FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Balai Diklat Keagamaan Bandung menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Peserta Latsar CPNS Golongan III, bertempat di ruang Auditorium LPPM, Lantai III, kampus setempat, Kamis, (13/10/2022).
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Balai Diklat Keagamaan Bandung menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Peserta Latsar CPNS Golongan III, bertempat di ruang Auditorium LPPM, Lantai III, kampus setempat, Kamis, (13/10/2022).
KAB CIREBON, FC - Program BSMSS pada hakekatnya merupakan salah satu metode untuk memotivasi dan menumbuhkembangkan partisipasi masyarakat dalam membangun wilayahnya, sehingga mampu mendorong gerak maju akselerasi pembangunan di daerah pedesaan. Program ini merupakan bantuan keuangan dari Pemkab Cirebon dengan Pemprov Jabar.
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag dalam sambutannya, saat secara resmi membuka kegiatan Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) Tahun 2022 di Balai Desa Japurabakti, Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, Selasa (11/10/2022).
“Program ini selain sebagai salah satu program pengentasan kemiskinan, sekaligus sebagai wahana dalam memelihara ikatan batin kemanunggalan antara TNI dengan rakyat,” ujar Imron.
Dirinya pun menjelaskan dua alasan subtantif yang mendasari dipilihnya Desa Japurabakti dalam program BSMSS ini.
“Pertama, mengingat kondisi riil sasaran masih banyak yang belum tersentuh pembangunan secara optimal, dikarenakan infrastruktur yang belum memadai atau infrastruktur yang ada perlu diperbaiki. Kedua, lokasi ini memiliki potensi besar untuk dibina menjadi kekuatan pertahanan,” jelas Imron.
“Pembangunan di desa ini menggunakan dua metode, yaitu metode pembangunan fisik dengan pekerjaan rabat beton jalan Dusun 01 dan pemasangan u-ditch. Sedangkan non fisik, berupa penyuluhan,pelayanan serta pembinaan,” lanjut Imron.
Diakhir sambutannya, Imron menyampaikan harapannya agar masyarakat desa bersungguh-sungguh menyambut program ini, sehingga target sasaran yang ingin dicapai dapat direalisasikan dengan baik. Serta manfaat program ini akan berdampak secara multi dimensial, dapat turut dimanfaatkan oleh masyarakat dari desa-desa tetangga.
Sementara itu, (yang mewakili) Dandim 0620 menambahkan, bahwa BSMSS ini sebagai tindak lanjut dari hasil TMMD yang sudah ada.
“BSMSS ini sebagai tindak lanjut atau peningkatan dari hasil TMMD yang sudah ada,” ujar Dandim.
Senada dengan Bupati Cirebon, dirinya menegaskan bahwa program ini sebagai bukti nyata kemanunggalan TNI.
“Sebagai program lintas sektoral, BSMSS mengikutsertakan berbagai pihak dan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat. Sehingga menjadikan momen ini sebagai momen kebersamaan dan bukti nyata kemanunggalan antara TNI dengan rakyat juga pemerintah daerah,” tutur Dandim. (Nisa)
CIREBON, FC - Mahasiswa jurusan guru madrasah ibtidaiyah, semester 3, IAIN Syekh Nurjati Cirebon akhirnya dinobatkan juara 2 pada ajang bergengsi lomba baca cipta puisi.
KAB CIREBON, FC - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengevaluasi terhadap 46 izin pertambangan yang ada di wilayah Cirebon Raya (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Kuningan dan Majalengka). Evaluasi perizinan ini, untuk mengetahui lebih lanjut, apakah semua persyaratan perizinan sudah dipenuhi secara keseluruhan, terutama dalam hal pemeliharaan lingkungan.
"Apakah mereka melakukan reklamasi atau tidak? Kita juga akan mengevaluasi hal lainnya," ujar Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum SE, saat menghadiri Sosialisasi Pelayanan Perizinan Sektor Pertambangan, Mineral dan Batubara didampingi Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih SE M.Si. Bertempat di Aula Nyi Mas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (11/10/2022).
Uu menuturkan, saat ini terdapat sebanyak 46 usaha pertambangan di wilayah Cirebon Raya, yang sudah memiliki perizinan. Namun pihaknya juga masih melakukan inventarisir, jumlah pertambangan yang ilegal.
Ia juga mengungkapkan, bahwa perizinan pertambangan saat ini ditangani oleh pemerintah provinsi. Namun walaupun begitu, pihaknya tetap membutuhkan koordinasi dengan daerah setempat.
Oleh karena itu, ujar Uu, ia meminta pemerintah setempat untuk mengevaluasi pertambangan yang sudah ada di wilayahnya. Apakah sudah sesuai dengan aturan atau belum.
"Kalau belum, kami akan beri waktu untuk menyelesaikan perizinannya," jelas Uu.
Uu juga memastikan, bahwa pemerintah akan memproses perizinan tambang dengan cepat. Jawa Barat yang memiliki penduduk mencapai 50 juta jiwa ini, sangat membutuhkan hasil tambang. Namun, jika pertambangan dilakukan tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan, pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan penutupan.
Pasca dilakukan evaluasi perizinan, Pemprov Jabar juga akan membentuk satgas pertambangan. Dimana nantinya akan berfungsi untuk melakukan monitoring dan tindakan terhadap pelaku pertambangan. "Kalau nanti ada yang diputuskan untuk ditutup, maka satgas yang akan bertindak," kata Uu. (Hafid)
KAB CIREBON, FC - Sebanyak 49 jiwa dari 20 Kepala Keluarga (KK) asal Kabupaten Cirebon, mengikuti program transmigrasi di Sulawesi Barat.
Keberangkatan calon transmigran ke UPT Tanjung Cina, Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat ini, dilepas oleh Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag di kantor Bupati Cirebon, Selasa (11/10/2022).
Imron mengatakan, bahwa para peserta transmigrasi ini, akan mendapatkan fasilitas yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah. Beberapa fasilitas diantaranya, yaitu lahan tambak dan rumah.
"Disana sudah ada tambak udang yang bisa dimanfaatkan oleh para peserta transmigrasi," kata Imron.
Jika tambak tersebut masuk masa panen, pemerintah juga sudah bekerjasama dengan sejumlah pengusaha, untuk bisa membeli hasil budidayanya itu.
Imron berharap, warga yang mengikuti program transmigrasi ini bisa sukses dan memperbaiki kesejahteraan dan perekonomiannya. "Yang terpenting harus ulet dan banyak berdoa," ujar Imron.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto mengatakan, jumlah peserta transmigrasi di Kabupaten Cirebon, merupakan yang terbanyak se-Indonesia.
Oleh karena itu, sebelum dilakukan pemberangkatan, juga dilakukan pengecekan dan kunjungan dari kementerian pusat. Calon peserta transmigrasi juga mendapatkan pelatihan terlebih dahulu sebelum berangkat ke Sulawesi Barat.
"Ada pelatihannya terlebih dahulu sebelum berangkat," kata Novi.
Novi juga menambahkan, fasilitas yang didapatkan oleh peserta transmigrasi, yaitu tambak seluas setengah hektare, rumah seluas 250 meter, lahan kosong dan fasilitas hidup selama satu tahun.
Menurut Novi, program transmigrasi kali ini, berbeda dengan sebelumnya. Karena semua kebutuhan, baik itu untuk kehidupan ataupun administrasi, sudah difasilitasi oleh pemerintah.
"Semuanya sudah beres, tinggal berangkat. Bahkan sekarang, berangkatnya bukan dengan kapal laut, tapi menggunakan pesawat," kata Novi. (Nisa)
CIREBON - Setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat melalui Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) berperan penting bagi r...