Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 03 November 2021

7 Qori Terbaik IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gemparkan Keraton Kanoman

 


FOKUS CIREBON - Puncak rangkaian Dies Natalis IAIN SNJ Cirebon yang digelar di Keraton Kasultanan Kanoman Cirebon digemparkan dengan kehadiran 7 Qori terbaik IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Hal itu diketahui saat Fokus Cirebon membuka chanel You Tube milik Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang dikirim ke Fokus Cirebon. 

Dalam isi YouTube tersebut memperlihatkan bagaimana indahnya suara 7 Qori tersebut mengumandangkan adzan serta melantunkan ayat-ayat suci Al Quran.  

Tentu saja, suasana di Bangsal Keraton Kasultanan Kanoman Cirebon tiba-tiba menggema saat lantunan indah keluar dari suara 7 Qori terbaik di IAIN Syekh Nurjati.

H Muhamad Arifin M.PdI, Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyatakan, keterlibatan 7 Qori tersebut merupakan merupakan sesi acara dari rangkaian kegiatan Diesnatalis IAIN Cirebon yang digelar di Keraton Kasultanan Kanoman. 

"Alhamdulillah, seluruh kegiatan berjalan lancar, baik seminar, ziarah maupun peran 7 Qori di Keraton tersebut. Semua ini tentu berkat kerjasama yang baik dan tentu kami sangat berterimakasih kepada pihak Keraton Kanoman yang sudah menyediakan tempat serta bekerjasama dengan IAIN Syekh Nurjati dalam sejumlah kegiatan kemarin," paparnya. (din) 

FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bekerjasama LPLM FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Menggelar Kegiatan Leadership Akademik

FITK IAIN SNJ Cirebon Hadiri Kegiatan Leadership Akademik hasil kerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.


FOKUS CIREBON - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon bekerjasama degan Lembaga Pengembangan Leadership Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar kegiatan Leadership Akademi, bertempat di UIN Kalijaga Yogyakarta.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari sejak 30 Oktober hingga 2 November 2021 ini, dihadiri langsung oleh Dr. Saifudin, M.Ag, Wakil Dekan III FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam kegiatan ini, Dr Saifudin M.Ag  menyampaikan, bahwa tujuan program ini adalah mengapresiasi mahasiswa yang telah menorehkan prestasi bagi FITK baik ditingkat nasional serta internasional, dengan dibekali program lanjutan untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam mengembangkan diri secara kompetitif,  disamping menjadi inspirasi bagi mahasiswa yang lain untuk selalu mengembangkan bakat dan talenta serta percaya diri mendemontrasikannya dalam berbagai kompetisi.

"Lebih kurang  25 mahasiswa FITK yang memiliki prestasi serta dilibatkan sebagai peserta aktif dalam program ini," katanya.

Menurutnya, program yang menjadi piloting Dekan FITK ini akan dirancang berkelanjutan serta diharapkan menstimulasi prestasi kompetitif dan yang masif pada mahasiswa FITK. (din)

Dekan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon Hadiri Acara Forum Dekan Ushuludin Se Indonesia

Forum Dekan Ushuludin Se Indonesia di Semarang, Jawa Tengah.


FOKUS COREBON - Dekan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Hajam M.Ag bersama Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Arief Rachman, M.Si selama tiga hari, 22-24 Oktober 2021, mengikuti kegiatan Forum Dekan Ushuludin Se-Indonesia di Hotel Santika Premiere, Semarang. 

Kegiatan yang seyogyanya dilaksanakan pada tahun 2020 tahun lalu, dan baru dilaksanakan tahun 2021 ini, karena  masih dalam suasana Covid-19, sehingga kegiatan tersebut tertunda.

Pada kegiatan ini, UIN Walisongo sebagai tuan rumah dan mengundang seluruh dekan di lingkungan fakultas Ushuluddin di seluruh Indonesa. 

Kegiatan ini mendapat tanggapan yang baik, sehingga tidak kurang dari 30 dekan berkumpul selama tiga hari membahas berbagai hal terkait dengan fakultas Ushuluddin.

Rektor UIN Walisongo dalam sambutan pembukaannya menyambut baik kegiatan tersebut, serta mendukung penuh kegiatan yang bertemakan “Mewujudkan Kampus Merdeka dan Akreditasi Unggul di Program Studi Fakultas Ushuluddin” sebagai sebuah kegiatan yang mencoba untuk bersama-sama membahas implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) serta untuk mendapatkan akreditasi unggul di semua prodi atau jurusan di lingkungan fakultas Ushuluddin.

"Dalam kegiatan ini, para dekan membahas berbagai masalah terkait dengan upaya peningkatan kinerja Fakultas Ushuluddin," terang Rektor UIN Walisongo.

Rektor juga menjelaskan, ada sejumlah  materi pembahasan pada pertemuan tersebut, di antaranya membahas  Internasionalisasi dan Akreditasi Unggul, Implementasi MBKM dan Kurikulum MBKM, Profesorisasi dan Transformasi Tigas Akhir ke Artikel serta pemilihan dan Penetapan Pengurus Forum Dekan Fakultas Ushuluddin dan kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Terpadu oleh para Dekan di Fakultas Ushuluddin seluruh Indonesia.

Dari hasil.pembahasan tersebut, lanjutnya, ada beberapa hal yang bisa ditindaklanjuti sebagai hasil dari Forum dekan tahun ini, antara lain bahwa kegiatan yang bersifat internasional dapat dilakukan secara bersama-sama antara beberapa kampus. Sehingga kegiatan ini selain untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan terkini serta sebagai implementasi dari MOU yang ditandatangani. 

Adapun untuk kegiatan Akreditasi agar mendapatkan nilai Unggul, maka seluruh stakeholder harus berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan akreditasi tersebut. 

"Kebijakan MBKM, baik implementasi serta kurikulumnya, perlu duduk bersama membahas hal tersebut sehingga ada kesepakatan serta kesepahaman terkait pelaksanaannya," ujarnya.

Sedangkan proses pencapaian jabatan fungsional tertinggi, yaitu guru besar, perlu memperhatikan hal-hal yang terkait dengan persyaratan utama dan nilai KUm yang harus dipenuhi oleh dosen yang bersangkutan. Sebuah penawaran menarik dari UIN bandung terkait dengan penawaran penulisan artikel yang dimuat di jurnal bereputasi sebagai pengganti skripsi.

Dekan FUAD IAIN SNJ Cirebon pada acara Forum Dekan Ushuludin Se Indonesia di salah satu hotel di Semarang, Jawa Tengah.


Dalam pemilihan dan penyusunan Pengurus Forum Dekan Ushuluddin, terpilih Dr. Yusuf  Rahman, M,A. (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) didampingi Wakil ketua Umum, Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum (UIN Kalijaga Yogyakarta) serta Dr. H. Hasyim Muhammad, M.Ag (UIN Walisonggo, Semarang) sebagai Sekretaris Jenderal. (din)

Pertemuan Virtual Pemkab Cirebon dengan Kemendagri Bahas Percepatan Pengentasan Kemiskinan

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menghadiri pertemuan secara virtual dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kantor Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Rabu (3/11/2021). Pertemuan tersebut membahas upaya percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon diwakili oleh Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih dan Sekretaris Daerah Rahmat Sutrisno.

Berdasarkan pemaparan Plt. DirekturJenderal Bina Pembangunan Dalam Negeri Kemendagri Dr. Sugeng Hariyono, jumlah warga miskin di Indonesia per Maret 2021 mencapai angka 27.542.770 jiwa atau 10,14 dari total penduduk.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada 2 Juli 2021, upaya pemerintah dalam menangani kemiskinan ekstrem tidak boleh berhenti meskipun di tengah masa pandemi Covid-19. Hal itu dilakukan agar angka kemiskinan mencapai 0 persen pada 2024.

Percepatan penanganan kemiskinan ekstrem harus dilaksanakan secara terintegrasi melalui kolaborasi intervensi. Juga memastikan intervensi di sektor pendidikan, kesehatan, dan air bersih dapat diterima. "Pertajam juga basis data untuk ketepatan target dan upaya percepatan," kata Hariyono.

Dalam upaya penanganan kemiskinan ini pemerintah harus melibatkan sektor swasta untuk berperan sebagai off taker produk kelompok miskin esktrem, sehingga dapat meningkatkan pendapatan.

Dari program tersebut, pemerintah telah menetapkan tujuh provinsi dan 35 kabupaten sebagai lokasi prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem tahun 2021. Sementara, pada tahun 2022 di 25 Provinsi dan 212 kabupaten/kota.

Hariyono mengatakan, tugas dari pemerintah daerah yakni, menjadi koordinator pelaksanaan program pengentasan kemiskinan ekstrem agar pelaksanaan program antar OPD tidak tumpang tindih dan lebih tepat.

Kemudian, menjembatani koordinasi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program lintas OPD dan lintas kementerian termasuk kepada pihak swasta,masyarakat, dan perguruan tinggi.

"Lalu harus memastikan ketersediaan anggaran program pengentasan kemiskinan dan memastikan program tersebut tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah melalui sumber-sumber pendanaan yang sah (CSR, BUMD, NGO dan sebagainya)," katanya. (din)

Selasa, 02 November 2021

IAIN Syekh Nurjati dan Pemda Kota Cirebon Deklarasi dan Lounching Gerakan Maghrib Mengaji

Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH bersama Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag dan Ketua LP2M IAIN Cirebon Dr H Ahmad Yani M.Ag pada acara deklarasi dan Lounching Gerakan Maghrib Mengaji Se-Kota Cirebon, Selasa (2/11/2011).


FOKUS CIREBON - CIREBON – Gerakan Magrib Mengaji bertujuan untuk membina anak-anak agar memiliki akhlakul karimah. Magrib mengaji juga merupakan aktivitas ibadah yang sangat lekat dengan masyarakat muslim di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Dra. H. Nashrudin Azis, S.H., saat deklarasi dan peluncuran Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji se Kota Cirebon serta lokakarya dan penutupan kuliah kerja nyata (KKN) gemar mengaji tingkat Kota Cirebon yang digelar oleh LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Melalui KKN gerakan masyarakat magrib mengaji, kita kembali menyadari bahwa mengaji merupakan salah satu aktivitas ibadah yang sangat lekat dengan masyarakat muslim Indonesia,” tutur Azis, Selasa (2/11/2021).

Masjid, surau, langgar dan musala senantiasa ramai karena aktivitas anak-anak yang mengaji usai shalat ashar dan magrib. “Mengaji di tempat tersebut telah menjadi lembaga pendidikan keagamaan non formal bagi anak-anak Indonesia,” tutur Azis. 

Sejak dini, anak-anak sudah diperkenalkan baca tulis Al Quran dan mengaji. Mereka juga mendapatkan pendidikan agama yang cukup di tempat tersebut.

Namun arus modernisasi saat ini telah menggeser nilai, budaya dan tradisi masyarakat. Tidak hanya masyarakat perkotaan, namun juga pedesaan. Sehingga terjadi perubahan sosial yang cukup signifikan di tengah-tengah masyarakat. 

“Tradisi baik yang telah tertanam mulai tergerus, salah satunya budaya mengaji di waktu magrib,” tutur Azis. Karenanya Azis menyambut baik terhadap kegiatan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang telah menggiatkan kembali gerakan magrib mengaji. 

“Tidak berlebihan apabila saya mengatakan bahwa rekan-rekan mahasiswa telah berkontribusi dalam upaya pencegahan perubahan dan pergeseran sosial yang kini terjadi,” tutur Azis.

Dijelaskan Azis, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati telah melakukan upaya dan langkah konstruktif untuk menghidupkan dan mengembalikan kembali tradisi baik yang telah mengakar. “Yaitu memakmurkan musala, langgar dan masjid dengan aktivitas mengaji,” tutur Azis. 

Azis juga berterima kasih karena di masa pandemi Covid-19 yang penuh keterbatasan, mahasiswa mampu membuat banyak terobosan dan menyesuaikan kegiatan dengan kebijakan pemerintah terkait pembatasan kegiatan masyarakat.


Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H. Sumanta Hasyim M.Ag mengatakan, deklarasi dan launching ini merupakan kerjasama yang sinergis antara Pemda Kota Cirebon dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk bisa menumbuhkan budaya leluhur, yakni budaya mengaji. Menurut Sumanta, budaya Kota Cirebon adalah budaya yang dipenuhi nilai- nilai agamis sehingga Kota Cirebon disebut sebagai Kota Wali.

"Salah satu indikator budaya agamis, masyarakat Kota Cirebon menjadikan waktu antara maghrib sampai isya untuk mengaji di mushala atau masjid," kata Sumanta.

Menurutnya, banyak masyarakat yang menitipkan anak- anaknya untuk menjadi santri mushala untuk membaca, menulis dan bahkan bisa memahami isi Alquran. Sumanta berharap cita- cita bersama dan visi Kota Cirebon bisa terwujud.

"Alhamdulilah IAIN hadir bersama masyarakat untuk menumbuhkan kembali budaya yang sangat mulia ini. Ada tanggung jawab pribadi menjadikan anak- anak bisa membaca dan menulis serta memahami isi kandungan Alquran, karena Alquran adalah sumber kehidupan dalam agama," tuturnya.

Sumanta menambahkan, IAIN Syekh Nurjati Cirebon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kota Cirebon. Sebab menurutnya IAIN lahir di Kota Cirebon.


"Sebagaimana tadi telah disampaikan panitia, dulu mahasiswa IAIN itu kuliah pertama kali di Cirebon dan di Masjid Attqwa serta beberapa tempat yang difasilitasi tokoh di Kota Cirebon," ungkapnya. (din)