Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 13 Desember 2021

Besok, Menteri Agama RI Melaunching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Wakil Rektor II, Dr Kartimi, M.Pd saat memberikan penjelasan kepada sejumlah media, terkait persiapan launching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, besok, Selasa, (14/12/2021) di kampus IAIN IAIN Syekh Nurjati Cirebon.


FOKUS CIREBON - Menteri Agama RI, H Yaqut Cholil Qoumas, dijadwalkan Selasa, (14/12/2021), akan berkunjungan ke kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Kunjungan tersebut dalam rangka melaunching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon.  

Wakil Rektor II, Dr Kartimi M.Pd kepada media menyatakan, persiapan penyambutan Menteri Agama dan rombongan dari Kementerian Agama ke kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon sudah mencapai 100 persen. 

Menteri Agama datang dalam rangka melaunching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang akan dilaksanakan besok, Selasa (14/12/2021). 

Menteri Agama dijadwalkan berangkat dari Jakarta menuju Cirebon dengan menggunakan Kereta Api. "Petugas penjemputan sudah disiapkan, termasuk hotel tempat istirahat Pak Menteri dan Pak Dirjen dengan hotel yang berbeda," kata Kartimi, Senin (13/12/2021).

Soal persiapan di lokasi kegiatan, panitia launching Prodi Siber PAI, sudah menyiapkan ruang Penu Utama, termasuk ruang VIP, dan tempat lainnya. Kegiatan pidato Menteri Agama dilakukan secara virtual, Join Zoom Meeting.

Kartimi juga menjelaskan, persiapan juga dilakukan di semua area, termasuk pintu masuk, pintu keluar, area parkir, dan lainnya.

"Setting tempat utama serta bagi para tamu undangan, seluruhnya sudah disiapkan dengan baik dan nyaman. Kendati, Prokes besok akan dilakukan secara ketat," terang Kartimi.

Sementara kegiatan launching akan dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB, dan  dijadwalkan akan dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, di antaranya Eselon 1 dan 2, Kasubdit, Walikota Cirebon, Bupati se wilayah 3 Cirebon, Kapolresta dan para Ketua DPRD serta tamu undangan lainnya. (din)


Pemkab Terima Bantuan dari Baznas Kabupaten Cirebon untuk Disalurkan ke Masyarakat

FOKUS KAB CIREBON - Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon kembali menerima bantuan dari Baznas untuk masyarakatnya. 

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di Pendopo Bupati Jalan Kartini Kota Cirebon, Senin (13/12/2021). 

Dalam sambutannya Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, Baznas mempunyai peran penting dalam membantu pemerintah daerah. 

Menurutnya, Baznas selalu hadir dalam penyelesaian permasalahan yang ada di Kabupaten Cirebon. 

"Baznas ini lininya banyak, baik sosial, budaya, kesehatan, rutilahu dan lainnya semuanya bisa dilakukan baznas," katanya. 

Imron menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Cirebon sangat terbatas dalam hal bantuan. Sebab, setiap pengajuan bantuan membutuhkan proses yang cukup panjang. 

"Kalau lewat Pemkab Cirebon mengajukan sekarang belum tentu bulan depan dapat, karena butuh proses yang panjang. Tetapi kalau lewat Baznas kalau persyaratan sudah cukup bisa langsung disalurkan bantuannya," kata Bupati Imron. 

Imron mengungkapkan, untuk Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kabupaten Cirebon mencapai 10 ribu lebih. Bahkan, setiap tahunnya baru bisa 700 rutilahu yang terselesaikan. 

"Sekarang masih pandemi Covid-19,  sehingga anggaran semuanya terkena recofusing. Jadi penanganan bantuan untuk rutilahu jadi terkendala," katanya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Cirebon, Budiman Mahfudz mengatakan, pada tahun 2021 Baznas telah menyalurkan kurang dari Rp 14 miliar untuk warga Kabupaten Cirebon. 

Menurutnya, ini capaian yang sangat luar biasa. Sebab, lima tahun ke belakang penyaluran Baznas hanya dua miliar saja. 

"Tahun 2021 ada Rp 13.983.000.000 untuk bantuan keagamaan, sosial, budaya, kesehatan dan rutilahu," katanya. 

Budiman mengungkapkan, untuk tahun 2022, pihaknya berharap pemasukan dari sumber ASN bisa lebih meningkat. 

"Kalau semua ASN menyetorkan zakatnya ke Baznas kemungkinan anggaran kita semakin tinggi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat lebih maksimal. Misalkan anggaran tiga bulan sudah terkumpul Baznas bisa langsung menyalurkan kepada masyarakat," ucapnya. (din)

Minggu, 12 Desember 2021

KH Zamzami Amin Pimpin MUI Kabupaten Cirebon

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag

KABUPATEN CIREBON.- Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri musyawarah daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon di Hotel Apita, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Minggu (12/12/2021).

Pada acara tersebut, hadir pula Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E.

Bupati Imron mengatakan, peran ulama sangat penting untuk kemajuan negara. Beberapa pengamat menyebutkan, adanya ulama, negara Indonesia bisa menguasai wilayah lainnya.

Imron menambahkan, di Jawa Barat, Kabupaten Cirebon mampu menopang pembangunan dan peningkatan wawasan masyarakat, meskipun saat ini dihadapkan dengan berbagai permasalahan.

"Kehadiran ulama juga bisa mengatasi permasalahan kemiskinan, hingga pengangguran. Hal ini perlu kita bangkitkan kembali," kata Imron dalam sambutannya.

Wakil Gubernur Jawa Barat mengatakan, pemerintah provinsi memiliki tagline 'Jabar Juara Lahir dan Batin'. Kehadiran para ulama merupakan salah satu upaya agar Jawa Barat bisa juara batin.

"Kalau kami mengejar juara dalam bidang duniawi, kami sudah ahlinya. Tetapi kami tidak punya kemampuan untuk menjadi juara SDM. Oleh karena itu, hanya para ulama dan pimpinan ponpes jabar juara dlm bidang batin," kata Uu.

Atas nama pemerintah, kata Uu, meminta adanya sinergitas antara ulama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat ini pun, pihaknya sudah memiliki beberapa program yang berkaitan dengan keagamaan Islam.

Beberapa di antaranya, satu desa satu hafidz, program English for ulama, satu pesantren satu produk, serta program lainnya.

"Program ini sebagai daya dorong untuk suksesnya dalam bidang batin. Hal ini tidak ada apa-apanya kalau tidak ada kolaborasi dengan para ulama. Ummat butuh ulama. Fatwa ulama itu yang dijadikan dasar amaliah Jabar," katanya.

Perwakilan MUI Kabupaten Cirebon KH. Wawan Arwani mengatakan, ulama merupakan pewaris nabi yang diharapkan mampu meningkatkan peran untuk masyarakat.

Ia menambahkan, selain mengarahkan dan mengawal umat dalam melaksanakan hubungan vertikal dengan Allah Swt, MUI pun harus menjadi panutan dalam mewujudkan khoirul ummah. 

"Kalau dahulu menurut Buya Hamka, MUI itu corong masyarakat kepada pemerintah dan MUI juga corong pemerintah kepada umatnya," katanya.

Dalam musyawarah daerah tersebut, dipilih KH Zamzami Amin, pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. (din)

Tingkatkan Mutu dan Layanan Pendidikan, BSA IAIN Syekh Nurjati di Assesment Daring BAN-PT


FOKUS CIREBON - Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menggelar Assesment Lapangan (AL) pada Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kegiatan AL online yang berlangsung selama dua hari, dari (10-11/12) tersebut, mengadirkan dua asesor BAN-PT, antara lain; Prof. Dr. H. Ali Mudhofir, M,Ag (Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya) dan Prof. Dr. Husnan Lubis, MA., Ph.D (Guru Besar Universitas Sumatera Utara). 

Dr. H. Sumanta M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati menuturkan bahwa akreditasi BSA menjadi sangat penting sebagai jurusan baru. Lahir pada 2017, BSA terbukti telah mampu meraih capaian-capaian prestasi akademik dan non akademik. 

Menurutnya, pada aspek tridarma perguruan tinggi, BSA menjadi salah satu jurusan yang terbaik, termasuk keberhasilanya dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. 

“Meski masih baru, BSA mampu menjadi role model pembelajaran digital melalui LMS, perkuliahan dengan dosen luar negeri, penelitian kompetitif para dosen diberbagai jurnal dan program bereputasi, juga rekognisi dosen berskala internasional,” ungkap Rektor IAIN Syekh Nurjati.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Hajam, M.Ag Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) menyambut baik kegiatan visitasi daring ini. Menurutnya, BSA menjadi prodi pertama di Fakultasnya yang dinilai dengan akreditasi 9 standar. 

Hal ini tentu menuntut civitas akademika untuk melakukan akselerasi capaian isian standar akreditasi yang semakin kompetitif dan berbobot. 

“Fakultas sebagai UPPS bersama jurusan telah bekerjasama dengan optimal untuk mempersiapkan asesment lapangan ini dan kami yakin BSA akan mendapatkan hasil yang terbaik," tandas Dekan FUAD.

Dalam sambutan pembukanya, Prof. Ali menekankan pentingnya Quality Assurance dalam pengelolaan pendidikan tinggi. 

Perguruan tinggi harus mampu melakukan perbaikan administratif menuju pengelolaan lembaga yang transformatif. 

Menurutnya, ketatnya kriteria penilaian pada 9 standar akreditasi menjadi tuntutan bagi perguruan tinggi untuk berbenah dan melakukan banyak percepatan perubahan. 

“BSA dalam pengamatan kami sudah sangat baik, khususnya pada pemenuhan semua standar yang dinilai. Tim juga mempersiapkan kegiatan ini dengan dukungan data yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutur Prof Ali.

Pada sisi yang lain, Prof Husnan juga memberikan pointers pada perlunya peningkatan capaian pada setiap standar yang dinilai sebagai jurusan baru yang menurutnya sudah baik, Guru Besar USU tersebut memberikan beberapa rekomendasi, khususnya dalam pemenuhan aspek pendidikan dan jabatan fungsional dosen, pengelolaan kelembagaan yang bereputasi hingga capaian publikasi internasional.

“Saya juga sangat tertarik dengan program kuliah internasional yang digagas oleh BSA, dan siap juga dilibatkan pada kerja-kerja kolaboratif dalam penguatan keilmuan bahasa dan sastra Arab di Indonesia dan dunia," harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakhid Nashruddin, Ph.D, Ketua Jurusan BSA menyambut baik saran yang diberikan bagi jurusanya. 

Menurutnya, BSA akan terus berupaya untuk melakukan perbaikan menuju akreditasi Unggul dan mewujudkan visi sebagai rujukan kajian bahasa dan sastra Arab di Asia Tenggara. Menurutnya, tahapanya telah kami lakukan dan terus dioptimalkan.

Dukungan dari stakeholder sangat membantu dalam usaha mewujudkan tujuan tersebut.

Menutup sesi Asesmen Lapangan ini, Dr. H. Saifudin Zuhri, M.Ag Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengelolaan Lembaga memberikan apresiasi kepada para asesor dan semua yang terlibat dalam kegiatan tersebut. 


Harapanya, BSA mendapatkan nilai yang terbaik dengan berbagai capaian yang telah dilakukan. Sehingga menjadi contoh bagi jurusan lainya di IAIN Syekh Nurjati. 

“IAIN yang akan bertransformasi menjadi Universitas, perlu medapat dukungan pemerolehan nilai akreditasi yang baik, sehingga semakin kompetitif dan berkualitas," pungkasnya. (din/Anin)

Wakil Gubernur Jawa Barat, KH.Uu Ruzhanul Ulum Hadiri Tahfizh Award 2021


FOKUS CIREBON - Pengurus Cabang (PC) Jamiyyatul Qurra' wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) Kabupaten Cirebon dan Koordinator Program Satu Desa Satu Hafizh (Sadesha) Kabupaten Cirebon menggelar acara Tahfizh Award 2021.

Acara yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat KH.Uu Ruzhanul Ulum itu berlangsung di Hotel Apita Kota Cirebon. Minggu, (12/12/21).

KH. Ainur Rofiq, selaku perwakilan dari PC JQH NU Kab. Cirebon mengatakan, acara ini merupakan salah satu upaya  PC JQH NU Kab. Cirebon untuk memberikan apresiasi bagi penghafal al-qur'an.

"Khususnya apresiasi ini diberikan kepada penerima beasiswa Sadesha dan santri binaan kategori pemberdayaan," katanya.

Menurut Kiai Rofiq, Hari ini sekitar 21 Hafizh Hafizhah binaan Sadesha terbaik di Kab. Cirebon menerima penghargaan.

"Saya berharap semoga semuanya bersama-sama mendoakan semoga santri binaan Sadesha di Cirebon mendapatkan ilmu manfaat, dijaga hafalannya, sehingga menjadi kader hafizh terbaik dan juga kader Sadesha terbaik di Cirebon khususnya Jabar," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Wilayah (PW) JQH NU Jabar, KH. Cecep Abdullah sangat mengapresiasi Tahfizh Award 2021.

"Acara ini tak lepas karena Kab.Cirebon dipenuhi dengan orang-orang kreatif, aspiratif, dan tentunya ini adalah pembuktian dari Kiai dan Santri yang tidak hanya di pesantren saja, tapi mempunyai berbagai gerakan signifikan," ujarnya.

Kegiatan ini, kata Kiai Cecep, merupakan kegiatan yang berawal dari inisiatif program unggulan Gubernur yg didampingi Kiai Uu Ruzhanul Ulum.

"Sadesha sudah memiliki 6000 Hafizh Hafidzhah. Kiai yang terlibat pada program Sadesha baik kategori Pemberdayaan maupun Beasiswa tentunya ini merupakan langkah yang akan berkembang dari tahun ke tahun, dengan cara seperi ini Jabar akan terang benderang oleh cahaya Qur'an," ujar Kiai Cecep.

Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak ada di daerah lain, hanya ada di Jabar dan tepatnya di Kab. Cirebon.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar KH. Uu Ruzhanul Ulum mengatakan dalam sambutannya bahwa sektor pendidikan masih prioritas di Jabar. Karena menurutnya pendidikan merupakan pilarnya bangsa dan negara. 

"Negara bisa terhormat karena pendidikannya hebat. Begitupun sebaliknya, jika pendidikannya di bawah kurang hebat, prestisnya pun turun, dan tidak dihargai negara luar," tegasnya.

Maka dari itu, lanjut Kiai Uu, Jabar harus memiliki SDM yang unggul, yang juara, hebat. Akan tetapi Pemprov Jabar bukan hanya mendorong warga hebat di pendidikan duniawi, tetapi Pemprov Jabar juga mendorong rakyat memiliki SDM  hebat yang bersifat uhrowi.

"Makanya Jabar mengusung tagline Jabar Juara Lahir Batin, atau Jabar Juara Dunia Akhirat," sambungnya.

Ia menegaskan, pemimpin yang mendorong pendidikan bersifat duniawi saja itu wajar dan biasa tidak aneh. Akan tetapi, kata dia, seorang pemimpin mendorong memberikan perhatian kepada rakyat di samping pendidikan duniawi dan akhirat itu baru pemimpin luar biasa dan hebat.

"Pak Ridwan Kamil membuktikan dengan Perda pesantren yang baru ada di Jabar, karena itu pemerintah harus memberikan penyuluhan, pemberdayaan dan pembiayaan Pesantren di Jabar," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Kiai Uu, program lainnya, ada English for Ulama, Satu Pesantren Satu Produk yang akan mendapatkan 750 juta apabila menang dan murni itu bantuan. 

"Mana ada ulama disuruh dakwah di luar negeri, dibekali bahasa Inggris, hanya di Jabar yang paripurna di segala bidangnya," tegasnya.

Ia berharap ke depan ada sinergitas antara ulama dan umara lewat program seperti ini.

"Ada beberapa tantangan yang sulit dihindari dan sulit diabaikan pada kehidupan yang sesuai kondisi dan zaman. Tantangan itu diantaranya kelompok yang kerap mengadu domba supaya masyarakat Indonesia atau Jabar ini pecah yang mengatasnamakan Agama, Ormas, Suku atau kelompok," katanya.

Kemudian, lanjut Wagub Uu, lahirnya Radikalisme. Bukan hanya mengatasnamakan Agama, Radikalisme saat ini mengatasnamakan Suku, Ormas, atau Kelompok. Mereka menghalalkan cara demi tujuannya tercapai, melanggar Agama, Norma, sehingga Radikalisme tetap tumbuh di Jabar.

"Tantangan lainnya yakni Narkoba. Sekarang ancaman Narkoba tidak hanya di Kota Besar, tapi juga di pelosok Desa," ujar Wagub.

Selain itu, ancaman lainnya dari kemajuan dunia digital. Darinya banyak dampak negatif, tak jarang terjadi permusuhan yang mengatasnamakan dirinya paling baik sehingga terjadi perpecahan.

"Saya berharap kelompok Hafizh Hafizhah ini bersama Pemprov untuk mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin," imbuhnya.

Menurutnya, kegiatan kali ini adalah salah satu solusi atau cara bersama keluarga besar Nahdliyin dalam rangka menuju Jabar Juara Lahir Batin. "Memang hanya diikuti 900 orang, tapi saya yakin akan ada efek domino kemanfaatan dan kemaslahatan nya," ujarnya.

Selain itu juga kata Uu, kegiatan semacam itu akan mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, mengamalkan isi kandungan al-Qur'an.

"Kegiatan Tahfizh Award ini akan membawa maslahat tidak hanya pribadi tapi juga bagi Cirebon dan Jabar," tandasnya. (Nis/fas)