Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 15 Juli 2022

Wawali Bersama Walikota Cirebon Membuka Kegiatan Memayu Kota Cirebon

FOKUS CIREBON, FC - Bersama Pak Wali membuka kegiatan Memayu Kota Cirebon, Jumat (15/7). Memayu Kota Cirebon dilakukan untuk memberikan kesan indah, bersih, rapi dan terang saat malam hari.

Memayu Kota Cirebon merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-653 Cirebon dengan melibatkan seluruh perangkat daerah dan unsur masyarakat lainnya.

Seperti yang disampaikan Pak Wali bahwa penyelenggara pemerintahan harus jadi pelopor dan motivator untuk mengajak masyarakat ikut serta dalam kerja bakti secara massal hingga ke tingkat kelurahan dan RT/RW. (bam)

Kamis, 14 Juli 2022

Akan Berlabuhnya Kapal Arka Kinari, Wakil Walikota Cirebon Menerima Kunjungan dari Sinau Art

CIREBON KOTA - Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati menerima kunjungan  dari Sinau Art, KSOP, Pelindo terkait akan berlabuhnya Kapal Arka Kinari di Pelabuhan Cirebon. 

Kapal Arka Kinari adalah sebuah kapal klasik dengan dua layar dan dilengkapi dengan panel surya. Pelayaran kapal Arka Kinari merupakan kampanye krisis iklim dan kelestarian laut. 

"Ini adalah sebuah perjalanan panjang Arka Kinari dari Samudra Pasifik menuju Indonesia," kata Wakil Walikota Cirebon.

Tim kapal juga berkerjasama dengan Program Jalur Rempah dalam menyambangi peninggalan-peninggalan masa jaya jalur rempah dari mulai cagar budaya, hingga menampilkan warisan budaya tak benda.

"Berkolaborasi dalam sebuah pertunjukan hasil lintas budaya serta melakukan edukasi ke generasi muda lewat workshop dan konser kapal. Tunggu kedatangannya ya," ujarnya. (Indah)



UPTD PSDKP WA Melakukan Pengawasan Usaha Perikanan Tangkap

JABAR, FC - UPTD PSDKP WS melakukan Pengawasan Usaha Perikanan Tangkap di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, (14-15/07/22) 

Lokasi pertama yaitu menindaklanjuti aduan masyarakat terkait kerusakan wilayah pesisir Desa Cidadap dengan melakukan drone survey mapping di lokasi dan pulbaket terhadap masyarakat sekitar. 

Lokasi kedua berada di TPI Pamayangsari untuk melakukan pengawasan pelaku usaha penangkapan ikan di laut sampai dengan 12 mil pada saat kedatangan kapal. 

Dari kegiatan tersebut ditemukan adanya hasil tangkapan lobster yang tidak sesuai ketentuan dalam Permen KP 17 Tahun 2021 sehingga dilakukan pembinaan dan pelaku usaha menyerahkan dengan sukarela hasil tangkapan tersebut untuk dilakukan pelepas liaran kembali. (Sugeng)


Selasa, 12 Juli 2022

Jalin Hubungan Alumni dan Jurusan, Dua Prodi KPI PTKIN Gelar Kegiatan 'Ngobses'

 

Jurusan Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon gagas kegiatan 'Ngobses' (Ngobrol Sukses) bersama Jurusan Prodi KPI UIN KH.Abdurrahman Wahid Pekalongan, dan para alumni KPI.


FOKUS CIREBON, FC - Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Islam  IAIN Syekh Nurjati Cirebon bekerjasama dengan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah UIN KH.Abdurrahman Wahid Pekalongan mengadakan kegiatan Webinar 'Ngobes' (Ngobrol Sukses), Selasa, (12/7/2022).  

Dalam kegiatan tersebut, ratusan mahasiswa dan mahasiswi kedua PTKIN mengikuti sharing session “Ngobses' (Ngobrol Sukses) bersama Alumni KPI berprestasi dengan tema “Build Your Tenacity and Spirit to Achieve Succes”di Live Via Zoom Meeting dan Streaming YouTube KPI Syekh Nurjati Cirebon.

Opening Speech pada kegiatan tersebut di antaranya, Dr. Hajam,M.Ag,
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kemudian H. Aan Mohamad Burhanudin, MA, Ketua Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan sambutan terakhir oleh Vyki  Mazaya,M.Si, Ketua Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah UIN KH.Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Kegiatan Ngobses kian seru ketika sejumlah narasumber seperti Dr. Ella Padilah, S.Sos.I, M.Pd.I (Alumni KPI, Dosen Universitas Tarumanegara Jakarta), Miftachudin S.Sos (Alumni KPI, Reporter dan Penyiar LPPL Radio Kota Santri Kab.Pekalongan), Ana Melani, S.Kom.I MSc (Alumni KPI, Dosen Universitas Singaperbangsa Karawang)
dan Nur Kumala, S.Sos, M.Sos (Alumni KPI, Penulis opini di NU Online Jateng) memaparkan materi dihadapan ratusan mahasiswa dan mahasiswi KPI.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Dessy Kushardiyanti, MA, Dosen Prodi KPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon, berjalan sukses dan dapat diakses di Link Registrasi
https://forms.gle/RzXWLSUCJfkFrzQx5 dan Link Zoom Meeting di  https://bit.ly/NGOBSESKPI. 

Menurut H Aan Mohamad Burhanudin, MA, bahwa pada kegiatan tersebut quota terbatas. Namun peserta 'Ngobses' mendapatkan free sertifikat. 

Aan juga menegaskan, bahwa tujuan kegiatan 'Ngobses' ini adalah untuk memberi ruang khusus bagi alumni, untuk berkiprah dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Selain itu, kata Aan, juga untuk menjalin hubungan yang kuat antara alumni dan jurusan dalam rangka tracer studi, juga 
upaya untuk memotivasi dan meningkatkan kemampuan mahasiswa baik secara akademik maupun non akademik.

"Jadi kegiatan 'Ngobses' ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kerjasama yang lebih kontekstual dan bermanfaat antara jurusan KPI Cirebon dan KPI Pekalongan dalam rangka meningkatkan IKU PT," tandasnya. (din)

Komisi I DPRD Kota Cirebon Tinjau Langsung Pelaksanaan Retribusi Parkir Zona Khusus



CIREBON, FC – Komisi I DPRD Kota Cirebon meninjau langsung pelaksanaan penarikan retribusi parkir di sejumlah ruas jalan zona khusus, Selasa (12/7/2021).

Di samping itu, sejumlah anggota dewan memantau sosialisasi ‘Tanpa Karcis, Parkir Gratis’ yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Cirebon.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto menyampaikan, berdasarkan hasil tinjauan anggota DPRD, Dishub sudah melakukan apa yang sudah diarahkan melalui rapat kerja bersama Komisi I. Yaitu, jika tanpa karcis, tarif membayar parkir digratiskan.

Upaya tersebut dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat, bahwa karcis merupakan alat bayar parkir untuk memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah.

Selain itu, sebagai langkah pengawasan agar tidak ada oknum juru parkir memanfaatkan karcis untuk kepentingan pribadi.

Hanya saja, menurut Dewa, pengawasan dari petugas Dishub di lapangan masih perlu ditingkatkan. Mengingat masyarakat belum sepenuhnya paham bahwa retribusi parkir sudah menyesuaikan aturan terbaru, yakni Perda Nomor 3/2021 tentang Retribusi Jasa Umum.

“Cuma pengawasan yang masif belum ditemukan. Banyak masyarakat yang belum tahu aturan baru. Tarif parkir sudah ditetapkan sesuai aturan terbaru. Jangan kasih kesempatan, tanpa karcis parkir gratis,” ungkapnya saat meninjau pelaksanaan retribusi parkir di Jalan Winaon dan Pasuketan.

Politisi yang akrab disapa Dewa itu pun akan meminta Dishub untuk menambah alat peraga sosialisasi tarif parkir di empat zona tarif khusus parkir. Yakni, Jalan Pasuketan, Jalan Winaon, Jalan Pecinan dan Jalan Kanoman.

Menurutnya, keempat ruas jalan tersebut menjadi zona khusus sebagai pilot project untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah dari sektor parkir. Dia menyebutkan, hingga semester I tahun 2022, pendapatan dari retribusi parkir baru mencapai Rp 900 juta.

Angka itu masih jauh dari target realisasi pendapatan sebesar Rp 4,6 miliar dalam setahun. Kendati realisasi kemungkinan besar tidak bisa mencapai target, Dewa berharap melalui pembenahan pelaksanaan retribusi di zona khusus ini bisa memaksimalkan potensi pendapatan.

“Empat jalan ini pilot project untuk menata pelaksanaan retribusi parkir. Kalau pembenahan ini berhasil, maka akan diadopsi di ruas jalan lain,” terangnya.

Sementara itu, juru parkir di Jalan Pasuketan, Rusmadi mengaku kesulitan untuk menarik retribusi dari masyarakat sesuai tarif baru. Sebagian masyarakat menganggap remeh jasa parkir dengan tidak membayar atau membayar tetapi tidak sesuai dengan tarif yang sudah ditentukan.

“Kadang kalau dikasih karcis ya tidak mau. Padahal mobil itu tarifnya Rp 4 ribu, tapi kebanyakan bayarnya cuma Rp 2 ribu. Kalau motor itu Rp 2 ribu, tapi ada juga yang tidak mau bayar. Padahal karcisnya ada,” katanya. (din)