Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 01 Februari 2024

Mohamad Arifin Pranata Humas Ahli Muda Ikuti Materi Strategi Humas dari Dirjen Pendis di Rakornas 2024

SEMARANG, FC - Dalam suasana penuh semangat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2024 di UIN Walisongo Semarang, Mohamad Arifin Pranata, Humas Ahli Muda dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mendapatkan wawasan berharga dalam materi yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis), Muhammad Ali Ramdhani. Kamis, (01/02/2024).

Dalam rangkaian menghadiri The 23rd Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2024, para perwakilan Humas dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia mengikuti paparan Dirjen Pendis yang membahas strategi dan trik dalam membangun citra positif untuk PTKIN masing-masing.

Salah satu poin menarik yang disampaikan adalah penggunaan trik penjenamaan seperti dalam iklan rokok, yang dapat mempengaruhi persepsi seseorang untuk beralih merek. Dirjen Pendis menekankan bahwa strategi ini dapat diaplikasikan dalam Humas PTKIN, dengan cara mengenalkan keunggulan-keunggulan dan kekhasan PTKIN melalui narasi yang menarik.

“Bagaimana cara agar masyarakat mengetahui bahwa di PTKIN juga memiliki banyak keunggulan dibanding perguruan tinggi umum lainnya,” ujar M. Ali Ramdhani, menegaskan pentingnya promosi positif untuk memperkuat citra PTKIN di mata masyarakat.

Dirjen Pendis juga menyampaikan bahwa fungsi Humas memiliki peran strategis dalam menunjang program Kementerian Agama, seperti membina hubungan yang harmonis dengan masyarakat, mengidentifikasi opini, persepsi, dan tanggapan masyarakat, serta menciptakan komunikasi timbal balik.

Para peserta Rakornas juga dibekali dengan pemahaman mendalam tentang peran, tugas, dan fungsi Humas, termasuk publication, event, news, community involvement, identity media, lobbying, dan social investment. Dirjen Pendis menekankan pentingnya Humas dalam membangun hubungan baik, memelihara jalur komunikasi, serta mengidentifikasi dan menanggapi opini publik.

Dengan menyajikan materi yang komprehensif, Dirjen Pendis memberikan pedoman kepada Humas PTKIN untuk memaksimalkan peran mereka dalam memperkuat citra PTKIN dan menyosialisasikan AICIS serta SPMB PTKIN di media masing-masing. Tujuannya adalah agar PTKIN bisa semakin dikenal luas dan setara dengan perguruan tinggi di tingkat Asia.

Rabu, 31 Januari 2024

AICIS 2024 dan Potret Sejumlah Inisiatif Membangun Perdamaian

SEMARANG, FC - Konflik dan perselisihan terus saja terjadi dengan beragam sebab dan intensitasnya. Namun, usaha merancang peacebuilding juga tak pernah hilang, bahkan oleh mereka yang saat ini menjadi korban konflik.

Inisiatif publik membangun perdamaian menjadi salah satu isu yang akan dibahas dalam Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2024. Forum ini akan berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, 1 – 4 Februari 2024.

Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam Ahmad Zainul Hamdi mengatakan AICIS ke-23 ini mengusung tema ‘Redefining The Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Rights Issues’. Ada tujuh sub tema yang akan dibahas, salah satunya Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial.

Menurut Ahmad Inung, panggilan akrabnya, subtema Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial berfokus pada bagaimana yurisprudensi politik Islam merespons isu-isu perang dan perdamaian pasca-kolonialisme. 

Hal ini masih menjadi isu penting kemanusiaan karena fakta perang dan konflik juga masih terus terjadi.

“Interpretasi fiqh siyasah tentang perang dan perdamaian memang berbeda-beda di antara para sarjana. Perbedaan itu dipengaruhi oleh latar belakang, konteks historis, sosial-politik dan kebudayaan para akademisi di berbagai negara. Karenanya, penting untuk mendiskusikan di ranah akademik,” sebut Ahmad Inung di Semarang, Rabu (31/1/2024).

Sejumlah isu yang akan dibahas antara lain prinsip-prinsip fiqh siyasah merespons problem kedaulatan dan independensi negara bangsa (sovereignty and independence), pertahanan diri kolektif sebuah negara (collective self defense), resistensi terhadap kolonialisme baru (resistance to new colonialism), resolusi konflik dan membangun perdamaian (conflict resolution and peacebuilding), hubungan internasional antar negara (international relation) yang menekankan prinsip keadilan, saling memahami dan menjaga perdamaian antar negara, partisipasi negara-negara muslim dalam organisasi dan perjanjian internasional (international organization), serta isu bagaimana sebuah bangsa seharusnya dikelola (state governance).

Terpisah, Ketua Steering Committee (SC) AICIS 2024 Prof Mukhsin Jamil mengatakan, sejumlah hasil riset akan dipaparkan dan dibahas dalam sesi panel untuk subtema ‘Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial’, salah satunya yang ditulis Asfa Widiyanto dalam Religious Minority and Peaceful Coexistence.

Asfa Widiyanto dalam tulisannya memperlihatkan begitu problematiknya status minoritas yang mereka pikul sambil berjuang untuk hidup berdampingan secara damai di tengah-tengah lanskap sosial yang beragam.

Demikian pula, inisiatif modal sosial dan rekonsiliasi konflik, yang dicontohkan komunitas Syiah Sunni Sampang Madura, yang ditulis Maskuri dalam Social Capital and Conflict Reconciliation for Peace.

Maskuri menggarisbawahi pentingnya jaringan komunal dalam membina perdamaian dan rekonsiliasi sekalipun dirinya sedang berada di bawah bayang-bayang kekerasan agama.

Bhirawa Anoraga dalam Crowdfunding for Inter-Faith Peace juga mengupas munculnya inisiatif perdamaian dari gerakan akar-rumput di berbagai wilayah. Dia mencontohkan kegiatan filantropi yang diinisiasi para pemuda dan LSM di Indonesia. 

Di level akademik, Mardi Lestari dalam Internalizing an Islamic Culture of Inner and Social Peace, mencontohkan bagaimana usaha perdamaian dilakukan di level pendidikan tinggi melalui internalisasi budaya Islam yang mengajarkan kedamaian batin dan sosial.

Sementara Adnan, melalui riset bertajuk Fiqh Siyasah on War And Peace in The Post-Colonial Era, berusaha mengeksplorasi bagaimana perang dan perdamaian di wilayah Sulawesi, menawarkan wawasan regional tentang persinggungan doktrin agama dan realitas politik dalam penyelesaian konflik.

Di level negara ASEAN, Ridwan dalam artikelnya ‘Politics of Interfaith Dialogue in Indonesia’ mencontohkan bahwa politik dialog antaragama, mulai dari Forum Perdamaian Dunia hingga Religion Twenty (R20) menjadi suatu keniscayaan yang harus dirawat untuk mengatasi ketegangan agama dan mendorong dialog sebagai jalan menuju perdamaian.

Beragam studi yang dilakukan para sarjana ini secara kolektif menjelaskan bahwa pembangunan perdamaian yang berasal dari banyak sudut pandang, mulai dari inisiatif akar rumput hingga studi regional dan dialog global, terus dilakukan dan patut dikembangkan. 

Dengan memanfaatkan jaringan komunal, memberdayakan suara-suara marginal, dan mendorong literasi agama, masyarakat dapat membangun jalan menuju perdamaian dan harmoni yang berkelanjutan di dunia yang semakin beragam dan saling terhubung.

Secara lebih mendalam, inisiatif-inisiatif ini akan dipaparkan dan dibahas oleh para panelis dalam AICIS ke-23 di UIN Walisongo Semarang, 1 – 4 Februari 2024.

Pertama di Indonesia, Kabupaten Cirebon Segera Memanfaatkan Teknologi Hologram


KABUPATEN CIREBON -Pemerintah Kabupaten Cirebon berencana memanfaatkan salah satu teknologi terbarukan, yakni teknologi hologram. Dan Kabupaten Cirebon bakal menjadi daerah pertama yang menerapkan teknologi tersebut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hologram adalah sebuah gambar dengan bentuk 3D (tiga dimensi), yang memberi kesan seolah gambar tersebut keluar dari sebuah media datar.

Teknologi canggih ini biasanya bisa bergerak, berputar 360 derajat, serta bisa diisi suara. Ini merupakan suatu inovasi di dunia teknologi fotografi, cara kerjanya cukup rumit, tidak seperti fotografi pada umumnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva’i, M.Pd menyebutkan, teknologi tersebut nantinya bisa memudahkan perangkat daerah untuk bisa memamerkan profil maupun pembangunan di Kabupaten Cirebon.

“Kabupaten Cirebon akan menjadi yang pertama menerapkan teknologi ini,” kata Hilmy dalam sambutannya di ruang Paseban, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa (30/1/2024).

Menurutnya, perangkat daerah di Kabupaten Cirebon yang pantas untuk memanfaatkan teknologi hologram ini, diantaranya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin).

Untuk Bapenda, nantinya bisa menawarkan hologram tersebut kepada pengguna yang biasa memasang iklan melalui papan reklame.

Sementara untuk Disperdagin, bisa dipergunakan untuk mempromosikan produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar lebih menarik.

Diharapkan, seluruh perangkat daerah di Kabupaten Cirebon, selalu merespons seluruh tawaran terkait teknologi terbaru. Penerapan teknologi akan lebih memudahkan saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Setiap kemajuan teknologi harus direspon dengan baik. Penerapan ini akan digunakan dahulu dalam event besar daerah, salah satunya hari jadi Kabupaten Cirebon,” ujar Hilmy.

Selasa, 30 Januari 2024

Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPRD Kota Cirebon Gandeng Dinas Pendidikan

CIREBON, FC - Masa Reses anggota DPRD Kota Cirebon dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melihat dan menyerap berbagai hal di lapangan. Hal itu juga yang dilakukan anggota DPRD Kota Cirebon dari Fraksi Gerindra, Fitrah Malik yang menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon saat melakukan Reses. 

Fitrah melihat bahwa permasalahan yang diungkapkan masyarakat memang lebih banyak bersinggungan dengan dunia pendidikan, maka dirinya sengaja menggandeng pihak Dinas Pendidikan.

Seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dengan produknya Kartu Indonesia Pintar (KIP). Program ini yang banyak ditanyakan masyarakat.

Fitrah juga meluruskan tentang beredarnya informasi bahwa kartu BPJS akan dinonaktifkan, jika masyarakat pemegang kartu tidak melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Ini informasi hoaks, tidak benar. Ini sudah kami sampaikan ke warga, alhamdulillah warga kini menjadi tahu dan tidak was-was lagi,” ujarnya, Selasa, (30/1/2024).

Politisi Partai Gerindra menjelaskan dan memberi pengertian kepada masyarakat, bahwa terkait dengan PIP, Pemerintah Kota Cirebon hanya menampung dan mengusulkan saja, tidak ada kewenangan untuk memutuskan.

“Tidak ada kepastian dapat atau tidaknya, pemkot hanya mengusulkan sesuai prosedur yang ada, itu poinnya. Penentuannya tetap berada di pihak Kementerian Pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, dalam reses di awal tahun 2024 ini, Fitrah sudah menyambangi enam lokasi sebagai tempat pertemuan dengan warga. Dia berharap apa yang sudah dilakukannya tersebut dapat bermanfaat untuk masyarakat. (din)

Senin, 29 Januari 2024

Kepala Biro AUAK IAIN Cirebon Dorong Seluruh Pegawai Ciptakan Budaya Digital UIN SSC

Drs. H. Khoirudin, MM, Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon.



CIREBON, FC - Drs. H. Khoirudin, MM, Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, memberikan materi dalam kegiatan pembinaan pegawai di kampus tersebut pada Senin (29/01/2024). Didamping Prof Dr H Ilman Nafi’a, M.Ag Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan, Drs. Mahmud (Analis Kepegawaian Ahli Madya), dan Mohamad Arifin (Pranata Humas Ahli Muda). 

Dalam materinya yang berjudul “Menciptakan Budaya Digital UIN SSC,” beliau menegaskan pentingnya langkah-langkah konkret menuju visi IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai “Universitas Islam Siber yang Unggul Menuju Universitas Berkelas Dunia untuk Semua Tahun 2030”.

Dalam pemaparan materi, Khoirudin memfokuskan diri pada dua aspek utama yang dianggap kunci dalam mewujudkan budaya digital yang diinginkan. Pertama, tentang komunikasi efektif. 

“Kita perlu memahami visi dan misi bersama, membuka diri terhadap informasi, berbicara antar karyawan dan pimpinan dengan penuh rasa saling menghargai,” ungkapnya.

Adapun langkah-langkah konkrit yang disarankan Khoirudin antara lain adalah melibatkan media sosial, memberikan pelatihan komunikasi, menjunjung tinggi peran yang konsisten, serta menetapkan ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas. Evaluasi saluran komunikasi juga dianggap penting untuk perbaikan berkelanjutan.

Kedua, Khoirudin membahas analisis sumber daya manusia (SDM) dalam konteks budaya digital. 

“Kita perlu mengidentifikasi keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi karyawan, terus belajar, dan beradaptasi dengan perubahan. Kolaborasi dan kerja tim menjadi kunci dalam menghasilkan prestasi,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, memberikan semangat melalui yel-yel UIN Siber “Unggul dan Mendunia”. 

Prof. Ilman menekankan pentingnya berprasangka baik, melihat kelebihan dan kekurangan sebagai satu kesatuan, serta mendorong kerja tim yang saling melengkapi.

Puncak keceriaan terjadi ketika Prof. Ilman mengajak para tendik untuk bermain permainan yang melibatkan penilaian positif terhadap teman sebelahnya. Hal ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan semangat positif di lingkungan kampus.

Dengan pembinaan yang sarat akan nilai-nilai digital dan semangat positif, IAIN Syekh Nurjati Cirebon semakin teguh dalam melangkah menuju transformasi menjadi Universitas Islam Siber yang unggul dan mendunia. (din)