Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 14 Desember 2021

Rektor IAIN Cirebon Sambut Kedatangan Menteri Agama RI di Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas beserta rombongan pejabat Kementerian Agama RI saat tiba di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa, (14/12/2021).


FOKUS CIREBON - Kedatangan Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qaumas di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon disambut hangat Rektor IAIN Cirebon beserta jajarannya, Selasa, (14/12/2021).

Kedatangan Menteri Agama untuk melaunching Siber PAI, yang peresmiannya langsung dilakukan oleh Yaqut Cholil Qaumas, Menteri Agama  melalui virtual zoom meeting.

Selain kedatangan Menteri Agama, hadir pula Dirjen Pendis, Sekjen, Dirjen PTKI, dan tamu undangan lainnya.


Menteri Agama dan rombongan pejabat Kementerian Agama RI, langsung menuju ruang kerja Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, tak lama kemudian menuju ruang lobi dan pengambilan sesi pemotretan.

Usai di ruang lobi, Menteri Agama bersama rombongan, didampingi Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag beserta jajaran langsung menuju venue utama, di mana Siber PJJ PAI akan diresmikan. (din)






Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Resmikan Prodi PJJ PAI IAIN Cirebon, 200 Mahasiswanya Kuliah Gratis

Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan pidato peresmian Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa (14/12/2021).


FOKUS CIREBON - Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas secara resmi melaunching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa, (14/12/2021).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag dalam sambutannya mengatakan, di era serba digital seperti sekarang ini, metode pendidikan yang memanfaatkan media internet bukan lagi menjadi teknologi eksperimental. 

Hal tersebut dapat dilihat dari kenyataan bahwa saat ini perkembangan teknologi komunikasi dan informasi tersebut juga ikut melahirkan knowledge society.

Selain itu, pandemi Covid-19 juga ikut mendorong agar pemanfaatan teknologi informasi berupa internet, khususnya di pendidikan tinggi, terus dimaksimalkan. 

Hal ini kemudian di jawab oleh pemerintah melalui Kementerian Agama yang mengusung pengembangan pendidikan tinggi dengan menginisiasi pendidikan jarak jauh di IAIN Syekh Nurjati. 

"Tentu saja, pengimplementasian tersebut bukan sekedar memindahkan proses pendidikan ke ruang maya, namun juga mengaktualisasikan pendidikan jarak jauh dengan basis pengetahuan yang kompetitif," kata Sumanta.

Sumanta juga menjelaskan, pendidikan jarak jauh bukan hanya tentang ketersediaan teknologi komunikasi dan informasi, melainkan juga tentang kualitas materi ajar, pengajar, peserta didik, metode pedagogi, interaksi yang dapat diakomodir, dan sistem pendukung lainnya yang terus diupayakan dan dimaksimalkan oleh seluruh sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati.

Selanjutnya, dalam pengimplementasian pendidikan jarak jauh, tambah Sumanta, juga memerlukan integrasi sebagai upaya untuk memadukan ilmu agama (Islamic Studies/Dirasah Islamiyah) dengan ilmu umum (Islamic Science).

"Dalam pengimplementasiannya pada pendidikan jarak jauh, proses integrasi ilmu agama dan ilmu umum harus mampu menawarkan muatan nilai kearifan budaya lokal (local wisdom) yang merupakan bagian dari nilai-nilai Islam yang universal," katanya. 

Karena bagaimanapun hubungan Islamic Science dan Dirasah Islamiyah yang integratif memiliki konsekuensi dan implikasi berupa perluasan akses pendidikan ilmu keagamaan sekaligus penyelenggaraan pendidikan yang mampu menjabarkan nilai-nilai universal Islam dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Inilah yang kemudian menjadi spirit transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UISSI.

Selain itu, lanjut Sumanta, terdapat pula alasan historis yang ikut melatarbelakangi proses transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yaitu kenyataan bahwa Cirebon yang  memiliki kekayaan sosio-kultural keagamaan, pernah menjadi pusat penyebaran Islam sekaligus salah satu pusat penyebaran pengetahuan di Jawa Barat. 

Oleh sebab itu, pemilihan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai pilot project pendidikan jarak jauh diharapkan memiliki semangat menjadikan Cirebon kembali menjadi salah satu rujukan sekaligus destinasi pengetahuan. 

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag saat memberikan sambutan pada acara peresmian Prodi PJJ PAI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Akhirnya, IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai lembaga perguruan tinggi negeri yang ada di Cirebon berupaya maksimal untuk dapat mengimplementasikan pendidikan jarak jauh yang integratif yang mampu menginternalisasi nilai-nilai luhur dari budaya Cirebon ke dalam proses pembelajaran khususnya, dan lembaga perguruan tinggi secara umum. 

Karena itu, Sumanta berharap, transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon bukan hanya tentang keunggulan dalam pemanfaatan teknologi melalui pendidikan jarak jauh semata, namun juga dapat menjadi lembaga yang melahirkan knowledge society yang berhasil mempertalikan agama dengan nilai kebudayaan lokal melalui cara pandang yang moderat di ruang maya.

"Jadi sudah cukup jelas, bahwa kahadiran UISSI di Cirebon menjadi tonggak sejarah yang terbangun melalui sejarah panjang Kota Cirebon sebagai destinasi pendidikan Islam. Dan UISSI dalam proses transformasinya telah melahirkan satu pendidikan jarak jauh, yakni PJJ PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dirjen Pendis, Kemenag RI, Ali Ramdhani saat memberikan sambutan 0ada kegiatan peresmian Prodi PJJ PAI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Demikian juga sambutan yang disampaikan Prof Dr H Ali Ramdhani, Dirjen Pendis Kemenag RI, bahwa  kehadiran Cyber Islamic University ini didasari semangat untuk memenuhi janji konstitusi, yaitu memastikan bahwa tidak ada warga negara yang tidak terlayani untuk kuliah di perguruan tinggi keagamaan Islam.  

Dengan model pembelajaran yang sepenuhnya daring mulai dari proses pendaftaran mahasiswa sampai kelulusan, Cyber Islamic University diharapkan akan menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) pertama di Indonesia yang sepenuhnya diselenggarakan secara darring.

Dirjen Pendis menekankan, program PJJ ini untuk menemukan kualifikasi kompetensi yang bermuara kepada kesejahteraan.

Apalagi, katanya, ada 40 ribu guru madrasah yang belum memenuhi kualifikasi S1 dan ini yang kemudian menggugah Menteri Agama untuk segera menyambutnya dengan pendidikan yang berkualitas, melalui program PJJ Siber.

"Jadi sudah cukup jelas, bahwa IAIN ditetapkan sebagai UISSI sebagai pilot projek perguruan tinggi berbasis Siber, dan UISSI ini akan menjadi Siber PJJ PAI yang akan menjadi pilot projek. Selain itu, UISSI juga mampu menjadi pusat riset dan lainnya. Dengan demikian, IAIN Cirebon diharapkan menjadi titik episentrum bagi PTKIN lain," tandasnya.

Sementara sambutan Menteri Agama  Yaqut Cholil Qaumas, bahwa Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) ini sudah dimulai dengan dilakukannya soft launching Prodi Siber PAI. 

"Kita tinggal melakukan launching UISSI, hanya saja ada kendala di jumlah fakultas, sehingga saya meminta untuk disegerakan agar launching UISSI bisa segera dilakukan," terangnya.

Menteri agama juga menyatakan, UISSI ini merupakan program Kementerian Agama RI dan pertama di PTKIN pada kepemimpinan Yaqut Cholil Qaumas.

"Saya minta secara khusus dan menjadikan UISSI ini sebagai prioritas, kenapa, karena guru madrasah masih sulit kejar tingkat kesejahteraan. Masih belum bisa ikuti sertifikasi untuk syarat naikkan kesejahteraannya," paparnya.

Yaqut juga menjelaskan, kenapa sulit karena ada dua faktor, karena ketiadaan biaya untuk melanjutkan sekolah di perguruan tinggi dan kedua biasanya madrasah itu ada di pinggiran yang jauh dari perguruan tinggi.

Untuk itu, Yaqut berharap, ini bisa menjadi solusi bagi anak bangsa untuk lebih mudah mengakses pendidikan dan lebih hemat biaya. Terutama yang berada di pelosok-pelosok daerah di Indonesia agar mereka bisa dengan mudah mengakses pendidikan. Sehingga pendidikan berbasis Siber ini, benar-benar bisa membantu mereka.

Yaqut juga menegaskan, bahwa pandemik ini meskipun membawa kesulitan namun ada berkah, yakni menjadikan Universitas Islam Syber Syekh Nurjati Indonesia. 

"Kita atasi keterjangkauan secara finansial, kita buat sekolah murah secara virtual. Biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih sedikit, paling banter quota untuk mengikuti kuliah dan seluruh mahasiswa ini diberikan kuliah gratis, jadi sebanyak 200 mahasiswa PJJ PAI itu gratis" terangnya. 

Menteri Agama juga ingin bagaimana mengembangkan UISSI bukan hanya sekedar penuhi janji, terus goodby. "Itu ga boleh. Saya akan berikan target-target berikutnya usai launching. Saya berharap UISSI ini akan jadi Universitas papan atas pada waktunya. Kita harus punya perhatian penuh pada UISSI ini," jelasnya. (din)

Gua Sunyaragi, Tempat Bersejarah Yang Masih Eksis Di Tengah Kota


Oleh : Rubae’atul A’dawiyah
 
Cirebon merupakan salah satu Kota yang ada di Jawa Barat, yang biasa disebut dengan Kota Udang. Selain itu juga disebut dengan Kota Wali, hal tersebut disebabkan karena Syekh Syarif Hidayatullah yaitu seorang wali yang datang ke Kota Cirebon untuk menyebarkan agama Islam  dan kebudayaan Islam. Cirebon memiliki ragam budaya dan tempat bersejarah juga disebabkan oleh hal tersebut. Salah satunya adalah Gua Sunyaragi tempat bersejarah yang berdiri di tengah Kota beralamat di Jl. Sunyaragi No.5, Kec. Kesambi, Kota Cirebon.
 
Sejarah Awal Mula Gua Sunyaragi
Dahulu Gua Sunyaragi memiliki nama “Taman Kaputren Panyepi In Raga” memiliki arti tempat menyucikan diri dan jiwa yang berasal dari bahasa kearifan lokal. Nama Sunyaragi berasal dari dua kata yaitu Sunya dan ragi artinya Sunya adalah sunyi dan ragi adalah raga (tempat betapa atau bertawasul).  

Gua ini menarik perhatian karena bangunannya unik dan terletak di tengah Kota Cirebon, dibangun pada tahun 1529-1884 oleh keturunan Sunan Gunung Jati juga berasal dari keraton Kasepuhan, dengan memiliki luas 15 hektar yang dibangun disebuah danau besar dengan dikelilingi pohon jati. Namun, saat ini danau sudah mengering tidak seperti dahulu.
 
Arsitektur Bangunan yang Unik
Bangunan terbuat dari batu dengan pola, gaya ataupun corak terlihat percampuran gaya arsitektur dari Indonesia, Eropa, Cina, juga gaya Timur Tengah. Menurut salah satu pemandu ternyata ada mitos yang beredar bahwa seluruh bangunan terbuat dari batu karang diambil dari pantai selatan dan konon bangunan ini ditempel dengan putih telur lho.
 
Keunikan bangunannya yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung lokal bahkan sampai pengunjung manca negara. Sebelum adanya pandemi COVID-19 sebanyak 50 sampai 100 orang disetiap harinya, sedangkan ketika liburan pengunjung meningkat 2x lipat lebih banyak.

Sebelum pandemi pada tahun 2019 juga pernah mengadakan Festival Budaya Sunyaragi atau Sunyaragi Culture Festival yang memadukan sejarah, seni, dan budaya yang dikemas dalam satu kesatuan. Namun setelah adanya pandemi jumlah pengunjung berkurang, dan sangat memperhatikan mengenai protokol kesehatan guna keamanan dan keselamatan bersama. Sedangkan untuk jam operasional pukul 08.00 – 17.00 pada Weekday dan pada Weekend pukul 08.00 – 18.00 dengan harga tiket yang terjangkau.
 
Bagian dan Fungsi Gua Sunyaragi
Dengan luasnya Gua Sunyaragi terbagi menjadi 12 bagian Gua dengan fungsi yang berbeda pada masing-masingnya, yaitu : Gua Langse sebagai tempat bersantai. Gua Peteng sebagai tempat nyepi untuk kekebalan tubuh. Gua Arga Jumud sebagai tempat berkumpulnya orang penting keraton. Gua Padang Ati sebagai tempat bersemedi.

Gua kelanggengan sebagai tempat bersemedi agar langgeng daei jabatan.
Gua pengawal sebagai tempat berkumpul para pengawal sultan. Gua Pandekemasang sebagai tempat untuk membuat senjata tajam. Gua Simanyang sebagai tempat pos penjagaan. Gua lawa sebagai tempat khusus kelelawar. Gua pawon sebagai dapur dan penyimpanan makanan Bangsal Jinem sebagai tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih. Kompleks Mande Kemasan (sebagian bangunan sudah tidak utuh)
 
Tak heran jika Gua Sunyaragi menjadi tempat wisata yang harus dikunjungi oleh siapapun, karena bisa mengetahui sekaligus belajar sejarah, budaya juga religi, dan dari ke 12 Gua tersebut seperti Perawan Sunti, Bangsal Jinem, Gua Peteng dan Argojumut menjadi spot favorit pengunjung untuk berswafoto. Selain itu juga bisa menikmati fasilitas lain yang ada di tempat tersebut seperti sepeda gantung dan ayunan.

Senin, 13 Desember 2021

Bupati Minta Bank BKC Perluas Jaringan Kantor dan Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

FOKUS KAB CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri rapat kuasa pemilik modal (KPM) dengan Perumda Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kabupaten Cirebon (Bank BKC) di Hotel Patra, Kecamatan Kedawung, Senin (13/12/2021).

Dalam pertemuan itu, Bupati Cirebon bersama jajaran pengurus Bank BKC, membahas Rencana Bisnis Bank (RBB) yang akan dilakukan pada Tahun 2022.

Bupati Imron mengatakan, Bank BKC merupakan salah satu Bank Perkreditan Rakyat yang kepemilikan sahamnya 100 % milik Pemda Kabupaten Cirebon, pada posisi November 2021 menghasilkan laba yang paling besar dibandingkan dengan BPR lainnya yang milik Pemda di wilayah 3 Cirebon (Ciayumajakuning). Hal tersebut agar dapat dipertahankan.

"Pada pandemi Covid-19, Bank BKC mampu mancatatkan kinerja yang baik, "kata Bupati Cirebon.

Imron mengatakan, Bank BKC diminta untuk melakukan perbaikan fasilitas dan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan menambah jumlah jaringan kantor di setiap kecamatan wilayah Kabupaten Cirebon.

Selain memiliki kantor pusat, saat ini Bank BKC memiliki satu Kantor pusat Operasional (KPO), sebelas kantor cabang (KC) dan empat kantor kas (KK).

"Indikator yang menjadi bukti Bank BKC ini maju adalah, selalu diminati oleh masyarakat karena pelayanannya yang ramah, mudah dan cepat", katanya. (din)

56 Perwakilan SKPD Ikuti Kegiatan Sosialisasi Tata Hubungan Kerja


FOKUS KAB CIREBON.- Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si membuka acara Sosialisasi Tata Hubungan Kerja di Alamanis Gronggong Kecamatan Beber,  Senin (13/12/2021). 

Acara tersebut diikuti 56 perwakilan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. 

Dalam sambutannya, Sekda Rahmat mengatakan, penyelenggaraan birokrasi merupakan bagian dari proses penataan birokrasi untuk mewujudkan sistem penyelenggaraan pemerintahan agar menjadi efektif. 

"Saat ini reformasi birokrasi telah memasuki periode ketiga dan harapannya birokrasi bisa unggul di mata dunia seperti pelayanan publik yang semakin baik," katanya. 

Rahmat menjelaskan, sistem kerja  merupakan proses dari kinerja organisasi yang menggambarkan alur pelaksanaan tugas jabatan fungsional dalam suatu sistem dengan  mengedepankan kompetansi, keahlian atau keterampilan. 

Menurutnya, birokrasi di Jabar sangat berbeda dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Sehingga hasil pengadaan birokrasi dan administrasi ke jabatan fungsional itu dominannya simetris dan semua sama kota/ kabupatennya. Sedangkan di Jabar sesuai muatan lokal daerah tidak simetris. Ketika pengalihan jabatan administrasi ke jabatan lain, khususunya eselon IV ada perbedaan pastinya dengan kabupaten/kota di Jabar," katanya.

Sementara itu, Kabag Organisasi Setda Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, S.STP., M.Si mengatakan, tujuan diadakan sosialisasi ini untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan sistem kerja dan hubungan kerja dalam rangka penyederhanaan birokrasi di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Cirebon. 

"Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini bisa menyampaikan langkah- langkah antisipasi terhadap penyelenggaraan birokrasi ke depannya," katanya. (Bam)