FOKUS CIREBON, FC - Kegiatan melibatkan PTKIN Se-Indonesia menjadi momen penting bagi para mahasiswa yang tergabung dalam Senat Mahasiswa (SEMA). Di mana SEMA IAIN Cirebo.ln dipercaya sebagai tuan rumah pada kegiatan dialog kebangsaan yang melibatkan PTKIN Wilayah-II, Selasa (08/07/22).
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Jumat, 08 Juli 2022
IAIN Cirebon Tuan Rumah Dialog Kebangsaan PTKIN Se-Indonesia
Kamis, 07 Juli 2022
Wabup Tinjau Kandang, Pastikan Hewan Kurban Bebas PMK
KABUPATEN CIREBON - Merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, khususnya sapi dan domba membuat masyarakat khawatir. Terlebih, menjelang Hari Raya Idul Adha, tidak sedikit warga yang ragu akan kualitas hewan yang akan dikurbankan.
Berbagai langkah telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Diantaranya adalah, memberikan sosialisasi pelaksanaan Qurban ditengah wabah PMK, dan juga memeriksa langsung kondisi hewan kurban di kandang.
Seperti yang dilakukan Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih SE M.Si, Kamis (7/7/2022) saat mengunjungi salah satu kandang milik Kelompok Tani Ternak Sapi (KTTS) Pengguyangan Desa Jatimerta, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Sidak ini juga sekaligus memastikan kondisi hewan ternak di dalam kandang tersebut dalam keadaan sehat dari PMK maupun penyakit lainnya.
Dijelaskan Ayu, sapaan akrab Wabup, tercatat ada 53 desa dari 23 kecamatan yang terdampak PMK. Untuk jumlah hewan ternaknya sendiri, Ayu sebut mencapai ribuan.
"Ada sekitar 1500 ekor ternak yang terkena PMK. Sudah 500 ekor dinyatakan sembuh. Artinya, hingga saat ini ada peningkatan kesembuhan hewan yang terkena PMK," kata Ayu.
Diungkapkan Ayu, Pemkab Cirebon kesulitan dalam melakukan penanganan terhadap wabah PMK ini. Pasalnya, tidak sedikit anggaran yang dibutuhkan dalam memberikan pengobatan maupun pencegahan hewan ternak terhadap PMK.
"Bantuan biaya tak terduga (BTT), baik dari pemerintah derah, provinsi sudah ada, tetapi Pemkab juga menerima bantuan CSR untuk penanganan seperti pembelian obat dan vaksin. (Bantuan CSR) ini jelas membantu, karena anggaran kita tidak memungkinkan," katanya.
Di samping itu, Ayu juga merasa senang dengan langkah yang dilakukan peternak dalam menghadapi wabah PMK. Khususnya di lokasi yang didatangi, Ayu sebut para peternak sudah lebih paham cara mencegah maupun mengobati PMK.
"Mereka para peternak menggunakan jamu untuk menjaga kesehatan sapi, sehingga sekarang kondisi sapi di Jatimerta dalam keadaan fit dan siap untuk kurban. Kalau ada sapi yang terkena PMK mereka tidak menjualnya," ujarnya.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, drh. Encus Suswaningsih mengatakan kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Cirebon sendiri mencapai belasan ribu ekor. Dengan adanya wabah PMK, Encus meyakini ada penurunan jumlah.
"Kalau domba biasa kisarannya 13 sampai 15 ribu ekor. Sedangkan sapi mencapai 15 ribu ekor yang buat kurban. Akan tetapi, tahun sekarang kemungkinan berkurang akibat PMK. Untuk data pasti kita belum bisa sebut, karena biasanya satu sampai dua minggu setelah hari Tasrik. Data nantinya kita kalkulasikan terlebih dahulu," ujarnya.
Disinggung jumlah kebutuhan keseluruhan tanpa terpengaruh Idul Adha, ia menyebut kebutuhan sapi jenis pedaging yang masuk Kabupaten Cirebon mencapai 18 ribu ekor per tahunnya. "90 persen sapi di Kabupaten Cirebon didapatkan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, sapi impor lebih dominan dari sapi lokal," katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ternak Sapi Desa Jatimerta, Jumadi mengatakan ada 203 sapi yang ada di kelompok. Namun ada sebagian yang mati akibat PMK.
"Ada 11 ekor sapi yang dijagal paksa dan empat mati akibat PMK. Sapi yang mati langsung dikubur," katanya.
Jumadi menjelaskan, sebelumnya ada beberapa sapi milik kelompoknya yang terkena PMK. "Awal PMK ada tujuh sapi yang kena, itu tertular dari ternak sebelah. Namun kami langsung tangani dan sekarang sudah sembuh semua" ujarnya. (Indah)
Dua Jurusan di Fakultas UAD IAIN Cirebon Raih Predikat Unggul
FOKUS CIREBON, FC - Kabar gembira datang dari Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI), di mana jurusan ini mendapat predikat unggul. Berarti tahun 2022 ini, ada dua jurusan di Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang mendapat predikat unggul.
"Alhamdulillah, di tahun 2022 ini ada dua jurusan di FUAD yang mendapat predikat unggul, pertama Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) dan Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI), dan tentu sebagai Dekan FUAD kami sangat bersyukur dengan raihan predikat unggul ini," ungkap Dekan FUAD, Dr Hajam, M.Ag kepada fokuscirebon.com, Kamis, (7/7/2022).
Selain ungkapan rasa syukur, kata Hajam, Ini juga merupakan satu kegembiraan, baik kegembiraan secara akademik maupun kegembiraan civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon, karena pencapaian ini merupakan bentuk perjuangan yang luar biasa dengan berbagi macam tahapan-tahapan dalam mencapai nilai SK tersebut.
Wakil Walikota Cirebon Pimpin Rapat Kerja IPHI dan Hasilkan Tiga Point
FOKUS CIREBON, FC - Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati menghadiri rapat kerja daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Cirebon, Kamis (7/7).
Sebagai Ketua IPHI Kota Cirebon, Eti Herawati memimpin rapat kerja dan menghasilkan 3 poin utama. Di antaranya susunan kaderisasi, dakwah IPHI dan pembinaan UMKM.
"Semoga bersama IPHI Kota Cirebon kita bisa maju bersama, menjaga kemabruran haji dan memberikan manfaat untuk masyarakat," terang Eti.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Cirebon juga mengukuhkan pengurus Majelis Taklim Perempuan IPHI Kota Cirebon. (Heri)
DKP Jabar Melalui UPTD PSDKP WS Melakukan Kunjungan dan Monitoring ke lokasi Balai Benih Ikan (BBI) Tonjong Sukabumi
FOKUS SUKABUMI - Untuk mendukung ketertiban dan kesesuaian proses pembudidayaannya, DKP Jabar melalui UPTD PSDKP WS melakukan kunjungan dan monitoring ke lokasi Balai Benih Ikan (BBI) Tonjong yang berlokasi di Kecamatan Pelabuhanratu Kab.Sukabumi. (6/7/22)
Kabupaten Sukabumi merupakan daerah penghasil benih sidat dari tangkapan alam yang tidak hanya menunjang usaha budidaya lokal, namun turut juga menunjang bisnis budidaya sidat di seluruh Indonesia.
Saat ini tingkat kelangsungan bibit sidat sangat rendah, oleh sebab itu Food and Agriculture Organization (FAO-IFish) bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Pemda Kab.Sukabumi melalui proyek penelitian yang bertempat di BBI Tonjong Sukabumi berupaya untuk meningkatkan survival rate sidat dari fase benih ke anakan. (Sugeng)















