia. Program Kotaku dilaksanakan di 34 provinsi yang tersebar di 269 kabupaten/kota pada 11.067  desa/kelurahan dengan sasaran penanganan seluas 23.656 hektar.


Sementara itu, Indra Gunawan, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II Provinsi Jawa Barat, menjelaskan kegiatan sosialisasi yang digelar hari ini dengan maksud meminta izin jika program ini segera dilakukan. “Kita kulonuwun,” ungkap Indra.

Selanjutnya pengerjaan peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan Panjunan yang telah kontrak sejak seminggu lalu akan dimulai Agustus 2021 dan berakhir Maret 2022. (Heri)

Kamis, 05 Agustus 2021

Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon Soroti Rotasi, Mutasi dan Promosi Yang Akan Digelar Pemerintah Kota Cirebon

Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto saat memberikan tanggapan atas rencana Pemkot Cirebon yang akan menggelar rotasi, mutasi dan promosi.

CIREBON – Kabar akan digelarnya rotasi, mutasi dan promosi bagi eselon III dan IV oleh Pemerintah Kota Cirebon bulan Agustus 2021, mendapat sorotan Anggota Komisi 1 DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto, Rabu (5/8).

Menurut Tunggal Dewananto, bahwa penempatan ASN pada keahliannya saat rotasi harus benar-benar diperhatikan pihak Pemerintah daerah.

“Fungsi pengawasan DPRD bisa diperhatikan, kalaupun ada rotasi, mutasi dan promosi harus sesuai dengan keahlian bagi ASN yang terkena itu,” kata Dewa.

Dewa mengungkapkan, ASN di bidang kesehatan agar ditempatkan di kesehatan, bidang pemerintahan ditempatkan di pemerintahan, bidang pendidikan di pendidikan dan selanjutnya seperti itu.

“Jangan sampai salah penempatan yang akan membuat kerjanya kurang maksimal,” ungkapnya.

Dewa berharap rotasi menjadi suatu kebaikan bagi Pemkot Cirebon. Kemudian, kata dia, DPRD pun agar bisa dilibatkan karena keterkaitan dengan pengawasan, meskipun hak prerogatif ada di walikota.

“Misalnya, ASN A pindah ke sini dan lainnya, kami pun bisa memberikan masukan ke Pemkot Cirebon,” ujarnya.

Jangan sampai, kata Dewa, sarjana pendidikan ditempatkan di pekerjaan umum, sarjana kesehatan ditempatkan di pendidikan, atau pun sarjana hukum ditempatkan di kesehatan.

“Harus proporsional sesuai keahliannya, sehingga kerja bisa maksimal demi kemajuan Kota Cirebon,” pungkasnya. (Nur)

Melalui BSI Payment Point, IAIN Cirebon Bangun Pelayanan Terbaik

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon saat melakukan kegiatan gunting pita gerai BSI.


FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi mahasiswa. Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag berharap dengan adanya payment point BSI dapat memberikan kemudahan bertransaksi. 

Selain itu, kata Sumanta, transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon juga membutuhkan fasilitas yang menunjang, dan BSI payment point merupakan usaha konkret untuk menunjang kebutuhan IAIN Syekh Nurjati kedepan. 


"Semoga kerjasama antara IAIN Syekh Nurjati dengan Bank Syariah Indonesia dapat berjalan berkesinambungan dan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," ujar Rektor Sumanta. (din)

Wali Kota Cirebon Apresiasi KKN Gemmar Mengaji

Pelepasan Peserta KKN Gemmar Mengaji yang dilaksanakan secara virtual zoom meeting dan via youtube channel LP2M menara Perti, Kamis, (5/8/2021).


FOKUS CIREBON - LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan acara pelepasan peserta kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Gerakan Masyarakat Maghrib  (Gemmar) Mengaji, kegiatan ini dilaksanakan secara virtual zoom meeting dan via youtube channel LP2M menara Perti, Kamis, (5/8/2021).

Hadir dalam acara pelepasan ini Rektor IAIN beserta jajaran Pimpinan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Wali Kota Cirebon yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Cirebon, Camat dan Lurah se-Kota Cirebon, Dosen Pembimbing Lapangan, dan 364 Peserta KKN.

Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr. H. Sumanta, M.Ag secara resmi melepas 364 mahasiswa peserta KKN Gemmar Mengaji untuk selanjutnya melaksanakan kegiatan sesuai dengan pedoman dan Juknis yang sudah mereka dapatkan dalam pembekalan.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Cirebon, dalam hal ini diwakili oleh Drs. Sutisna, M.Si Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Cirebon.

“Kami sangat berterima kasih dan merasa bangga bisa bersinergi dalam rangka kemajuan dan pengembangan lembaga, diantaranya dengan berkontribusi untuk masyarakat Kota Cirebon baik secara langsung maupun tidak, ditambah secara geografis berlokasi di Kota Cirebon”, tandas Sumanta. 

Sumanta juga berpesan kepada para peserta KKN Gemmar Mengaji, bahwa di tengah situasi yang masih pandemik, dengan pembatasan kegiatan dan gerakan sosial, maka harus pandai menyesuaikan, menempatkan dan memposisikan diri sehingga hadirnya kegiatan KKN Gemmar Mengaji ini menunjang Program Kota Cirebon, begitu juga menunjang kebijakan nasional.

Ketua LP2M, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag menyatakan, hal yang melatarbelakangi kegiatan KKN Gemmar Mengaji ini adalah karena kita sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam mempunyai tanggung jawab moral mewujudkan amanah pengabdian kepada masyarakat, di antaranya bagaimana mewujudkan kehidupan agama dan keberagamaan di masyarakat menjadi lebih baik, menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamien. 

Hal ini, kata Yani, sesuai dengan salah satu Visi SEHATI Kota Cirebon, yakni mewujudkan masyarakat Agamis. 

“Tantangan modernitas dan metropolis, serta kemajuan teknologi di era globalisasi ini telah mengikis nilai-nilai agama, di antaranya hilangnya tradisi Maghrib Mengaji, ini menjadi latar belakang kami berkomitmen melaksanakan kegiatan ini, dan kegiatan ini didesain dengan kolaborasi dan sinergi antar kampus, Pemda Kota Cirebon, Kemenag Kota Cirebon, Lembaga Pengembangan Tilawah Al-Quran, Attaqwa Center. Kampus punya SDM berupa para Dosen Pembimbing dan para mahasiswa”, ujar Yani.
 
Kang Yani, sapaan akrab Ketua lP2M IAIN Cirebon menjelaskan, kegiatan KKN Gemmar Mengaji ini diikuti oleh 364 mahasiswa, mereka diterjunkan di  lokasi 22 Masjid Jami’ se-Kota Cirebon. Sementara kriteria masjid lokasi KKN Gemmar Mengaji ini adalah belum ada kegiatan Maghrib mengaji. 

"Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 05 Agustus sampai dengan 31 Oktober 2021. Kehadiran Mahasiswa IAIN di masyarakat Kota Cirebon, jangan dipandang sebagai masalah. Namun justru bagaimana mahasiswa hadir di masyarakat menjadi instrumen, bagian pencerah spiritualitas masyarakat yang sedang risau dalam menghadapi pandemi, mahasiswa dapat mengambil peran sebagai konselor tentang pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjadi sukarelawan pihak kelurahan dalam aksi-aksi penanggulangan dampak pandemi covid-19 di Kota Cirebon," ujar Yani.

Drs. Sutisna, M.Si Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Cirebon, dalam sambutan Wali Kota Cirebon menyampaikan,  Wali Kota Cirebon mengapresiasi kegiatan KKN Gemmar Mengaji ini. 

Wali Kota Cirebon berharap terlaksananya kegiatan ini dapat kembali memakmurkan masjid, menghidupkan kembali tradisi maghrib mengaji.

“Memang kondisi saat ini di tengah pandemik, tidak mudah melaksanakan kegiatan apapun. Namun dengan keyakinan, dukungan, dan sinergi seluruh komponen, kami yakin kegiatan ini akan berjalan lancar dan akan bisa membawa kontribusi banyak bagi masyarakat Kota Cirebon, dengan bacaan Bismillahirrohmanirrohim kami terima Peserta KKN Gemmar Mengaji ini”, tandas beliau menutup sambutan. (din)

Senin, 02 Agustus 2021

Libatkan Lurah dan Camat, LP2M IAIN Cirebon Sosialisasikan KKN Gemmar Mengaji

Ketua LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Ahmad Yani, tengah mmberikan sosialisasi KKN GEMMAR MENGAJI yang melibatkan Lurah dan Camat Se Kota Cirebon. 


fokuscirebon.com - Masa Pandemi Covid-19 bukan penghalang untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, justru saatnya perguruan tinggi hadir melalui pusat pengabdian kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam menghadapi pandemi ini.

Demikian disampaikan Ketua LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ahmad Yani dalam acara Sosialisasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gerakan Masyarakat Maghrib (Gemmar Mengaji) kepada para Camat dan Lurah se Kota Cirebon, Senin, (2/8/2021).

Masih menurut Kang Yani sapaan akrab (Ahmad Yani) bahwa KKN Gemmar mengaji merupakan affirmasi dan Kolaborasi, bahwa IAIN Syekh Nurjati sebagai salah satu Perguruan Tinggai Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) punya misi meningkatkan tarap kehidupan beragama, dengan menginternalisasikan nilai-nilai Islam yang Rahmatan lil aalamiin di masyarakat.

Sementara Pemerintah Daerah Kota Cirebon di mana kampus  ini berada mempunyai Visi agamis yang harus didorong untuk mewujudkannya. Maka melalui KKN Gemmar Mengaji ini yang juga bekolaborasi dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ), Kementerian Agama dan At-Taqwa Centre Kota Cirebon diharapakan dapat bersinergi dalam menghidupkan kembali tradisi maghrib mengaji yang sudah semakin terkikis khususnya di Kota Cirebon. 

"Para Peserta KKN GM ini bersama masyarakat akan berkolaborasi untuk melakukan pendataan dasar tentang masyarakat yang buta aksara Alqur'an, kemudian dijadikan sasaran program, yang juga akan desain berbagai program pengembangan minat bakat keagamaan bagi peserta program di masjid sasaran," tutur Kang Yani.

Kang Yani menjelaskan, mengapa KKN Gemmar mengaji ini dilaksankan pada masa pandemi?, menurutnya, justru kehadiran Mahasiswa IAIN di masyarakat Kota Cirebon, jangan dipandang sebagai masalah. Namun justru bagaimana mahasiswa hadir di masyarakat menjadi bagian pencerah spiritualitas masyarakat yang sedang risau dalam menghadapi pandemi, mahasiswa dapat mengambil peran sebagai konselor tentang pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjadi sukarelawan pihak kelurahan dalam aksi-aksi penanggulangan dampak pandemi covid-19 di Kota Cirebon.

"Sosialisasi yang dilaksanakan 2 Agustus 2021 itu berjalan lancar dan diikuti oleh para Lurah dan Camat se Kota Cirebon, KKN GM sendiri akan berlangsung dari tanggal 5 Agustus sd. 31 Oktober 2021 di 22 Kelurahan se Kota Cirebon.

Dalam Pelaksanaannya, sebanyak 400 mahasiswa akan didampingi oleh 22 Dosen Pembimbing Lapangan.

Mengakhiri sambutannya, Kang Yani menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Cirebon yang telah mendukung program KKN GM ini, LPTQ, Attaqwa Centre dan Kemenag Kantor Kota Cirebon. (din)