Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 19 September 2024

Lewat Workshop, SPI UIN Siber Cirebon Siap Tingkatkan Daya Saing Internasional


CIREBON, FC – Satuan Pengawas Internal (SPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), semakin mengukuhkan komitmennya dalam meningkatkan daya saing internasional. 

Pada Kamis, 19 September 2024, SPI mengadakan Workshop Manajemen Risiko dan Peta Risiko yang diselenggarakan di Auditorium Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), dengan dihadiri oleh 35 peserta terdiri dari dosen dan tenaga administrasi dari berbagai unit kerja. 

Ketua pelaksana, Haulah Nakhwatunnisa, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko di lingkungan kampus. 

"Sebanyak 35 peserta terdiri dari dosen dan tenaga administrasi dari berbagai unit kerja mengikuti workshop ini, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan operasional universitas," ujarnya.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag, dalam sambutannya menekankan bahwa manajemen risiko adalah langkah strategis yang harus dikuasai oleh setiap institusi pendidikan untuk menjaga stabilitas dan kredibilitas di era digital. 

"Dengan manajemen risiko yang baik, kita bisa lebih siap menghadapi tantangan global dan meningkatkan daya saing di kancah internasional," tegasnya saat membuka acara.

Acara ini dipandu oleh Agus Nurohman Sidiq, S.H., yang memastikan jalannya kegiatan berjalan lancar dan interaktif. Narasumber utama dalam workshop ini adalah Dr. Siti Maghfiroh, S.E., M.Si., Ak., CA., ACPA., CTA., QIA., CRA., CRP., CRMP., CPOF., CHRP, dosen dari UNSOED dan juga pakar manajemen risiko dengan pengalaman luas. 

Dalam penyampaiannya, Dr. Siti Maghfiroh membahas pentingnya penerapan manajemen risiko di lingkungan perguruan tinggi, terutama dalam menghadapi era globalisasi dan digitalisasi yang terus berkembang.

"Manajemen risiko yang efektif bukan hanya tentang mengatasi masalah, tetapi juga bagian dari strategi untuk menjaga keberlanjutan universitas di masa depan," ujar Dr. Siti Maghfiroh. 

Ia juga memberikan panduan tentang bagaimana menyusun peta risiko yang terintegrasi dengan operasional universitas, dengan tujuan untuk mengantisipasi dampak negatif sekaligus memaksimalkan peluang yang ada.

Workshop ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam upaya menciptakan tata kelola universitas yang lebih baik dan tangguh dalam menghadapi risiko, sejalan dengan visinya sebagai universitas Islam berbasis siber yang mendunia. (din)

Pascasarjana UIN Alaudin Makasar Gelar Benchmarking Ke Pascasarjana UIN Siber Cirebon

CIREBON, FC - Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar benchmarking ke Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, atau yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU). 

Kegiatan benchmarking ini berlangsung pada Rabu, 18 September 2024, di Ruang Sidang Pascasarjana UIN SSC, dengan tujuan memperdalam pemahaman tentang implementasi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan transformasi kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag., serta sejumlah Kaprodi dari berbagai program studi (PAI, MPI, HKI, Ekos, SPI, PMI, dan PJJ). Jajaran pimpinan lainnya seperti Kepala PPID, Kasubbag TU Pascasarjana, dan tenaga kependidikan turut hadir untuk menyambut rombongan delegasi dari UIN Alauddin Makassar yang dipimpin oleh Prof. Dr. Hasyim Haddade, M.Ag., Wakil Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, bersama timnya yang terdiri dari Dr. H. Abdul Rahman Sakka,Lc.,M.Pd.I.,, Dr. Syamsuddin, S.Ag., M.Pd.I., Dr. Hj. Yuspiani, M.Pd., dan Dr. Habib, SKM., M.Kes.

Dalam sambutannya, Prof. Jamali memaparkan transformasi kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang telah resmi beralih status dari IAIN menjadi UIN Siber sesuai dengan Perpres No. 60 Tahun 2024, yang diterbitkan pada 21 Mei 2024. Ia menekankan bahwa UIN SSC telah menjadi bagian dari pilot project Kementerian Agama RI dalam pengembangan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), yang hingga kini telah melahirkan enam program studi PJJ, termasuk PJJ PAI Magister.

“Kami sangat bangga menjadi bagian dari inisiatif ini. Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di UIN SSC telah dirancang untuk menjangkau lebih banyak mahasiswa, memungkinkan mereka untuk mengakses pendidikan berkualitas tanpa batasan jarak,” tutur Prof. Jamali. Ia juga menyampaikan bahwa model PJJ yang dikembangkan UIN SSC telah menjadi acuan bagi banyak kampus lain di Indonesia.

Sementara itu, Prof. Dr. Hasyim Haddade, M.Ag., Wakil Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi yang tinggi atas sambutan hangat dari sivitas akademika UIN SSC. Ia menekankan bahwa benchmarking ini merupakan bagian dari upaya UIN Alauddin untuk mempelajari lebih dalam tentang penerapan sistem PJJ, yang hanya dimiliki oleh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

“Kami sangat tertarik dengan pengembangan PJJ yang sudah berhasil diterapkan di sini. Ini adalah inovasi luar biasa yang mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital,” ujar Prof. Hasyim.

Kegiatan benchmarking ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan mengenai PJJ, tetapi juga memperkuat hubungan akademik antar kedua institusi. Diskusi mendalam mengenai tantangan dan peluang dalam pengelolaan program studi berbasis jarak jauh menjadi fokus utama, yang diharapkan mampu memperkaya wawasan kedua belah pihak dalam mengembangkan program pendidikan yang lebih inklusif dan modern.

Acara yang berlangsung hingga siang hari ini diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoA) antara Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengembangkan pendidikan jarak jauh dan memperkuat sinergi kelembagaan di masa depan.

Benchmarking ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi lebih erat antara kedua perguruan tinggi, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. (din)

Hadiri Forum Rektor PTKIN di Jakarta, Ini Kata Rektor UIN Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani M.Ag

CIREBON, FC - Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU), menghadiri Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berlangsung pada 17-19 September 2024 di Jakarta. 

Acara ini mengangkat tema sentral “Penguatan Kelembagaan Melalui Peningkatan Akreditasi Perguruan Tinggi”, yang menjadi fokus utama dalam rangka meningkatkan daya saing akademik di PTKIN.

Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis terkait pengelolaan kepegawaian di era jabatan fungsional (JF) turut dibahas secara mendalam. Beberapa isu penting yang dibahas meliputi kenaikan pangkat, mutasi, dan rotasi pegawai, serta penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

Isu-isu ini dipandang krusial untuk menunjang akreditasi program studi dan lembaga perguruan tinggi.

Prof. Dr. H. Aan Jaelani menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia di lingkungan PTKIN untuk mendukung target akreditasi institusi. 

“Kunci keberhasilan akreditasi tidak hanya terletak pada aspek akademis, tetapi juga pada manajemen sumber daya yang profesional. Kenaikan pangkat dan mutasi pegawai harus dikelola dengan baik, sesuai dengan kebutuhan institusi,” ujarnya.

Menurut Prof. Dr. Slamet Wahyudi Dewan Ekskutif BAN-PT, Permendikbudristek 53/2023 merupakan landasan penting bagi perguruan tinggi dalam menjamin dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. 

“Akreditasi adalah bentuk penilaian mutu perguruan tinggi yang dilakukan sesuai dengan kriteria Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti), dan ini harus didukung dengan SPMI yang terencana dan berkelanjutan,” ujar Prof. Slamet.

Prof. Slamet juga menyoroti pentingnya sinergi antara SPMI dan manajemen perguruan tinggi untuk mencapai akreditasi yang optimal. 

SPMI, menurutnya, mencakup proses penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar pendidikan tinggi, yang menjadi fondasi untuk meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan. 

“Implementasi SPMI harus diintegrasikan dalam manajemen perguruan tinggi, dan data serta informasi terkait SPMI harus akurat melalui PD Dikti,” tambahnya.

Prof. Slamet, menekankan bahwa otonomi perguruan tinggi dalam mengelola mutu pendidikan sesuai dengan pasal 62 dan 63 UU Dikti adalah aspek penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan mampu mencetak sumber daya manusia yang kompetitif di masa depan. 

“Penjaminan mutu bukan hanya soal akuntabilitas, tetapi juga tentang menciptakan sistem pendidikan yang transparan dan terukur, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Forum ini menjadi wadah bagi para rektor PTKIN untuk mendiskusikan tantangan dan peluang dalam penguatan kelembagaan dan peningkatan akreditasi, terutama dalam konteks penjaminan mutu pendidikan tinggi. 

BAN-PT sebagai lembaga yang berwenang dalam pengembangan sistem akreditasi juga menjadi topik diskusi, di mana akreditasi dipandang sebagai indikator utama dalam mengukur kualitas perguruan tinggi.

Melalui diskusi ini, diharapkan PTKIN dapat terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan menjalankan prinsip-prinsip SPMI yang otonom, terstandar, akurat, berkelanjutan, dan terdokumentasi.

Kegiatan Forum Rektor ini dihadiri oleh para rektor PTKIN se-Indonesia, yang bersama-sama mencari solusi untuk memperkuat kelembagaan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa depan. 

Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang dapat menjadi pedoman bagi PTKIN dalam meningkatkan mutu dan akreditasi perguruan tinggi, termasuk UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. (din)

Pemkab Cirebon Terima Penghargaan CNN Award 2024

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menerima penghargaan kategori Quick Response in Dealing Community Problems dalam ajang CNN Indonesia Award 2024.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menerima langsung penghargaan tersebut di Grand Ballroom Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Selasa (17/9/2024).

Pemkab Cirebon telah membentuk tim analitik media untuk menganalisis keluhan masyarakat. Sehingga, Pemkab Cirebon merespons langsung berbagai permasalahan yang ada.

Salah satunya, saat peristiwa banjir yang terjadi di Kabupaten Cirebon. Pemkab Cirebon langsung merespons, tim evakuasi langsung terjun dan bergerak menjangkau warga terdampak. Bantuan logistik pun disalurkan secara efisien.

“Program pengelolaan sampah juga ditingkatkan. Dengan melibatkan masyarakat, pemerintah berhasil mengurangi volume sampah yang mencemari lingkungan,” ujar Wahyu.

“Langkah-langkah konkret ini membuktikan bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Selalu siap sedia mengatasi segala tantangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengatakan, Jabar memiliki potensi besar. Bahkan, jumlah populasi terbesar di Indonesia, yakni 50 juta jiwa.

“CNN Indonesia Award bukan sekadar penghargaan, melainkan wadah inspirasi yang menyorot dedikasi dan kerja keras mereka di berbagai bidang,” kata Bey Machmudin dalam sambutannya.

Bey mengungkap, Provinsi Jabar kaya akan budaya dan sumber daya alam, juga gerakan besar yang dipenuhi dengan inovasi dan semangat kolaborasi yang tidak pernah pudar.

“Di tengah tantangan global, Jawa Barat terus menyalakan obor harapan untuk Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Ia mengatakan, semangat yang menyala lahir dari inspirasi besar yang pernah memanaskan Kota Bandung, yakni Bandung Lautan Api, hal itu dijaga dalam bingkai pembangunan berkelanjutan.

“Semangat ini tidak hanya menjadi simbol lokal, tetapi juga dorongan kuat bagi kita semua untuk tetap berinovasi dalam setiap bidang kehidupan, mulai dari ekonomi, pendidikan hingga lingkungan hidup,” jelasnya.

Ia pun percaya, pembangunan tidak hanya tentang insfrakstruktur atau angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang keberanian dalam menghadapi tantangan.

“Kita memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

“Jawa Barat berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan dan program yang membawa perubahan positif, baik di bidang pendidikan, kesehatan, teknologi hingga lingkungan hidup,” ujarnya menambahkan.

Selain itu, Bey mengatakan, peran media sangatlah penting. Media sebagai agen perubahan, mampu menyatukan aspirasi masyarakat, menyuarakan kebenaran, dan memberikan inspirasi bagi masyarakat.

“Saya ucapkan selamat kepada para penerima penghargaan. Semoga apresiasi ini menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik bagi Jawa Barat, dan tentunya untuk Indonesia,” pungkasnya. (din)

Rabu, 18 September 2024

Febi UIN Siber Cirebon Perkuat Daya Saing Internasional di Konferensi Bisnis Islam Malaysia

PENANG MALAYSIA — Dalam upaya meningkatkan daya saing internasional, dua dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Hj. Dewi Fatmasari,M.Si, dan Hj. Nining Wahyuningsih, S.E,MM, berkesempatan menjadi presenter di acara The 5th UUM International Islamic Business Management Conference 2024, yang diselenggarakan oleh University Utara Malaysia (UUM). 

Konferensi tersebut bertempat di Bertam Resource, Penang, Malaysia, yang digelar mulai tanggal 17-18 September 2024, dengan tema utama "Empowering Halal Green Economy and Digitalisations Toward Maqosit Shariah."

Dr. Hj. Dewi Fatmasari, yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan FEBI, mempresentasikan artikel berjudul "Analysis of the Inflation Rate, Exchange Rate, and BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DDR) on the Net Asset Value of Islamic Stock Mutual Funds for the Period 2013-2022." 

Dalam paparannya, ia mengungkapkan analisis mendalam tentang bagaimana variabel-variabel ekonomi seperti inflasi dan nilai tukar mempengaruhi kinerja reksa dana saham syariah selama hampir satu dekade. 

Penelitiannya dianggap relevan dengan upaya peningkatan stabilitas dan pertumbuhan keuangan Islam, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sementara itu, Hj. Nining Wahyuningsih, S.E., M.M., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Perbankan Syariah di FEBI, mempresentasikan artikel berjudul "Accountability, Transparency, and Islamic Good Corporate Governance on Muzakki Trust in LAZISMU Cirebon Regency." 

Kajiannya menyoroti pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana zakat serta bagaimana tata kelola perusahaan yang baik sesuai prinsip syariah mampu meningkatkan kepercayaan muzakki terhadap lembaga amil zakat.

Dr. H. Didi Sukardi, S.H., M.H., Dekan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas keterlibatan dua dosen FEBI di panggung internasional. 

"Ini merupakan pencapaian luar biasa bagi FEBI, sekaligus menjadi bukti bahwa kita mampu bersaing di level internasional. Saya berharap kontribusi ini dapat semakin memperkuat peran FEBI dalam mengembangkan ekonomi Islam dan mendorong implementasi Maqosit Shariah di berbagai sektor," ujarnya.

Konferensi ini dihadiri oleh akademisi dan praktisi dari berbagai negara, yang berdiskusi tentang tantangan dan peluang dalam mengembangkan ekonomi halal yang ramah lingkungan serta digitalisasi dalam kerangka Maqosit Shariah. 

Kehadiran dosen-dosen FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di acara ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jaringan internasional dan menegaskan komitmen mereka dalam pengembangan ilmu ekonomi Islam yang berkelanjutan.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran ide, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi Islam dalam mengangkat isu-isu kritis yang relevan dengan perkembangan ekonomi syariah global. (din)