CIREBON, FC – Ini menjadi kabar gembira, semula kawasan pesisir yang umumnya dipandang kumuh, kedepan akan menjadi kota cantik dan memiliki daya tarik bagi wisatawan ke Kota Cirebon.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Jumat, 06 Agustus 2021
Agustuas 2021, Pengerjaan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Panjunan Dimulai
Kamis, 05 Agustus 2021
Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon Soroti Rotasi, Mutasi dan Promosi Yang Akan Digelar Pemerintah Kota Cirebon
CIREBON – Kabar akan digelarnya rotasi, mutasi dan promosi bagi eselon III dan IV oleh Pemerintah Kota Cirebon bulan Agustus 2021, mendapat sorotan Anggota Komisi 1 DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto, Rabu (5/8).
Menurut Tunggal Dewananto, bahwa penempatan ASN pada keahliannya saat rotasi harus benar-benar diperhatikan pihak Pemerintah daerah.
“Fungsi pengawasan DPRD bisa diperhatikan, kalaupun ada rotasi, mutasi dan promosi harus sesuai dengan keahlian bagi ASN yang terkena itu,” kata Dewa.
Dewa mengungkapkan, ASN di bidang kesehatan agar ditempatkan di kesehatan, bidang pemerintahan ditempatkan di pemerintahan, bidang pendidikan di pendidikan dan selanjutnya seperti itu.
“Jangan sampai salah penempatan yang akan membuat kerjanya kurang maksimal,” ungkapnya.
Dewa berharap rotasi menjadi suatu kebaikan bagi Pemkot Cirebon. Kemudian, kata dia, DPRD pun agar bisa dilibatkan karena keterkaitan dengan pengawasan, meskipun hak prerogatif ada di walikota.
“Misalnya, ASN A pindah ke sini dan lainnya, kami pun bisa memberikan masukan ke Pemkot Cirebon,” ujarnya.
Jangan sampai, kata Dewa, sarjana pendidikan ditempatkan di pekerjaan umum, sarjana kesehatan ditempatkan di pendidikan, atau pun sarjana hukum ditempatkan di kesehatan.
“Harus proporsional sesuai keahliannya, sehingga kerja bisa maksimal demi kemajuan Kota Cirebon,” pungkasnya. (Nur)
















