Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 03 Februari 2024

Dr. Andri Azis Putra dan Dr. Anwar Sanusi, Kibarkan Nama Indonesia dalam Teologi Politik di AICIS 2024

SEMARANG, FC - Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) tahun 2024 yang digelar di UIN Walisongo Semarang pada tanggal 1-4 Februari mengambil tema “Redefining the Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Right Issues”. 

Sebagai salah satu even tahunan paling bergengsi di lingkungan Kementerian Agama, AICIS selalu menjadi agenda strategis untuk menjaring ide-ide praktis terkait sumbangsih para Agamawan terhadap isu-isu kemanusiaan. Sabtu, (03/02/2024)

Pada tahun ini, sebagaimana yang dilaporkan oleh panitia kurang lebih 2000 paper telah didaftarkan. Pada akhirnya sebanyak 328 paper dinyatakan layak untuk dipresentasikan dan mendapat kesempatan untuk diterbitkan di jurnal-jurnal terakreditasi, baik Internasional maupun nasional.

Civitas Akademika di Fakultas Ushuluddin dan Adab, IAIN Syekh Nurjati Cirebon juga turut serta berkontribusi dalam agenda besar ini. Paper yang dipersiapkan oleh Dr. Andri Azis Putra dan Dr. Anwar Sanusi yang berjudul, Eschatological Political Consciousness in the Thought of Mohammad Hatta as the Basis for Implementation of People’s Sovereignty: An Initiation of Political Theology for the World from Indonesia” dinyatakan sebagai salah satu paper yang berhak dipresentasikan.

Pemaparan yang disampaikan oleh kedua dosen FUA ini mendapat sambutan yang sangat positif dari Prof. Moh. Asror Yusuf (Direktur Pascasarjana IAIN Kediri) dan Dr. Aris Bintania (Wakil Ketua 1 STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau) yang bertindak sebagai Discussant atau fasililatator ahli. 

Prof. Asror menyampaikan bahwa paper ini merupakan sebuah kajian yang mendalam dan cukup berat untuk dibahas. Sementara itu Dr. Aris mengungkapkan apresiasinya yang tinggi atas upaya penulisan dan riset yang dipandang bernas ini.

Dalam presentasinya, Dr. Andri Azis menyampaikan beberapa poin penting dalam persoalan teologi politik dan kesadaran eskatologis politis khususnya di Indonesia. Pemahaman yang ideal dalam ajaran politis Islam, perlu disadari dengan baik sebagai sesuatu yang akan berhubungan dengan kehidupan akhirat. 

Dr. Andri menegaskan bahwa umat Islam mesti memahami konsep altruisme politis yaitu rasa peduli atas implikasi politis yang ada pada orang lain. Dengan kata lain, kesadaran politik umat Islam harus bersifat peduli bukan justru menghindar dari dinamika yang ada.

Sebagaimana yang tertulis di tema panel, Islamic Discourse; Perception, Identity, and Philantrophy, Mahdaniyah yang bertindak sebagai moderator memberikan kesimpulan bahwa dalam upaya memajukan diskursus Islam, dibutuhkan pendekatan yang tepat terutama kepasa generasi muda supaya dapat memahami dengan baik sudut pandang ajaran Islam yang sebenarnya.

Dr. Anwar Sanusi yang juga merupakan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, IAIN Cirebon menutup rangkaian diskusi panel AICIS di room 16 ini dengan menitikberatkan bahwa pertikaian mengenai identitas dalam dunia Islam lebih bersifat praktikal bukan konseptual. Pendekatan-pendekatan kesejarahan perlu dilakukan dalam memandang paradigma dan corak pikir umat Islam melalui kebudayaan yang secara gradual terungkap dalam linimasa kehidupan. 

Dr. Anwar juga menekankan perlunya penyesuaian-penyesuaian dalam memandang teknologi dan transformasi model interaksi yang saat ini telah bergeser ke arah digitalisasi.

Dr. Anwar Sanusi dan Dr. Andri Azis Putra, menyampaikan rasa terima kasih yang sangat tinggi kepada Rektor dan segenap pimpinan IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang telah memberikan kesempatan kepada keduanya untuk mengikuti ajang bergengsi ini. Semoga semangat akademis dan riset di IAIN Cirebon semakin unggul dan mendunia. (din)

Dr. Edy Setiawan Perkenalkan Budaya Hukum Kesultanan Cirebon di Konferensi Internasiona, AICIS 2024l

SEMARANG, FC - Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-23 di UIN Walisongo Semarang telah resmi dimulai pada tanggal 1 Februari 2024, menjadi sorotan dunia sebagai ajang bergengsi dalam kajian keislaman tingkat global. 

Dengan tema “Redefining the Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Right Issues,” AICIS tahun ini menarik perhatian para akademisi dan pemikir Islam dari berbagai belahan dunia. Sabtu, (03/02/2024).

Salah satu penceramah utama yang menjadi sorotan dalam AICIS 2024 adalah Dr. H. Edy Setiawan, Lc, Dekan Fakultas Syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Dr. Edy hadir sebagai Invited Speaker pada Program Short Course Academic Writing-Training Exposure and Publishing, sebuah kesempatan langka yang diikuti oleh 20 jurnal terindeks Scopus dengan melibatkan 80 penulis sebagai Invited Speaker.

Dalam pernyataannya, Dr. Edy Setiawan menyatakan rasa kehormatannya terpilih sebagai Invited Speaker dalam program tersebut. 

“Ini suatu kehormatan bagi saya terpilih menjadi Invited Speaker pada Program Short Course Academic Writing-Training Exposure and Publishing di AICIS 2024. Saya berharap dapat memberikan kontribusi yang bermakna dalam forum ini,” ungkapnya.

Dr. Edy juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan khazanah Budaya Hukum dan Rekam Jejak Peradilan Kesultanan Cirebon melalui Manuskrip Pepakem Jaksa Pepitu. 

Dalam paparannya, ia berbagi wawasan mengenai aspek hukum dan peradilan yang memiliki nilai sejarah tinggi dari Kesultanan Cirebon.

“Saya merasa bangga dapat membagikan pengetahuan mengenai Budaya Hukum Kesultanan Cirebon, khususnya melalui Manuskrip Pepakem Jaksa Pepitu, pada ajang konferensi internasional ini. 

Ini adalah momen bersejarah bagi kita untuk memperluas pemahaman tentang warisan budaya dan sejarah peradilan di Indonesia,” lanjut Dr. Edy.

Pada akhir pernyataannya, Dr. Edy Setiawan menyampaikan rasa terima kasih kepada Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dan seluruh pimpinan yang telah memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaannya dalam AICIS 2024. 

“Terima kasih disampaikan kepada Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dan segenap pimpinan yang sudah mensupport kegiatan ini. Semoga melalui forum ini, kita dapat terus bersinergi untuk mengembangkan kajian keislaman dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia,” pungkasnya. (din)

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dorong Peran Agama dalam Mengatasi Krisis Kemanusiaan Global di AICIS 2024

CIREBON, FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag berkomitmen untuk mendukung agenda perdamaian yang diusung oleh Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama dalam bingkai acara AICIS ke-23 tahun 2024 melalui berbagai program dan kegiatan di UIN Walisongo Semarang pada 1-4 Februari 2024.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, hadir dalam acara pembukaan AICIS 2024 ini dan menyampaikan bahwa forum yang dibentuk ini merupakan sarana yang strategis untuk membahas peran empiris agama dalam mengatasi krisis kemanusiaan.

“Bagaimana agama dapat berkontribusi dalam membangun perdamaian dan keadilan di era globalisasi? Sebagai akademisi, saya meyakini bahwa agama dapat menjadi kekuatan positif dalam membangun perdamaian global. AICIS  merupakan momentum penting untuk merumuskan kembali peran agama dalam menangani berbagai tantangan global,” ungkap Prof Aan.

Pada AICIS ke-23 tahun 2024 di UIN Walisongo Semarang pada 1-4 Februari 2024. Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag mengikutsertakan Prof Dr H Jamali, M.Ag (Warek I), Prof Dr H Ilman Nafi’a, M.Ag (Warek II), Prof Dr Hajam, M.Ag (Warek III), Drs. Khoirudin, M.Pd (Kepala Biro AUAK), kemudian Dr H Saifudin, M.Ag (Dekan FITK), Dr H Didi Sukardi,M.H (Dekan FEBI), Dr Anwar Sanusi, M. Ag (Dekan FUA), Dr Siti Fatimah, M.Hum (Dekan FDKI), Prof Dr H Suteja, M.Ag (Direktur Pasasarjana) dan perwakilan guru besar dari masing-masing fakultas yakni, Prof Dr H Adang Djumhur, M.Ag, Prof Dr H Sugianto, MH, Prof Dr Hj Ety, M.Pd, Prof Dr H Didin Nurul Rosyidin, PhD, Prof Dr H Farihin, M.Pd, Prof Dr H Asmuni, MA, Prof Dr Hj Huriyah, M.Pd, Prof Dr Yayat Suryatna, M.Ag, dan Prof Dr Kartimi, M.Pd. Juga tim expo yang dipimpin Dr Moh. Ali, M.Pd.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani mengungkapkan harapannya saat sambutan agar AICIS dapat menghasilkan kesepakatan bersama untuk mengatasi permasalahan kemanusiaan global. Hal tersebut diungkapkannya pada seremoni pembukaan AICIS ke-23 di UIN Walisongo, Semarang pada (1/2/2024) malam.

“AICIS bukan hanya sebagai forum akademik yang eksklusif dan teoretik, tetapi sebagai forum akademik yang sekaligus memberikan tawaran solusi berbagai krisis global,” kata sosok yang akrab disapa Kang Dhani ini.

Harapan tersebut dilatarbelakangi oleh semakin memburuknya kondisi perdamaian dunia di berbagai belahan dunia. Peperangan di kawasan Timur Tengah yang tak kunjung usai dan merenggut puluhan ribu nyawa. Demikian juga kondisi konflik Rusia-Ukraina yang belum menunjukkan tanda peperangan akan berakhir. Termasuk kondisi memprihatinkan Rohingya yang menimbulkan banyak pengungsi.

“Fenomena di atas menyebabkan krisis kemanusiaan global karena hilangnya moralitas agama yang selama ini menjadi kendali bagi sikap dan tindakan yang dilakukan oleh manusia,” ujarnya.

Dalam konteks inilah, AICIS 2024 yang mengusung tema: Redefining the Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Right Issues menjadi sangat strategis dilaksanakan untuk merespons krisis kemanusiaan global. Didukung dengan kenyataan bahwa AICIS merupakan konferensi keislaman terbesar di Indonesia, bahkan di wilayah Asia Tenggara.

Menurutnya, AICIS dilaksanakan sebagai wadah para pakar dan akademisi untuk berdiskusi secara intensif dengan tidak hanya berbasis pengetahuan akademik semata, namun juga berangkat dari kasus-kasus nyata secara global yang memerlukan sumbangsih pemikiran sebagai solusi bersama.

Dhani mengungkapkan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, AICIS 2024 diselenggarakan dengan empat distingsi (hal yang berbeda).

Pertama, pemilihan Redefining the Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Right Issues sebagai tema utama merupakan respons atas fenomena krisis kemanusiaan global di beberapa belahan dunia, seperti Palestina, Ukraina, dan belahan dunia lain yang sangat mempihatinkan.

Kedua, diselenggarakannya Religious Leaders Summit sebagai bagian dari rangkaian perehelatan AICIS. Religious Leaders Summit merupakan sebuah ajang yang menghadirkan para tokoh agama dari berbagai negara di ASEAN untuk menyampaikan pengalaman dan gagasan peran agama dalam mengatasi krisis global.

Ketiga, penyelenggaraan AICIS 2024 ini juga berkolaborasi dengan 20 Jurnal PTKI terindeks scopus untuk mempublikasikan 80 makalah dan 100 makalah pada Jurnal terindeks SINTA 2. Artinya, terdapat 180 papers yang nantinya akan dipublikasikan di Jurnal terindeks nasional maupun internasional sebagai tindak lanjut setelah dipresentasikan dalam Parallel Session.

Keempat, diselenggarakan setidaknya lima Side Event pada AICIS 2024. Kelima Side Event tersebut, yaitu: Islamic Culture and Civilization Expo; Islamic Higher Education Expo and Journal Clinique; Heritage And Cultural Trip; Declaration of Semarang Charter; Semarang Halal Food Festival yang akan membagikan kepada peserta sebanyak 500 buah durian setiap hari. (din)

Forhumas PTKIN Bersama Kasubtin Humas Pendis Pimpin Rapat Startegi SPAN UM-PTKIN

SEMARANG, FC - Ketua Forum Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Forhumas PTKIN), Hayatul Islam, bersama Kasubtim Humas Pendis Khaerul Umam, memimpin rapat strategis SPAN-UM PTKIN dalam upaya meningkatkan sosialisasi dan brand image PTKIN. Rapat ini berlangsung di sela-sela kegiatan AICIS 2024 di UIN Walisongo Semarang pada Sabtu, (03/02/2024).

Mohamad Arifin Pranata Humas Ahli Muda IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Arifin menuturkan dalam rapat tersebut, berbagai perwakilan PTKIN turut hadir untuk membahas langkah-langkah strategis guna meningkatkan efektivitas sosialisasi SPAN-UM PTKIN. 

Beberapa poin utama yang dibahas mencakup saran dan masukan strategis dari perwakilan PTKIN:

Pembentukan kanal khusus humas PTKIN untuk sosialisasi SPAN-UM, dengan sinergi antara admisi dan humas serta komitmen pimpinan untuk pengembangan kelembagaan.

Rakor teknis SPAN-UM PTKIN dengan bahan dan metode yang siap digunakan, termasuk komunikasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi, launching di kabupaten, dan undangan kepada calon mahasiswa.

Rencana bimbingan teknis untuk TIK/Humas sebagai jembatan pendaftaran SPAN-UM PTKIN.

Mendorong kreativitas anak-anak muda di PTKIN dalam menjaring calon mahasiswa.

Menyoroti masalah operator sekolah yang lupa, mengakibatkan pengurangan registrasi.

Kendala sosialisasi karena baru terbentuk Pusat Mutu Akademik. Kendala sosialisasi kepada alumni pondok pesantren karena keterbatasan akses informasi.

Mendorong kerjasama dengan MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling) untuk lebih berorientasi pada prodi umum.

Menekankan bahwa sosialisasi dan branding PTKIN membutuhkan dukungan dari stakeholder dan kolaborasi antar institusi dengan media partner. jelas Arifin.

Sementara itu, Hayatul Islam Ketua Forhumas PTKIN, menekankan beberapa faktor pendukung kesuksesan SPAN-UM PTKIN 2024, antara lain dominannya peran Humas, kerjasama dengan Admisi dan bagian Akademik, mengikuti arahan Pokja SPAN sebagai koordinator, serta fokus pada sosialisasi dan rebranding kampus.

Senada dengan itu, Kasubtim Humas Pendis Khaerul Umam menambahkan strategi, termasuk pembagian ruang untuk mengetahui sasaran yang tepat, dukungan anggaran yang sesuai, penggunaan sumber daya tanpa ego sektoral, dan strategi serempak di lapangan.

Kang Hayat, panggilan akrab Hayatul Islam, menyimpulkan rapat ini sebagai langkah awal strategis dalam meningkatkan efektivitas sosialisasi SPAN-UM PTKIN, dengan harapan dapat menjadikan PTKIN lebih dikenal dan diminati oleh calon mahasiswa. (Ara)

DLH Kota Cirebon Angkut Ribuan Ton Sampah Malam Pergantian Tahun 2024

 

CIREBON, FC - Upaya menjaga Kota Cirebon tetap bersih dan masyarakat nyaman dengan soal lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon mengangkut sampah sebanyak 1.156 ton pada malam pergantian tahun 2024.

Kepala UPT Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon, Rezki Prima Barian, Rabu (3/1/2024), menyampaikan bahwa pada malam pergantian tahun 2024, petugas mengangkut sebanyak 1.156 ton sampah se-Kota Cirebon. 

"Sampah paling banyak di angkut dari Alun-alun Kejaksan dengan mengerahkan 2 mobil truk sampah," terang Rezki, Rabu, 3 Januari 2024.

Rezki juga menjelaskan, pada malam pergantian tahun 2024 jumlah sampah meningkat dibandingkan dengan hari biasanya, yakni sebesar 780 ton sampah perhari se-Kota Cirebon. 

"Pada malam pergantian tahun 2024 naik sebesar 373 ton sampah. Kenaikan sampah itu sudah terjadi sejak tanggal 30 Desember 2023 sampai 1 Januari 2024. Sampah pada malam tahun baru 2024 ini juga mengalami kenaikan dibandingkan dengan pada tahun 2022 lalu,” ujarnya.

Untuk antisipasi sampah ini, kata Rezki, pihak DLH Kita Cirebon mengerahkan sebanyak 16 mobil pengangkut sampah. Mobil-mobil truk sampah tersebut tersebar di beberapa titik di Kota Cirebon pada H-2 sampai dengan H+1 pergantian tahun.

Dari 16 mobil truk sampah yang kita  dikerahkan, kata Rezki, itu terbagi menjadi dua shift, Pertama pengangkutan sampah pada pagi hari dan shift kedua dari sore sampai malam hari. 

"Sampah-sampah yang kita angkut  langsung dibuang di TPA Kopiluhur,” tandasnya. (din)