Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 02 Februari 2023

Tahun 2023 Kuliah Offline, Begini Kata Direktur Pascasarjana IAIN Cirebon

Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Dedi Djubaedi MA


CIREBON, FC - Pasca Pandemi ini, perkuliahan di Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon akan dilakukan secara offline, yakni luring, belajar di tempat, dengan harapan belajar mahasiswa di tahun 2023 ini akan lebih efektif dan efesien dalam soal waktu.

Demikian juga dengan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di Pascasarjana, semuanya sudah berjalan melalui testing yakni melalui dua cara yaitu testing tertulis dan wawancara.

Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Dedi Djubaedi MA, bahkan juga menurutnya dalam PMB ini kita by sistem sehingga segala sesuatunya sekarang sudah sangat efesien. 

"Dari yang mendaftar itu ada sekitar 93  orang dan kemudian yang daftar ulang 83 orang, itu setelah melalui testing, sehingga ada yang lulus dan ada juga yang tidak lulus dan jumlah 83 ini lah yang dinyatakan lulus dan ikut wawancara dan penilaian," ungkap Prof Dr H Dedi Djubaedi MA, Kamis, (2/2/2023)di kantornya.

Sebanyak 83 mahasiswa S2 itu diantaranya mahasiswa MPI 26 orang, mahasiswa PAI 25 orang, mahasiswa HKI 20 orang, mahasiswa Ekonomi Syariah 9 orang dan mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam sebanyak 3 orang.

Setelah itu kata Prof Dedi Djubaedi mahasiswa yang lulus ini selanjutnya mengikuti arahan, karena sebelum pengumuman itu sudah kita arahkan agar memperhatikan informasi-informasi melalui online, karena pendaftaran dan lainnya juga demikian.

Prof Dedi Djubaedi bahkan menyampaikan, jika besok hari, pihaknya berencana itu akan melakukan rapat dosen untuk mempersiapkan persiapan mengajarnya, termasuk membuat Silabus dan lainnya. 

"Alhamdulillah kami juga bersyukur karena dosen di Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon sekarang cukup banyak, di mana pertumbuhannya sudah mencapai 100 dosen dengan kualifikasi seluruhnya Doktor dan Profesor. 

Jumlah Profesor di Pascasarjana ini, kata Prof Dedi Djubaedi sesuai dengan bertambahnya para Profesor di IAIN. Sehingga ketika di IAIN Profesor nya bertambah, maka secara otomatis di Pascasarjana juga jadi bertambah. 

Sementara Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana S3, kata Direktur Pascasarjana belum.dilakukan, tapi nanti menyusul, karena sekarang baru S2, tetapi untuk rapat dosen akan diikuti oleh seluruhnya. 

"Setelah rapat ini,  selanjutnya akan diadakan kuliah umum dan setelah itu baru perkuliahan normal," terangnya.

Prof Dedi Djubaedi juga menegaskan, pihaknya sudah mencoba untuk mempercepat kelulusan mereka dan berhasil dilakukan pada tahun sebelumnya.

"Kita sudah men-Doktorkan 35 orang termasuk yang tinggal promosi. Jadi perkembangan baik di Pascasarjana ini sudah banyak, termasuk semangat belajar mahasiswa dan semangat atas kepercayaan mereka belajar di Pascasarjana," paparnya.

Hal ini lanjut Prof Dedi Djubaedi, karena di masing-masing Prodi mengalami perkembagan baik, sehingga meningkatkan kepercayaan mahasiswa dan masyarakat.

Demikian juga untuk S3, untuk ujian naskah itu ada sebanyak 4 orang, setelah itu ujian tertutup kemudian baru promosi terbuka. "Insya Allah pada bulan Maret atau April 2023 mendatang mereka sudah di wisuda," jelasnya. (din)








Pemkab Cirebon Dorong Peningkatan Pelayanan Kesehatan dan Pengembangan Program RSUD Waled

KABUPATEN CIREBON, FC - Bupati Cirebon Drs H Imron M.Ag menghadiri kegiatan sosialisasi pelayanan kesehatan dan program pengembangan RSUD Waled kepada 132 kuwu yang berasal dari 15 kecamatan di Kabupaten Cirebon bagian timur, Kamis (02/02/2023).

Dalam sosialisasi tersebut, Imron menjelaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong peningkatan pelayanan di RSUD Waled.

"Peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Waled untuk menjadi Rumah Sakit pilihan masyarakat, akan terus kami dorong untuk ditingkatkan. Karena sejalan dengan meningkatnya tuntutan masyarakat akan pelayanan yang optimal, bermutu, dan profesional," ujar Imron.

Imron juga menyebutkan, berkat kerjasama dan koordinasi antara manajemen RS, seluruh Civitas Hospitalia Rumah Sakit, dukungan dewan pengawas dan dukungan pemerintah daerah, RSUD Waled mendapatkan peringkat Akreditasi Pendidikan Utama dari Kementerian Kesehatan.

"Alhamdulillah, RSUD Waled berhasil mendapatkan peringkat akreditasi Starkes Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit Tahun 2022, yang merupakan predikat tertinggi dan juga mendapatkan peringkat Akreditasi Pendidikan Utama dari Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Salah satu bentuk perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, adalah dengan adanya Operasionalisasi Gedung Perawatan Kelas Tiga.

Sementara itu, Direktur RSUD Waled, dr H Mohamad Luthfi menjelaskan mengenai tujuan diadakannya kegiatan sosialisasi tersebut.

"Tujuan sosialisasi ini adalah untuk menjembatani dan menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan, khususnya pelayanan di RSUD Waled," jelas Luthfi.

Ia juga menyebutkan bahwa, RSUD Waled memiliki banyak potensi yang bisa dioptimalkan pemanfaatannya untuk melayani masyarakat.

"RSUD Waled memiliki potensi sumber daya manusia dan fasilitas diagnostik. Potensi-potensi ini tentunya harus dioptimalkan pemanfaatannya untuk pelayanan masyarakat," lanjutnya. (Nisa)

Rabu, 01 Februari 2023

Webinar Internasional Series Ke 21, IAIN Cirebon Turut Menjadi Guest Speaker

CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui kegiatan Webinar Internasional Series ke 21, Kerjasama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN RF Palembang yang bekerjasama dengan Fakultas Sain dan Kemanusiaan UPSI Malaysia, menjadi Guest Speaker, yakni Turasih, S.K.Pm, M.Si. dari Fak. UAD UIN Syekh Nurjati Cirebon.

Oleh karena itu, IAIN Cirebon mengundang para mahasiswa, dosen dan peneliti untuk bergabung melalui platform online (Zoom Cloud Meetings), hari Rabu, 1 Februari 2023 pukul 09.30 WIB (Indonesia) / 10.30 (Malaysia) dalam Webinar Internasional Series ke-21 Kerjasama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN RF Palembang dengan Fakulty Sain dan Kemanusiaan UPSI Malaysia dengan tema: "Towards Human Quality for Society Development: Cross-Disciplinary Perspective" - (Menuju Kualitas Manusia untuk Pembangunan Masyarakat: Perspektif Lintas Disiplin)

Adapun pada kegiatan tersebut, Narsum Fushpi UIN RF di antaranya  Yen Fikry Rani,  MA, Eko Zulfikar, MA, Eko Hendro, Lc,  MA.

Sedangkan Narsum FSK UPSI Malaysia, yakni Dr. Hafizul Fahri Hanafi, Dr (cand) Ahmad Faizuddin Ramli dan Dr. Makmur Harun.

Kemudian sebagai Guest Speaker: Turasih, S.K.Pm., M.Si. (Fak. UAD UIN Syekh Nurjati Cirebon) dengan Keynote speech : Dr. Naqiyah, M.Ag. (Dekan Fakultas Ushuluddin, adab, dan Humaniora UIN Saizu Purwokerto). 

Sedangkan untuk Opening speech akan disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Ris’an Rusli, MA, yakni Dekan FUSHPI UIN Raden Fatah.

Dekan Fakultas Ushuludin, IAIN Cirebon, Dr Anwar Sanusi, M.Ag menyatakan, bahwa itu berkat kerjasama forum dekan ushuludin se Indonesia. Sehingga Dekan FUA IAIN Syekh Nurjati mengikutsertakan dosen untuk jadi Guest Speaker.

"Alhamdulillah mendapat persetujuan dari dekan fakultas ushuludin UIN Raden Fatah Palembang. Mudah-mudahan kerjasama ini  bisa ditindaklanjuti dengan seminar internasional," ujarnya. (din)


Selasa, 31 Januari 2023

Kota Cirebon Raih Trofi Penghargaan Sebagai Badan Publik

CIREBON, FC – Komisi Informasi (KI) Jawa Barat menyerahkan trofi penghargaan sebagai Badan Publik Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota Informatif tahun 2022 kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon, di ruang Kanigaran, Balai Kota Cirebon, Selasa (31/1/2023).

Penghargaan diterima Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati. Penyerahannya disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. Agus Mulyadi, M.Si., Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Ma’ruf Nuryasa, A.P., M.M., dan jajaran komisioner KI Kota Cirebon.

Eti mengatakan, penghargaan ini berkat sinergi antara KI Kota Cirebon dan seluruh badan publik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Khususnya mengenai keterbukaan informasi publik, sehingga masyarakat lebih mudah mengakses informasi.

“Sinergi harus terus ditingkatkan. Sehingga masyarakat mudah dalam mengakses informasi,” katanya.

Penghargaan ini juga harus menjadi motivasi seluruh perangkat daerah maupun badan publik secara umum untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi di era digital menjadi keharusan bagi perangkat daerah di Kota Cirebon.

“Berikan kemudahan akses saat dibutuhkan masyarakat. Perangkat daerah juga sudah waktunya melek teknologi,” tutur Eti. (din)

Senin, 30 Januari 2023

Komisi I DPRD Kota Cirebon Menilai Pengoperasian BRT Belum Optimal

Kantor DPRD Kota Cirebon

CIREBON - Dipandang belum optimal, Komisi I DPRD Kota Cirebon menilai pengoperasian bus rapid transit (BRT) hanya menjadi beban untuk APBD Kota Cirebon.

Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon, Dani Mardani mengatakan dari 10 unit BRT yang diberikan Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kota Cirebon, hanya empat yang beroperasi.

“Tentunya ini hanya akan menjadi beban APBD saja, jadi kurang optimal untuk ukuran Kota Cirebon ini, kalau hanya empat bus saja,” kata Dani, Senin, 30 Januari 2023.

Menurut Dani, setiap tahun Pemerintah Kota Cirebon menghabiskan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk kepentingan operasional BRT.

Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon, Dani Mardani 

“Komisi I sudah melakukan peninjauan lapangan, dengan memutar satu putaran hanya dapat lima penumpang, berarti pendapatan sekali putar hanya Rp 25 ribu. Itu pun rata-rata hanya untuk berkeliling Kota Cirebon,” ucapnya.

Melihat hal ini, Dani menilai dengan keberadaan BRT ini terkesan seperti bus pariwisata, tidak untuk kepentingan perekonomian. (Nisa)