Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 03 Agustus 2022

161 Peserta Ikuti Tes Program Magister dan Doktor Pascasarjana IAIN Cirebon

Guru Besar sekaligus Direktur Pascasarjana IAIN Cirebon, Prof Dr H Dedi Djunaedi M.Ag bersama para dosen Pascasarjana pada kegiatan pembukaan tes wawancara program studi Magister dan Doktor. 


FOKUS CIREBON, FC - Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali mengadakan proses penerimaan calon mahasiswa baru untuk Program Magister dan Doktor. 

Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari, Senin - Selasa (1-2/8/2022) ini, diikuti sebanyak 161 peserta. "Tahun ini peserta tes berjumlah 161 orang dengan rincian 134 program Magister dan 27 orang program Doktor," terang Direktur Pascasarjana, Prof Dr H Dedi Djunaedi M.Ag dalam sambutannya pada pembukaan tes wawancara. 

Dedi menjelaskan, bahwa tes dilakukan melalui 2 tahap yaitu tulisan yang meliputi TOEFL dan TOAFL serta TPA (Khusus Program Doktor) dan lisan melalui wawancara. 

Sementara tes tulisan dilakukan secara online bekerjasama dengan PPB IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan wawancara secara offline. 

Dedi juga mengungkapkan rasa bahagianya atas kepercayaan para calon mahasiswa menjadikan Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai labuhan studi lanjut. 

"Tentunya tidak mudah membuat keputusan kecuali memang didasari oleh  kepercayaan yang tinggi akan kualitas layanan dan produk akademik serta tracking record yang selama ini telah di bangun di Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon," kata Dedi.

Untuk itu, lanjut Dedi, yang juga Guru Besar dan dikenal orator ulang, bahwa Pascasarjana akan terus berkomitmen menjaga nama baik dan pada saat yang sama memastikan bahwa para calon mahasiswa ketika diterima sebagai mahasiswa harus juga menunjukkan kinerja yang unggul, agar nantinya mereka menjadi lulusan-lulusan yang tidak saja cepat menyelesaikan studinya tepat waktu, akan tetapi bermanfaat bagi masyarakat. 

Di akhir sambutannya, Dedi mengajak para peserta untuk meneriakkan slogan yang selama ini menjadi ciri khas Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon "Pascasarjana Yes, Pascasarjana Fight, Pascasarjana Win". (din)

Selasa, 02 Agustus 2022

Melalui Semangat Penilitian dan Publikasi, Aan Jaelani Kini Menyandang Gelar Profesor

Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag

CIREBON, FC - Mendapatkan gelar profesor menjadi keinginan semua dosen, karena gelar tersebut merupakan jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi.

Hal itu sudah ditempuh oleh Dr H Aan Jaelani MAg. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, dengan perjuangan gigihnya sejak mengejar hingga sampai di puncak jabatan tertinggi diraihnya dan saat ini gelar profesor pun sudah disandangnya. 

Pria kelahiran Cirebon 1 Juni 1975 ini telah mengajukan usulan sebagai guru besar pada 10 Desember 2020. Kemudian, pada 19 Juli 2022, Surat Keputusan pengangkatan Prof Dr H Aan Jaelani MAg sebagai guru besar diterbitkan.

Bahkan, dalam surat keputusan tersebut, Prof Aan Jaelani sudah ditetapkan menjadi guru besar di IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bidang Ilmu Ekonomi Islam mulai tanggal 1 Juli 2022.

Surat pengangkatan tersebut diterbitkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen dengan Nomor 47881/MPK.A/KP.07.01/202.

Artinya, jika dihitung dalam rentang waktu tersebut, hanya butuh waktu sekitar 19 bulan bagi Prof Aan Jaelani untuk menjadi guru besar.

Jurnal terindeks scopus kerap dianggap momok menakutkan bagi dosen-dosen yang ingin mengejar gelar profesor. Namun, menurut Prof Aan Jaelani, melakukan penelitian dan mempublikasikan hasil riset atau pemikiran sesuai bidang ilmu dan keahliannya tersebut merupakan kewajiban bagi seorang dosen.

Prof Aan Jaelani menjelaskan, publikasi tersebut salah satunya dapat dilakukan di Jurnal Internasional Bereputasi (JIB) yang terindeks Scopus atau Web of Science (WoS).

Publikasi ilmiah pada JIB, imbuh Prof Aan Jaelani, tidak diukur dari sulit dan mudahnya. Melainkan bergantung pada kebiasaan atau tradisi akademik dalam menulis tiap dosen yang seyogyanya rutin dilakukan setiap semester atau setiap tahunnya.

“Seperti seorang pengemudi yang rutin dan biasa mengendarai mobil, ia makin terbiasa berkendaraan di jalan raya, termasuk memahami dan menaati rambu-rambu lalu lintasnya. Itu analogi menulis dan mempublikasikan karya ilmiah,” jelasnya.

Prof Aan Jaelani mengaku, sejauh ini dirinya telah menulis 3 jurnal terindeks scopus tahun 2017 dan 2020. Dari 3 jurnal tersebut, 2 di antaranya sudah terbit dan 1 masih dalam tahap editing atau proses terbit di tahun 2022.

Sedangkan jurnal WoS, imbuh Prof Aan Jaelani, dirinya juga sudah membuat 3 jurnal tahun 2020 dan 2021 yang 2 di antaranya sudah terbit dan 1 masih tahap editing atau proses terbit di tahun 2022.

Tidak hanya itu, Prof Aan Jaelani memiliki pengalaman panjang terkait publikasi ilmiah pada JIB hingga ditetapkan sebagai profesor. Publikasi ilmiah tersebut terkait pengakuan atau rekognisi keilmuan dan kepakaran dosen dalam bidangnya oleh kalangan peneliti atau penulis dunia, baik nasional maupun internasional.

“Ini penting untuk membangun budaya akademik yang terkoneksi dengan banyak peneliti atau penulis dunia. Bagi dosen perlu membangun kepercayaan internasional itu dengan profil keilmuannya pada database publikasi internasional, seperti Scopus, WoS, ORCID, Publon, GS, ResearchGate, dan lainnya,” terangnya.

Bahkan, kepakaran Prof Aan Jaelani pun sudah diakui dengan dilibatkan menjadi reviewer pada Litapdimas Diktis Kemenag tahun 2017 hingga sekarang, reviewer pada 11 jurnal nasional terakreditasi SINTA, dan 9 jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus/WoS.

Yang lebih membanggakan, pengindeks jurnal internasional, PUBLON yang dimiliki WoS menetapkan Prof Aan Jaelani sampai sekarang sebagai Excellent Reviewer (https://publons.com/wos-op/researcher/1269851/aan-jaelani/).

Selain itu, Prof Aan Jaelani juga berkolaborasi dengan para penulis dunia dalam publikasi ilmiah atau pengembangan fitur-fitur riset.

Sejak tahun 2017 hingga sekarang, Prof Aan Jaelani juga tercatat sebagai anggota Elsevier Advisory Panel dalam pengembangan fitur publikasi dan riset pada penerbit bereputasi Elsevier.

Menurut Prof Aan Jaelani, dosen memiliki kewajiban melaksanakan tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk itu, jabatan profesor bersifat akademik yang memiliki kewajiban menulis buku, menghasilkan karya ilmiah bereputasi, dan menyebarluaskan gagasannya kepada masyarakat luas.

Sehingga, kata Prof Aan Jaelani, kepakaran seorang profesor dalam bidang ilmunya memiliki kontribusi riil dalam membangun masyarakat dan bangsa.

Untuk itu, Prof Aan Jaelani mengungkapkan, seorang profesor tetap memerlukan update atas kepakaran keilmuannya seiring perubahan zaman, waktu, dan tempat yang mendorong untuk berkontribusi dalam pemecahan masalah dalam lingkup keilmuannya.

“Harapan tertinggi, seorang profesor tetap istiqamah dengan tradisi akademiknya. Hanya kepada Allah Yang Maha ‘Alim berharap atas limpahan ilmu-Nya,” tuturnya.

Direncanakan, pengukuhan Prof Aan Jaelani sebagai guru besar akan dilaksanakan pada Jumat (12/8/2022) bersamaan dengan Dies Natalies IAIN Syekh Nurjati Cirebon. (din)

Minggu, 31 Juli 2022

Cirebon Expo 2022, Ajang Pulihkan Ekonomi Masyarakat


Bupati Cirebon, Drs. H. Imron MAg 


KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron MAg menyambut baik diadakannya kegiatan Cirebon Expo 2022 yang digelar di Halaman Parkir Sport Center Watubelah, Kecamatan Sumber.

Dijelaskan Imron, selama ini ekonomi masyarakat terpuruk akibat pandemi. Oleh sebab itu, Imron melihat diperlukan langkah strategis guna menumbuhkan kembali kondisi perekonomian masyarakat.

"Saya berterima kasih kepada penyelenggara yang telah melaksanakan Cirebon Expo 2022 ini. Semoga kegiatan ini bisa memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat pasca pandemi," ujar Imron usai membuka kegiatan, Minggu (31/7/2022).

Imron juga mengajak kepada masyarakat untuk datang dan menghadiri Cirebon Expo 2022 ini. "Mari kita ramaikan Cirebon Expo ini, karena ada pameran UMKM Kabupaten Cirebon dan juga pasar rakyat," tutupnya ketika mengunjungi salah satu stand yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, yakni stand BPR Kabupaten Cirebon (BKC). Bupati mengapresiasi partisipasi serta kesiapan para peserta yg mengikuti kegiatan ini.

Ketua Pelaksana Cirebon Expo 2022, Dedi Dahuri menyebut kegiatan ini mundur dari jadwal awal pada Maret 2022 lalu. Hal tersebut, kata dia, dikarenakan kondisi pandemi yang belum berakhir.

"Kita awalnya ingin melaksanakan kegiatan ini dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Cirebon. Tetapi, karena pandemi, akhirnya baru bisa terealisir sekarang yang dimulai dari tanggal 22 Juli hingga 6 Agustus 2022 mendatang," terang Dedi.

Ditambahkannya, masih banyak pelaku usaha maupun BUMN, serta BUMD yang tidak ikut serta dalam pameran. Dia mengatakan, ada ketidaksiapan dari peserta untuk mengikuti kegiatan kali ini.

"Kembali lagi, karena pandemi, banyak perusahaan yang kita undang tidak jadi ikut serta. Tetapi, kita sangat bersyukur masih ada pelaku UMKM dan juga perusahaan yang ambil bagian," ungkapnya.

Selain pameran UMKM, Dedi menegaskan adanya pasar rakyat yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mendapatkan hiburan murah. "Pasar rakyat ini juga segmentasinya semua kalangan masyarakat. Banyak permainan dan wahana yang bisa dinikmati warga. Semoga kegiatan ini bisa terus kita laksanakan, agar UMKM berkembang dan tentunya masyarakat mendapatkan hiburan," ujarnya.

Sementara itu, nampak beberapa perusahaan ikut andil dalam pameran pada Cirebon Expo 2022 kali ini. Diantaranya Perumnas Cabang Cirebon, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cirebon, BPR Kabupaten Cirebon (BKC), BPR Cirebon Jabar (BCJ), Bank BJB Cabang Sumber, Galeri UMKM Disperdagin Kabupaten Cirebon dan perusahaan lainnya. (Nisa)

Sabtu, 30 Juli 2022

Hari Jadi Ke 653 Cirebon Banyak Capaian Yang Diraih Pasangan Azis dan Eti

CIREBON, FC - Peringatan Hari Jadi ke-653 ini bertepatan dengan tahun keempat pemerintahan Nashrudin Azis dan  Eti Herawati, sebuah perjalanan yang luar biasa.

Terlebih kita diuji pandemi global Covid-19 pada 2020-2021. Meski begitu, alhamdulillah kita mampu mengatasinya bersama dengan semua unsur. Bahkan kita mampu bergegas bangkit.

Misalnya terlihat pada keberhasilan mengendalikan inflasi pada posisi 1,81 persen, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 74,89 poin menjadi 75,25 poin (tertinggi se-Ciayumajakuninh dan ke-6 di Jawa Barat), dan capaian lainnya.

"Dalam peringatan Hari Jadi ke-653 Cirebon ini, kami mengusung tema “Cirebon Ngobeng Yuh”. Sebuah narasi pendukung untuk mengingatkan kita semua, bahwa kerja-kerja besar dalam pembangunan hanya dapat terwujud ketika kita melaksanakannya dengan semangat persatuan dan gotong royong," kata Azis.

Karena itu, Azis tidak bisa untuk menggelorakan semangat kerja komunal, semangat persatuan, semangat gotong royong untuk melakukan pembangunan dan pemulihan pascapandemi di Kota Cirebon.

"Selamat Hari Jadi Cirebon, kota tercinta, kota kita semua, kota penuh kedamaian, kota yang terus bergerak maju, kota yang berdaya saing dan kota yang menginginkan masyarakatnya sejahtera," tandas Walikota Cirebon. (Nisa)

Peringatan HAN, Bupati Minta Jaga Anak-anak Kita Sebagai Generasi Penerus Bangsa

KABUPATEN CIREBON - Kasus kekerasan terhadap anak yang belakangan kerap terjadi di beberapa wilayah, membuat Bupati Cirebon Drs. H. Imron MAg miris. Padahal, Imron menegaskan anak merupakan penentu kondisi bangsa dimasa depan.

Dijelaskan Imron, karakter anak sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan, baik itu keluarga sebagai lingkungan terkecil maupun dalam lingkungan masyarakat luas.

"Jika lingkungan keluarga dan sekitarnya baik, maka pasti anak akan tumbuh sebagai pribadi yang baik pula. Akan tetapi jika sebaliknya, maka karakter anak akan mudah terpengaruh khususnya yang negatif," ujar Imron usai membuka Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2022, Jumat (29/7/2022) di Pendopo Bupati Cirebon.

Dikatakan Imron, banyaknya pemberitaan terkait perundungan terhadap anak, membuat dirinya merasa prihatin. Pasalnya, sebuah tindakan perundungan dapat meninggalkan bekas mendalam kepada korbannya.

"Jika sang anak memiliki mental lemah, maka dia akan trauma dan cenderung lebih tertutup. Apabila sang anak mentalnya buruk, maka jika nanti dia sudah besar, bukan tidak mungkin melakukan hal yang sama terhadap anak yang umurnya dibawah dia. Itulah dampak buruk dari kasus kekerasan yang marak saat ini," terang Imron.

Oleh karena itu, Imron meminta kepada semua pihak untuk tidak lagi acuh terhadap perilaku menyimpang pada anak. Terlebih, jika ada kasus perundungan yang diketahui, maka harus segera mengambil tindakan untuk menghentikannya.

"Dengan tema Gerakan Memutus Mata Rantai Kejahatan Pada Anak, saya mengajak semua pihak termasuk LSM, ormas dan aktifis lainnya untuk lebih aktif dalam melakukan pendampingan maupun pencegahan. Semua ini merupakan tugas bersama untuk menciptakan anak-anak yang berkualitas, dengan membangun lingkungan yang baik bagi tumbuh kembang anak," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Pusat, Arist Merdeka Sirait dengan lantang menyebut hasil temuan pihaknya terhadap kasus kekerasan anak, banyak dilakukan oleh orang terdekat. Padahal, dia mengatakan, lingkungan keluarga seharusnya sebagai tempat paling aman bagi anak.

"Dari total kasus, kita temukan sebanyak 52 sampai 56persennya kekerasan terhadap anak ini dilakukan oleh orang terdekat. Baik itu orang tua kandung, orang tua sambung, kakak, kakek, bahkan guru yang seharusnya menjadi pencetak generasi unggul," paparnya.

Bukan hanya itu saja, Arist juga tak lupa mengingatkan banyaknya anak yang kehilangan orang tua saat pandemi Covid-19 lalu. "Maka dari itu, mari kita sama-sama menjaga anak-anak kita dengan memutus mata rantai kejahatan pada anak," tutupnya. (Indah)