Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 11 Desember 2024

Diskominfo Kabupaten Cirebon Gelar Rapat Evaluasi E-Monev Tahun 2024

KABUPATEN CIREBON — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon menggelar Rapat Evaluasi E-Monev Tahun 2024 dan Penguatan Implementasi Keterbukaan Informasi Publik di Ruang Rapat Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Rabu (11/12/2024).

Acara ini bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik dan transparansi pemerintahan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr H Hilmy Riva’I MPd menyampaikan, bahwa dalam tiga tahun terakhir, Kabupaten Cirebon telah berupaya mewujudkan keterbukaan informasi publik melalui E-Monev.

“Kita patut bersyukur atas capaian yang telah kita raih, terutama dalam tiga tahun terakhir,” ujarnya.

Beberapa capaian tersebut, meliputi perbaikan tata kelola informasi berkala melalui situs web resmi pada 2022.

Kemudian, peningkatan kontribusi perangkat daerah hingga 85 persen dengan inovasi aplikasi Superapps pada 2023, serta peningkatan kontribusi hingga 90 persen dan pengembangan inovasi aplikasi Cikadigi pada 2024.

Hilmy memyebutkan, Kabupaten Cirebon telah meraih predikat informatif selama tiga tahun berturut-turut. Namun, beberapa tantangan masih perlu diatasi, seperti keterlambatan penyerahan dokumen dan ketidakhadiran PIC dalam rapat koordinasi.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto SH MH melalui Sekretaris Diskominfo Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno SSi menyatakan bahwa kegiatan monev ini sangat strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik.

“Kita harus meningkatkan komitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, disampaikan beberapa rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik, seperti meningkatkan peran dan kontribusi PPID perangkat daerah, pengelolaan website sebagai pusat informasi publik secara lebih baik, serta menyusun draft Surat Keputusan Daftar Informasi yang Dipublikasikan (SK DIP) dan Daftar Informasi yang Dikecualikan (DIK).

Pemkab Cirebon, lanjutnya, berkomitmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas melalui implementasi E-Monev dan keterbukaan informasi publik.

Fajar mengatakan, Rapat Evaluasi E-Monev 2024 ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan komitmen semua pihak dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Kabupaten Cirebon siap melangkah lebih baik ke depan dengan meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik dan transparansi pemerintahan,” tuturnya.

Diskominfo Kabupaten Cirebon pun mengajak semua pihak untuk berkomitmen, berkolaborasi dan bersinergi bersama, dalam upaya mendukung dan mewujudkan kabupaten yang lebih baik.

Dengan demikian, diharapkan Kabupaten Cirebon dapat menjadi contoh baik dalam implementasi keterbukaan informasi publik dan transparansi pemerintahan.

Perlu diketahui, rapat ini dihadiri oleh para narasumber, seperti Ketua Komisi Informasi Daerah Kabupaten Cirebon, Muhammad Idrus MAg, Inspektur Pembantu II Inspektorat Kabupaten Cirebon, Dra Hj Eni Seniwati MSi, dan Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Cirebon, Agung Hariaji SH MPA. (din)

FGD Tim Abdimas UIN Siber Cirebon Kembangkan Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Munjul


MUNJUL, FC -  Sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Tim Abdimas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU),  menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Pengembangan Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Bersama Karang Taruna di Desa Munjul, Kecamatan Astanajapura, Cirebon". 

Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan persoalan sampah yang ada di kawasan tersebut, serta mencari solusi bersama guna menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan pada hari selasa (10/12) ini di Aula Balai Desa Munjul, dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, Ketua RT/RW, pegiat sosial, serta undangan dari kalangan masyarakat setempat. Sebanyak 50 peserta turut aktif dalam diskusi yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini. 

Ketua Pengabdian kepada Masyarakat, H. Amin Iskandar, Lc., MA, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa masalah sampah merupakan isu yang krusial dan memerlukan peran serta seluruh lapisan masyarakat, khususnya di tingkat desa. 

Menurutnya, dengan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat, pengelolaan sampah yang berkelanjutan akan dapat diwujudkan. 

"Melalui FGD ini, kita berharap dapat memetakan berbagai persoalan yang ada di lapangan terkait sampah. Tentunya, pengelolaan sampah yang baik membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk Karang Taruna yang memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak di tingkat desa," ujar Amin dalam sambutannya.

Moderator acara, Nanin Sumiarni, M.Ag, memandu jalannya diskusi yang menghadirkan Penyuluh Swadaya, Agus Budi Siswoyo sebagai narasumber. Agus, yang memiliki pengalaman dalam bidang lingkungan dan pengelolaan sampah, memberikan wawasan tentang pentingnya pengelolaan sampah yang tidak hanya berfokus pada aspek kebersihan, tetapi juga melibatkan aspek ekonomi dan sosial. 

Ia menjelaskan berbagai konsep pengelolaan sampah yang berkelanjutan, seperti pengurangan sampah di sumbernya, pemilahan sampah, serta daur ulang sampah yang dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. 

"Karang Taruna memiliki peran yang sangat strategis dalam kegiatan sosial, termasuk dalam program pengelolaan sampah. Diharapkan mereka dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya mengedukasi masyarakat, tetapi juga terlibat langsung dalam pengelolaan sampah," kata Agus.

Kuwu Choiruddin, yang diwakili oleh Ahmad Hidayat selaku Kasi Pemerintahan, menyambut positif agenda ini dan berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan. 

Ia mengharapkan agar diskusi ini tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi dapat berlanjut ke langkah-langkah teknis yang lebih konkret dalam pengelolaan sampah. Dengan adanya keberlanjutan dalam program ini, diharapkan dapat tercipta sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan di Desa Munjul. 

Ahmad Hidayat juga menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pihak, termasuk masyarakat, Karang Taruna, dan pemerintah desa, untuk mewujudkan tujuan tersebut demi kesejahteraan bersama.

Dalam diskusi FGD yang digelar, berbagai persoalan terkait sampah di Desa Munjul terungkap, mulai dari minimnya fasilitas pengelolaan sampah, rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilahan, hingga kurangnya partisipasi pemuda dalam pengelolaan lingkungan. 

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) aspek Zero Waste, langkah-langkah konkret diharapkan lahir untuk mengatasi tantangan ini. 

Inisiatif ini tidak hanya menjadi solusi lokal bagi Desa Munjul tetapi juga potensi model pengelolaan sampah berkelanjutan yang dapat diterapkan di desa-desa lain di Kabupaten Cirebon. (Nur)

Tadris Bahasa Indonesia UIN Siber Cirebon Gelar Kunjungan Kebahasaan : Fokus pada UKBI dan Literasi Digital

 

JAKARTA, FC – Jurusan Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dan Penguatan Adab Literasi Digital dalam Era Siber.” 

Acara ini dilaksanakan di Aula Gedung M. Tabrani, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta, pada Rabu (11/12/2024), dengan dihadiri lebih dari 130 mahasiswa semester 1 dan 3, dosen, staf, serta narasumber ahli dari Badan Bahasa.

Ketua Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Tato Nuryanto, M.Pd., menekankan pentingnya kemahiran berbahasa Indonesia dalam menghadapi tantangan era globalisasi.

“UKBI merupakan instrumen resmi untuk mengukur kompetensi berbahasa Indonesia secara menyeluruh. Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi mahasiswa memahami pentingnya UKBI, terutama dalam mempersiapkan diri untuk dunia kerja,” ujarnya.

Selain UKBI, isu literasi digital menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Dr. Atikah Solehah, M.Pd., sebagai pemateri utama, menjelaskan bahwa literasi digital tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga mencakup aspek etika. 

“Pemanfaatan teknologi informasi harus disertai dengan literasi digital yang beradab. Mahasiswa perlu memahami bagaimana menggunakan teknologi secara kritis, bijak, dan bertanggung jawab, khususnya dalam menyebarkan informasi berbasis Bahasa Indonesia,” ungkapnya.

Rianto, M.Pd., Sekretaris Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, menambahkan bahwa UKBI telah menjadi bagian penting dalam kurikulum jurusan sejak awal berdiri. Ia menegaskan bahwa jurusan ini berkomitmen mencetak pegiat bahasa yang kompeten melalui berbagai program unggulan.

Acara ini ditutup dengan simulasi pengisian UKBI daring serta diskusi interaktif. Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi, terutama saat membahas strategi meningkatkan skor UKBI dan penerapan etika literasi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang unggul dalam bidang kebahasaan sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi. 

Diharapkan, langkah ini semakin memperkuat peran Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang mampu bersaing di tingkat internasional. (Nur)

Selasa, 10 Desember 2024

Dua Atap Ruang Sekolah SMPN 1 Talun, Ambruk, 7 Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit

CIREBON, FC – Insiden memilukan terjadi di SMPN 1 Talun, Kabupaten Cirebon, ketika dua atap ruang sekolah tiba-tiba ambruk pada Selasa pagi, pukul 08.15 WIB. Kejadian ini berlangsung saat para siswa tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Atap yang ambruk meliputi satu ruang kelas dan satu ruang laboratorium. Akibatnya, tujuh siswa dilaporkan mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Penyebab ambruknya atap kedua ruangan tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan. Pihak sekolah dan dinas terkait tengah bekerja sama untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan insiden ini.

Berdasarkan laporan di lapangan, bahwa sebelum insiden ini terjadi, terdengar suara gemuruh yang menakutkan dan tidak selang berapa lama terdengar suara brukk, yang terdengar jelas bak dentuman, danembuat suara jeritan dari dalam ruang kelas tersebut.

"Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Keamanan siswa adalah prioritas kami, dan kami akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang," ujar seorang perwakilan sekolah.

Sementara itu, keluarga siswa yang berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk memastikan bangunan sekolah dalam kondisi layak dan aman.

Insiden ini menjadi peringatan bagi pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan sekolah, khususnya di wilayah Kabupaten Cirebon, demi menjamin keselamatan seluruh siswa dan tenaga pengajar. (Ara)

UIN SIBER Syekh Nurjati Cirebon Raih Peringkat ke-19 Dari 100 PTKIN Se Indonesia

Kampus Siber Syekh Nurjati Cirebon

CIREBON, FC – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di bawah Kementerian Agama RI kembali mencatat prestasi membanggakan dalam pemeringkatan perguruan tinggi terbaik dunia versi Webometrics. Dalam edisi Juli 2024, delapan PTKIN berhasil menembus daftar 100 perguruan tinggi terbaik di Indonesia. 

Salah satu pencapaian membanggakan datang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon (CIU) yang meraih peringkat ke-19.

Indikator Penilaian Webometrics

Pemeringkatan Webometrics didasarkan pada tiga indikator utama yang mencerminkan kontribusi perguruan tinggi di era digital :

1. Visibility (50%) – Mengukur tingkat pengaruh dan keterpaparan konten perguruan tinggi di dunia maya.

2. Openness (10%) – Menilai aksesibilitas hasil penelitian dari 310 peneliti teratas di masing-masing perguruan tinggi.

3. Excellence (35%) – Mengukur jumlah artikel ilmiah yang masuk dalam 10% publikasi dengan kutipan terbanyak di setiap bidang ilmu.

Penilaian ini menunjukkan sejauh mana perguruan tinggi memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat peran mereka dalam pengembangan ilmu pengetahuan global.

Capaian UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Sebagai salah satu universitas termuda, dengan turunnya Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2024 pada 21 Mei 2024, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berhasil mencetak sejarah. Universitas ini menduduki peringkat ke-19 di tingkat nasional dan masuk dalam 23 perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama yang berhasil masuk 200 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian ini.

"Alhamdulillah, di usia yang masih muda, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu menunjukkan eksistensinya di kancah nasional. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan menjadikan CIU sebagai universitas unggul dan mendunia, sesuai visi kami," ujar beliau.

Potensi PTKIN di Era Digital

Selain UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sejumlah PTKIN lainnya juga mencatatkan prestasi gemilang dalam pemeringkatan ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi Islam di Indonesia mampu bersaing dengan perguruan tinggi umum, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital dan kontribusi akademik di tingkat internasional.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi PTKIN lain untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, dan optimalisasi teknologi informasi. Dengan komitmen bersama, PTKIN di Indonesia diyakini mampu memberikan kontribusi lebih besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, baik di tingkat nasional maupun global.

Keberhasilan ini juga menegaskan bahwa perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama RI memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan era digital. (din)