Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 27 Februari 2025

Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A Berikan Apresiasi Tinggi pada Program Mahasantri Mukim Ma'had Al-Jami'ah UIN Siber Cirebon

 

CIREBON, FC – Ma'had Al-Jami'ah Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU),  sukses menggelar acara Pembukaan Program Mahasantri Mukim Gelombang II Tahun Akademik 2024/2025. 

Acara yang berlangsung meriah di Aula Qodim tersebut dihadiri oleh berbagai pimpinan universitas dan tokoh penting, termasuk Rektor UIN Siber Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf, S.E, M.Si, serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Prof. Dr. Hajam, M.Ag. Kamis, (27/02/2025).

Turut hadir dalam acara ini, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, yang memberikan sambutan penuh apresiasi terhadap program Mahasantri Mukim ini.

Sebanyak 612 mahasantri Ma'had Al-Jami'ah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang baru bergabung dalam program ini hadir dalam acara pembukaan. Program Mahasantri Mukim Gelombang II ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan keislaman yang terintegrasi dengan perkembangan teknologi serta penguasaan bahasa asing, khususnya Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Siber Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menegaskan peran penting Ma'had Al-Jami'ah dalam mentransformasikan ilmu keislaman di tengah pesatnya kemajuan teknologi. 

"Kemajuan teknologi harus kita manfaatkan, namun perlu disaring dengan nilai-nilai luhur agama dan tradisi yang telah diwariskan oleh ulama-ulama besar kita, seperti Sunan Gunung Djati dan Syekh Nurjati," ujar Prof. Aan dengan penuh semangat.

Sementara itu, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., juga menekankan pentingnya penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab bagi mahasantri. 

"Penguasaan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dan Bahasa Arab sebagai bahasa utama dalam memahami sumber-sumber keislaman, baik yang klasik maupun modern, memiliki peran strategis dalam pengembangan akademik, profesional, dan spiritual mahasantri. Kedua bahasa ini membuka jendela ilmu pengetahuan global serta memperkuat identitas keislaman," jelasnya.

Program Takhosus Bahasa yang ada di Ma'had Al-Jami'ah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi salah satu program unggulan yang bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan berkomunikasi secara efektif dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, baik lisan maupun tulisan. 

Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan para mahasantri menghadapi tantangan global sekaligus tetap menjaga nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan utama mereka.

Acara pembukaan ini menandai dimulainya perjalanan akademik dan spiritual bagi 612 mahasantri yang akan menuntut ilmu di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Program ini diharapkan dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas spiritual yang kokoh, siap menghadapi tantangan zaman dengan bekal ilmu yang mumpuni.

Dengan semangat yang menggelora, Ma'had Al-Jami'ah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon siap menjawab tantangan masa depan dengan menciptakan mahasantri yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dalam dunia global. (din)

Direktur PTKIN Ucapkan Selamat kepada Wisudawan UIN Siber Cirebon, Dorong Peningkatan Peran Perguruan Tinggi di Masyarakat

Direktur PTKIN Kementerian Agama RI, Prof Dr Fhil. Sahiron, saat memberikan sambutan pada acara Wisuda Perdana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, di Wisuda Hari Kedua.


CIREBON, FC – Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Prof. Dr. Fhil. Sahiron, M.A, mengucapkan selamat kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Cirebon serta para wisudawan dan wisudawati yang di wisuda sebanyak 935 mahasiswa. 

Pada wisuda di hari kedua ini, UIN Siber Syke Nurjati Cirebon mewisuda sebanyak 468 wisudawan. Jumlah ini terdiri dari FEBI 149 wisudawan, FDKI 250 wisudawan, Magister 60 wisudawan dan Doktor 9 wisudawan.

Dalam sambutannya, Prof Dr H. Fhil. syahiran menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memperluas pengabdian kepada masyarakat.

"Kementerian berharap agar peran dan fungsi perguruan tinggi untuk pengabdian masyarakat diperbesar dan diperluas lagi. Memang selama ini perguruan tinggi sudah melakukan pengabdian dengan mengirimkan mahasiswa untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan kegiatan lainnya," ujarnya.

Selain mahasiswa, Prof. Fhil. Sahiron juga menekankan agar para dosen tidak hanya hadir dalam kegiatan akademik dan pengajian, tetapi juga berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai problem sosial, seperti kemiskinan, masalah keluarga, ekonomi, dan tantangan yang dihadapi anak muda.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fhil. Sahiron juga menyoroti pentingnya kesiapan lulusan agar tidak menjadi bagian dari angka pengangguran di Indonesia. 

Ia menekankan bahwa institusi dan civitas akademika harus mampu mengantisipasi hal ini demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.

“Jadi intinya, bagaimana institusi dan civitas akademika mampu mengantisipasi agar lulusan tidak menganggur. Ini masalah yang harus mendapat perhatian serius,” tegasnya.

Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kualitas lulusan adalah melalui pengembangan Carier Development Center (CDC) atau Pusat Pengembangan Karir. 

Menurutnya, CDC dapat memberikan pelatihan, kajian, penelitian, serta workshop untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan tambahan agar siap berwirausaha atau memiliki keahlian tertentu di dunia kerja.

Lebih lanjut, Prof. Dr Fil. Syahiron juga menyinggung pentingnya digitalisasi dalam pendidikan tinggi. Ia menekankan bahwa PTKIN di seluruh Indonesia sudah mengadopsi sistem pembelajaran online, termasuk di UIN Siber Cirebon. Oleh karena itu, upaya pengembangan akses pendidikan digital perlu terus diperkuat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Naila Farah, M.Hum, menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan berbagai keterampilan, baik akademik maupun non-akademik, kepada mahasiswa. 

Tahun ini, FDKI telah memiliki laboratorium media untuk mengasah kemampuan mahasiswa agar mampu bersaing di industri setelah lulus.

“Kami juga memiliki program magang di lembaga pemerintahan dan swasta, termasuk kerja sama dengan industri agar lulusan FDKI bisa diterima di dunia kerja. Wisuda perdana FDKI tahun ini meluluskan 241 mahasiswa,” jelasnya.

Selain itu, UIN Siber Cirebon juga membekali mahasiswa dengan program digitalisasi, yang memungkinkan mereka memiliki keterampilan di bidang teknologi dan digital. Semua pembelajaran kini berbasis digital, termasuk dalam program-program perkuliahan.

Sebagai penutup, Dr. Naila Farah  menyampaikan harapannya agar para wisudawan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.

“Semoga lulusan UIN Siber Cirebon dapat membawa manfaat bagi lingkungan sekitar dan mampu bersaing di dunia kerja,” tutupnya. (ADV/Nurudin)

Siap Sukseskan Temu Inklusi Nasional Ke-6, SIGAB Indonesia Gandeng Pemkab Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia menggelar rapat koordinasi rencana Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025 dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon di ruang Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (27/2/2025).

Rapat koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan suksesnya acara Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025 yang akan diselenggarakan di Kabupaten Cirebon, tepatnya di Desa Durajaya, Kecamatan Greged pada Agustus 2025 nanti.

Perlu diketahui, Temu Inklusi Nasional merupakan forum dua tahunan yang dilaksanakan untuk membahas bagaimana permasalahan pembangunan bisa diselenggarakan dengan lebih inklusif, yang melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat difabel.

Pemkab Cirebon melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Cirebon berkomitmen untuk turut mensukseskan Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025 tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi mengatakan, komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan inklusif di Kabupaten Cirebon.

“Bentuk dari komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon, yaitu bagaimana menyikapi inklusifitas pembangunan,” ujar Dangi.

“Kami telah menyelenggarakan musrenbang khusus difabel, yaitu bagaimana kami mengakomodasi kebutuhan teman-teman difabel untuk bisa masuk ke program-program Pemerintah Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.

Dirinya juga mengapresiasi atas terpilihnya Kabupaten Cirebon sebagai tuan rumah Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih, bahwa pemerintah daerah diberi kehormatan untuk bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan Temu Inklusi Nasional se-Indonesia ke-6 Tahun 2025. Kami ingin buktikan bahwa Kabupaten Cirebon ramah difabel,” jelas Dangi.

Sementara itu, Direktur SIGAB Indonesia, M Joni Yulianto mengatakan, tujuan diadakannya Temu Inklusi Nasional tersebut adalah untuk menyebarluaskan kebijakan pembangunan inklusif yang sudah diterapkan di beberapa daerah.

“Tujuannya adalah masalah-masalah inklusif itu bisa dipahami semua orang dan apa yang sudah diterapkan di beberapa daerah berkaitan dengan pembangunan inklusif bisa disebarluaskan,” tutur Joni.

“Serta nantinya kita memberi rekomendasi kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah tentang bagaimana pembangunan yang lebih inklusif dan menyetarakan,” ucapnya.

Dari Temu Inklusi Nasional sebelumnya, sudah banyak rekomendasi yang telah menjadi kebijakan Pemerintah, baik pusat maupun daerah, salah satunya yaitu indikator desa inklusi yang telah diakomodasi melalui Keputusan Menteri Desa.

Pada rapat koordinasi tersebut, turut hadir Kepala Bagian (Kabag) Kesra, perwakilan Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Desa Durajaya, dan stakeholder pengampu lainnya. (din)

Sukseskan Temu Inklusi Nasional Ke-6, SIGAB Indonesia Gandeng Pemkab Cirebon February 27, 2025 Government Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon KABUPATEN CIREBON — Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia menggelar rapat koordinasi rencana Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025 dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon di ruang Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (27/2/2025). Rapat koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan suksesnya acara Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025 yang akan diselenggarakan di Kabupaten Cirebon, tepatnya di Desa Durajaya, Kecamatan Greged pada Agustus 2025 nanti. Perlu diketahui, Temu Inklusi Nasional merupakan forum dua tahunan yang dilaksanakan untuk membahas bagaimana permasalahan pembangunan bisa diselenggarakan dengan lebih inklusif, yang melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat difabel. Pemkab Cirebon melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Cirebon berkomitmen untuk turut mensukseskan Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025 tersebut. Dalam sambutannya, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi mengatakan, komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan inklusif di Kabupaten Cirebon. “Bentuk dari komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon, yaitu bagaimana menyikapi inklusifitas pembangunan,” ujar Dangi. “Kami telah menyelenggarakan musrenbang khusus difabel, yaitu bagaimana kami mengakomodasi kebutuhan teman-teman difabel untuk bisa masuk ke program-program Pemerintah Kabupaten Cirebon,” ungkapnya. Dirinya juga mengapresiasi atas terpilihnya Kabupaten Cirebon sebagai tuan rumah Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025. “Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih, bahwa pemerintah daerah diberi kehormatan untuk bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan Temu Inklusi Nasional se-Indonesia ke-6 Tahun 2025. Kami ingin buktikan bahwa Kabupaten Cirebon ramah difabel,” jelas Dangi. Sementara itu, Direktur SIGAB Indonesia, M Joni Yulianto mengatakan, tujuan diadakannya Temu Inklusi Nasional tersebut adalah untuk menyebarluaskan kebijakan pembangunan inklusif yang sudah diterapkan di beberapa daerah. “Tujuannya adalah masalah-masalah inklusif itu bisa dipahami semua orang dan apa yang sudah diterapkan di beberapa daerah berkaitan dengan pembangunan inklusif bisa disebarluaskan,” tutur Joni. “Serta nantinya kita memberi rekomendasi kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah tentang bagaimana pembangunan yang lebih inklusif dan menyetarakan,” ucapnya. Dari Temu Inklusi Nasional sebelumnya, sudah banyak rekomendasi yang telah menjadi kebijakan Pemerintah, baik pusat maupun daerah, salah satunya yaitu indikator desa inklusi yang telah diakomodasi melalui Keputusan Menteri Desa. Pada rapat koordinasi tersebut, turut hadir Kepala Bagian (Kabag) Kesra, perwakilan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Desa Durajaya, dan stakeholder pengampu lainnya. (DISKOMINFO) Berita CirebonCirebonDifabelInfo CirebonKabupaten CirebonPemkab CirebonSIGAB IndonesiaTemu Inklusi Nasional Share: Pemkab Cirebon dan Polresta Cirebon Sidak Pasar, Harga Bapokting Masih Stabil Meski Ada Kenaikan Hadiri Panen Raya Jagung, Wabup Jigus Dukung Program Ketahanan Pangan Search … Search Berita Terbaru Bupati Imron Ajak ASN Tingkatkan Disiplin dan Loyalitas Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon 0 Bupati Imron Ajak ASN Tingkatkan Disiplin dan Loyalitas Tingkatkan Usia Harapan Hidup, Pemkab Cirebon Luncurkan 42 Sekolah Lansia Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon 0 Tingkatkan Usia Harapan Hidup, Pemkab Cirebon Luncurkan 42 Sekolah Lansia Hadiri Panen Raya Jagung, Wabup Jigus Dukung Program Ketahanan Pangan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon 0 Hadiri Panen Raya Jagung, Wabup Jigus Dukung Program Ketahanan Pangan Kategori Artikel (10) Bupati (235) Ekonomi (32) Government (238) Pendidikan (14) Perangkat Daerah (129) Sekretaris Daerah (41) Sosial & Kesehatan (62) Umum (103) Wakil Bupati (32) Wisata & Budaya (17) Tags BansosBatikBayi kembar SiamBerita CirebonBudayaBupati CirebonCirebonDinas SosialDinsosDisabilitasDiskominfo Kabupaten CirebonDisnakerDisporaDLHDPPKBP3AEkonomiHari IbuHilmy Riva'iIdul AdhaImronInflasiInfo CirebonJawa BaratJigusJobfairJob fairKabupaten CirebonKesehatanKurbanLebaranPemkab CirebonPencakerPilkadaPilkada 2024Pj Bupati CirebonPMIPolresta CirebonRakorSekdaSekretaris DaerahSekretaris Daerah Kabupaten CirebonSeniWahyu MijayaWakil Bupati CirebonWisata



KABUPATEN CIREBON — Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia menggelar rapat koordinasi rencana Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025 dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon di ruang Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (27/2/2025).

Rapat koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan suksesnya acara Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025 yang akan diselenggarakan di Kabupaten Cirebon, tepatnya di Desa Durajaya, Kecamatan Greged pada Agustus 2025 nanti.

Perlu diketahui, Temu Inklusi Nasional merupakan forum dua tahunan yang dilaksanakan untuk membahas bagaimana permasalahan pembangunan bisa diselenggarakan dengan lebih inklusif, yang melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat difabel.

Pemkab Cirebon melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Cirebon berkomitmen untuk turut mensukseskan Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025 tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi mengatakan, komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan inklusif di Kabupaten Cirebon.

“Bentuk dari komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon, yaitu bagaimana menyikapi inklusifitas pembangunan,” ujar Dangi

“Kami telah menyelenggarakan musrenbang khusus difabel, yaitu bagaimana kami mengakomodasi kebutuhan teman-teman difabel untuk bisa masuk ke program-program Pemerintah Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.

Dirinya juga mengapresiasi atas terpilihnya Kabupaten Cirebon sebagai tuan rumah Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih, bahwa pemerintah daerah diberi kehormatan untuk bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan Temu Inklusi Nasional se-Indonesia ke-6 Tahun 2025. Kami ingin buktikan bahwa Kabupaten Cirebon ramah difabel,” jelas Dangi.

Sementara itu, Direktur SIGAB Indonesia, M Joni Yulianto mengatakan, tujuan diadakannya Temu Inklusi Nasional tersebut adalah untuk menyebarluaskan kebijakan pembangunan inklusif yang sudah diterapkan di beberapa daerah.

“Tujuannya adalah masalah-masalah inklusif itu bisa dipahami semua orang dan apa yang sudah diterapkan di beberapa daerah berkaitan dengan pembangunan inklusif bisa disebarluaskan,” tutur Joni.

“Serta nantinya kita memberi rekomendasi kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah tentang bagaimana pembangunan yang lebih inklusif dan menyetarakan,” ucapnya.

Dari Temu Inklusi Nasional sebelumnya, sudah banyak rekomendasi yang telah menjadi kebijakan Pemerintah, baik pusat maupun daerah, salah satunya yaitu indikator desa inklusi yang telah diakomodasi melalui Keputusan Menteri Desa.

Pada rapat koordinasi tersebut, turut hadir Kepala Bagian (Kabag) Kesra, perwakilan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Desa Durajaya, dan stakeholder pengampu lainnya. (Ara)

Utamakan Pelayanan, Desa Sampiran Prioritaskan Kepuasan Masyarakat


CIREBON, FC – Pemerintah Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, terus mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat. 

Dengan mengusung motto Kerja Cepat, Kerja Tepat, dan Kerja Bermartabat, Kuwu Sampiran, KH Sujito, menekankan pentingnya pelayanan yang optimal sebagai bentuk tanggung jawab kepada warga.

Menurut Kuwu Sujito, pelayanan yang baik menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. “Kami selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat merasa puas dan dapat bersinergi dengan baik dalam membangun desa ini,” ujarnya.

Pada tahun 2025, Pemerintah Desa Sampiran telah merencanakan berbagai program strategis yang mencakup penataan lingkungan dan infrastruktur, pengembangan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan aspek sosial-keagamaan, hingga pelestarian budaya lokal.

Meski demikian, Kuwu Sujito menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada pemerintah desa saja. Ia mengajak seluruh stakeholder, termasuk tokoh masyarakat, pemuda, dan elemen lainnya, untuk turut serta dalam membangun Desa Sampiran menjadi lebih maju dan sejahtera.

“Kami berharap ada peran aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam setiap program yang dijalankan. Dengan kebersamaan dan gotong royong, kita bisa membawa Desa Sampiran ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

Dengan komitmen tinggi dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan bermartabat, Desa Sampiran terus berupaya menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mewujudkan pemerintahan yang dekat dengan rakyat. (din)