Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 24 Mei 2022

Pemkab Cirebon Luncurkan Aplikasi Srikandi

FOKUS CIREBON, (FC) - Pemkab Cirebon meluncurkan aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). Aplikasi ini merupakan aplikasi umum bidang kearsipan dinamis, dan merupakan peluncuran aplikasi perdana di Provinsi Jawa Barat. Aturannya sesuai dengan yang diamanatkan Perpres Nomor 95/2018 tentang SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).

"Implementasi SPBE menjadi hal mutlak dilakukan pemerintah. Kita harus terus mengikuti perkembangan zaman. Untuk itu, SPBE menjadi kontrol kinerja lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia," kata Sekda Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno, dalam acara Launching dan Diseminasi Sistem Srikandi yang Terintegrasi dengan Sertifikat Elektronik Pemerintah Kabupatrn Cirebon, di Hotel Apita, Selasa (24/5/2022).

Menurut Sekda, dengan adanya SPBE, maka seluruh kinerja pemerintah dapat terintegrasi dan transparan. Penerapan SPBE juga mampu memangkas biaya belanja TIK, waktu, serta meminimalisir terjadinya praktik korupsi dalam pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah. Disamping itu juga, dapat mewujudkan proses kerja yang efisien dan efektif.

"Sistem ini juga bisa  meningkatkan kualitas pelayanan publik. Jadi bisa mengontrol semua kinerja lembaga pemerintah," ungkapnya.

Sementara itu, Kadis Kominfo Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan mengatakan, aplikasi Srikandi ini dikembangkan oleh ANRI. Mereka bekerja sama dengan Kemenpan RB, Kominfo dan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara). Hal itu, sesuai dengan Kep MENPANRB Nomor 679 Tahun 2020, telah ditetapkan sebagai aplikasi umum bidang kearsipan dinamis dan dimandatkan untuk dapat digunakan sekuruh instansi pusat dan pemerintah daerah. 

"Pemkab Cirebon berkomitmen mendukung penuh penerapan dan pengintegrasian Srikandi dalam sistem pemerintahan. Sehingga tujuan integrasi SPBE dapat tercapai dengan baik," ungkapnya.

Menurut Nanan, diterapkannya aplikasi Srikandi ini, diharapkan dapat meningkatkan indeks nilai SPBE Kabupaten Cirebon. Maka dari itu, dibutuhkan peran serta dan kolaborasi dari seluruh perangkat daerah dan semua stakeholder terkait. 

"Tujuan akhirnya adalah demi memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," jelas Nanan.

Sedangkan dalam persiapan penerapan aplikasi Srikandi, lanjutnya, telah dilakukan bimbingan teknis kepada para Arsiparis dan Pengelola Arsip perangkat daerah. Mereka nantinya dapat mengenal proses tata kerja aplikasi tersebut. Diharapkan, dapat segera diimplementasikan secara optimal. 

Nanan juga mengucapkan terima kasih kepada lembaga Arsip Nasional RI. Mereka sudah mendukung secara teknis, untuk memperlancar pelaksanaan Srikandi. Dirinya berharap, seluruh pejabat perangkat daerah segera memiliki sertifikat atau tandatangan elektronik, yang merupakan bagian dari aplikasi Srikandi. 

"Saya berharap semua pejabat perangkat daerah segera memiliki sertifikat. Karena ini merupakan bagian dari aplikasi Srikandi," tukasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 71 peserta, terdiri dari 31 orang perwakilan dinas dan badan, serta 40 peserta lainnya adalah Camat. Untuk narasumbernya sendiri berasal dari Pusat Data dan Informasi Arsip Nasional RI. (Yarfa)

Senin, 23 Mei 2022

Hasil Verval Faktual, Bisa Menekan Angka Kemiskinan

FOKUS CIREBON, (FC) - Angka kemiskinan di Kabupaten Cirebon bisa ditekan, asalkan Verifikasi dan Validasi (Verval) data yang dihasilkan faktual. Untuk itu, saat ini Pemkab Cirebon sedang melakukan Verval pada masing-masing desa. Langkah lainnya, monitoring di setiap kecamatan harus terus dilakukan.  

Demikian dikatakan Wabup Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih (Ayu), saat monitoring dan evaluasi program penanggulangan kemiskinan di Kecamatan Waled, Senin (23/5/2022). 

Ayu mengaku yakin, dengan adanya Verval dan langkah monitoring dari Pemkab Cirebon, akan menghasilkan single database yang valid.

"Saat diskusi tadi, ternyata ada selisih antara data DTKS dan data Puskesos tingkat desa. Ini kan harus segera disinkronkan, supaya datanya benar-benar valid. Kalau data sudah valid, berarti penerima bantuan memang real orang miskin," ungkap Ayu.

Pemkab sendiri lanjutnya, mempunyai target supaya setiap tahunnya bisa menurunkan angka kemiskinan. Setiap tahunnya, minimal bisa menekan angka kemiskinan sebanyak satu persen. Pasalnya, setiap bulan dipastikan pasti ada perubahan data orang miskin, karena banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi.

"Perubahan data setiap bulannya, itu sangat pasti. Karena pasti ada yang meninggal. Mereka secara ekonomi juga pasti ada perubahan. Di samping itu, pasti ada warga yang pindah. Nah faktor ini kan harus terus dimonitoring," jelasnya.

Ayu menyebutkan, data DTKS tidak bisa dirubah, meskipun pada kenyatannya secara ekonomi sudah berubah. Tapi, ketika menemukan kasus seperti itu, bantuan tersebut tidak bisa diberikan kepada mereka. 

Untuk itu, ada tiga skema menurunkan kemiskinan.  Skema tersebut adalah menurunkan pengeluaran, meningkatkan pendapatan dengan cara membuka lapangan pekerjaan, serta bagaimana intervensi Pemkab pada kantong-kantong kemiskinan. 

"Skema tersebut sedang kita jalankan. Kita akan buka lapangan pekerjaan pada kawasan industri. Kami juga harus intervensi secara intens, supaya bisa mengetahui secara detail, dimana lokasi kantong-kantong kemiskinan itu berada," paparnya. (Indah)

PJJ IAIN Cirebon Buka Program Studi S2

CIREBON, FC - Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di IAIN Syekh Nurjati Cirebon bakal ditambah. Selain Prodi PAI, PJJ juga dibuka untuk Prodi lain yang sudah akreditasi A.

Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, Prodi PJJ diminati banyak orang. Mulai dari guru dalam jabatan, ustad di pondok pesantren hingga tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Hal itu menjadi indikasi kesadaran masyarakat menempuh pendidikan tinggi mulai tumbuh. Pengembangan Prodi PJJ pun terus dilakukan dengan dibukanya 7 Prodi PJJ baru.

“Perlu kerja keras bersama. Banyak sekali masyarakat yang ingin masuk tapi kita masih membatasi program prioritas guru dalam jabatan,” kata Sumanta.

Pada tahun ajaran baru Prodi PJJ di IAIN Cirebon bakal menerima 2000 mahasiswa baru. Jumlah ini terbagi untuk seluruh Prodi PJJ yang sudah diresmikan.

Dirjen Pendis Kemenag, Prof Dr M  Ali Ramdhani  STP MT mengatakan, guna mengakomodir kebutuhan masyarakat terhadap PJJ, maka perlu ada perubahan juknis juklak. Pihaknya mengaku bakal melakukan evaluasi terkait hal itu.

Ali mengatakan, secara umum pelaksanaan PJJ di IAIN Cirebon sudah berjalan baik. Maka tak muluk-muluk jika ada pengembangan Prodi PJJ. Bahkan hingga jenjang S2.

Ali mengatakan, Kemenag masih punya anggaran cukup besar yang dapat digunakan untuk pelaksanaan Prodi PJJ sampai jenjang S2. “Angkanya relatif cukup untuk jumlah yang besar,” kata dia. (din)

Jumat, 20 Mei 2022

Kabupaten Cirebon Kembali Meraih Predikat WTP, Ini Yang Ke 7

CIREBON, FC - Untuk yang ketujuh kalinya, Kabupaten Cirebon berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI. Penyerahan WTP sendiri dilakukan di kantor BPK-RI Perwakilan Jawa Barat, Jumat (20/5/2020). 

Dalam sambutannya, Bupati Cirebon, Imron mengatakan, Pemkab Cirebon menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003. Isinya, tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 beserta perubahannya tentang Pemerintah Daerah. 

"Pemkab Cirebon telah melaksanakan kewajibannya untuk menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2021. Laporan ini, kami sampaikan ke BPK-RI Perwakilan Jabar untuk dilakukan audit," ungkap Imron. 

Menurutnya, BPK Jabar, telah  melakukan audit terhadap laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2021 melalui pemeriksaan interim. Pemeriksaannya sendiri dilakukan selama 25 hari, atau mulai tanggal 2 sampai tanggal 23 Februari 2022.

"Pemeriksaan terincinya dilaksanakan selama 33 hari kalender, mulai tanggal 22 Maret sampai tanggal 23 April 2022. Namun banyak kelemahan kami, sehingga masih ada  temuan-temuan yang harus kami tindaklanjuti demi perbaikan kedepan," papar Imron.

Bupati menyebutkan, dalam menindaklanjuti temuan-temuan, pihaknya telah menyusun rencana aksi (action plan). Nanti dalam implementasinya akan memantau dan memonitor, agar tindak lanjut hasil audit dapat terselesaikan tepat waktu. 

"Selama dalam proses audit, mulai dari entry meeting, exit meeting sampai dengan penyerahan hasil audit. Apabila terdapat tanggapan yang kurang dan menjadikan tidak berkenan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," jelas Imron. (din)

Mahasiswa KPI IAIN Cirebon Rebut Juara Dua Pada Kejuaraan Internasional di UNPAD

RASA SYUKUR : Percaya diri dan selalu bersyukur menjadi motivasi Sinta dalam memenangkan lomba mediation, dari  kejuaraan internasional yang diselenggarakan di UNPAD.

FOKUS CIREBON - Mahasiswa Komisi Penyiaran Islam (KPI), IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan prestasi gemilang. Riuh tepuk tangan bergemuruh menyambut sang idola yang dinobatkan juara 2 pada ajang bergengsi internasional. 

Siapa dia ?, Dia adalah Neng Sinta Khoerotunnisa, mahasiswa Semester 6 yang ikut dalam debut di kejuaraan lomba Mediation, tingkat Internasional, yang diselenggarakan oleh Fakultas ilmu komunikasi, universitas padjadjaran, Jum'at, (20/5/2022).

Terkait peserta, menurut Neng Sinta, sapaan akrab di kampusnya, peserta datang dari berbagai universitas yang ada di Indonesia bahkan dari luar Indonesia (luar negeri).

Dijelaskan, dalam ajang lomba ini, katanya, diikuti oleh team yang terdiri dari 3-5 orang. Sementara team dari pihaknya terdiri dari 5 orang.

"Alhamdulillah, kami dinobatkan juara 2, hasil ini tentu penuh dengan perjuangan, di mana kami harus memaksimalkan dalam proses pembuatan project ini dengan sering mengadakan meeting online bersama team. Selain itu juga kami mendapat arahan dari Bapak Mochamad Syaefudin M.I.Kom selaku dosen mata kuliah yang berkaitan," terang Neng Sinta.

Sinta juga mengaku tidak menyangka, jika dilihat dari persaingan yang begitu ketat apalagi lomba ini bertaraf internasional.

Tetapi, dengan modal kuat yang kita miliki, yakni motivasi, maka kemenangan akan bisa tergenggam. 

"Ya, motivasi kami adalah hadapilah setiap apa yang ada di depan kamu, karena itu adalah sebuah tantangan yang harus kamu selesaikan, jangan pernah berfikir kamu tidak bisa, yakin dan percaya bahwa di dalam diri kita mempunyai keistimewaan yang luar biasa, tetapi ingat jangan pernah lupa untuk bersyukur," katanya.

Neng Sinta menjelaskan, dalam lomba ini, dukungan penuh datang dari keluarga, teman-teman serta dosen mata kuliah yang memberi informasi terkait lomba tersebut, sehingga kita tergerak untuk mengikuti lomba yang di adakan oleh Fikom UNPAD.

"Harapannya semoga bisa mengangkat nama baik dan memperkenalkan kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon adalah kampus yang mampu bersaing di ajang nasional maupun internasional serta bisa menjadi wadah bagi mahasiswa lain yang ingin menyalurkan prestasinya di bidang apapun.
Semoga bisa menjadi acuan bagi teman-teman supaya termotivasi dalam mengembangkan bakatnya," pungkas Sinta. (Udin)