Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 15 Mei 2024

Hadiri Agro Expo, Bupati Minta Petani Olah Sawah Dengan Baik

KABUPATEN CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri Cirebon Agro Expo Pertanian di Desa Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Rabu (15/5/2024).

Bupati Imron mengatakan, Cirebon Agro Expo Pertanian bertujuan menghadirkan produk-produk hasil olahan yang diolah oleh masyarakat. Kedua, pada kesempatan ini juga, ia mengajak kepada petani dan juga dari Dinas Pertanian, agar mengolah sawah dengan baik supaya hasilnya maksimal.

Selain itu, Imron berkesempatan memberikan bantuan berupa 69 unit pompa air kepada petani. Menurutnya, dari 69 pompa ini, mampu mengairi 690 hektare sawah.

“Harapannya, dengan adanya bantuan pompa air ini, agar para petani tidak lagi mengeluh kaitan dengan kelangkaan air,” ujar Imron.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Dr. Alex Suheriyawan, S.P, M.Pd.I mengatakan, Cirebon Agro Expo Pertanian tahun ini, tersebar di tiga titik. Di Kecamatan Weru ini memang bukan sentra pertanian, tetapi disini menjadi sentra industri.

“Jadi mudah-mudahan, di wilayah tengah ini, menggeliat berbicara tentang agro bisnisnya dari hasil pertanian yang dikembangkan. Sedangkan untuk wilayah timur dan wilayah barat, cenderung mengarah ke arah budidaya,” jelas Alex.

Ia juga berterima kasih kepada Bupati Cirebon, karena menurutnya, di tangan Bupati Imronlah Kabupaten Cirebon menjadi barometer nasional maupun Jawa Barat.

“Hal tersebut, berkat arahan Pak Bupati, Kabupaten Cirebon menjadi barometer tabel pertanian yang berkelanjutan,” tukasnya.

Jurusan Tadris Biologi IAIN Cirebon Berperan Aktif Dalam Kegiatan Seminar Nasional ADBPB PTKI

CIREBON, FC - Jurusan Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon turut berperan aktif dalam kegiatan Seminar Nasional Asosiasi Dosen Biologi dan Pendidikan Biologi (ADBPB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang diselenggarakan pada 14-15 Mei 2024 di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. 

Seminar ini menghadirkan berbagai narasumber ternama, termasuk Prof. Dr. Ikhfan Haris, M.Phill, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Timor Leste, dan Badrus Sholeh, S.Ag. M.A, PhD, Atdikbud KBRI Riyadh Arab Saudi.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag. M.Si, yang menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian tak terpisahkan dari pengakuan dan pengembangan kompetensi dosen. “Kami berterima kasih kepada Asosiasi DBPB atas kepercayaannya kepada UIN Raden Fatah sebagai tuan rumah. UIN Raden Fatah berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai kegiatan akademik,” ujar Rektor UIN Raden Fatah Palembang. Selasa, (14/05/2024).

Prof. Dr. Mashuri Masri, S.Si. M.Kes, Ketua ADBPB PTKI se-Indonesia dari UIN Alaudin Makassar, menyampaikan bahwa asosiasi ini berdiri sejak 2012 dan telah rutin mengadakan kegiatan akademik di berbagai perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama. “Tujuan dari seminar ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dosen biologi dan pendidikan biologi melalui kegiatan silaturahmi dan pertukaran ilmu,” jelas Mashuri Masri.

Dalam sesi presentasinya, Prof. Dr. Ikhfan Haris mengungkapkan kesiapan Timor Leste untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia di bidang pendidikan, termasuk program magang bersertifikat internasional dan dosen mengabdi internasional. “Kami berharap mendapatkan beasiswa dari Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Timor Leste,” tambah Ikhfan Haris.

Sementara itu, Badrus Sholeh menekankan visi Saudi Arabia 2030 yang berfokus pada kemajuan dalam perdagangan, pendidikan, dan keagamaan, serta keterbukaan Arab Saudi untuk kerja sama internasional. “Saudi Arabia menyediakan banyak beasiswa di bidang sains dan teknologi,” ujarnya.

Dr. Delima E. Maretha dari Fakultas Saintek UIN Raden Fatah Palembang menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dalam menyongsong Indonesia emas tahun 2045. “Diperlukan berbagai program untuk mempersiapkan generasi mendatang menghadapi tantangan global,” kata Delima Maretha.

Dr. Evi Roviati, S.Si. M.Pd, perwakilan dari Jurusan Tadris Biologi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyatakan dukungan penuh terhadap seminar ini. “Kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi dan menjembatani kerja sama yang lebih luas, baik dengan program studi pendidikan di PTKI maupun di tingkat internasional,” ujar Ketua Jurusan Tadris Biologi IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Seminar nasional ini diikuti oleh berbagai kalangan, baik dosen biologi dan pendidikan biologi, melalui metode hybrid, baik online maupun offline. Partisipasi aktif Jurusan Tadris Biologi IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam acara ini menunjukkan komitmen mereka untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan biologi di Indonesia.(din)

Selasa, 14 Mei 2024

Antisipasi Banjir, Komisi II DPRD Ingatkan Pemerintah Soal Perbaikan Drainase



CIREBON – Komisi II DPRD mengingatkan kepada Pemerintah Daerah Kota Cirebon untuk memperbaiki sejumlah drainase guna mengantisipasi banjir.

Masalahnya, terdapat banyak drainase di Kota Cirebon yang mengalami kerusakan atau bahkan penyumbatan. Kondisi itu berdampak beberapa lokasi di Kota Cirebon terjadi genangan dan banjir ketika hujan deras dan debit aliran dari hulu sungai meningkat.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD H Karso SIP dalam rapat kerja, bersama Dinas PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Senin (13/5/2024) di Griya Sawala.

“Beberapa titik masih ada drainase tidak berfungsi maksimal, apalagi diperparah dengan kebiasaan masyarakat yang kurang disiplin dalam membuang sampah,” ujarnya.

Sehingga, penumpukan sedimentasi di beberapa wilayah aliran sungai perlu segera dilakukan tindakan dari instansi terkait.

Selain itu, Karso pun merasa prihatin dengan masih adanya bangunan-bangunan yang berdiri di atas drainase ataupun saluran air.

Menurutnya, hal tersebut perlu ditinjau ulang sejauh mana perizinan yang telah dikantongi bangunan tersebut.

“Kalau izinnya tidak ada berarti masuk bangunan liar dan perlu tindakan lanjut,” tambahnya.

Sementara itu, anggota Komisi II Ir Watid Sahriar MBA menilai Dinas PUPR dapat melibatkan BBWS dalam penanganan persoalan drainase.

Sehingga, keduanya bisa bersinergi dalam membuat rumusan perencanaan teknis yang nantinya dituangkan dalam Detail Engineering Design (DED).

DED sendiri merupakan perencanaan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan untuk pembangunan sistem saluran drainase.

“Kalau inisiasi instansi terkait masih belum terealisasi, kan bisa mengajukan usulan ke provinsi atau pusat,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kota Cirebon Rachman ST menyebut, akan menormalisasi aliran sungai yang sedimentasinya menumpuk.

Adapun aliran sungai tersebut meliputi; sungai Sijarak 1, sungai Sijarak 2, sungai Cikenis, sungai Cikalong, sungai Bedeng, sungai Sigujeg dan sungai Cimanggu.

“Kami juga meminta BBWS bisa ikut membantu penyelesaian tersebut, terutama menangani drainase jalan yang dipenuhi sampah, sedimentasi bahkan ketutup plat beton,” tuturnya.

Selain itu, upaya peningkatan kesadaran pun akan ditingkatkan dalam mengelola sampah yang berasal dari limbah rumah tangga.

“Nanti, kami juga memetakan dan koordinasi dengan berbagai stakeholder dalam upaya peningkatan kesadaran masyarakat,” pungkasnya.

Pihak BBWS pun menyatakan siap dalam langkah strategis yang disampaikan Dinas PUPR dalam penanganan banjir di Kota Cirebon.

Turut hadir anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon Syarif Maulana dan Agung Supirno SH.

IAIN Cirebon dan UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan Gelar Konsinyering Penyusunan Pagu Anggaran 2025

PEKALONGAN FC – Dalam rangka mempersiapkan penyusunan pagu indikatif (pagu sementara) Ditjen Pendis tahun 2025, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengadakan kegiatan Konsinyering Penyusunan Pagu Kegiatan dan Anggaran Tahun 2025. 

Kegiatan yang berlangsung dari 14 hingga 17 Mei 2024 ini dihadiri oleh 89 peserta dari berbagai unit kerja.Selasa, (14/05/2024).

Ketua pelaksana kegiatan, Nining Suryaningsih, SE., melaporkan bahwa persiapan telah dimulai dengan sukses pada 13 Mei 2024 melalui Bimbingan Teknis Aplikasi E-Planning yang diikuti oleh 29 peserta dari masing-masing unit. 

“Alhamdulillah, Bimbingan Teknis ini berjalan lancar dan menjadi dasar kuat bagi tahapan konsinyering selanjutnya,” ujar Nining.

Kegiatan konsinyering ini menghadirkan sejumlah pemateri. Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dan Prof. Dr. H. Zaenal Mustaqim, M.Ag., Rektor UIN Gusdur Pekalongan. Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag., membuka sesi dengan materi tentang Penguatan Rencana Kerja dan Anggaran Berbasis Kinerja. 

Nining menegaskan pentingnya acara ini untuk menghasilkan perencanaan program anggaran yang berkualitas dan berdampak.

“Konsinyering ini menjadi dasar dalam menjalankan Indikator Kinerja Utama (IKU) PTN dan Perjanjian Kinerja (Perkin) baik dengan Dirjen Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan maupun dengan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama,” ujar Prof. Aan.

Tema penyusunan program dan anggaran tahun 2025 yang diusung adalah “Digitalisasi Layanan Publik dan Internasionalisasi Menuju Keunggulan Kampus yang Berdampak.” 

Menurut Prof. Aan, tema ini sejalan dengan visi meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui digitalisasi dan internasionalisasi.

Prof. Aan juga menjelaskan bahwa Perkin Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI pada Program Pendidikan Tinggi mencakup penguatan sistem pendidikan yang moderat, peningkatan kualitas tenaga pendidik, standar dan sistem penjaminan mutu pendidikan, serta pemanfaatan penelitian. 

Selain itu, program dukungan manajemen juga fokus pada peningkatan tata kelola organisasi yang efektif dan akuntabel.

Adapun delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Negeri adalah sebagai berikut:

Persentase lulusan S1 dan Program Diploma setahun terakhir yang berhasil mendapatkan pekerjaan layak, melanjutkan studi, atau menjadi wirausaha.

Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 setahun terakhir yang menghabiskan paling tidak 20 SKS di luar kampus atau meraih prestasi minimal tingkat nasional seperti magang, proyek desa, mengajar, riset, atau pertukaran pelajar.

Persentase dosen yang berkegiatan tridharma di kampus lain, di QS100 (berdasarkan ilmu), bekerja sebagai praktisi di dunia industri, atau membina mahasiswa yang berhasil meraih prestasi minimal tingkat nasional dalam lima tahun terakhir.

Persentase dosen tetap berkualifikasi S3, memiliki sertifikasi kompetensi/profesi yang diakui oleh industri dan dunia kerja, atau berasal dari kalangan praktisi profesional, dunia industri, atau dunia kerja.

Jumlah keluaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mendapatkan rekognisi internasional atau diterapkan oleh masyarakat per jumlah dosen.

Persentase program studi S1 dan Diploma yang melaksanakan kerjasama dengan mitra.

Persentase mata kuliah S1 dan Diploma yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran berbasis proyek sebagai sebagian bobot evaluasi.

Persentase program studi S1 dan Diploma yang memiliki akreditasi atau sertifikasi internasional yang diakui pemerintah.

Dengan kegiatan ini, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan berharap dapat meningkatkan kualitas perencanaan anggaran yang lebih baik dan berdampak positif bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. (din)

Bangun Perilaku Jujur Siswa, PJ Walikota Cirebon Resmikan Kantin Kejujuran

CIREBON, FC - Program ini merupakan kerjasama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon dan Kejaksaan Negeri Kota Cirebon dengan tema “Aksi Nyata Implementasi Pendidikan Anti Korupsi”.

Launching program secara serentak di SD dan SMP se-Kota Cirebon ini dihadiri unsur forkopimda, Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sekolah Dasar Kota Cirebon dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP., Selasa, (14/5/2024).

Kantin kejujuran sebagaimana kantin pada umumnya, yakni sebuah tempat di sekolah yang menjual makanan dan minuman. Kantin biasa dikunjungi siswa saat istirahat.

Namun, ada hal pokok yang membedakan kantin kejujuran dengan kantin biasa, yaitu tidak adanya penjaga kantin atau kasir sehingga si pembeli harus mengambil sendiri makanan dan minuman yang diinginkan, lalu menyelesaikan sendiri pembayarannya.

Si pembeli meletakkan uang tepat sejumlah rupiah yang harus dibayarkannya di kotak uang. Jika uangnya lebih besar daripada harga yang harus dia bayar, uang kembali dia ambil sendiri dari kotak uang itu.

Dengan demikian, kantin kejujuran bisa menjadi ajang pembelajaran bagi generasi muda tentang pentingnya perilaku jujur terhadap diri sendiri.

Pada akhirnya akan bermuara kepada lahirnya generasi yang menghormati kejujuran sekaligus memunculkan generasi antikorupsi.

Pj Wali Kota mengatakan bahwa dirinya berharap, tertanam dalam hati siswa di sekolah dan pembeli untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran.

“Semoga program kantin kejujuran ini dapat menjadi gerakan yang terus menerus dengan perilaku dan integritas anak-anak kita akan terbentuk,” ujarnya.

Pj Wali Kota juga menyampaikan terimakasih kepada Kejaksaan Negeri Kota Cirebon yang sudah mendukung program ini. Sebelumnya, kata Pj Wali Kota, sudah ada beberapa program yang dilaksanakan di sekolah seperti tokoh mengajar, jaksa masuk sekolah dan lainnya.

Pj Wali Kota menginginkan, kantin kejujuran bisa menjadi langkah awal pelajaran antikorupsi sejak dini untuk menuju masa depan Indonesia yang lebih baik.

“Kami mempunyai keyakinan bahwa pembentukan karakter dan perilaku jujur dari kantin kejujuran ini sebagai dasar sekaligus bekal untuk para siswa dalam hidup bernegara dan bermasyarakat,” tandasnya.

Ditambahkan Pj Wali Kota, meminta kepada Kadisdik untuk berkoordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) X Provinsi Jawa Barat, untuk menerapkan kantin kejujuran di SMA, SMK, maupun SLB, termasuk juga di perguruan tinggi.

Sementara itu, Kajari Kota Cirebon, Umaryadi menegaskan, kantin kejujuran merupakan salah satu program pendidikan anti korupsi yang diterapkan di sekolah.

“Kantin kejujuran ini juga bagian dari mendukung program pemerintah berkaitan dengan pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Masih kata Kajari, tidak hanya mengedepankan aspek pencegahan dan penindakan, kantin kejujuran juga mengedepankan sisi edukatif, yaitu memberikan pendidikan kepada semua orang agar memiliki budaya malu terhadap korupsi.

“Sehingga ini akan menjadi bekal untuk siswa kedepannya bagaimana bersikap dan berperilaku yang sesuai norma di masyarakat,” harapnya. (Ara)