Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 03 Februari 2024

Partisipasi PJJ PAI FITK dalam AICIS 2024: Mendukung Transformasi Menuju UIN SSC di Era Digital

SEMARANG, FC - Dalam rangkaian kegiatan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2024 yang berlangsung di UIN Walisongo pada tanggal 1-4 Pebruari, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon memeriahkan acara dengan membuka stand dalam expo. Stand ini diwakili oleh Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI). Sabtu, (03/02/2024).

Dr H Saifudin, M.Ag, Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dengan antusias menyampaikan tentang keberadaan PJJ PAI sebagai implementasi dari transformasi lembaga, yang sebelumnya IAIN kini menjadi UIN SSC. “Kehadiran PJJ PAI ini mencerminkan komitmen kita dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital,” ujar Dr. Saifudin.

PJJ PAI FITK menjadi salah satu bagian penting dalam transformasi lembaga pendidikan ke arah UIN SSC, menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan tuntutan zaman. Dalam stand yang dibuka di expo AICIS 2024, tim PJJ PAI memamerkan program-program unggulan serta inovasi dalam pendidikan jarak jauh.

Dr. Saifudin berharap bahwa melalui kehadiran stand ini, masyarakat dapat lebih memahami peran PJJ PAI FITK sebagai bagian integral dari UIN SSC yang siap menjawab kebutuhan pendidikan di era digital. “Kami ingin lebih mensosialisasikan dan memperluas pemahaman tentang keberadaan lembaga kami yang memiliki potensi besar dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini,” tambahnya.

Dengan konsep pameran yang interaktif, pengunjung stand dapat menggali informasi lebih lanjut tentang kurikulum, teknologi pembelajaran, dan manfaat dari pendidikan jarak jauh di bidang PAI. Diharapkan, keberadaan PJJ PAI FITK dapat memberikan kontribusi positif dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital dan mempersiapkan generasi yang tangguh dan berkompeten. (din)

Kamis, 01 Februari 2024

AICIS 2024 Bahas Peran Strategis Indonesia Atasi Konflik Gaza


SEMARANG, FC - Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-23 akan digelar mulai hari ini, Kamis (1/2/2024) di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Kota Semarang, Jawa Tengah. Ketua Steering Committee (SC) AICIS 2024 Prof Mukhsin Jamil menyampaikan, di forum AICIS 2024 ini, salah satu panelnya akan membahas dan merumuskan solusi atas konflik di Gaza dari berbagai perspektif.

Menurut Mukhsin, konflik antara Israel-Palestina sampai detik ini masih menjadi titik fokus perhatian global. “Isu konflik Israel-Palestina ini akan berlangsung pada Jumat (2/2/2024) dengan tema besar Islamic Diplomacy: Towards Peace and Equality in Israel-Palestine Conflict,” katanya.

Dalam konflik Israel-Palestina yang belum juga usai ini, upaya mencapai perdamaian menjadi isu penting. Ahmad Rahmatullah, dkk, melalui artikelnya berjudul ‘Promoting islamic Teaching in Encouraging Philanthropy during Israel and Palestine Conflict in Digital Era’, menggarisbawahi urgensi meringankan penderitaan di tengah ketegangan agama dan penyebaran informasi digital.

Selain itu, peran Indonesia dalam konflik Hamas-Israel, khususnya pasca 7 Oktober 2023, juga menjadi perhatian dunia internasional. Khaidir Hasram, dalam artikelnya ‘Assertive, Yet Powerless? berusaha mengkaji sekaligus mempertanyakan upaya Indonesia dalam konflik tersebut, apakah dapat menciptakan perdamaian assertif, atau justru menunjukkan kelemahan diplomasi internasional.

Mukhsin mengatakan, salah satu bahasan terkait konflik Israel-Palestina ini adalah memotret dari dampak sisi ekonomi. Selain aspek ekonomi, dampak konflik Israel-Palestina pun juga meluas ke ranah digital. Ini seperti akan dipaparkan Wawaysadhaya dalam artikelnya berjudul ‘Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media’, di mana platform media sosial berfungsi sebagai arena publik untuk menghadapi penderitaan eksistensial pasca-konflik: kehilangan, perselisihan, dan kesedihan.

Berikut para panelis AICIS pada isu konflik Israel-Palestina, Jumat (2/2/2024):

1. Munawar Ahmad (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

2. Muhamad Bisri Mustofa (UIN Raden Intan Lampung)

3 Muhammad Ash-Shiddiqy (UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri)

4. Mawar Ardiansyah (IAIN Palangka Raya).

Adapun AICIS 2024 akan berlangsung selama 4 hari, pada 1-4 Februari 2024. Selian isu konflik Israel-Palestina, isu besar lainnya yang dibahas di konferensi internasional ini yaitu soal Rohingya, gender, Isu solusi atas krisis kemanusiaan, dan perdamaian global. Forum-forum pertemuan ratusan akademisi internasional ini juga akan disiarkan secara langsung lewat channel youtube Kemenag RI. (din)

Mohamad Arifin Pranata Humas Ahli Muda Ikuti Materi Strategi Humas dari Dirjen Pendis di Rakornas 2024

SEMARANG, FC - Dalam suasana penuh semangat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2024 di UIN Walisongo Semarang, Mohamad Arifin Pranata, Humas Ahli Muda dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mendapatkan wawasan berharga dalam materi yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis), Muhammad Ali Ramdhani. Kamis, (01/02/2024).

Dalam rangkaian menghadiri The 23rd Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2024, para perwakilan Humas dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia mengikuti paparan Dirjen Pendis yang membahas strategi dan trik dalam membangun citra positif untuk PTKIN masing-masing.

Salah satu poin menarik yang disampaikan adalah penggunaan trik penjenamaan seperti dalam iklan rokok, yang dapat mempengaruhi persepsi seseorang untuk beralih merek. Dirjen Pendis menekankan bahwa strategi ini dapat diaplikasikan dalam Humas PTKIN, dengan cara mengenalkan keunggulan-keunggulan dan kekhasan PTKIN melalui narasi yang menarik.

“Bagaimana cara agar masyarakat mengetahui bahwa di PTKIN juga memiliki banyak keunggulan dibanding perguruan tinggi umum lainnya,” ujar M. Ali Ramdhani, menegaskan pentingnya promosi positif untuk memperkuat citra PTKIN di mata masyarakat.

Dirjen Pendis juga menyampaikan bahwa fungsi Humas memiliki peran strategis dalam menunjang program Kementerian Agama, seperti membina hubungan yang harmonis dengan masyarakat, mengidentifikasi opini, persepsi, dan tanggapan masyarakat, serta menciptakan komunikasi timbal balik.

Para peserta Rakornas juga dibekali dengan pemahaman mendalam tentang peran, tugas, dan fungsi Humas, termasuk publication, event, news, community involvement, identity media, lobbying, dan social investment. Dirjen Pendis menekankan pentingnya Humas dalam membangun hubungan baik, memelihara jalur komunikasi, serta mengidentifikasi dan menanggapi opini publik.

Dengan menyajikan materi yang komprehensif, Dirjen Pendis memberikan pedoman kepada Humas PTKIN untuk memaksimalkan peran mereka dalam memperkuat citra PTKIN dan menyosialisasikan AICIS serta SPMB PTKIN di media masing-masing. Tujuannya adalah agar PTKIN bisa semakin dikenal luas dan setara dengan perguruan tinggi di tingkat Asia.

Rabu, 31 Januari 2024

AICIS 2024 dan Potret Sejumlah Inisiatif Membangun Perdamaian

SEMARANG, FC - Konflik dan perselisihan terus saja terjadi dengan beragam sebab dan intensitasnya. Namun, usaha merancang peacebuilding juga tak pernah hilang, bahkan oleh mereka yang saat ini menjadi korban konflik.

Inisiatif publik membangun perdamaian menjadi salah satu isu yang akan dibahas dalam Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2024. Forum ini akan berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, 1 – 4 Februari 2024.

Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam Ahmad Zainul Hamdi mengatakan AICIS ke-23 ini mengusung tema ‘Redefining The Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Rights Issues’. Ada tujuh sub tema yang akan dibahas, salah satunya Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial.

Menurut Ahmad Inung, panggilan akrabnya, subtema Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial berfokus pada bagaimana yurisprudensi politik Islam merespons isu-isu perang dan perdamaian pasca-kolonialisme. 

Hal ini masih menjadi isu penting kemanusiaan karena fakta perang dan konflik juga masih terus terjadi.

“Interpretasi fiqh siyasah tentang perang dan perdamaian memang berbeda-beda di antara para sarjana. Perbedaan itu dipengaruhi oleh latar belakang, konteks historis, sosial-politik dan kebudayaan para akademisi di berbagai negara. Karenanya, penting untuk mendiskusikan di ranah akademik,” sebut Ahmad Inung di Semarang, Rabu (31/1/2024).

Sejumlah isu yang akan dibahas antara lain prinsip-prinsip fiqh siyasah merespons problem kedaulatan dan independensi negara bangsa (sovereignty and independence), pertahanan diri kolektif sebuah negara (collective self defense), resistensi terhadap kolonialisme baru (resistance to new colonialism), resolusi konflik dan membangun perdamaian (conflict resolution and peacebuilding), hubungan internasional antar negara (international relation) yang menekankan prinsip keadilan, saling memahami dan menjaga perdamaian antar negara, partisipasi negara-negara muslim dalam organisasi dan perjanjian internasional (international organization), serta isu bagaimana sebuah bangsa seharusnya dikelola (state governance).

Terpisah, Ketua Steering Committee (SC) AICIS 2024 Prof Mukhsin Jamil mengatakan, sejumlah hasil riset akan dipaparkan dan dibahas dalam sesi panel untuk subtema ‘Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial’, salah satunya yang ditulis Asfa Widiyanto dalam Religious Minority and Peaceful Coexistence.

Asfa Widiyanto dalam tulisannya memperlihatkan begitu problematiknya status minoritas yang mereka pikul sambil berjuang untuk hidup berdampingan secara damai di tengah-tengah lanskap sosial yang beragam.

Demikian pula, inisiatif modal sosial dan rekonsiliasi konflik, yang dicontohkan komunitas Syiah Sunni Sampang Madura, yang ditulis Maskuri dalam Social Capital and Conflict Reconciliation for Peace.

Maskuri menggarisbawahi pentingnya jaringan komunal dalam membina perdamaian dan rekonsiliasi sekalipun dirinya sedang berada di bawah bayang-bayang kekerasan agama.

Bhirawa Anoraga dalam Crowdfunding for Inter-Faith Peace juga mengupas munculnya inisiatif perdamaian dari gerakan akar-rumput di berbagai wilayah. Dia mencontohkan kegiatan filantropi yang diinisiasi para pemuda dan LSM di Indonesia. 

Di level akademik, Mardi Lestari dalam Internalizing an Islamic Culture of Inner and Social Peace, mencontohkan bagaimana usaha perdamaian dilakukan di level pendidikan tinggi melalui internalisasi budaya Islam yang mengajarkan kedamaian batin dan sosial.

Sementara Adnan, melalui riset bertajuk Fiqh Siyasah on War And Peace in The Post-Colonial Era, berusaha mengeksplorasi bagaimana perang dan perdamaian di wilayah Sulawesi, menawarkan wawasan regional tentang persinggungan doktrin agama dan realitas politik dalam penyelesaian konflik.

Di level negara ASEAN, Ridwan dalam artikelnya ‘Politics of Interfaith Dialogue in Indonesia’ mencontohkan bahwa politik dialog antaragama, mulai dari Forum Perdamaian Dunia hingga Religion Twenty (R20) menjadi suatu keniscayaan yang harus dirawat untuk mengatasi ketegangan agama dan mendorong dialog sebagai jalan menuju perdamaian.

Beragam studi yang dilakukan para sarjana ini secara kolektif menjelaskan bahwa pembangunan perdamaian yang berasal dari banyak sudut pandang, mulai dari inisiatif akar rumput hingga studi regional dan dialog global, terus dilakukan dan patut dikembangkan. 

Dengan memanfaatkan jaringan komunal, memberdayakan suara-suara marginal, dan mendorong literasi agama, masyarakat dapat membangun jalan menuju perdamaian dan harmoni yang berkelanjutan di dunia yang semakin beragam dan saling terhubung.

Secara lebih mendalam, inisiatif-inisiatif ini akan dipaparkan dan dibahas oleh para panelis dalam AICIS ke-23 di UIN Walisongo Semarang, 1 – 4 Februari 2024.

Pertama di Indonesia, Kabupaten Cirebon Segera Memanfaatkan Teknologi Hologram


KABUPATEN CIREBON -Pemerintah Kabupaten Cirebon berencana memanfaatkan salah satu teknologi terbarukan, yakni teknologi hologram. Dan Kabupaten Cirebon bakal menjadi daerah pertama yang menerapkan teknologi tersebut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hologram adalah sebuah gambar dengan bentuk 3D (tiga dimensi), yang memberi kesan seolah gambar tersebut keluar dari sebuah media datar.

Teknologi canggih ini biasanya bisa bergerak, berputar 360 derajat, serta bisa diisi suara. Ini merupakan suatu inovasi di dunia teknologi fotografi, cara kerjanya cukup rumit, tidak seperti fotografi pada umumnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva’i, M.Pd menyebutkan, teknologi tersebut nantinya bisa memudahkan perangkat daerah untuk bisa memamerkan profil maupun pembangunan di Kabupaten Cirebon.

“Kabupaten Cirebon akan menjadi yang pertama menerapkan teknologi ini,” kata Hilmy dalam sambutannya di ruang Paseban, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa (30/1/2024).

Menurutnya, perangkat daerah di Kabupaten Cirebon yang pantas untuk memanfaatkan teknologi hologram ini, diantaranya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin).

Untuk Bapenda, nantinya bisa menawarkan hologram tersebut kepada pengguna yang biasa memasang iklan melalui papan reklame.

Sementara untuk Disperdagin, bisa dipergunakan untuk mempromosikan produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar lebih menarik.

Diharapkan, seluruh perangkat daerah di Kabupaten Cirebon, selalu merespons seluruh tawaran terkait teknologi terbaru. Penerapan teknologi akan lebih memudahkan saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Setiap kemajuan teknologi harus direspon dengan baik. Penerapan ini akan digunakan dahulu dalam event besar daerah, salah satunya hari jadi Kabupaten Cirebon,” ujar Hilmy.