Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 25 Agustus 2022

Harapan Camat Talun : KKN GM IAIN Cirebon Harus Mampu Melahirkan Identitas Desa Mengaji

Lokakarya dan Penutupan KKN GM IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Kamis, (25/8/2022). 


FOKUS CIREBON, FC - Mahasiswa KKN GEMAR (Gerakan Masyarakat) Mengaji di wilayah 3 Cirebon, yakni Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan, resmi ditutup, Kamis, (25/8/2022).

Penutupan tersebut digelar di sejumlah tempat dan berlangsung bersama dengan kegiatan Lokakarya, guna menganalisis kegiatan KKN Selama 40 hari kemarin.

Salah satu tempat penutupan yang berhasil diliput fokuscirebon.com adalah di Kecamatan Talun. Penutupan dilakukan di GOR Desa Sampiran dan dihadiri oleh 10 kelompok KKN yang tersebar di 10 desa di wilayah Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Ketua Panitia, Miko Wijanarko, mahasiswa semester 7, Jurusan SKI, Fakultas FUAD, IAIN Cirebon menjelaskan, pada penutupan KKN GM di Kecamatan Talun ini, dilangsungkan dengan kegiatan Lokakarya 

"Lokakarya ini bertujuan untuk menyampaikan apa saja yang menjadi  kekurangan, hambatan dan keberhasilan  yang sudah dilakukan para mahasiswa KKN selama 40 hari di masing-masing tempatnya. Jadi intinya kayak presentasi gitu," kata Miko.

Miko juga menjelaskan terkait masa pengabdian 40 hari di KKN GM, yakni setiap kelompok harus mampu menghidupkan masjid atau mushola dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti Maghrib mengaji.

"Ya, setiap kelompok punya tanggungjawab masing-masing, dan setiap kelompok berisikan 14 sampai 15 orang. Dan di Kecamatan Talun ini ada 10 kelompok, karena di Kecamatan Talun terdapat 10 desa," terangnya.

Sedangkan misi utama KKN GM ini, kata Miko, agar masjid dan mushola yang semakin tergerus oleh kekuatan globalisasi teknologi, kembali ramai oleh berbagai kegiatan keagamaan, agar masjid dan mushola tidak tergerus oleh zaman.

Kendati demikian, Miko punya harapan, agar apa ya g sudah dilakukan para mahasiswa KKN GM, tidak terputus pada kegiatan 40 hari saja, diharapkan masih ada kelanjutan dari kegiatan tersebut, agar masyarakat tetap bisa terus meramaikan masjid dan mushola dengan berbagai kegiatan-kegiatan.

Demikian juga dinyatakan oleh Wahyono, M.Pd, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga sekaligus sebagai Koordinator Kecamatan. 

Menurut Wahyono, kerja KKN 40 hari ini memang masih kurang dari ideal untuk membangun kemajuan-kemajuan desa di segala bidang, terutama di bidang keagamaan. 

Namun 40 hari masih bisa dijadikan sebagai titik awal bagi para mahasiswa dalam pengabdiannya dan bisa langsung berbaur dengan masyarakat melalui program-program KKN GM yang dilakukan mahasiswa di lokasinya masing-masing.

"Kontribusi meramaikan Talun, memang kurang waktu untuk KKN dengan masa waktu hanya 40 hari, tetapi ini bisa menjadi pembelajaran bagi mahasiswa dalam pengabdiannya di masyarakat. Untuk itu saya ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh masyarakat, stakeholder dan aparatur desa maupun kecamatan yang sudah membantu mensukseskan kegiatan KKN GM ini," katanya.

Hal sama dinyatakan H Mahmud dari perwakilan LP2M IAIN Cirebon. Menurutnya, KKN GM ini paling tidak untuk mengetahui kinerja mahasiswa dalam pengabdian ke masyarakat selama 40 hari. 

Seperti diungkapkan Wahyono, Mahmud juga beranggapan bahwa 40 hari bagi mahasiswa melaksanakan KKN, tentu belumlah ideal atau cukup untuk berpartisipasi dalam ikut membangun kemajuan yang signifikan di masyarakat.

Tetapi, peran aktif mahasiswa di 40 hari KKN GM tersebut, paling tidak sudah memberikan sedikit warna positif bagi masyarakat dalam bidang keagamaan. Karena memang disinilah mahasiswa  dituntut untuk mampu menggulirkan program-programnya kepada masyarakat.

Mungkin nanti jika Belajar Kampus Merdeka (BKM) sudah berjalan, maka KKN bukan lagi berjalan hanya 40 hari, dengan 20 SKS ini, KKN bisa dilaksanakan selama 6 bulan.

Mahmud juga memberikan informasi sekaligus sosialisasi terkait keberadaan perkuliahan PJJ yang hanya ada di PTKIN IAIN Cirebon.

Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ) ini, kata Mahmud, di Indonesia baru ada cuma di IAIN Cirebon. Sehingga apabila ada guru, Aliyah, SLTA ataupu. Guru yang sederajat lainnya, bisa bekerja (mengajar) sambil mengambil kuliah PJJ di IAIN Cirebon.

Sementara itu, Camat Talun, Drs H Abadi, M.Si, nampak dengan semangat memberikan orasi sambutannya di hadapan para mahasiswa KKN GM IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Abadi dengan lugasnya mengajak para mahasiswa KKN untuk terus berkelanjutan dalam menggulirkan program keagamaan di masyarakat.

Abadi juga berterimakasih kepada pihak IAIN Cirebon yang sudah mempercayakan Kecamatan Talun sebagai lokasi atau tempat pelaksanaan KKN GM. 

"Mudah-mudahan, setiap tahunnya KKN GM ini terus bergulir atau berlanjut di Kecamatan Talun. Hal ini untuk terus berkesinambungan dari program yang sudah di gulirkan dengan program berikutnya. Sehingga tidak berhenti sampai disini saja," katanya. 

Kendati begitu, Abadi berharap agar ke depan pihak kampus atau kelompok KKN memiliki konsep-konsep membangun dan bertanggungjawab terhadap konsep itu sendiri. 

Dirinya mencontohkan, sebagai Camat tentu  dirinya harus membuat konsep untuk membangun kemajuan di Kecamatan Talun, dan harus bertanggungjawab terhadap konsep tersebut.

"Ini yang saya lakukan untuk Kecamatan Talun, semoga ini juga dilakukan pihak lain yang ingin ikut memajukan pembangunan, agar nanti kita punya nama sendiri seperti desa-desa lain," ungkapnya.

Salah satunya, kata abadi, dibuatnya konsep Desa Mengaji, karena ini belum ada dan IAIN Cirebon bisa membuatnya. Identitas ini, akan menjadi tempat yang tidak bisa dilupakan, dan setiap identitas memiliki keunggulannya, seperti ada Desa Wisata, Desa Budaya, Desa Kuliner dan lainnya. "Kita ingin ada Desa Mengajinya," pintanya.

Dalam penutupan ini, Abadi juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada pihak IAIN Cirebon dan seluruh mahasiswa KKN. Karena Kecamatan Talun sebagai salah satu tempat KKN. Namun diharapkan ada kelanjutan seterusnya, jangan terputus, sehingga bisa meningkatkan kualitas keagamaan di desa-desa. 

Sementara di lokasi kegiatan, tampak hadir Camat Talun, Sekdes dari 10 desa bersama aparatur lain, koordinator lapangan dan Karang Taruna Desa dan Kecamatan, serta tokoh agama dan masyarakat. (Nurdin)


Selasa, 23 Agustus 2022

Pelayanan di PKB Dishub kota Cirebon Puaskan konsumen

Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Disub Kota Cirebon yang bersih dan asri, bikin pelayanan pada konsumen kian nyaman. 


CIREBON, FC – Dinas Perhubungan melalui UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) KIR Kota Cirebon terus melakukan pembenahan guna memaksimalkan pelayanan. Bahkan kini masyarakat sudah bisa menikmati pelayanan di pengujian dengan cepat.

Kendati demikian, pengguna jasa di Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB), KIR Kota Cirebon, tidak akan dilayani jika kendaraan tidak datang sendiri ke kantor PKB.

Hal itu diungkapkan salah seorang pengujian di kantor UPT PKB Dishub Kota Cirebon, saat dikunjungi di kantornya.

Menurutnya, kegiatan PKB dilakukan sejak pukul 08.00 pagi hingga pukul 15.00 WIB. Sedangkan dari pukul 15.00 hingga menjelang pulang kantor, dipergunakan untuk merapihkan adminitrasi dan upacara jam pulang kerja. Semua dilakukan setiap hari dengan penuh semangat dan dedikasi yang tinggi.

“Jika konsumen datang dengan kendaraannya maka dengan cepat kami berikan pelayanan kepada mereka, dan saat proses pelayanan berjalan, mereka sudah disediakan tempat menunggu yang nyaman,” jelasnya.

Diakuinya, bahwa Dishub Kota Cirebon terus berbenah diri. Berbagai kebutuhan konsumen sudah disediakan di kantor UPTD ini. Konsumen yang datang dari mulai masuknya kendaraan, area parkir yang luar, pengaturan kendaraan saat memasuki gedung uji, termasuk ketatnya pemeriksaan, sebagai bentuk kecepatan dan kepuasan pelayanan.

“Kami ingin konsumen puas dan nyaman. ini prinsip kami, di mana kami harus profesional memperlakukan konsumen, hal itu juga sudah berdasarkan aturan yang ada, sehingga kepuasaan, ketepatan dan kecepatan menjadi prinsip kerja kami, inilah profesionalisme para kru dan penguji saat melayani para konsumen di UPTD PKB Dishub Kota Cirebon,” jelasnya.

Sebab yang terpenting dari pelayanan adalah memberikan rasa puas bagi seluruh pengguna jasa KIR atau PKB di Dishub Kota Cirebon.

“Semua kami layani dengan sama, yang penting kendaraannya dibawa ke pengujian. Dan kami akan utamakan mereka yang cinta ketertiban dan cinta aturan. Jika semua bisa dilaksanakan maka pelayanan lebih memuaskan mereka,” ujarnya. (din)

Senin, 22 Agustus 2022

Baru Pertama Kali IAIN Cirebon Menyelenggarakan Akreditasi PBA 2022 Via LAMDIK

IAIN Cirebon melalui LPM tengah mengadakan kegiatan memverifikasi instrumen akreditasi PBA via LAMDIK.


FOKUS CIREBON, FC - Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan kegiatan verifikasi instrumen akreditasi PBA via LAMDIK, Senin, (22/8/2022).

Kegiatan ini dilaksankan di ruang rapat LPM dengan mengundang Tim Akreditasi PBA 2022 untuk mempresentasikan hasil penyusunan Instrumen Akreditasi yang sedianya akan diupload ke LAMDIK pada 25 Agustus Mendatang.

Akreditasi PBA 2022 via LAMDIK ini adalah untuk pertama kalinya dalam sejarah IAIN Syekh Nurjati Cirebon, karena sebelumnya proses Akreditasi selalu dilakukan via Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). 

Kini, mulai tahun 2022 ini, akreditasi akan dilakukan via LAM atau Lembaga Akreditasi Mandiri yang di dalamnya terdapat beberapa kelompok keilmuan akreditasi.

Sebagaimana diamanatkan di dalam Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Akreditasi Program Studi (APS) dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

Sementara untuk Jurusan PBA IAIN SNJ Cirebon, karena memang jurusan pendidikan, maka mengajukan akreditasinya adalah via LAMDIK atau LAM Kependidikan.

Instrumen Akreditasi Program Studi pada Program Sarjana Lingkup Kependidikan sesuai dengan Peraturan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Instrumen Akreditasi Program Studi Pada Program Sarjana Lingkup Kependidikan adalah sebagai berikut:

Naskah Akademik, Laporan Evaluasi Diri, Panduan Penyusunan Laporan Evaluasi Diri, Panduan dan Matriks Penilaian, dan Prosedur Akreditasi.

Yang perlu diupload oleh PBA sebagai pihak yang diakreditasi adalah pertama Naskah Akademik baik dalam bentuk Excel maupun PDF, dan Laporan Evaluasi Diri atau LED. Dalam kesempatan ini TIM PBA dibagi dalam beberapa kelompok, yakni Tim penyusun naskah akademik berbentuk EXCEL yang berisi tentang 9 kriteria instrumen akreditasi.

Tim Penyusun Naskah Akademik Berbentuk PDF yang berupa deskripsi dari Naskah Akademik Berbentuk EXCEL.

Mengenai Tim Penyusun LED (Laporan Evaluasi Diri), maka dalam kesempatan ini LPM Memverifikasi Instrumen Akreditasi PBA 2022 via LAMDIK, mencakup seluruh instruman dari 3 instrumen di atas, dan semua kriteria dari 9 kriteria akreditasi. (din)

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Lilik Kepsek SMPN 1 Cirebon Selalu Utamakan Pelayanan

Keoala Sekolah SMPN 1 Cirebon, H Lilik Darmawan


FOKUS CIREBON, FC - Jabatan Kepala Sekolah itu sesungguhnya tak seindah bayangan mata dan pikiran kita dengan melihat segudang fasilitas yang dimiliki. Kepala sekolah harus memiliki intuisi sebagai top leader melalui penjewantahan manajemen. Profil ini, dimiliki oleh H Lilik Darmawan, Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Cirebon.

Lilik dengan kemampuan manajerialnya mampu membawa SMPN 1 semakin diburu dan dicintai masyarakat. Banyak hal yang sudah dilakukan sosok satu ini, baik pada sisi mutu pendidikan, kualitas belajar maupun fasilitas yang dibutuhkan sekolah.

Lilik dengan sosok yang low profilnya terus membangun dan memajukan pendidikan. Tak sedikit penghargaan diraihnya, termasuk prestasi siswa baik di bidang akademik maupun di bidang olah raga.

Lilik juga selalu mengevaluasi berbagi program dan kegiatan yang dicanangkan, baik yang bersifat akademik maupun administrasi. Hal itu dilakukan untuk menjauhkan dari kesalahan.

Lilik, hanya berharap dalam kepemimpinannya itu, SMPN 1 tetap menjalankan pelayanan yang terbaik, pelayanan bagi masyarakat, agar masyarakat tetap mendukung dan mensuport apa yang tengah dilakukan SMPN 1 untuk kemajuan pendidikan.

Soal lingkungan, Lilik juga sangat perhatian, penataan lingkungan sekolah terus dilakukan, termasuk peningkatan SDM, kedisplinan dan juga kebersihan lingkungan.

Kendati demikian, Lilik berharap dukungan dari semua pihak, termasuk para orang tua siswa untuk turut serta aktif membantu sekolah, terutama dalam mendorong prestasi putra-putrinya di sekolah. (din)

Sekdes Kubang Sosok Pekerja dan Selalu Utamakan Pelayanan

Rahman, Sekdes Desa Kubang yang low profil dan selalu utamakan pelayanan.


FOKUS CIREBON, FC - Sekretaris Desa (Sekdes), Rahman, setiap harinya selalu bergelut dengan pelayanan. Baginya, waktu adalah pengabdian, sehingga kerja cepat, tepat dan berhati-hati selalu menjadi prinsipnya dalam menjalankan tugas keseharian sebagai aparatur desa.

Selain bekerja dengan penuh tanggungjawab, Rahman juga selalu mengedepankan sisi humanis sebagai aparatur desa. Sehingga banyak warga yang menyukai kinerjanya.

Demikian juga soal pelayanan, sosok yang satu ini, tak pernah menunda-nundanya. Selagi masih bisa dikerjakan, maka saat itu langsung dikerjakan. Karena pelayanan bagi Rahman menjadi prioritas dalam kinerjanya.

Untuk diketahui, bahwa Desa Kubang, merupakan sebuah desa yang menjadi daerah perbatasan antara Kabupaten Cirebon dengan Kabupaten Kuningan. Desa Kubang berada di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. 

Warganya sangat guyub dan selalu bergotongroyong dalam hal kerjasama di bidang kebersihan. Sehingga Desa Kubang sangat terlihat asri dan nyaman saat disinggahi.

Itulah peran sosok Rahman, yang selalu bersama warga setempat membangkitkan kebersamaan, baik pemuda maupun para tokoh masyarakatnya. 

Termasuk saat menangani kesulitan warga di bidang ekonomi, pembangunan maupun kesehatan, karena itu, desa melalui peran Sekdes terus memberikan pelayanan. (din)